NovelToon NovelToon
PEREMPUAN YANG TIDAK SEHARUSNYA ADA Ketika Hijrah Tak Menghapus Apapun

PEREMPUAN YANG TIDAK SEHARUSNYA ADA Ketika Hijrah Tak Menghapus Apapun

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Rumah Tangga / Penyesalan Suami
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Carisa pernah menjalin hubungan dengan Reynanda sejak masa kuliah. Awalnya terasa hangat dan penuh cinta, hingga akhirnya ditinggalkan tanpa penjelasan, bahkan saat ia mengandung anak Reynanda.

Sejak itu, hidup Carisa runtuh pelan-pelan. Ia menanggung luka yang dalam dan sempat berada di titik terendah.

Waktu berjalan, tetapi luka itu tidak benar-benar hilang. Hanya mengendap dan membuat Carisa semakin tertutup. Hingga suatu hari, ia dijodohkan dan bertemu dengan seorang pria yang tenang dan tidak banyak bertanya. Dari pernikahan itu, Carisa perlahan kembali menjalani hidup, meski trauma masa lalunya tetap ada dalam diam.

Dan ketika Carisa mulai benar-benar terbiasa hidup tanpa nama itu di kepalanya, takdir justru mempermainkannya lagi. Setelah lima tahun berlalu, mereka dipertemukan kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Pagi itu Yuda berangkat kerja seperti biasa. Kemeja rapi, dasi terpasang, sepatu disemir. Ia mengambil kunci mobilnya dari rak, gerakan yang sama setiap pagi. Carisa sudah di dapur ketika ia turun, menyeduh teh, membelakangi pintu.

"Aku berangkat."

"Hati-hati."

Pintu depan menutup.

Dan mereka membiarkan pagi itu berlalu seperti pagi-pagi sebelumnya, tanpa menyebut kejadian semalam, tanpa menyelesaikan apa yang semalam tidak selesai. Seperti dua orang yang sudah sangat pandai menyimpan sesuatu di dalam laci dan menguncinya seolah laci itu tidak pernah ada.

Sore itu, setelah rapat terakhir selesai, Yuda mengirim satu pesan.

"Mari kita bertemu. Cafe DC. Sekarang."

Ia meletakkan ponselnya. Mengambil jasnya. Dan berjalan keluar tanpa memberitahu siapa pun ke mana ia pergi.

Sesampainya di Cafe, cafe itu sepi.

Hujan di luar semakin deras sejak sore, suaranya mengisi ruangan yang hampir kosong, seperti latar yang tidak diminta tapi tidak bisa dihindari. Aroma kopi pekat memenuhi udara. Yuda memilih meja di pojok paling belakang, punggung membelakangi dinding, pandangan ke seluruh ruangan.

Reynanda masuk beberapa menit kemudian. Bahunya sedikit basah. Ia melihat Yuda dari pintu, berjalan ke meja itu dengan langkah yang terkontrol, lalu duduk di seberangnya.

Tidak ada salam. Tidak ada basa-basi. Pelayan datang. Yuda memesan kopi hitam tanpa gula. Reynanda mengangguk memberi isyarat pada pelayan tentang pesanannya juga sama denga Yuda.

Pelayan pergi. Mereka berdua diam, dua lelaki yang sama-sama tahu percakapan ini tidak akan mudah, yang sama-sama memilih tidak memulai sebelum waktunya.

Kopi datang. Dua cangkir kopi hitam tanpa gula.

Yuda menatap cangkirnya sebentar. Lalu menatap Reynanda.

"Ternyata selera kita sama." Suaranya pelan. Terlalu pelan untuk sekadar membuka percakapan.

Reynanda mengangkat cangkirnya. Menyesap sedikit. "Kopi hitam memang pilihan orang yang tidak suka basa-basi."

"Atau orang yang sudah terbiasa dengan sesuatu yang pahit." Yuda menatapnya datar. "Dan tetap memilihnya. Setiap hari."

Reynanda meletakkan cangkirnya pelan. Matanya menatap Yuda, membaca kalimat itu, menimbang bobotnya. "Kamu bicara tentang kopi?"

"Tentu saja." Yuda tersenyum tipis. "Apa lagi?"

Hening sebentar. Hujan mengetuk kaca di luar.

Yuda melanjutkan, suaranya masih rendah dan terkontrol.

"Ada orang yang masih suka memperhatikan kopi hitam di meja orang lain. Menghirup aromanya dari jauh, seolah sedang mengingat rasa yang dulu pernah ia kenal." Ia memutar cangkirnya pelan di atas meja. "Padahal kopi itu sudah lama diseduh untuk orang lain, di meja yang berbeda."

Ia berhenti sebentar.

"Dan sekarang… kopi itu sudah punya pemiliknya sendiri."

Reynanda menatapnya tanpa berkedip.

"Kopi itu tidak pernah benar-benar jadi milik satu orang, Yud," katanya pelan. "Kopi tidak bisa dikunci di satu meja saja."

Ia berhenti sebentar, lalu melanjutkan.

