Karya terbaru Gurania Zee yang menceritakan tentang gadis tidak peka dan cinta segitiga antara Aluna, Arsen dan Prasha Arzelio.
memiliki kisah yang sedikit rumit perihal rahasia misteri kematian ayahnya dan adanya permainan bisnis yang menjadikannya sebuah kunci utama dari misteri tersebut. dan Cinta yang mulai tumbuh perlahan. Aluna seorang gadis yang polos tanpa sadar menjadi pusat permainan dalam dunia bisnis mendiang ayahnya. yang jauh lebih besar dari semua intriks itu bahkan paling tidak menyadari akan hal yang paling sederhana yaitu, perasaannya sendiri. karena terkadang misteri dalam hidup, bukanlah rahasia dari kisah masa lalu melainkan hati yang terlambat menyadari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 ADPH
Dirumah sakit, gadis belia itu mondar mandir tidak tenang, menunggu hasil operasi yang tak kunjung datang.
Monitor masih menyala, dokter membuka pintu dan berjalan mendekat dengan wajah sulit terbaca.
Dokter menghela nafas panjang membuat tegang yang menunggu hasilnya.
Tak lama
"Operasi kakak anda berhasil."
"seriusan dok".
"iya nona.*
"Akan tetapi,..."
"Akan ada banyak yang berubah, meski ia sudah sadar secara medis."
Bak dihantam palu godam, kabar tersebut seolah lebih menyeramkan dari kabar amnesia.
Arden membuka kedua netranya, membuka perlahan, Aluna dan Prasha mendekat. "Kak Arden." Sapa Aluna lembut.
Namun kedua netranya menatap berubah, terlalu fokus "Sekarang aku ingat, kamu satu satunya alasanku untuk hidup."
Tidak ada ragu dan kebingungan seolah yakin, namun satu hal yang pasti sistem otaknya sekarang seolah sudah tersetting.
Arden memilih untuk ingat, namun yang ia ingat justru beberapa memory yang membuatnya menjadi seorang yang dirasuki dendam.
Mengingat segala ancaman, janji yang belum ia tunaikan dan masih banyak hal lainnya yang ia pikirkan.
***
Sebelumnya Arden meminta laptop dan mengotak Ngatik file perihal kejadian kecelakaan yang dialaminya, banyak hal yang membuat tanda tanya.
banyak teka teki yang belum terungkap, beberapa bukti yang dihapus, Arden bilang bukan hanya Adhikara tapi ada lainnya.
Dan Prasha masih memutar otak siapa yang bisa ia curigai selain Adhikara. Sementara dari kejauhan Adhikara menonton Cctv rumah sakit.
"Cepatlah pulih, dan ingat semuanya semakin cepat kamu ingat, semakin roboh juga tubuhmu Arden."
Aluna tidak habis pikir, mengapa ia dan kakaknya harus mengalami hal serumit ini. tidak pernah ia membayangkan hidupnya akan berada dalam rasa ketakutan dan mengalami banyaknya ancaman.
Hari ini Arden sudah diperbolehkan pulang, Aluna Prasha sudah siap mengantarkan Arden ke apartemennya, di antar oleh Darto sebagai sopirnya.
"Hati hati kak."
"Terimakasih dek."
"Prasha, besok kita adakan konferensi pers."
"Untuk apa?."
"Untuk mengumumkan bahwa aku belum bisa terjun ke perusahaan untuk memimpin perusahaan yang dibangun oleh ayahku dan ayahmu."
"Baiklah kalau begitu."
Hari esok pun tiba, dipukul 10.35 Arden Maharana menggelar konferensi pers, yang menyatakan jika dirinya belum pulih benar.
Satu tujuannya, yaitu dirinya yang masih lemah belum bisa terjun ke perusahaan agar ia terus dianggap lemah demi melumpuhkan sang lawan.
Padahal tidak tau saja, dibalik itu Arden berkata pada Prasha, musuh akan merasa menang, dan jika dugaannya benar, maka mereka sudah melakukan hal yang ceroboh, baru kita bertindak.
