NovelToon NovelToon
ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Pengantin Pengganti
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Safa adalah gadis cantik nan penurut yang tampaknya selalu dimusuhi takdir. Sejak kecil, ia tak pernah mencecap manisnya kasih sayang keluarga, bahkan dari ibunya sendiri. Kesalahan di masa lalu yang bukan kehendaknya membuat Safa dilabeli sebagai "anak pembawa sial" dan dibenci seumur hidup. Puncaknya, ia dipaksa menikah dengan seorang kakek demi menyelamatkan bisnis keluarga yang nyaris bangkrut.

Namun, kenyataan tak seburuk dugaannya. Sang kakek ternyata hanya perantara, ia mencarikan istri untuk cucu laki-lakinya yang bertemperamen kaku, cuek, dan dingin. Di rumah barunya, Safa yang terbiasa disisihkan justru mulai merasakan hangatnya kasih sayang dari keluarga sang suami yang memperlakukannya dengan sangat baik. Sayangnya, benteng es di hati suaminya sendiri tetap tak tergoyahkan.

Mampukah Safa memenangkan hati pria yang menikahinya hanya karena amanah sang kakek? Ataukah pernikahan "titipan" ini akan hancur dan berakhir dengan perceraian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Resah Tanpa Kehadiranmu

Arlan yang telah selesai menelfon mencari keberadaan Safa yang tak kunjung kembali. Namun, saat ia hendak menyusul sapa an dari seorang wanita mengalihkan perhatiannya.

"Selamat sore, Pak Arlan," sapa Riana, kakak Safa yang juga seorang manager di perusahaan Arlan.

Karena hatinya yang gelisah, Arlan hanya membalasnya dengan senyum.

Melihat gelagat sang bos yang hendak pergi, Riana segera berdiri di depannya. "Bapak bersama siapa? Sepertinya Anda sendirian? Bagaimana kalau saya temani?"

Entah mengapa melihat wanita lain dengan sikap manja yang dibuat-buat membuat Arlan mengidig geli. Saat itu juga wajah sang istri tiba-tiba terlintas di beknya.

"Maaf saya kesini dengan seorang, kebetulan dia lagi di kamar kecil, jadi saya permisi," ucapnya datar, sambil melenggang pergi.

Namun, interaksi mereka berdua sempat dilihat oleh Safa. Melihat gelagat sang kakak, Safa bisa paham jika sang kakak menyukai suaminya. Ia juga bingung bagaimana bisa mereka saling kenal.

Takut bertemu dengan sang kakak, Ia memilih untuk menghindar dan pergi dari sana. Ia tidak tahu jika sang suami kini tengah kebingungan mencari keberadaannya.

Arlan kembali ke dalam restoran. Ia menatap sekeliling namun, tetap tak menemukannya. Saat ia mencoba menelfon, getar ponsel berada di dekatnya. Arlan menghampiri dan mengetahui jika sang istri tak membawa ponsel serta tasnya.

Panik, takut terjadi sesuatu, Arlan segera menyambar tas dan berlari keluar untuk mencarinya. Ia memutuskan pergi ke kamar mandi. Saat di depan toilet wanita ia berhenti, tak mungkin juga ia masuk.

Melihat seorang wanita keluar, ia segera mendekat. "Maaf. Saya mau tanya, di dalam apa ada seorang gadis yang memakai jilbab putih, dia tingginya sedada dan sangat imut."

Wanita itu menahan senyum, merasa pria di depannya cukup manis namun, segera ia menggeleng. "Saya rasa tidak ada. Soalnya di dalam tidak ada siapa pun."

Seketika wajah Arlan pucat. Bagaimana bisa Safa tidak ada di dalam, padahal jelas-jelas dia pamit pergi ke toilet. Tanpa mengatakan apa pun lagi ia segera pergi berkeliling mencari sang istri.

Safa duduk termenung di samping mobil milik sang suami. Ia menunduk sambil menggambar sesuatu di atas lantai.

Riana yang telah selesai berbelanja baru saja keluar dari dalam lift menuju parkiran bawah tanah, ia menatap ke arah wanita yang seperti dikenalnya. Setelah yakin ia mendekat.

