NovelToon NovelToon
YOU (Obsessive Love Disorder)

YOU (Obsessive Love Disorder)

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Eleanor Lichtenzell adalah pewaris takhta bisnis raksasa kedua di Inggris, namun baginya, kemewahan adalah penjara. Setelah merusak sepuluh kencan buta dengan lidahnya yang tajam, ia memilih melepaskan marga dan kekayaannya demi sebuah kebebasan. Namun, dunia luar lebih kejam dari yang ia duga. Di bawah bayang-bayang pengaruh ayahnya yang mencoba memutus jalannya, Eleanor berakhir menjadi pelayan di sebuah kafe eksklusif pinggir laut.

Disana, ia bertemu dengan Edward Zollern, sang penguasa ekonomi Inggris yang dingin, perfeksionis, dan memiliki segalanya. Ketertarikan Edward yang awalnya hanya karena rasa penasaran berubah menjadi obsesi yang gelap saat ia menyadari bahwa Eleanor adalah teka-teki yang tak bisa ia pecahkan. Edward tidak tahu bahwa gadis tanpa asal-usul yang ingin ia tundukkan itu sebenarnya adalah putri dari pebisnis yang setara dengannya. Sebuah permainan kekuasaan dimulai, di mana cinta bukanlah tentang kasih sayang, melainkan tentang siapa yang lebih dulu berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Topeng Masa Lalu dan Berlian yang Tajam

Dulu, Edward Zollern pernah percaya pada sebuah kelembutan. Ingatannya kembali pada sebuah sore di New York, di dalam sebuah minimarket mewah. Seorang anak kecil berlarian dan menabrak seorang wanita cantik yang mengenakan rok putih bersih. Minuman cokelat di tangan anak itu tumpah, menodai kain putih mahal tersebut.

Edward, yang saat itu sedang dalam perjalanan bisnis, memperhatikan dari kejauhan. Ia mengira wanita itu akan marah besar. Namun, wanita itu—Lyodra—justru berlutut, mengusap kepala si anak, dan berkata dengan suara semanis madu, "Hei anak manis, tidak apa-apa. Tapi lain kali jangan berlarian sendiri di toko sebesar ini ya, nanti kau bisa hilang."

Detik itu, Edward terpikat. Ia menganggap Lyodra adalah malaikat di dunia bisnis yang kejam. Namun, ia tidak tahu bahwa Lyodra menyadari kehadirannya dan melakukan itu semua hanya untuk menarik perhatian pria yang menurutnya tampan itu. Perbedaan mencoloknya adalah. Lyodra langsung menyerahkan hatinya (dan harga dirinya) begitu tahu siapa Edward, sedangkan Eleanor? Eleanor justru ingin melompat keluar dari jendela setiap kali melihat wajah Edward.

Namun sayang sekali, Lyodra malah menyia-nyiakan kesempatannya yang telah membuat Edward benar-benar jatuh cinta padanya. Lyodra memilih pergi yang saat itu belum tahu siapa Edward sebenarnya. Bagi Lyodra—Edward hanya pria ambisi yang sedang jatuh cinta padanya, jadi apapun yang ia mau pasti Edward turutin.

Sekarang, setelah ia mengetahui segalanya. Lyodra mencoba ingin menarik perhatian Edward kembali, tanpa tahu bahwa pria itu kini sedang terobsesi dengan wanita galak milik Lichtenzell.

Malam ini, London menyelenggarakan acara megah Malam Gala "Royal British Fashion & Business" yang mempertemukan para raksasa bisnis dan ikon fashion. Edward hadir dengan setelan tuxedo hitam yang sempurna, sementara Eleanor dipaksa ayahnya untuk hadir sebagai perwakilan Lichtenzell Group.

Eleanor tampil memukau dengan gaun emerald yang menonjolkan kulit putihnya. Ia sedang berdiri sendirian di dekat balkon, berusaha menghindari kerumunan, ketika seorang wanita dengan langkah yang sangat anggun menghampirinya. Dia adalah Lyodra, yang malam ini menjadi model pembuka acara tersebut.

"Jadi, ini calon istri yang sedang hangat dibicarakan itu?" Lyodra memulai pembicaraan dengan nada meremehkan, matanya memindai Eleanor dari atas ke bawah. "Kau terlihat... biasa saja. Aku tidak menyangka selera Edward turun drastis ke level wanita kantoran yang membosankan."

