NovelToon NovelToon
Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Janda Cantik Kesayangan CEO Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda
Popularitas:39.5k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Dikhianati dan dipermalukan, Nafiza Azzahra, wanita bercadar yang lembut, mendapati pernikahannya hancur berantakan. Dipaksa memulai hidup baru, ia bertemu Zayn Al Malik, CEO muda yang dingin dan tak tersentuh, Namun, sesuatu dalam diri Nafiza menarik Zayn, membuatnya mempertanyakan keyakinannya. Di tengah luka masa lalu, benih-benih asmara mulai bersemi. Mampukah Zayn meluluhkan hati Nafiza yang sedang terluka? Dan bisakah mereka menemukan cinta sejati di tengah badai pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Aroma menggugah selera memenuhi ruang makan. Narendra, Daddy-nya Zayn, sudah duduk di kursi meja makan. Maya, langsung menyambut dengan senyum cerah saat ia muncul dari arah dapur dengan semangkuk soto ayam yang baru saja matang, asap panas masih terlihat mengepul.

"Pagi, Sayang! Wah, aromanya enak sekali. Kamu yang masak semua?" tanya Narendra menatap istri tercintanya, dengan tatapan kagum.

Maya tersenyum lembut. "Semua ini masakan menantu kita sayang. Aku hanya bantu potong sayur aja," jawab Maya tersenyum pada sang menantu kesayangannya yang baru muncul di belakangnya.

"Wah! Daddy jadi gak sabar pengen nyicip, dari aromanya udah ketebak pasti sangat enak," puji Narendra.

"Mommy sama Daddy berlebihan deh, Naf masih belajar masak dikit-dikit. Semoga Mommy, Daddy dan Mas Zayn suka ya," jawabnya merendah.

"Sedikit apanya? Sampai ke kamar Daddy aja kecium baunya," sahut Narendra tak mengalihkan pandangannya pada hidangan di atas meja. "Zayn beruntung sekali punya istri pintar masak begini." lanjutnya.

Zayn, yang baru saja masuk ke ruang makan, langsung merangkul pinggang Nafiza dari belakang. "Betul banget, Daddy. Zayn memang pria paling beruntung sedunia," ujarnya sambil mengecup pipi Nafiza dengan sayang.

"Aduh, pagi-pagi sudah bikin iri saja," goda Maya sambil terkekeh. "Sudah sana duduk, jangan buat lama lagi perut Daddy udah meronta-ronta ini minta di isi," tambah Narendra.

Maya, Zayn dan Nafiza terkekeh pelan mendengar ucapan Narendra. Seolah tak ingin membuang waktu mereka berempat langsung memilih tempat duduk di kursi masing-masing dan mulai menyantap hidangan yang tersaji.

"Ini nasi goreng terenak yang pernah Daddy cobain!" puji Narendra sambil mengacungkan dua jari jempolnya ke udara.

"Aku setuju sama Mas, apa lagi telur dadar yang ini lembut dan gurih, bikin nagih!" timpal Maya dengan mata berbinar cerah.

Sementara Zayn tak henti-hentinya memandangi Nafiza dengan tatapan penuh cinta dan kagum.

"Ini beneran kamu yang masak, Sayang? Nggak nyuruh chef di dapur kan?" tanya Zayn, menyuapkan sendok nasi goreng ke mulutnya.

Nafiza mencubit lengan Zayn. "Enak aja nuduh! Ya iyalah Naf yang masak. Mas nggak percaya?" jawab Nafiza dengan memasang wajah kecewanya.

"Percaya kok, Sayang. Cuma heran aja, kok bisa seenak ini," balas Zayn sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Makanya, jangan cuma kerja aja dipikirin. Sesekali kamu bantuin Nafiza, biar tahu seberapa hebat istrimu ini," timpal Maya, membuat Zayn terkekeh.

"Siap, Mommy! Nanti Zayn bantuin Nafiza. Tapi jika nanti masakannya gosong gara-gara Zayn di dapur jangan salahin Zayn ya," jawabnya sambil melirik Nafiza dengan senyum jahil.

"Awas aja kalau sampai masakannya gosong!" ancam Nafiza, membuat suasana semakin hangat dan ceria.

Setelah selesai sarapan, Zayn dan Nafiza pamit ke kamar.

Saat Zayn hendak sedang ingin bermanja-manja sama Nafiza tiba-tiba handphone Zayn berdering. Ia menghela napas, lalu mengangkat telepon.

"Halo, David. Ada apa?" tanya Zayn dengan nada datar.

"Zayn, lo harus segera ke kantor! Klien Jepang mau batalin kerjasama!" suara David terdengar panik dari seberang telepon.

Mata Zayn langsung membulat. Rahangnya mengeras. "Serius lo? Kenapa bisa begitu?"

"Gue nggak tahu pasti, tapi yang jelas mereka marah banget. Denger-denger sih, mereka merasa proposal kita kurang menghargai budaya mereka. Lo harus turun tangan langsung!"

Zayn mengusap wajahnya kasar. "Oke, gue segera ke sana." Ia mematikan telepon, lalu berbalik menghadap Nafiza.

"Sayang, Mas harus segera ke kantor. Ada masalah urgent," ujarnya dengan nada kesal karena kesenangannya terganggu.

"Mas serius banget mukanya. Ada masalah apa di kantor?" tanya Nafiza, mendekat dan menyentuh lengan Zayn dengan lembut.

