Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fifth chapter
Kesok hari Annchi pun bangun, dia harus melihat Bao-yo yang tidur di kamar Bai. Annchi dan An memilih tidur bersama terlebih dahulu. Bao-yo dan Annchi masih canggung bila tidur bersama
"Apa kau sudah bangun?" tanya Annchi
"Ya masuk saja.... aku sudah bangun kok" jawab Bao-yo. Annchi masuk karena dia harus membersihkan mata Bao-yo saat masuk Bao-yo sedang duduk di dekat meja tulis nya
"Aku ingin membersihkan mata mu... dan Menganti obat nya dengan yang baru" ucap Annchi. Bao-yo pun mengangguk dan Annchi pun langsung menjalankan tugas nya
"Tiga hari lagi aku kita akan segera mengetahui kau bisa melihat dengan normal atau masih sedikit buram ya" ucap Annchi sambil membersihkan mata suaminya. wajah Annchi memerah saat melihat ketampanan suaminya itu
"Huuu... lama-lama ku kurungin dia, laginya mantan istri nya gila ngga sih? hanya karena tak bisa melihat dengan jelas itu, dia langsung mencampakkan lelaki ini? huu... kalau aku sih selama bisa di obati ya pertahanan ksn" gumam hati Annchi. dapat lima belas menit Bao-yo sudah berganti perban nya dan Annchi pun langsung ke dapur menyiapkan sarapan untuk keluarga nya
"Terima kasih" ucap Bao-yo. saat Annchi akan pergi ke dapur. Annchi pun berbalik melihat senyum tulus dari wajah suaminya itu
"Sama-sama Kitakan suami istri, jadi sudah sewajibnya aku membantu suamiku sendiri" jawab Annchi sambil melanjutkan langkah nya untuk ke dapur untuk menyiapkan sarapan
Bao-yo termenung sejenak mendengar jawaban dari Annchi, dia tak menyangka kalau Annchi sudah menerima nya sebagai suami
"Semoga aku cepat kembali bisa melihat, agar aku bisa membahagiakan mu dan anak-anak ku, maaf aku menikahi mu tanpa iring-iringan dan mahar" gumam Bao-yo. dia juga merasa Annchi berubah tidak seperti kemarin-kemarin menolak dengan status nya yang menjadi istri nya, sebener nya bukan menolak. tapi Annchi yang dulu tidak menyangka akan menjadi istri dari sepupu suaminya itu. Annchi yang dulu nya baik dan tak berniat menikah dengan cara seperti itu malah di paksa Keluarga nya
...----------------...
Annchi sibuk di dapur membuat beberapa jualan ringan, dia pagi ini berniat untuk menjual makanan di pasar. An yang baru bangun pun langsung menuju dapur dan mengendus-ngendus seperti kucing yang mencium ikan
"Pagi ibu.... ibu bitin apa? tenapa alomanya begitu halum" ucap An yang berdiri di belakang Annchi. Annchi yang terkejut pun langsung memutar tubuhnya
"Astaga nak kau membuat ibu terkejut.... untung saja jantung ibu tidak meloncat keluar" ucap lembut Annchi. An menunduk takut ibu tirinya itu marah seperti dulu
"Hei... kenapa menunduk, sini lihat ibu akan berjualan di pasar... apa An'er mau membantu ibu?" ucap Annchi sambil menuntun An'er
"Menjual matanan?" tanya An. dia pun melihat makanan apa yang akan di jual oleh ibunya itu. Annchi pun mengangguk dan mengangkat beberapa bakpao kecil. An yang mencium aroma nikmat pun langsung menatap wajah ibunya
"Ibu An'el cuta batpao cotat ini... boleh An'el membelitan pada Gege Bai?" ucap An sambil memegang dua bakpao mini itu. Annchi mengangguk membiarkan anak sambung nya ini berbagi dengan kakaknya. An pun langsung berlari masuk ke dalam rumah dan memberikan nya pada Bai yang sedang berlatih bela diri dengan sang ayah. Bao-yo yang kurang melihat itu tetap memberikan bimbingan agar sang putra bisa belajar bela diri
