NovelToon NovelToon
Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Status: tamat
Genre:Menikah dengan Musuhku / Live/Variety Show / Showbiz / Nikah Kontrak / Model / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Satu skandal, dua musuh bebuyutan, dan 24 jam kamera yang menyala.
Sienna Rose, seorang supermodel papan atas, mendadak dihujat publik dan dituduh menjadi simpanan sugar daddy. Di waktu yang sama, Declan Bryer, aktor internasional berwajah sedingin es, tersandung skandal orientasi seksual. Demi menyelamatkan karier bernilai jutaan dolar, manajemen mereka memaksa keduanya bergabung dalam reality show pernikahan palsu, We Got Married.
Publik mengira mereka pasangan serasi yang romantis. Namun di balik layar, saat kamera mati, mereka adalah musuh bebuyutan masa kecil yang saling membenci! Sanggupkah Sienna menahan diri untuk tidak mencakar Declan di depan kamera? Dan apa yang terjadi saat masa lalu yang belum usai serta rahasia besar keluarga mereka perlahan mulai terkelupas di tengah sandiwara ini?
"Kurangin manjanya di depan kamera. Geli gue dengernya." — Declan Bryer.
"Pikir gue sudi?! Lo itu cuma kanebo kering, Declan!" — Sienna Rose.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: Kecemasan yang Terkunci

​"Lo bener-bener mesum ya, Declan Bryer!"

​Begitu pintu kamar utama tertutup rapat dan kru memastikan kamera night vision belum diaktifkan untuk satu jam ke depan, Sienna langsung melempar bantal sofa tepat ke arah dada Declan. Wajahnya masih memerah, sisa rasa malu dari studio syuting tadi sore belum sepenuhnya hilang.

​Declan menangkap bantal itu dengan satu tangan. Sisi gugupnya saat kuis tadi sudah hilang, berganti dengan ekspresi datar yang super kaku. "Kan udah gue bilang, itu cuma ingatan masa lalu pas lo main ke rumah kakek. Otak lo aja yang ngeres langsung mikir macem-macem."

​"Ya tapi nggak usah ditulis juga di papan, Kanebo!" semprot Sienna, berkacak pinggang di depan kasur. "Gara-gara lo, netizen sekarang mikir kita udah ngelakuin yang iya-iya di belakang layar! Harga diri gue sebagai supermodel elite jatuh bebas!"

​"Halah, harga diri yang mana? Yang nangis-nangis pas jarinya kegores pisau kemarin?" sindir Declan ketus. Dia berjalan menuju meja kecil di dekat balkon, meletakkan ponselnya yang sejak tadi terus bergetar tanpa niat untuk mengangkatnya.

​Sienna mendengus, bersiap mengeluarkan rentetan omelan cegilnya yang lain. Namun, langkahnya terhenti saat melihat gerak-gerik Declan. Pria itu tidak langsung membalas serangannya seperti biasa. Declan malah berdiri memunggungi kamar, menatap lurus ke luar jendela balkon yang gelap dengan kedua tangan terkepal di dalam saku celana training-nya.

​Bahu Declan tampak tegang. Gurat wajahnya dari pantulan kaca jendela memperlihatkan kecemasan yang amat sangat dalam—sesuatu yang belum pernah Sienna lihat semenjak mereka memulai acara sialan ini.

​Sienna menyipitkan matanya, rasa penasarannya mulai terusik. "Dec? Lo kenapa sih?"

​Declan tidak menyahut. Dia tetap diam membeku, mengabaikan getaran ponselnya yang kembali menyala menampilkan nama 'Rian Manajer'. Pikiran Declan benar-benar penuh dan kacau. Kabar bahwa Edrick Jasper berhasil masuk menjadi investor WGM dan membawa Maura Gilbert sebagai rival mereka terus berputar di otaknya.

​Declan tidak takut bersaing rating. Yang dia takuti adalah sifat manipulatif Maura yang dulu pernah menjebaknya dalam rumor cinta lokasi busuk demi menaikkan pamor film, dan yang jauh lebih menakutkan... dia takut Sienna yang bodoh dan polos akan kembali masuk ke dalam perangkap manis Edrick, sama seperti hari di mana dunia mereka hancur saat SMA dulu.

​Sienna berjalan mendekat, langkah kakinya sengaja dibuat pelan. "Hei, Declan. Gue lagi ngomong sama lo ya. Budek?"

​"Gue denger," sahut Declan dingin, tanpa berbalik. "Gue cuma capek. Mending lo tidur."

​"Bohong," cibir Sienna, kini sudah berdiri tepat di samping Declan, mencoba mengintip ekspresi wajah pria itu. "Muka lo tuh gak bisa bohong, Dec. Lo kelihatan cemas banget hari ini. Kenapa? Apa ini ada hubungannya sama telepon di balkon kemarin malam?"

​Declan melirik Sienna sekilas dari sudut matanya, lalu menghela napas berat. "Bukan urusan lo, Rose. Urusin aja bersin lo yang belum sembuh itu."

