NovelToon NovelToon
In Umbra Penitentiae

In Umbra Penitentiae

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:810
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Kehadiran seorang anak kecil berusia tujuh tahun seharusnya membawa kebahagiaan. Namun tidak bagi keluarga itu. Kedatangannya sebagai anak yang tak pernah diharapkan perlahan menghancurkan keharmonisan yang selama ini terlihat sempurna. Sejak kecil ia tumbuh di tengah tatapan benci, kasih sayang yang setengah hati, dan kehidupan yang seolah tak pernah berpihak padanya.

Semakin dewasa, ia mencoba mencari tempat untuk pulang—melalui mimpi, cita-cita, dan cinta yang diyakininya mampu memperbaiki semuanya. Tetapi hidup kembali mempermainkannya. Harapan yang ia bangun perlahan runtuh, meninggalkan penyesalan, luka, dan kenyataan bahwa tidak semua orang ditakdirkan untuk mendapatkan akhir bahagia.

Di balik semua itu, ia hanya ingin satu hal sederhana: diterima sebagai manusia, bukan kesalahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 Orang-Orang dari Masa Lalu

Langit pagi terlihat cerah di atas hamparan awan putih yang dilewati pesawat tujuan Korea Selatan tersebut.

Di kursi bagian business class, Raka duduk dengan wajah tegang sambil sesekali melirik ke arah wanita di sampingnya yang justru terlihat santai menikmati kopi hangat.

Mita.

Dokter yang dulu menangani Dariela setelah tragedi kebakaran lima belas tahun lalu sekaligus wanita yang kini menjadi istrinya.

Namun masalah terbesar mereka saat ini bukan perjalanan mendadak menuju Korea.

Melainkan seseorang yang duduk di depan mereka sambil terus mengobrol tanpa henti sejak pesawat lepas landas.

Dhiajeng Kaluna Raespati.

“Atuh Om…” Ajeng menghela napas panjang sambil melepas headsetnya. “Seriusan Om sama Tante mau honeymoon?”

Raka langsung memijat pelipisnya lelah.

“Kasian banget sama Om Rangga,” lanjut Ajeng tanpa dosa. “Anaknya ditinggal.”

Mita langsung tertawa kecil mendengar keluhan gadis itu.

“Ya ampun, Nona.” Mita geleng kepala geli. “Mana mungkin kita honeymoon?”

Wanita itu tersenyum kecil.

“Ngurus Rangga satu aja Tante udah pusing.”

Ajeng ikut tertawa sambil memainkan ponselnya.

Raka yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara.

“Kalau Nona sendiri sebenarnya mau ke mana?” tanyanya hati-hati.

Ajeng menjawab santai tanpa mengangkat kepala.

“Mau ketemu Abang.”

“Bukannya Tuan Muda lagi di Jerman?” tanya Raka mencoba terdengar biasa.

“Nah itu.” Ajeng akhirnya menatap mereka penuh curiga. “Makanya aneh.”

Raka dan Mita langsung saling melirik cepat.

“Perasaan Abang akhir-akhir ini nyembunyiin sesuatu deh,” lanjut Ajeng sambil menyandarkan tubuh nyaman di kursi pesawat.

“Apa itu, Nona?” tanya Raka mulai waspada.

Ajeng mendekat sedikit lalu berbisik dramatis,

“Kayaknya Abang punya anak.”

“BATUKK!”

Raka langsung tersedak minumannya sendiri.

Mita bahkan sampai membelalakkan mata.

Ajeng langsung menyipitkan mata curiga.

“Kan! Kalian tau sesuatu ya?”

“Enggak!” jawab Raka terlalu cepat.

Ajeng malah makin curiga.

“Soalnya…” lanjut gadis itu santai tanpa sadar membuat pasangan suami istri itu makin pucat, “Abang tiba-tiba minta tolong aku nyari rekomendasi sepatu ice skating.”

Deg.

Jantung Raka langsung terasa jatuh.

Ajeng masih terus bicara.

“Terus nanya model yang lagi tren sekarang apa, ukuran cewek segini cocoknya apa…”

Mita mulai gelisah sendiri.

“Terus Abang juga nyuruh aku pilih kalung anak perempuan.”

Raka dan Mita langsung saling pandang.

Jangan bilang…

Damar sudah menemukan Ana.

Ajeng masih sibuk bercerita tanpa beban.

“Aneh banget kan? Mana Abang senyum-senyum sendiri lagi.”

Mita langsung mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Mungkin buat hadiah teman, Nona.”

Ajeng langsung menggeleng mantap.

“Enggak mungkin. Abang tuh dingin banget sama cewek.”

Raka hanya bisa menatap kosong ke depan.

Kalau benar Damar sudah menemukan Ana… semuanya akan menjadi rumit.

Karena selama ini hanya dirinya dan Mita yang tahu Dariela masih hidup.

Dan mereka juga tahu… seberapa besar trauma Ana terhadap keluarga Raespati.

Beberapa jam kemudian pesawat akhirnya mendarat di Seoul, Korea Selatan.

Ajeng langsung berdiri semangat begitu lampu sabuk pengaman mati.

“Finally!”

Raka dan Mita hanya bisa mengikuti gadis itu keluar bandara dengan perasaan tidak tenang.

Sepanjang perjalanan menuju pusat kota Seoul, Ajeng terus sibuk menghubungi Damar yang sama sekali tidak mengangkat teleponnya.

“Nah kan!” Ajeng mendengus kesal. “Makin mencurigakan.”

“Siapa tau Tuan Muda lagi sibuk,” ujar Raka mencoba tenang.

Ajeng malah menggeleng.

“Abang tuh kalau sibuk juga pasti bales chat aku.”

Mita mulai merasa firasat buruknya benar.

Dan ternyata memang benar.

Saat mobil berhenti di depan sebuah café kecil bernuansa hangat dengan papan bertuliskan Anavely Cake & Café, Ajeng langsung menunjuk heboh.

“ITU MOBIL ABANG!”

Raka dan Mita langsung menoleh cepat.

Dan benar saja.

Mobil hitam milik Damar terparkir tepat di depan café tersebut.

Jantung Raka langsung berdetak keras.

Sementara Ajeng tanpa curiga sudah turun lebih dulu dari mobil.

“Abang pasti di sini!”

“Nona tunggu!” Raka langsung panik ikut turun.

Namun semuanya terlambat.

Karena tepat saat pintu café terbuka…

Seorang wanita keluar sambil membawa beberapa kotak cake di tangannya.

Rambut panjangnya terikat sederhana, wajahnya terlihat lembut dan tenang.

Wanita yang selama lima belas tahun dianggap telah mati.

Dan untuk pertama kalinya…

Dhiajeng Kaluna Raespati melihat Dariela Atlanna Zavira Raespati masih hidup tepat di depan matanya.

1
Agus Tina
bagus ceritanya ...
wulaniii: makasih kak like dan komen yah 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!