Eleanor tidak tersentak. Ia justru menyesap sampanyenya dengan tenang, lalu menatap Lyodra dengan tatapan yang sangat tajam—tatapan yang dulu membuat sepuluh pria kencan butanya memilih pensiun dini dari dunia percintaan.

"Maaf anda siapa ya?" Ucap Eleanor datar.

Lyodra mendengus sinis. "Kau pikir kau bisa memiliki Edward? Kau tidak tahu apa-apa tentang dia. Aku adalah wanita yang pernah mengisi setiap detak jantungnya. Dia menyukai kelembutan, sesuatu yang jelas-jelas tidak kau miliki dengan mulutmu yang seperti belati itu."

Ah, apakah dia model yang merupakan mantan kekasih pria menyebalkan itu? Batin Eleanor.

Eleanor tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sangat elegan namun mematikan. "Seorang model terkenal asal New York ternyata punya banyak waktu luang untuk mengurusi urusan kantor orang lain. Apakah kontrak kerjamu sedang sepi, Nona Lyodra?"

Eleanor melangkah maju satu langkah, membuat Lyodra refleks mundur. "Dan satu lagi. Jika kau merasa sangat hebat karena pernah menjadi masa lalunya, ambillah kembali. Tapi, seharusnya kau malu karena sekarang kau harus mengemis perhatiannya lagi. Itu menunjukkan bahwa kau adalah investasi gagal yang sudah dia buang."

Lyodra mengepalkan tangannya, wajahnya merah padam. "Kau... kau pikir kau siapa?!"

"Aku? Aku adalah wanita yang saat ini ingin kau singkirkan, tapi sayangnya, aku adalah wanita yang paling diinginkan oleh Edward Zollern saat ini. Bukankah itu menyakitkan?" ucap Eleanor dengan nada tenang yang sangat menusuk.

Dari Sudut Ruang VIP. Di lantai atas yang sedikit gelap, Edward berdiri sambil memegang gelas wiskinya. Ia memperhatikan setiap pergerakan bibir Eleanor dari kejauhan. Ia tidak perlu mendengar suaranya untuk tahu bahwa Eleanor sedang menguliti Lyodra hidup-hidup dengan kata-katanya.

Edward menyeringai. Ada rasa bangga yang aneh di dadanya. Ia teringat betapa mudahnya Lyodra dulu menunduk padanya, dan betapa sulitnya Eleanor untuk sekadar memberikan senyum tulus.

"Luar biasa," gumam Edward pelan.

"Sir?" Rey yang berdiri di sampingnya bertanya.

"Lihat dia, Rey. Dia tidak butuh aku untuk melindunginya. Dia adalah badai yang bisa menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalannya," Edward menyesap wiskinya, matanya berkilat penuh obsesi. "Misi untuk menaklukkannya akan jauh lebih sulit dari yang kubayangkan, tapi itu membuatnya seribu kali lebih manis untuk didapatkan."

Bagi Edward, Eleanor bukan lagi sekadar misi bisnis atau perjodohan keluarga. Dia adalah tantangan intelektual dan emosional terbesar dalam hidupnya. Ia ingin melihat Eleanor menyerah, bukan karena harta, tapi karena ia tidak bisa lagi lari dari kehadiran Edward.

Malam itu, di bawah lampu kristal yang megah, Edward menyadari satu hal. Ia tidak butuh kelembutan palsu Lyodra. Ia butuh kejujuran tajam Eleanor Lichtenzell untuk membuat dunianya yang mati menjadi berwarna kembali.

1
Hana Nisa Nisa
🤣🤣🤣🤣
Hana Nisa Nisa
🙈🙈🙈🙈
Hana Nisa Nisa
🤣🤣🤣🤣🤣
Hana Nisa Nisa
nahhh
Hana Nisa Nisa
suka tata bahasanya bagus
Hana Nisa Nisa
😄😄😄😄
Hana Nisa Nisa
baper euyy
Hana Nisa Nisa
😍😍😍😍😍
Hana Nisa Nisa
🤣🤣🤣🤣
Hana Nisa Nisa
🥰🥰🥰🥰🥰
Xiao Bae•: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Hana Nisa Nisa
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!