"Wah ... wah ... wah. Siapa ini?"

Sontak Safa mendongak. "Mbak Riana?"

Safa segera bangkit. Tentu tak menyangka bisa bertemu dengan sang kakak.

Dengan tatapan meremehkan Riana mendekat. "Ngapain kau di sini. Udah kayak gembel."

Tatapan Riana jelas tatapan merendahkan. Ia memperhatikan sang adik dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan senyum mencebik.

"Mana suami tuamu, itu? Harusnya kau temani dia, bagaimana kalau nanti dia terjatuh di tangga dan mati. Bisa-bisa kau jadi janda, loh," hina sang kakak.

Tak ingin terpancing dengan provokasi sang kakak, Safa memilih pergi begitu saja.

"Dasar gak tau diri. Kau kira kau siapa berani mengabaikan aku, hah!" pekik Riana yang kesal diabaikan. "Awas kau, ya! Jangan pernah pulang kalau kau dibuang kakek tua itu."

Pandangan Safa mengabur terhalang air mata. Ia hanya ingin segara pergi menjauh. Namun, langkahnya yang buru-buru hingga mengakibatkan ujung sepatunya tersangkut gundukan polisi tidur beton.

Tubuhnya terlempar ke depan. Bruk!

Semen yang keras dan kasar segera menyambut lutut dan tangannya. "Akhh!" rintihnya sambil memegangi lutut yang mulai terasa sakit.

Dari kejauhan Arlan melihat pemandangan itu segera berlari menghampiri. Dengan nafas terengah dan tas di tangan, Arlan berjongkok.

"Safa, lihat aku. Tarik nafas dulu, oke?"

Alih-alih menanyakan "bagaimana ia bisa terjatuh" Arlan justru mencoba menenangkannya. Safa menarik nafas dalam.

Tangan Arlan meraih kedua tangan Safa, mengusap telapak tangannya perlahan. "Gak apa-apa, aku di sini. Mau aku bantu berdiri atau butuh waktu sebentar?"

"Begini dulu sebentar, Mas."

Arlan mengangguk. Ia menyilangkan tas Safa ke pundaknya lalu memeriksa luka di tangan Safa. "Mau ke dokter?"

Safa menggeleng.

"Ya udah nanti aku obatin kalau sampai rumah, ya?"

Safa hanya mengangguk. Ia menatap lekat sang suami, seolah jarak di antara mereka semakin dekat. Perlakuan sang suami begitu hangat dan menyentuh.

Setelah ia merasa lebih tenang Arlan membantunya berdiri. Arlan ikut berlutut di atas semen yang kasar, mengabaikan debu yang mengotori celana mahalnya.

"Safa, pelan-pelan," bisiknya lembut. Ia menyodorkan tangannya sebagai tumpuan. Saat jemari gemetar wanita itu menyentuh lengannya, Arlan membantu menyokong tubuh Safa.

Namun, melihat jarak tempat mereka dengan mobil cukup jauh, dan dengan kondisi Safa yang terluka, Arlan, dengan gerakan yang tangkas dan presisi langsung mengangkat tubuh istrinya.

Safa yang kaget refleks mengalungkan kedua tangan ke leher suaminya. "Mas ..."

"Diamlah. Aku gak mungkin biarin kamu jalan dengan kaki seperti itu, kan?"

"Tapi kalau gini aku bisa salah sangka," ucap Safa lirih nyaris berbisik.

Arlan yang samar mendengar mendekatkan telinga ke arah Safa. "Apa? Mas gak denger."

Safa tersipu lantas membenamkan wajahnya ke dada Arlan. Ia menggeleng pelan.

Merasa sikap Safa menggemaskan Arlan hanya tersenyum. Ia segera melangkah membawa istri mungilnya menuju mobil.

Dengan begitu hati-hati Arlan memasukkan Safa ke dalam mobil. Ia memasangkan sabuk pengaman, lalu dengan pelan menutupkan pintu mobil. Arlan segera berlari menuju kemudi. Mesin dinyalakan, perlahan ia menginjak pedal gas meninggalkan area mall.

Mobil berhenti di depan sebuah hotel berbintang. Safa mengintip dari balik kaca mobil, ia terheran kenapa Arlan menghentikan mobilnya.