"Ayah macatan ibu tidat pelnah gagal" ucap An sambil menyuapi ayahnya dengan penuh kasih sayang
"Iya sekarang habiskan oleh An'er, jangan terus menyuapi ayah ya" ucap lembut Bao-yo. An memiringkan kepalanya menatap ayahnya
"Tenapa? An'el ingin menjadi putli ayah yang bijat.... agal nanti caat ibu hamil Adit An'el menjadi Jie jie yang bait ayah" ucap An dengan nada polos. mendengar ucapan dari putrinya Bao-yo tersedak bakpao yang dia kunyah tadi
Uhuk
"An'er jangan bicara itu di depan ibumu ya...." ucap Bao-yo sambil meminum air yang di berikan Bai. An menatap penuh pertanyaan
"Tenapa? tan ibu pacti membelitan Adit yang lucu buat An'el ayah... tata bibi Mei juga, An'el haluc punya Adit agal ibu tidat malah lagi" ucap An dengan nada polos. Bao-yo melotot mendengar jawaban dari putrinya itu
"Ternyata putriku di racuni oleh teman nya author yang bernama meimuarohhh itu.... awas saja aku akan memberikan nya pelajaran, putriku yang polos di racuni seperti ini" gumam Bao-yo sambil ngebayangin kalo dia mengerjai balik Kak mei yang iseng itu
Author yang baik hati dan tidak sombong ini hanya bisa menggelengkan kepala. dan mengelus dada nya saat mendengar ucapan An (memang kak mei ini aga anu sih)
Back to back
"Yuhu.... makanan tiba, ayo kita sarapan terlebih dahulu, nanti setelah itu ibu akan kepasar untuk menjual sarapan" ucap Annchi
Ayam bawang putih ini di makan bersama dengan bakpao polos atau bakpao isi ayam kecap, Bao-yo langsung menoleh kearah istrinya
"Kau akan menjual Makanan? dengan siapa kau pergi, apa kau yakin bisa mengendarai kereta itu? kau belum pernah mengendarai nya bukan?" tanya Bao-yo dengan lembut
"Kau tenang saja suami... aku bisa kok mengendarai kereta kita, lagi pula kita juga harus mencari nafkah, agar bisa melanjutkan kehidupan kita nantinya" ucap Annchi sambil menyuapi An
"Bial atu itut yah... bial ibu ngga cendili di jalan nya, Atu janji ngga natal TOT" ucap An sambil mengunyah makanan nya. Bai pun langsung menatap sang adik dan ibu sambung nya
"Aku juga ikut... biar aku yang menjaga ibu dan An'er yah, aku juga bisa membawa ibu di depan lapak Bibi Xie" ucap Bai. ya Xie adalah adik sepupu dari Bao-yo yang baik pada mereka. walau pun dia pemilik toko kecil tapi Xie dan suaminya sering datang dan membawa beberapa bahan makanan untuk Bao-yo dan anak-anak nya
"Nah kau lihat... putra kita yang tampan ini mau membantu ku, jadi tak perlu cemas" ucap Annchi. Bai yang di panggil tampan pun langsung memerah, karena dia jarang mendapat pujian dari siapa pun termasuk ibu nya dulu, ibu kandung nya malah sering marah saat Bao-yo tak ada di rumah, ibu kandung nya ini sedikit naif. dia akan lembut di hadapan suaminya, tapi saat suaminya tidak ada pasti akan memarahi Bai dan An yang masih balita. Tidak seperti Annchi yang akan berani marah dihadapan Bao-yo sendiri
"Baik lah kalau itu kalian jaga ibu kalian ya.... Jangan sampai dia pergi dari hadapan kalian" ucap Bao-yo sambil menggoda Annchi. Annchi yang mendengar ucapan Bao-yo pun menatap kesal andai Bao-yo bisa melihat wajah kesal Annchi pasti akan tersenyum
"Cih... dia kira aku ini mantan istri nya apa, yang kabur dengan pria lain" gumam hati Annchi
"Ayo kita pergi..." ucap semangat Annchi
"Ayo...
BERSAMBUNG....