NovelToon NovelToon
Sistem Saldo Eksekutor

Sistem Saldo Eksekutor

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Thriller / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

[Eksekusi penjahat berhasil! 1 Milyar telah dikirim.]

Luis, pengacara miskin yang selalu dihina karena tak pernah memenangkan kasus, mati tertabrak saat pulang.

Namun ia kembali ke masa lalu bersama Sistem Saldo Eksekutor, sistem misterius yang memberinya hadiah uang setiap kali berhasil mengeksekusi kasus dan menjatuhkan para penjahat.

Dari pengacara gagal, Luis mulai bangkit menjadi sosok mengerikan di balik hukum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Memantau

​Beberapa langkah kemudian, dua orang teman sekelas Luis, Rian dan Dimas, menghampirinya dengan wajah cemas. Mereka menarik Luis ke pojokan kantin yang masih sepi.

​"Kau gila, Luis?! Jangan cari gara-gara dengan geng mereka deh!" bisik Rian dengan nada panik. "Kenzo memang sudah masuk rumah sakit, tapi anak buahnya masih banyak dan mereka sedang sensitif sekarang. Mereka akan menghajar siapa pun yang terlihat mencurigakan!"

​"Benar, Luis. Kamu kan pendiam, mending cari aman saja. Kita ini bukan siapa-siapa di sekolah ini," tambah Dimas.

​Luis hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak sampai ke matanya. "Iya, maaf. Tadi aku cuma melamun. Aku akan lebih hati-hati nanti."

​Teman-temannya menghela napas lega, mengira Luis sudah mengerti. Mereka tidak tahu bahwa di dalam kepala Luis, ia sedang menyusun daftar target berikutnya. Kenzo hanyalah kepala ular, namun tubuh ular itu masih bergerak dan memiliki bisa yang beracun.

​Selama beberapa hari berikutnya, Luis menjalankan rutinitas yang sangat membosankan namun penting: pemantauan.

​Ia tidak langsung menyerang lagi. Ia tahu polisi mungkin masih berkeliaran di sekitar sekolah. Luis menggunakan waktu ini untuk mempelajari kebiasaan anggota geng Kenzo lainnya. Ada satu orang yang menarik perhatiannya: Bima.

​Bima adalah tangan kanan Kenzo, orang yang selalu bertugas mencari "korban" untuk dibully dan yang paling sering memeras uang dari anak-anak seperti Rio.

Bima memiliki kebiasaan pulang terlambat karena sering mampir ke sebuah tempat biliar tua di pinggiran kota yang sudah hampir bangkrut.

​Luis mencatat semuanya. Jam berapa Bima sampai di sana, siapa yang bersamanya, dan rute mana yang ia ambil saat pulang dalam keadaan mabuk atau lelah.

​Tiga hari setelah insiden Kenzo, suasana malam kembali menyelimuti kota. Luis berdiri di depan cermin kamarnya yang gelap.

Ia kembali mengenakan jaket hoodie hitam andalannya. Masker kain hitam sudah terpasang rapi, menutupi sebagian besar wajahnya.

​Ia mengambil pemukul besi yang sama, yang telah ia bersihkan dari sisa-sisa darah Kenzo hingga mengkilap kembali.

​"Satu per satu... semuanya harus membayar," bisik Luis pada kegelapan.

​Ia keluar lewat jendela kamarnya, mendarat dengan ringan di tanah tanpa menimbulkan suara.

Rasa sakit di rusuknya sudah jauh berkurang, digantikan oleh adrenalin yang mendidih.

Ia bergerak dengan sangat lincah, menyelinap di antara bayang-bayang pepohonan, menuju tempat biliar tua tempat Bima berada.

Lampu neon di atas meja biliar nomor empat berkedip-kedip, mengeluarkan suara mendengung yang mengganggu saraf.

Bima menghantamkan stik biliarnya ke lantai kayu yang rapuh dengan wajah memerah. Ia baru saja kalah taruhan untuk ketiga kalinya malam ini.

​"Sialan! Meja ini miring!" bentaknya pada penjaga tempat biliar yang hanya bisa menunduk takut.

​Bima menenggak sisa bir dingin dari botolnya, lalu menyeka mulutnya dengan kasar.

Sejak Kenzo masuk rumah sakit, Bima merasa dunianya sedikit berguncang.

Bukan karena ia peduli pada Kenzo, tapi karena posisi "tangan kanan" yang ia pegang kini terasa tidak stabil. Ia harus menunjukkan bahwa tanpa Kenzo pun, geng mereka masih berkuasa.

​"Aku pulang," ketus Bima pada teman-temannya yang masih asyik merokok.

​Ia melangkah keluar dari gedung biliar yang pengap itu. Udara malam di luar terasa jauh lebih dingin dari biasanya.

Kabut tipis mulai turun, menyelimuti gang-gang sempit di sekitar area komersial tua tersebut.

Bima menyalakan sebatang rokok, mencoba mengusir rasa sunyi yang tiba-tiba terasa mencekik.

1
Maul
duit duit duit 🤑💸💵💴💶💰💳
Aisha Miftah khaira
suhu🥶
Maul: /Frown//Grievance/
total 1 replies
Maul
Bunuh/Speechless/
Maul
pantau dulu
Maul
( ̄へ  ̄ 凸
Äï
loh kok 70? bkn nya hadiahnya 50?
Maul: kan di Bab 7 ada tambahan bonus 50 juta lagi kak. di pakai 30, Sisanya 70🙏🙏 terima kasih koreksinya🙏🙏🙏
total 1 replies
BaekTae Byun
bukannya udh di cash in trs 20 jt kasih rio ya
Maul: Hehe, Udah di revisi. terima kasih sudah membantu👍🙏/Smile/
total 1 replies
Maul
Karya pertama ☝
Maul
duidddddd 🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!