​"Ini urusan gue kalau itu menyangkut acara kita!" Sienna meraih lengan kemeja Declan, memaksa pria itu untuk berbalik menghadapnya. "Kita ini lagi di satu kapal yang sama. Kalau lo ada masalah dan bikin syuting kita berantakan gara-gara muka lo yang kusut kayak baju belum disetrika gini, gue juga yang rugi!"

​Declan menatap tangan Sienna yang mencengkeram lengannya, lalu menatap mata kucing Sienna yang menuntut penjelasan. Dadanya bergemuruh. Gue takut lo terluka lagi, Sienna. Gue takut lo diambil lagi sama bajingan itu, batin Declan menjerit frustrasi, namun mulutnya tetap terkunci rapat.

​"Gak ada apa-apa, Sienna. Lepas," ucap Declan, suaranya terdengar sangat parau dan lelah.

​Sienna menggeleng keras, sifat keras kepalanya makin meronta karena merasa Declan sedang menyembunyikan sesuatu yang besar darinya. "Gak mau! Lo harus cerita. Lo takut skandal foto di Milan itu kesebar lagi? Atau... lo lagi mikirin cewek lain?"

​Mendengar kata 'cewek lain', sudut alis Declan terangkat tipis. "Cewek lain siapa maksud lo?"

​"Ya... mana tahu lo lagi mikirin Maura Gilbert?" pancing Sienna asal, mengingat rumor cinta lokasi Declan setahun lalu yang sempat membuatnya kesal setengah mati saat membaca artikelnya di Paris. "Secara, fans lo kan banyak yang pengen lo jadian sama dia dibanding sama gue."

​Mendengar nama Maura disebut, rahang Declan langsung mengeras sempurna. Emosinya yang sejak tadi ditahan mendadak naik ke permukaan. "Jaga mulut lo ya, Sienna. Gue paling benci denger nama perempuan manipulatif itu!" gertak Declan dengan nada rendah yang penuh dengan penekanan, membuat Sienna refleks terdiam karena kaget.

​Sienna menelan ludah, melihat kilat kemarahan yang begitu pekat di mata Declan. "Tuh kan... bener ada yang gak beres. Kalau bukan karena Maura, terus karena siapa? Kenapa lo secemas ini, Declan?"

​Declan mencengkeram kedua bahu Sienna, memajukan wajahnya hingga jarak mereka kembali terkikis habis. Napas hangat Declan yang memburu terasa di permukaan kulit wajah Sienna. "Lo beneran mau tahu gue cemas karena apa, hm?"

​Sienna mematung, jantungnya kembali berdegup kencang, namun dia tetap memberanikan diri menatap mata Declan. "I-iya. Cerita sama gue."

​Declan menatap bibir Sienna, lalu beralih ke matanya yang polos tanpa dosa. Rasa frustrasi karena takut kehilangan Sienna kembali menghantamnya. Dia ingin sekali berteriak dan mengatakan bahwa Edrick—pria yang dulu pernah menjadikan Sienna bahan taruhan—akan datang kembali untuk merusak hidup mereka. Dia takut Sienna akan kembali tersenyum manis pada Edrick dan meninggalkannya sendirian di dalam kegelapan lagi.

​Namun, Declan tahu, jika dia mengatakannya sekarang, ego mereka yang sama-sama tinggi hanya akan memicu pertengkaran hebat tentang masa lalu, dan itu bisa menghancurkan kontrak WGM yang sedang berjalan.

​Perlahan, Declan menurunkan kedua tangannya dari bahu Sienna. Dia mundur satu langkah, memutus kontak mata intens mereka, lalu memalingkan wajahnya ke arah sofa panjang di sudut kamar.

​"Gak ada. Gue cuma kurang tidur," ucap Declan datar, kembali memakai topeng tsundere-nya yang dingin dalam sekejap.

​Sienna mengembuskan napas kecewa, tangannya yang menggantung di udara perlahan turun. "Lo selalu kayak gini dari dulu, Dec. Selalu menyembunyikan semuanya sendiri dan anggap gue gak pernah ada."

​"Emang lo siapa harus tahu semua urusan gue?" sindir Declan ketus, berjalan menuju sofa lalu merebahkan tubuh tingginya di sana, memunggungi Sienna. "Tidur, Sienna. Besok pagi-pagi banget kita udah harus siap di depan kamera lagi."

​Sienna menggigit bibir bawahnya, menatap punggung tegap Declan dengan perasaan kesal campur sedih. Dia tahu pria itu sedang menutupi sebuah badai besar, dan dia sangat membenci fakta bahwa dia belum cukup kuat untuk membuat Declan mau membagi beban itu bersamanya.

​"Dasar kanebo kaku. Terserah lo deh!" omel Sienna ketus, lalu naik ke atas kasur king size-nya, menarik selimut wolnya sampai menutupi seluruh kepalanya dengan perasaan dongkol yang luar biasa.

​Di sudut sofa yang remang-remang, Declan perlahan membuka matanya kembali. Dia mendengarkan suara napas Sienna yang perlahan mulai teratur di balik selimut. Declan mengepalkan tangannya kuat-kuat di atas dada.

