NovelToon NovelToon
Pria Pembuly Yang Menjadi Takdirku

Pria Pembuly Yang Menjadi Takdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: nana_riana

Dulu, Alya hanya gadis pendiam yang selalu menjadi sasaran ejekan di sekolah. Hari-harinya dipenuhi rasa takut, terutama karena Reno,ketua geng paling disegani sekaligus pria yang paling sering membuat hidupnya terasa menyakitkan. Bagi Alya, Reno adalah luka yang ingin ia lupakan selamanya.
Namun takdir mempertemukan mereka kembali setelah bertahun-tahun berlalu.
Kini, Alya telah berubah menjadi wanita mandiri dan sukses, sementara Reno bukan lagi remaja arogan seperti dulu. Di balik sikap dinginnya, Reno menyimpan penyesalan yang tak pernah sempat ia ungkapkan. Pertemuan mereka kembali membuka kenangan lama, menghadirkan benci yang perlahan berubah menjadi perasaan yang tak terduga.
Bisakah seseorang yang pernah menyakitimu menjadi rumah terbaik untuk hatimu? Atau masa lalu akan tetap menjadi penghalang di antara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nana_riana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14 — Aku Memilihmu

Hujan masih turun deras di luar gedung kantor.

Lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu, menciptakan pantulan samar di jendela besar ruangan tempat Alya dan Reno duduk berhadapan.

Tangan mereka masih saling menggenggam.

Hangat.

Tenang.

Dan entah kenapa, untuk pertama kalinya Alya tidak ingin melepaskannya.

Reno menatapnya lembut. “Kamu nggak perlu buru-buru jawab apa pun.”

Alya tersenyum kecil lelah.

“Kamu selalu bilang begitu.”

“Karena aku nggak mau bikin kamu tertekan.”

“Padahal dulu kamu suka bikin hidup aku tertekan.”

Reno langsung meringis kecil.

“Itu dosa lama yang bakal terus kamu ungkit ya?”

Alya akhirnya tertawa pelan.

Dan suara tawa itu berhasil membuat dada Reno terasa hangat.

Sudah lama sekali ia ingin melihat Alya tersenyum tanpa beban seperti itu.

“Alya.”

“Hm?”

“Aku serius sama kamu.”

Tatapan Reno berubah dalam lagi.

“Aku nggak tahu gimana caranya nebus semua kesalahan masa lalu.” Suaranya rendah dan jujur. “Tapi aku bakal berusaha setiap hari kalau itu bisa bikin kamu bahagia.”

Mata Alya perlahan melembut.

Untuk pertama kalinya…

Ia benar-benar percaya ketulusan Reno.

Bukan karena kata-katanya.

Melainkan karena cara pria itu terus bertahan meski dirinya berkali-kali didorong menjauh.

“Aku capek perang sama perasaan sendiri,” bisik Alya lirih.

Reno mengernyit pelan. “Maksudnya?”

Alya menatap genggaman tangan mereka beberapa detik sebelum akhirnya berkata,

“Aku suka sama kamu, Reno.”

Deg.

Napas Reno langsung tercekat.

Seolah dunia berhenti bergerak sesaat.

“Alya…”

“Tapi jangan bikin aku nyesel udah percaya lagi sama kamu.”

Sebelum Alya sempat bereaksi, Reno langsung menarik wanita itu ke dalam pelukannya.

Erat.

Sangat erat.

Sampai Alya bisa mendengar detak jantung pria itu yang berdetak cepat.

“Kamu nggak tahu betapa bahagianya aku sekarang,” bisik Reno serak.

Pipi Alya langsung memanas.

“Reno…”

“Makasih udah kasih aku kesempatan.”

Dan untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu kembali—

Alya membalas pelukan Reno tanpa ragu sedikit pun.

Hubungan mereka resmi dimulai malam itu.

Meski tidak ada pernyataan romantis berlebihan, semua terasa nyata.

Reno berubah menjadi jauh lebih perhatian daripada yang Alya bayangkan.

Pria itu selalu mengantar jemput Alya.

Membawakan makanan saat Alya lupa makan.

Bahkan diam-diam mengganti kursi kerja Alya karena tahu wanita itu sering sakit punggung saat lembur.

“Ini pasti kerjaan kamu lagi,” tuduh Alya suatu pagi saat melihat kursi barunya.

Reno pura-pura polos. “Bukan.”

“Kalau bohong wajah kamu kelihatan.”

“Yaudah iya.”

Alya menghela napas kecil meski senyumnya tidak bisa disembunyikan.

Kadang ia masih sulit percaya bahwa pria yang dulu paling sering membuatnya menangis kini justru menjadi orang paling perhatian dalam hidupnya.

Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung tenang terlalu lama.

Malam itu, Reno mengajak Alya makan malam di rooftop restoran hotel mewah.

Lampu kota terlihat indah dari atas sana.

Angin malam bertiup lembut.

Dan Alya diam-diam menikmati semua itu.

“Kamu senyum terus dari tadi,” goda Reno sambil memperhatikan wajahnya.

“Karena suasananya bagus.”

“Atau karena sama aku?”

Alya langsung memutar mata malas.