Pergerakan Adhikara semakin terbaca ketika ia hendak menculik Aluna, bersyukur Aluna tidak sendirian saat itu.
Ada tetangga Aluna yang begitu setia membantunya kapanpun, namanya Lola, rambut bop memakai kacamata tapi ia juga sangat jago dalam menjebol data.
"Kalo ada yang berani sentuh kamu tenang saja lun, ada Lola yang bakal sikat habis orang itu" ucap Lola dengan gaya cerewet dan tomboynya.
Aluna hanya tertawa melihat kelakuan Lola. Dan benar saja esoknya saat mereka keluar, ada mobil hitam yang menguntit dari kejauhan. Didalam mobil Lola yang curiga memiliki insting dan kepekaan yang
luar biasa tidak seperti Aluna yang berkebalikannya.
Lola meminta Aluna untuk bertukar kostum didalam mobil, tak lupa wig duplikat yang selalu ia bawa ada gunanya juga kali ini, ia menyamar jadi Aluna dan Aluna menjadi Lola.
Pada akhirnya para penculik merasa keder sendiri. Dimana Aluna keluar dari dalam mobil dengan rambut bop, keluar dengan leluasa, sementara Lola waspada sambil mengunyah makanan camilan yang tersedia dimobil itu. Namun tidak mengubah rambutnya sendiri.
Para penculik pun langsung bertindak saat situasinya yang menurut mereka aman.
"Hei ini apaan sih, kalian mau nyulik siapa sih enggak lihat orang lagi asik makan." ucap Lola dengan gaya khas makiannya.
"Diam."
"Hey elu aja kali yang diam gue enggak."
"kalau saya diem kalian yang bakal nyesel loh."
"gila nih ya cewek cerewet kali, katanya kita disuruh culik yang rambut panjang anaknya kalem kenapa kok jadi kayak gini, salah kali si bos."
"kayaknya kita salah jelema bro."
"Yaiyalah kalian teh salah pilih jelema, udah lepasin saya, eh tapi saya inget ya muka kalian sama plat nomor mobil kalian."
Baru kali ini para penculik merasa kewalahan mengatasi korban yang mereka culik, minat makan ya banyak, cerewet, tapi juga tidak bodoh.
Bahkan mereka yang panik sendiri saat Lola sebelumnya sudah share lokasi pada Aluna, membuat mereka muda terlacak keberadaannya.
Saat Aluna baru menyadari tidak adanya Lola, yang dia pikir akan turun bersama saat itu, nyatanya ia hanya melenggang seroang diri, Aluna yang tegang dan tidak tenang, berbeda halnya dengan Arden.
"Santai saja Luna, dia tidak akan kenapa napa, justru para penculik itu yang akan kenapa napa?."
"Kok kakak bisa setenang itu sih, doakan perempuan kak."
"Iya, dia perempuan tapi dia enggak selemah kamu Luna, dia cukup peka dalam mengatasi hal kayak gini."
"iya juga sih kak, nih buktinya masa Aluna harus pake wig." Semua tak bisa menahan tawanya,
Prasha, Arsen dan dua Arden langsung lokasi, tak lupa mereka melaporkan ke pihak berwajib, gudang itu sudah terkepung dan satu penculik berhasil diringkus sementara lainnya kabur.
Saat ditanya siapa yang menyuruh mereka membuat Prasha begitu shock.
"Yang menyuruh kami perempuan."
*Siapa cepat katakan!."
"Bu Ratna." Bisiknya pada Prasha.
Degh
Disaat tak terduga Lola berceluk membuat pecah suasana tegang. "Lain kali kasih fee ya kalo mau culik Lola, bilang dulu kek, ini kan tipe premium".
Sontak semua tertawa melihat kerandoman Lola sambil membenarkan kacamata dan poninya.
Sementara Prasha masih tidak habis pikir mengapa Ratna ikut andil. Dan Aluna berpikir bukan hanya kekuasaan bukan hanya masalah internal dua bersaudara pasti ada konflik lainnya.