Penyatuan dua dinasti bisnis raksasa melalui pernikahan mendadak Fank Manafe dan Renata Batistuta memaksa Ezzvaro dan Gabriel terjebak dalam satu atap sebagai saudara tiri.
Namun, di balik status formal itu, tersimpan sejarah kelam: mereka adalah mantan kekasih yang berpisah dengan luka menganga akibat pengkhianatan dan kecemburuan fatal tiga tahun lalu.
Ketika gairah terlarang dan dendam masa lalu mulai membakar batasan moral, mereka terseret ke dalam konspirasi bisnis yang berbahaya.
Di tengah desingan peluru dan pengkhianatan keluarga, Ezzvaro harus memilih antara melindungi wanita yang paling ia benci atau membiarkan dunia menghancurkannya.
Di dunia di mana "cinta adalah kelemahan dan kekuasaan adalah segalanya," kelebihan/melampaui batas akan memaksa mereka menghadapi pilihan tersulit: bersatu dalam kehancuran atau saling menghancurkan demi bertahan hidup 🦋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#21
Lampu-lampu kristal di lobi Mayfair Mansion yang biasanya memancarkan kemewahan yang tenang, malam ini terasa menyilaukan dan panas. Suasana romantis dari konser O2 Arena menguap dalam sekejap begitu kaki Gabriel melintasi ambang pintu. Bukan keheningan malam yang menyambutnya, melainkan lengkingan suara yang penuh amarah dan keputusasaan.
"Penipu! Kau iblis berwajah malaikat, Fank!"
Gabriel tersentak, topi hitamnya hampir terjatuh. Di tengah ruangan, Renata Batistuta berdiri dengan napas tersenggal, wajahnya yang biasa anggun kini sembap dan merah padam. Di tangannya, tumpukan dokumen hukum berserakan di atas lantai marmer seperti bangkai putih yang tak berharga.
"Mommy? Ada apa ini?" Gabriel melangkah maju, namun Renata langsung menyambar lengannya dengan cengkeraman yang menyakitkan.
"Kemari, Gabriel! Ayo kemas semua barang-barang kita!" Renata berteriak, suaranya pecah oleh tangis yang tertahan. "Kita pergi dari neraka ini sekarang juga! Mommy dijebak, Sayang. Mommy dijebak oleh pria ini!"
Gabriel menoleh ke arah sofa kulit besar di sudut ruangan. Di sana, Fank Manafe duduk dengan posisi angkuh, menyilangkan kaki seolah sedang menonton pertunjukan teater yang menghibur.
Di sampingnya, Tharzeo dan Ezzvaro berdiri membeku. Otak mereka, yang biasanya tajam dalam strategi bisnis, seolah mengalami system crash. Mereka belum mengerti sepenuhnya apa yang telah dilakukan ayah mereka di balik layar pernikahan ini.
"Kau harusnya sudah tahu, Renata," suara Fank tenang, namun dinginnya meresap hingga ke sumsum tulang. "Bisnis itu kejam. Dan pernikahan... terkadang hanyalah instrumen akuisisi yang paling efisien."
"Kau mencuri seluruh aset Batistuta melalui klausul kontrak pernikahan itu!" Renata meraung, menunjuk wajah Fank dengan jari yang bergetar. "Aku rugi miliaran dollar! Kau membuat perusahaan mendiang suamiku menjadi anak perusahaan Manafe dengan cara yang menjijikkan!"
Gabriel merasakan dunianya berputar. Ia menatap Ezzvaro dengan mata yang mulai memerah, air mata menggenang di pelupisnya. Ia mencari penjelasan, mencari pembelaan, atau setidaknya tanda bahwa Ezzvaro tidak tahu-menahu soal ini. Vavo, katakan padaku ini tidak benar, rintih hatinya.
Ezzvaro melangkah maju, wajahnya pucat. "Ayah... apa maksud semua ini? Kenapa aset Batistuta dipindahkan tanpa persetujuan dewan?"
Fank tidak menjawab putranya. Ia justru menatap Renata dengan senyum miring yang penuh kemenangan.
Suara Renata kembali menggelegar, menghentikan napas semua orang di rumah itu. "Apa ini balas dendammu terhadapku, Fank?! Karena aku menolak perasaanmu puluh tahun yang lalu? Karena aku memilih pria lain daripada dirimu yang haus kuasa?!"
Hening menyergap. Tharzeo mengerutkan kening, baru menyadari ada sejarah kelam yang tertimbun di bawah pondasi keluarga mereka.
Fank perlahan berdiri dari kursinya. Ia merapikan jasnya, lalu berjalan mendekati Renata hingga hanya tersisa jarak beberapa inci.
"Tidak sama sekali, Renata," bisik Fank, namun suaranya menggema di seluruh lobi. "Kau... kau hanya wanita bodoh yang sedang menikmati hasil kekayaan dari suamimu yang malang. Kau pikir aku menginginkan cintamu? Itu masa lalu yang tidak ada harganya."
Fank berpaling, menatap Gabriel dan Ezzvaro secara bergantian dengan tatapan predator. "Lihatlah baik-baik, anak-anakku. Inilah dunia yang kalian tempati. Pernikahan, aliansi, bahkan cinta... pada akhirnya hanyalah pembicaraan tentang rugi dan untung."
Deg.
Jantung Gabriel seolah berhenti berdetak. Kata-kata Fank menghantamnya tepat di ulu hati. Jika pernikahan ibunya dan Fank hanyalah sebuah konspirasi bisnis untuk merampas harta Batistuta, lalu apa artinya hubungannya dengan Ezzvaro? Apakah mereka juga hanyalah pion yang sengaja dibiarkan bermain agar Fank bisa mengontrol segalanya?
"Gaby..." Ezzvaro mencoba meraih tangan Gabriel, namun Gabriel menarik tangannya dengan kasar.
"Jangan sentuh aku!" isak Gabriel. Matanya yang merah menatap Ezzvaro dengan kebencian yang baru. "Apakah ini alasanmu mendekatiku lagi? Untuk memastikan aku tetap dalam jangkauanmu sementara ayahmu merampok ibuku?!"
"Gaby, aku bersumpah aku tidak tahu soal ini!" Ezzvaro berteriak, frustrasi melihat benteng yang baru saja ia bangun kembali kini runtuh berkeping-keping.
"Cukup!" Renata menarik Gabriel menuju tangga. "Jangan dengarkan mereka! Semua yang bernama Manafe adalah ular! Kita pergi, Gabriel!"
Di ujung ruangan, Tharzeo hanya bisa terdiam, menatap punggung ayahnya dengan tatapan ngeri. Ia menyadari bahwa selama ini mereka semua hanyalah karakter dalam skenario besar yang ditulis oleh Fank Manafe. Dan malam pergantian tahun yang seharusnya menjadi awal baru, justru menjadi lonceng kematian bagi kebahagiaan yang baru saja mereka cicipi.
🌷🌷🌷🌷