Gea menerima tawaran bara yang mengajaknya menikah,walaupun ini awalnya hanya pernikahan kontrak namun gea berharap akan tumbuh cinta diantara mereka. Atau justru harapan gea harus pupus dengan kehadiran orang ketiga yang menyukai bara? Akankah hidup gea berubah atau justru ia akan semakin merasakan sakit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risti rika safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Bara maju mundur didalam kamar mandi,ia bingung apakah ia harus menceritakan tentang winda kepada gea? Masalahnya saat ini kehamilan gea itu lemah dan bara sangat takut jika ucapannya itu membuat masalah untuk gea dan calon anaknya.
"Apa aku diam saja dulu ya? saat kehamilan gea sudah membaik aku akan memberitahukkannya"ucapnya
Tok! Tok!
"Mas kamu kok lama lagi ngapain?"tanya gea
"Sebentar lagi sayang"jawab bara
Ceklek!
Bara membuka pintu dan melihat istrinya yang sudah rapi dengan pakaiannya. Gea hari ini akan berkuliah sedangkan bara akan keperusahaan karena ada meeting.
"Kamu udah cantik ajaa"ucap bara mencuri ciuman dipipi gea
"Kan mau ngampus mas kalo gak ngampus aku rasanya malas banget mau gerak"sahut gea
"Yaudah kuliah dari rumah aja nanti biar aku yang urus gimana?"tanya bara
"Engga mas jangan dulu deh nanti aja tunggu kehamilan sudah sedikit membesar"jawab gea
"Yaudah jangan dipaksa ya sayang kalo kamu capek bilang aja"ucap bara
Gea menganggukkan kepalanya dan meminta bara untuk segera bersiap. Mereka sama-sama ada jadwal pagi jadi tidak bisa untuk berleha-leha.
"Kalian gak mau sarapan dulu?"tanya sekar
"Sarapan dikampus aja ma"jawab gea
"iya baiklah makan jangan sembarangan ya ge ingat udah hamil"ucap sekar
Gea dan bara pun pamit pergi ke kampus dan juga perusahaan.
"Mas nanti habis kuliah aku keperusahaan kamu ya"ucap gea
"Iya sayang nanti telpon saja mas akan menjemput kamu"sahut bara
Gea tersenyum dan menganggukkan kepalanya,selama diperjalanan gea bersandar dilengan bara. Bara pun tak masalah ia juga merasa senang gea bersikap manja seperti ini.
30 menit perjalanan kini mereka sudah sampai diarea kampus,bara turun dari mobil. Bara turun dari mobil dan membukakan pintu untuk gea.
"Mas berangkat dulu ya kamu hati-hati"ucap bara
"Iya mas kamu juga hati-hati"sahut gea mencium tangan bara
Mereka berpisah dengan tujuan masing-masing,caca sudah menunggu gea karena ia mendapatkan amanah dari bara untuk menjaga istrinya.
"Loh ca bukannya lo kuliah siang ya?'tanya gea
"Iya tapi laki lo minta tolong gue buat jagain lo yaudah gue masuk pagi aja dirumah juga gak ada kerjaan"jawab caca
"ya ampun maaf ya kalo mas bara ngerepotin lo"ucap gea tak enak
"Yaelah santai aja kali,gue gak papa kok"sahut caca
"Ayo masuk lo kelas pagi kan,dosennya udah datang tadi"ucap caca
Caca dan gea pun berjalan beriringin,mereka juga sesekali bercanda dan mengobrol.
\~
Bara sudah sampai diperusahaannya,ia turun dari mobil dan melangkah masuk. Karyawan menunduk sopan kepada bara,bara hanya menganggukan kepalanya sekilas.
"Ruang meeting sudah siap luck?"tanya bara
"Sudah pak"jawab lucky
"Hmm 10 menit lagi kita kesana"ucap bara membuka berkasnya
"Ini yang akan kita bahas nanti pak"ucap lucky menyerahkan beberapa berkas kepada bara
Bara membuka dan membacanya,ia hanya membaca sekilas saja.
"Ayo kita keruang meeting"ucap bara
Lucky langsung berdiri dikuti bara,mereka langsung berjalan ke ruang meeting.