​Gue bakal bungkam sampai waktunya tiba, Sienna. Biar gue yang hadapin Edrick dan Maura sendirian. Lo cukup tetap di sini, di jangkauan mata gue, sebagai teritori yang bakal gue lindungi dengan cara apa pun, batin Declan tegas, bersiap menghadapi badai yang akan segera datang menerpa pernikahan palsu mereka.

1
Aidil Kenzie Zie
kalau nggak pengen diliatin sama cowok lain y harus go public donk Dec🥰🥰 hubungan kalian jadi mereka paham
Ariska Kamisa: susah ya kak mereka ini 🤭🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Baca marathon akhirnya End juga... 👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Oowhh bukan Satria Toh pelaku utamanya.. padahal sudah nuduh Dia tad tapi ternyata Asisten dan Agensi lain.i.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Feeling Aku sih pelakunya si Satria, apa lagi tadi terlambat masuk pas yang lain sudah ngumpul dan semua petunjuk mengarah ke dia karna sejak awal dia ga suka denganDeclan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Thor kenapa panggilan Declan sama Siena masih pake Lo Gue... padahal kan udah nikah, di kirain bakal di ganti Aku Kamu lebih mending enak di denger halus.🙏

Atau sekalian saja pake sebutan Sayang, Honey biar lebih romantis.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Siena protes mulu perasaan, sekali² bales lah Dec biar Dia ga ngerasa di cintai dan di posesifin terus sama kamu makanya ga tau rasanya Cemburu.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Coba bales aja Dec kamu deketin perempuan lain dengan ngobrol boasa di depan Siena, tar lihat gimana reaksinya bakal tetep cuek apa cemburu... biar Dia ngerasain juga kalau cemburu rasanya gimana.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
terus apa kabar dengan kedua musuh Siena Declan... niihh, ga kedengeran si Edrick dan si Maura kemana plus gimana kehidupannya.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm... Good para Orang Tua gercep.👍👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah Bapaknya Siena Ketua mafia tapi kenapa bisa kecolongan hanya karna seorang Maura yang ga punya kekuatan apa²... emang yang ngasih info Siena jatuh ke jurang cuma liatin aja tah tapi ga gercep instingnya sebagai pengawas bayangan.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Iya sih, Harab Maklum karna pengawal bayangan juga manusia ada lengahnya.🤭🤭
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah gitu kek jujur awal mula masalah kalian jadi sedikit lebih ringan kan jadinya dengan hubungan kalian... teruuusss sekarang ga harus Akting yerlalu di buat² lagi karna bisa dengan natural aja pasti lebih bisa buat ngalahin tuh si Edrick dengan Maura.
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mudah²an komflik di dalam ceritanya ga berat² alnya Aku suka males kalau ujung² musuh yang lebih bahagia dan bikin esmosii.🤣✌️🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Awas saja tar kena Aku seruduk lho Thor kalau kepalaku sudah berasap.🤣🤣🤣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau kamu takut Siena terluka lagi harusnya kasih tau biar bisa nyari jalan keluar dan hadepin bareng² atau siaga Declan beda lagi kalau dia ga tau malah masalahnya lebih ruwet... Dan Siena kalau kamu mau masuk dalam kehidupan Declan dan ngerasa perlu atau bersedia buat jadi pendengarnya harus usahakan cara bicaramu pada tempatnya dulu bukan dengan marah² dan ketus karna yanga ada Declan ga bakal buka suara sedang kamu saja ga bisa ambil kepercayaannya dengan sikapmu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Iiiihhh autor sampe soal pribadi di ajuin juga, depan umum lagi banyak yang liat.🫣

Perlu sapu ga Thor buat bantu bersihinnya biar ga Ngeres kemana².😁✌️
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hah... Siena padahal.kamu sendiri yang duluan sok²an jual mahal semua di sangkut pautin dengan Akting dan giliran di balas ketus sama Declan malah ngerasa jadi korban karna terluka sama jawabannya... hadeuuhh makanya kalau jangan sok jual, gaya mahal seolah ga butuh bantuan dia dan nuduh buruk mending diem saja.

Komunikasikan juga sama Declan tentang kesalahan mu dulu kalau memang kamu salah jangan gengsi di gedein.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sanfok dengan kata HANCUNG itu suara bersih atau apa Thor.🤔

karna biasanya yang Aku sering denger dan lumrah bunyinya HATCIIHHH.🤭✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Oowwhh .. untung Aku ga sampe salfok sama dengan HANGC*T... Thor ya Ampuunn.🤣🤣🤣✌️🫣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wkwkwkk Kenapa ga di komunikasikan biar jelas kesalah pahaman dulu mungkin bisa terbuka dan ga bikin kalian menjauh lagi dengan batasan.🤭🤭

Tapi ngomong² siapa nih Edrick.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jangan marah² mulu Dec tar darah tinggi kan repot... harusnya di sayang² kek.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah kalau cinta ngapain di tutupin pake benci segala... mending di ungkapin aja Declan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Iya jadi pengen di getok biar Tunjukin aja langsung tanpa harus sembunyiin lagi.😁😁
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
baru Mampir bab awal sudah berantem... moga² mah ga bikin darting, Maaf Thor bercanda.😁✌️
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!