"Loh, Mas. Kok kita berhenti di sini? Kan rumah kita masih jauh?"

Arlan mengambil tas miliknya dan keluar. Ia segera berlari ke arahnya. Pintu mobil dibuka, dengan tanang ia bahkan membantu membukakan sabuk pengaman.

Ia meraih Safa dan kembali mengangkatnya. "Kita akan menginap di sini. Kamu kan tau rumah yang kita tinggali sekarang cukup jauh dari kampus dan kantorku yang sekarang. Jadi untuk sementara waktu kita tinggal di hotel sampai aku dapat rumah baru."

"Tapi, bagaimana dengan kakek?"

"Masalah kakek itu jadi urusanku. Sekarang yang terpenting kita obati dulu lukamu," ungkapnya dengan binar mata yang tulus.

Safa mengangguk lalu mempererat tangan yang mengalung ke leher Arlan.

Sesampainya di dalam kamar, Arlan menurunkan Safa di atas ranjang. Ia lalu menyiapkan air hangat untuk menyeka luka Safa.

Tak lama pintu kamar berbunyi. Arlan bergegas membuka dan keluar.

"Mana yang ku minta?"

Egar dengan wajah penasaran menyerahkan bungkusan obat yang Arlan pesan. "Obat itu untuk apa? Apa kamu terluka?"

Tatapan Egar tajam menelisik ke tubuh Arlan yang terlihat baik-baik saja.

"Udah jangan banyak tanya. Sekarang balik sana, aku sibuk!"

"Tunggu! Ini gak biasa," cegah Egar yang semakin penasaran. "Sejak kapan kamu tinggal di hotel? Dan kenapa aku gak boleh masuk?"

"Jangan-jangan kamu ... mau menitipkan benihmu, ya?"

Arlan yang terkejut membelalak. "Sembarangan!"

Tangannya terangkat bersiap memberi pelajaran pada temannya itu. Namun, Egar segera menghindar.

Tanpa banyak kata lagi Egar langsung merangsek, masuk. Namun, langkahnya mendadak mati kutu. Di tengah remang kamar ia mendapati seorang wanita tengah duduk tenang di atas ranjang.

1
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa sih yg sering wa mas Arlan
Siti Anisa
bagus novelx suka
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
hahhahaha.. aku ngakak ngebayangin ekpresi nya si Arlan🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ganjalannya pasti tentang perasaan masing-masing🥺🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
nggak ada.. nggak punya/Tongue//Tongue/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ya ampun, siapa itu😬😬😬😬
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
aq g absen hari di mana mana krn khusus buat baca novel🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: hok O di maratonin ma aunty🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
safar cerita aja ttg hendra ke suami kamu ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
uhuk uhuk
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
idih gtau aja klo safa it istri bos kamu, klo sampe tau bs mati mendadadak riana😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
edgar sama farah aja thori, klo author g jodohin edgar sama farah, kalo gitu edgar sama aq aja gimana setujuh kan?
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: ihh aunty mah.. 🤣🤣
Berondong itu aunty, mau kah aunty🤭🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
heronya safa dateng🫶😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
blm tau aja suami safa orang keyong
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
sampe trauma begitu
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
arlan klo kamu tau safa sprti apa di rumah nya pasti kamu kasian
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
adit ini bener bener mulutnya seperti omprengan
𝓐𝔂⃝❥ ⃟🥑⃟ Sᴇɴᷢᴀͥᴀͥ☠️⃝⠀
mampir thor 🤔
Shankara Senja
safa itu bodoh bngt ya..apa apa diem..lebih baik dihajar abis sm mama lo dari pd dihajar abis diranjang sm bpk tiri lo.masa depan lo hancur ..kabur ,kek,takut bngt ga nemu makan..apa pengen ngancurin masa depan lu di perkosa bapak tiri lo..lo hancur jg keluarga lo ga perduli
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: Iya mungkin kabur lbih enak. Tapi ada sebagian orang gak akan berani kak. Mereka selalu memikirkan bakti dan takut akan hal-hal yang belum pasti. 🤧
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
ingat safa selalu tutup pintu dan kunci klo perlu gembok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!