"Hallo selamat pagi pak bara dan pak lucky"sapa seseorang dengan suara yang sangat mereka kenal
"kamu"tunjuk bara
"Dia sekretaris saya tuan bara"ucap pak dani
Lucky dan bara berusaha menormalkan wajah mereka,winda tersenyum penuh kemenangan saat melihat kedua pria tak bisa berbuat apa-apa saat ini.
"Silahkan masuk"ucap lucky
Dani dan winda langsung masuk kedalam ruangan rapat tersebut. Bara langsung duduk dikursinya,ia membenarkan jasnya dan menatap dani.
"Bisa kita mulai?"tanya bara datar
"Bisa tuan mari"jawab dani memberikan kode kepada winda
Winda berdiri dari duduknya dan mulai menjelaskan semuanya,bara dan lucky mendengarkan dengan seksama. Winda tersenyum ketika melihat bara fokus menatap ke arahnya,padahal bara sedang mendengarkan laporan yang sedang ia lakukan.
"Bagaimana tuan bara? apa anda mau bekerja sama dengan perusahaan saya? Saya rasa semua persentasi yang disampaikan oleh sekretaris saya itu bagus"ucap dani
"Karna ini perusahaan mu makanya anda bilang bagus kan?"tanya bara
Dani tersenyum kikuk,ia menatap winda yang hanya diam saja.
"Apa yang bisa saya dapatkan dari kerja sama ini?"tanya bara
"Sedangkan isi laporan yang disampaikan oleh sekretaris anda tidak menjelaskan keuntungan yang saya dapatkan"ucap bara lagi
Dani merutuki winda yang tidak benar,ia menatap winda yang hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Kekurangan pertama"ucap lucky dan mencatatnya
"Seharusnya kalian bisa menjelaskan keuntungan yang kami dapatkan agar kami bisa mempertimbangkan kerja sama ini bukankah begitu pak?"tanya lucky menatap bara
"Hmm"jawab bara berdehem
"kalian akan mendapatkan 30% keuntungannya"ucap winda
"30%? apa anda sedang bercanda nona?"tanya lucky
"B-bukankah itu besar?"tanya winda
Dani pun juga berpikiran yang sama,30% baginya cukup besar.
"Biasanya orang-orang yang mengajukan kerja sama dengan perusahaan kami,mereka menyiapkan keuntung 45%"jawab lucky membuat dani dan winda terkejut
"Itulah yang membuat perusahaan kami maju,kami juga tidak bisa menerima sembarangan kerja sama. Akan ada tim lapangan yang akan turun untuk memeriksa kan proyek dan semuanya"ucap lucky lagi
"Kalian sepertinya begitu terkejut ya? Sepertinya kita tidak cocok bekerja sama,jadi maaf kami tidak bisa menerima kerja sama ini"ucap bara lalu berdiri dan keluar dari ruangannya
Winda dan dani langsung berdiri mengejar bara. Bara sudah menghilang entah kemana,lucky tahu jika bara sengaja pergi karena tak ingin bertemu winda.
"Dimana pak bara? Kenapa dia membatalkan kerja sama seperti ini"ucap dani kesal
"Kita belum sepakat,jadi tidak masalah jika kami ingin menolak kerja sama ini"sahut lucky
"Astaga jadi kamu gak masuk kuliah dan merengek minta antar kesini begitu?"tanya bara yang saat ini menggendong gea bak koala
Percakapan itu didengar oleh lucky,winda dan juga dani. Mereka menatap ke arah bara yang sedang berbicara begitu manis kepada gea.
"Pak bara"panggil winda
Gea dan bara menoleh ke arah winda,gea terkejut ketika melihat ada orang lain yang ada diperusahaan suaminya.
"Kamu sedang meeting astaga aku lupaa"ucap gea dan ingin turun dari gendongan bara
Bara menahannya dan tetap menggendong gea,gea pun hanya bisa menghela napas.
"Ada apa? Semua sudah selesai kita tidak ada urusan apapun lagi"ucap bara
"Pak bara kami belum selesai,apa seperti ini cara kerja perusahaan anda? Dan juga istri anda ini seharusnya tidak disini agar tidak menganggu kerja anda"sahut winda
Bara dan lucky langsung menatap tajam winda yang terdiam ditempatnya,dani merutuki kebodohan winda yang berani berbicara seperti itu kepada bara.