Ren cuma pegawai kantoran biasa.
Setiap hari, ia mengurus dokumen para Awakened sambil berharap bisa pulang tepat waktu. Tapi setelah sebuah insiden, hidupnya berubah total.
Ia mengalami Awakening … dan mendapatkan kemampuan paling aneh yang pernah ada:
"Tidak Melakukan Apapun."
Kekuatan yang terdengar payah. Tidak berguna. Bahkan memalukan.
Masalahnya, kemampuan itu mungkin jauh lebih berbahaya daripada yang dibayangkan siapa pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5
Pasir dan batu beterbangan.
Beberapa Mercenary sudah berlari, terlambat setengah detik.
Debu turun perlahan ... Tetapi Ren masih berdiri—Di tempat yang sama.
Mulut raksasa itu memang menutup tepat di sekeliling tubuhnya, tapi seolah tidak pernah benar-benar menggigit. Seperti menggigit bayangan.
Collosal Rat itu menggeram bingung, lalu mencoba menggigit lagi. Hasilnya sama, tidak ada darah, tidak ada luka; Tidak ada apa-apa.
Ren sendiri terlihat lebih terkejut daripada siapa pun. Dan di tengah kekacauan itu, tepat di depan pandangannya, huruf-huruf tipis muncul.
«Selamat! Anda telah awakening!»
«Kekuatan yang Anda dapatkan adalah: Tak Melakukan Apapun»
Ren menatap notifikasi itu—menggaruk matanya. Dia mematung, tak bisa menelan apa yang baru saja terjadi kepadanya.
Di lain tempat, Xiao Yan dan para Mercenary menyerbu, menembaki dan menebas makhluk raksasa itu dengan panik—berusaha menyelamatkan target misi mereka. Mereka memanggil bantuan.
Di dalam, satu kalimat itu terasa lebih mengerikan dari rahang mana pun. Tak Melakukan Apapun.
Ironisnya, barusan itulah yang menyelamatkannya.
"Tarik Admin menjauh!" teriak Xiao Yan.
Peluru menghantam mata Collosal Rat itu bertubi-tubi. Makhluk itu meraung, kepalanya tersentak, rahangnya terbuka lagi untuk ketiga kalinya, seperti tidak terima konsep gagal.
Dua Mercenary meluncur dari sisi kiri, salah satunya menghantamkan kapak ke moncongnya. Yang lain mencoba menarik lengan Ren.
"Admin, lari!"
Ren menoleh pelan, dia terlihat bingung. "Aku ..."
"Tidak ada pilihan."
Xiao Yan melompat turun dari batu, berguling di pasir, lalu mencengkeram kerah belakang jaket Ren dan menariknya dengan paksa. Tubuh Ren terseret satu meter, dua meter, sebelum akhirnya benar-benar terlepas dari jangkauan rahang raksasa itu.
"Maaf," kata Xiao Yan cepat, bahkan sambil membidik lagi. "Ini prosedur darurat."
Ren terduduk di pasir, masih terlihat mematung.
Collosal Rat itu menghantam tanah dengan marah. Retakan menjalar dari tempat ia berdiri. Lalu ia menjerit. Bukan sebuah jerit kesakitan, itu jerit panggilan.
Suara itu menggema di lembah bebatuan, memantul dari dinding ke dinding, menembus celah pasir.
Beberapa detik kemudian, tanah di berbagai titik mulai berguncang.
"Jangan bilang …" gumam salah satu Mercenary.
Pasir meledak di empat, lima, enam titik berbeda.
Tikus-tikus tanah lain muncul. Lebih kecil dari yang kolosal, tapi tetap sebesar motor roda tiga. Mata mereka merah. Gigi mereka sama tajamnya.
"Formasi lingkar!" teriak Xiao Yan.
Pertarungan benar-benar dimulai.
Peluru bersiul. Perisai diangkat. Pasir menjadi kabut permanen.
Satu tikus menerjang dari samping, menabrak seorang Mercenary hingga terguling. Lucas muncul entah dari mana, pedangnya menebas kaki makhluk itu dengan presisi dingin.
"Kalian tidak apa-apa? Aku langsung melesat ke sini ketika panggilan bantuan terkirim."
Xiao Yan membalas sambil membidik. "Kami tidak mengapa, tapi Admin. Coba periksa keadaannya."
Lucas berlutut di depan Ren. Tidak ada luka. Tidak ada bekas gigitan. Bahkan tidak ada sobekan pada jaket.
"Admin, Anda baik-baik saja?" suaranya datar dan pelan.
Ren menatap tangannya sendiri. Membuka dan menutupnya. Ingatannya tertuju pada tulisan yang sempat muncul itu.
«Tak Melakukan Apapun»
Ia mulai mengerti. Ia selamat bukan karena kemampuan kuat. Ia selamat karena … tidak terjadi apa-apa. Itulah kekuatan yang baru saja ia dapatkan.
"Aku tidak apa-apa," katanya akhirnya. Napasnya lebih stabil. "Urus saja tikus besar itu."
Di kejauhan, Collosal Rat kembali mengangkat kepala, mata merahnya mulai terlihat lebih pekat.