Zayn menghela napas lagi. "Klien dari Jepang tiba-tiba mau batalin kerjasama," jelasnya dengan nada frustrasi.

"Astaghfirullahaladzim," Nafiza terkejut. "Terus gimana, Mas? Emang kenapa mereka mau batalin kerjasama?"

"Mas juga belum tahu pasti sayang, makanya Mas harus menemui mereka secara langsung," jawab Zayn berusaha setenang mungkin.

Nafiza terdiam sejenak, berpikir keras. "Mas, Naf boleh ikut ke kantor? Siapa tahu Naf bisa bantu," usulnya tiba-tiba.

Zayn menatap Nafiza dengan bingung. "Bantu gimana, Sayang?" ujarnya ragu.

"Naf nggak ngerti urusan bisnis. Tapi Naf bisa bantu buat suasana jadi lebih tenang dan mereka mau mempertimbangkan lagi keputusan mereka," jelas Nafiza dengan nada penuh harap.

Zayn terdiam, menimbang-nimbang usulan Nafiza. Awalnya ia ragu, tapi ia tahu Nafiza memiliki kemampuan untuk menenangkan orang dan membawa suasana positif. Mungkin saja, kehadiran Nafiza memang bisa membantu.

"Oke deh," putus Zayn akhirnya. "Tapi kamu janji ya, jangan ikut campur terlalu jauh. Biar Mas yang urus semuanya."

Nafiza tersenyum lebar. "Siap, Bos! Naf cuma jadi support system aja," jawabnya dengan semangat.

"Ya sudah, ayo kita siap-siap!" ujar Zayn lembut.

Nafiza memilih gaun berwarna pastel yang sopan dan elegan, serta mengenakan hijab yang serasi tak lupa ia juga memasang cadarnya dengan rapi. Ia ingin tampil sebaik mungkin supaya tidak membuat Zayn malu di hadapan klien Zayn, menunjukkan citra positif seorang muslimah yang cerdas dan berwibawa.

Setelah selesai bersiap-siap, Nafiza bergegas menemui Zayn yang sudah lebih dulu siap menunggu di sofa. Ia berharap, kehadirannya bisa membawa keberuntungan dan membantu menyelesaikan masalah di kantor suaminya.

Di dalam mobil, Zayn tampak gelisah dan tegang. Jalanan cukup padat, menambah ketegangan di dalam mobil. Ia terus-menerus menghubungi David, menanyakan perkembangan situasi di kantor.

"Udah tenang, Mas. Jangan terlalu tegang gitu. Insya Allah, semua akan baik-baik saja," ujar Nafiza sambil menggenggam tangan Zayn dengan lembut.

Zayn menghela napas, lalu membalas genggaman tangan Nafiza. "Mas cuma takut mereka beneran batalin kerjasama. Ini bisa berdampak besar buat perusahaan," ungkapnya dengan nada khawatir.

"Naf ngerti. Tapi Mas harus tetap tenang dan berpikir jernih. Jangan sampai emosi menguasai Mas," pesan Nafiza lembut.

Zayn mengangguk. "Iya, Sayang. Mas akan coba. Makasih ya, sudah selalu ada buat Mas," ujarnya tulus, menatap Nafiza dengan tatapan penuh cinta.

Nafiza tersenyum dan mengecup pipi Zayn dengan sayang. "Sama-sama, Mas. Naf akan selalu mendukung Mas."

Bersambung ....

 

1
irma hidayat
samawa selalu nafisa zayn
irma hidayat
samawa selamanya zayn nafiza
irma hidayat
ibu + calon baby nya sehat selalu
irma hidayat
up lanjutnya ditunggu thor💪
irma hidayat
insaf lebih baik riana dari pada terus mengikuti obsesimu
Azky Azka zaky
keren👍👍
irma hidayat
tanya mengapa2 harus begini riana itu buah yg kamu tuai dari perbiatanmu
Lee Mba Young
karma mu lah jd pelakor. semoga gk punya anak selamanya.
farhan semoga tdk ada kebahagiaan buat mu. gedek banget laki tukang selingkuh dan wanita pelakor. hhh.
irma hidayat
pada ahirnya mungkin saja menyesalpun tak ada artinya riana
mimi
wah orang baik mah pasti akan mendapatkan kejutan yang baik pula
mimi
ayo loh Larissa, untung Nafiza baik kalau enggak dah lah
mimi
lanjut kak, semakin seru dan menarik kak aku selalu menanti up selanjutnya
mimi
Nafiza sangat baik
irma hidayat
ah selamat ya nafiza zayn ikut bahagia dikasih calon bany twin sehat sehat momy dan calon baby nya
irma hidayat: makasih thor yg baik, selalu semangat💪👍
total 3 replies
irma hidayat
ikut bahagia buat zayn nafisa moga calon baby nya sekalian twin ya thor yg baik
irma hidayat
mudah2an mual muntahnya gejala dapat calon baby ya zayn nafiza
kalea rizuky
uda talak 3 g bs ya rujuk enak aja
kalea rizuky
kapok di ksih berlian milih sampah ya nikmatilah sampah itu
🌹Widian,🧕🧕🌹
astaghfirullah... suami macam apa seperti itu ?
menjijikan
irma hidayat
mantap zayn hadiah2nya👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!