"Selama masih ada di ruangan yang sama, siapa pun bisa mencium aromanya. Siapa pun bisa mengingat rasanya, meski sudah tidak lagi diseduh di tangannya."

"Tapi tetap ada adab," jawab Yuda datar. "Kita tidak menyentuh cangkir yang bukan milik kita. Apalagi yang sudah dipesan orang lain. Apalagi yang sudah jelas ada pemiliknya."

Reynanda sedikit mencondongkan tubuhnya. "Tapi bagaimana kalau cangkir itu sudah lama dingin? Uapnya sudah hilang, aromanya tidak sekuat dulu. Dan pemiliknya terlalu sibuk dengan cangkirnya sendiri sampai tidak sadar kopinya sudah tidak lagi hangat?"

Hening sebentar setelah itu.

Ada sesuatu yang berubah sangat tipis di wajah Yuda, nyaris tidak terlihat. Tapi cukup untuk ditangkap Reynanda.

“Kopi yang sudah dingin,” kata Yuda pelan, “masih bisa dihangatkan lagi, kalau pemiliknya mau berusaha.” Tatapannya tidak lepas dari Reynanda. “Tapi yang tidak punya hak itu adalah orang yang datang lalu merasa lebih tahu cara menjaga kopi itu, seolah ia lebih berhak.”

"Atau mungkin," Reynanda membalas, suaranya tetap rendah, "masalahnya bukan soal siapa yang lebih tahu. Tapi kenyataannya, kopi itu sendiri sudah mendingin. Dan tidak ada yang bisa memaksa kopi untuk tetap hangat kalau sudah dibiarkan terlalu lama."

Yuda diam. Kalimat itu tepat sasaran dan keduanya tahu.

Di luar, suara hujan mengeras sebentar lalu kembali stabil. Seorang pelayan lewat di belakang mereka tanpa menoleh.

"Kamu datang ke pertemuan keluarga." Yuda mengubah topik. "Kamu duduk di meja yang sama dengan istriku. Kamu mencuri pandang berkali-kali sampai bahkan orang di sebelahku bisa menyadarinya." Ia berhenti. "Dan kamu menyebut itu tidak punya arti?"

"Aku menyebut itu sebagai reaksi yang tidak direncanakan."

"Reaksi yang tidak direncanakan." Yuda mengangguk pelan. "Pilihan kata yang menarik. Tapi di tangga darurat kantor kamu, apakah itu juga reaksi yang tidak direncanakan?"

Rahang Reynanda menegang.

"Aku tidak tahu kamu sedang membicarakan apa."

"Tidak perlu lagi berpura-pura." Yuda memotong. "Aku bukan orang yang bodoh."

"Kalau kamu bukan orang bodoh, harusnya kamu juga tahu… tidak semua yang kamu lihat itu berarti sama seperti yang kamu pikirkan."

Reynanda menatap cangkir kopinya yang sudah mendingin beberapa detik, sebelum akhirnya mengangkat wajahnya lagi.

"Kalimat itu terdengar sederhana," katanya pelan, "tapi kamu tahu sendiri, Yud… tidak semua hal bisa diatur hanya dengan menyebut status."

Yuda menatapnya lebih lama dari sebelumnya.

Tidak ada perubahan di wajahnya, tapi suasana di meja itu sudah berbeda—lebih padat, lebih sempit.

"Aku peringatkan kamu, Reynanda," kata Yuda akhirnya. Suaranya rendah, tapi jelas tidak lagi sekadar percakapan biasa. "Jaga jarak. Dari Carisa." Ia berhenti sebentar. "Aku tidak akan mengulangnya dua kali."

1
tifara zahra
lagi donk
Nanik Arifin
beberapa tindakan bodoh Reynanda meretakkan 2 rumah tangga & 4-5 hati. dan anak" yg paling menjadi korban
Musicart Channel
lemah.. jujur jelah dgn suami kau. dlm perkhawinan harus ada kejujuran..
Nanik Arifin
buka matamu lebar" Humaira... keluarkan suara sindiran & intimidasimu. paparkan hujjah" & penilaianmu untuk pelaku.
siapa pemeran utamanya, siapa pemeran pembantunya, ungkap ustadzah Humairah
Nanik Arifin
kan.... ego keluarga kalian semua mg luar biasa. hidup aj sendiri klo blm bisa buang ego.
geregetan deh. ingin numpuk pala Yuda pakai bakiak
Nanik Arifin
lah kan kamu, Yuda, yg dr awal kamu minta masing". sama " bingung membuka hubungan, tapi menyalahkan satu pihak. berbaiki niat, kalian akan memulai hubungan yg baru, untuk masa depan yg bahagia. jangan slg diam"an & berharap pihak lain tahu yg kamu mau. pasangan kalian bukan cenayang yg tahu tanpa pemberitahuan dlu. umur aj dewasa, tapi tindakan kalian tanda tanya
putmelyana
sumpah gw sepanjang baca cerita kesel banget Carisa knpa dia diem aja gak jujur gitu ke suaminya pdhl kalo dia jujur dan terbuka ke suaminya bakalan hidupnya baik² aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!