“Narsis.”

Reno tertawa kecil puas.

Namun saat makanan mereka datang, ponsel Reno tiba-tiba berdering.

Ekspresinya langsung berubah dingin saat melihat nama di layar.

Papa.

Alya langsung menyadarinya.

“Kamu nggak angkat?”

Reno menghela napas pelan lalu menerima panggilan itu.

“Ya.”

Entah apa yang dikatakan ayahnya di sana, tetapi wajah Reno perlahan berubah tegang.

“Aku nggak peduli.”

“…”

“Aku bilang aku nggak akan ninggalin Alya.”

Deg.

Alya langsung menatap Reno.

Suasana romantis tadi mendadak berubah tidak nyaman.

Dan beberapa detik kemudian, Reno menutup telepon dengan kasar.

“Ada apa?” tanya Alya hati-hati.

Reno diam cukup lama sebelum akhirnya berkata pelan,

“Ayah mau cabut aku dari posisi direktur.”

Mata Alya langsung membesar.

“Karena aku?”

Reno tertawa kecil hambar.

“Karena aku nggak nurut sama dia.”

“Tapi tetap aja gara-gara hubungan kita.”

“Alya.”

“Aku serius.” Suara Alya mulai pelan. “Aku nggak mau hidup kamu hancur karena aku.”

Tatapan Reno langsung melembut.

Pria itu menggenggam tangan Alya di atas meja.

“Dengerin aku baik-baik.” Suaranya rendah dan tegas. “Aku nggak pernah merasa hidup aku sehancur ini sejak ketemu kamu.”

Alya sedikit lega mendengarnya.

Namun Reno melanjutkan kalimatnya sambil tersenyum kecil.

“Karena hidup aku justru baru terasa hidup sejak ada kamu.”

Deg.

Pipi Alya langsung memerah lagi.

Pria ini benar-benar terlalu pandai membuat jantungnya kacau.

Namun di tempat lain,seseorang sedang memperhatikan foto Alya dan Reno di layar ponsel dengan tatapan penuh kebencian.

Dimas.

Pria itu tersenyum tipis sambil memutar gelas minumnya pelan.

“Jadi kalian benar-benar pacaran sekarang.”

Tatapannya berubah gelap.

“Alya…” bisiknya lirih. “Kamu bakal nyesel percaya sama Reno.”

Tak lama kemudian, seseorang duduk di depannya.

Seorang wanita cantik berambut panjang dengan lipstick merah mencolok.

Vanessa.

“Aku datang,” ujar wanita itu santai. “Sekarang jelasin kenapa kamu ngajak ketemu diam-diam.”

Dimas tersenyum kecil.

“Kamu masih suka Reno, kan?”

Vanessa langsung mengernyit.

“Bukan urusan kamu.”

“Tapi kamu nggak suka lihat dia sama Alya.”

Tatapan Vanessa langsung berubah dingin.

“Langsung ke intinya.”

Dimas menyandarkan tubuhnya santai.

“Aku cuma mau kerja sama.”

“Kerja sama apa?”

Senyum tipis muncul di bibir Dimas.

“Misahin Reno dan Alya.”

Dan malam itu,tanpa Reno maupun Alya sadari, seseorang mulai merencanakan cara menghancurkan hubungan mereka.

Vanessa terdiam beberapa detik setelah mendengar ucapan Dimas.

Tatapannya tajam penuh curiga.

“Kamu ngajak aku kerja sama buat hal kayak gini?” tanyanya dingin.

Dimas tersenyum santai. “Bukannya kamu juga nggak suka Alya?”

Vanessa mendengus kecil lalu menyilangkan tangan di dada.

“Aku memang kesal Reno lebih milih Alya.” Ia menatap Dimas sinis. “Tapi aku nggak serendah itu buat nyakitin perempuan lain.”

Senyum Dimas perlahan menghilang.

“Kamu serius bela mereka?”

“Aku cuma nggak suka cara pengecut.”

Vanessa berdiri dari kursinya lalu mengambil tasnya.

“Kalau tujuan kamu ngajak ketemu cuma buat ngomong beginian, aku pergi.”

Namun sebelum Vanessa benar-benar pergi, Dimas berkata pelan,

“Kamu tahu nggak kenapa Reno tiba-tiba berubah?”

Langkah Vanessa terhenti.

Tatapan Dimas berubah penuh arti.

“Karena dia takut rahasia lama itu terbongkar.”

Vanessa mengernyit.

“Rahasia apa?”

Dimas tersenyum tipis.

“Rahasia yang bisa bikin Alya benci Reno selamanya.”

Deg.

Untuk pertama kalinya, ekspresi Vanessa berubah serius.

Sementara di tempat lain, Alya sedang tersenyum kecil saat membaca pesan singkat dari Reno tanpa sadar,bahwa badai baru perlahan mulai mendekat ke hidup mereka.

Dan kali ini, luka masa lalu mereka terancam menghancurkan cinta yang baru tumbuh kembali.

1
tinuet'z
sangat menarik
partini
hoki Banggt si Reno di cinta ugal-ugalan wehhh mau sakiti Ampe darah" tetep cinta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!