NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Paman Suamiku

Terjerat Cinta Paman Suamiku

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cinta Terlarang / Menikah dengan Kerabat Mantan / Tamat
Popularitas:143k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

"Ketika cinta datang disituasi yang salah"

Rieta Ervina tidak pernah menyangka, jika keputusannya untuk bekerja pada Arlan Avalon, pria yang menjadi paman dari suaminya justru membuat ia terjebak dalam lingkaran cinta yang seharusnya tidak ia masuki.

Pernikahan tanpa cinta yang awalnya ia terima setulus hati berubah menjadi perlawanan saat Rieta menyaksikan sendiri perselingkuhan suaminya bersama wanita yang menjadi rekan kerjanya. Dan di saat yang sama, paman dari suaminya justru menyatakan peraasaannya pada Rieta.

"Cinta ini adalah cinta yang salah, tapi aku tidak peduli." Arlan.

Apa yang akan Rieta lakukan setelahnya? Akankah ia menerima cinta yang datang? Atau tetap bertahan pada pernikahan bersama suami yang sudah mengkhianati dirinya?

Ikuti kisah mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Suami Koma ternyata....

"Aku datang lagi."

Rieta bersuara pelan, meletakkan buket bunga yang ia bawa di meja samping ranjang pasien, lalu duduk di kursi yang tersedia. Satu tangannya terulur, meraih tangan pria yang kini terbaring tanpa pergerakan di atas tempat tidur, kemudian menggenggamnya lembut.

"Maaf, aku hanya bisa datang sebentar kali ini. Hari ini, aku akan mulai bekerja di perusahaan paman Arlan," tutur Rieta seolah lawan bicaranya mendengar apa yang ia katakan.

Rieta menatap lekat wajah Evan yang tak kunjung membuka mata, lalu tersenyum getir kala ingatannya terlempar ke masa lalu yang mana Evan tidak pernah benar-benar menerima pernikahan yang terjadi.

"Kau pikir aku sudi menikah dengan orang sepertimu?" ucap Evan kala itu.

"Lihatlah dirimu." Evan berdecih sinis sembari menunjuk Rieta dari atas sampai bawah dengan tatapan jijik.

Setiap kalimat pedas dari Evan menusuk hati Rieta begitu dalam. Ia hanya bisa diam setiap kali Evan meluapkan emosinya di kamar tanpa ada yang mendengar selain mereka berdua. Semua yang Evan ucapkan pun hanya bisa ia simpan di dalam hati. Tidak ada seorang pun yang curiga, karena pria itu senantiasa bersikap manis dan lembut ketika berada di depan kedua orang tuanya.

"Kau sudah cukup beruntung dengan diangkat sebagai anak di rumah ini, dan sekarang kau ingin aku menerimamu sebagai istriku? Jangan mimpi!"

Rieta memejamkan mata sejenak, mengusir kilasan masa awal pernikahannya dengan Evan. Sebanyak apapun kalimat pedas yang Evan lontarkan padanya, ia bertekad untuk bertahan dengan harapan ia bisa meluluhkan hati suaminya meski cinta tidak pernah ada di antara mereka. Ia juga berharap cinta itu tumbuh di hatinya untuk sang suami. Mampukah ia bertahan?

"Padahal, sudah sangat lama aku tidak menemuimu karena kuliahku. Tapi setelah aku lulus, aku justru akan sibuk dengan pekerjaan. Setidaknya, kali ini aku bisa menemuimu setiap hari setelah bekerja."

Rieta kembali berbicara, menceritakan apa saja yang ia lalui tanpa menyebutkan kelakuan sang paman sambil menggenggam tangan pria yang menjadi suaminya. Entah sudah berapa lama, Rieta tidak begitu mengingat berapa lama suaminya mengalami koma. Ia bahkan terkejut saat masih di luar negri mendapatkan kabar dari ibu mertuanya jika Evan mengalami kecelakaan dan berakhir koma seperti sekarang.

"Aku berangkat kerja dulu, sore nanti aku akan datang lagi." ucap Rieta seraya berdiri.

Rieta berdiri di sisi tempat tidur, mengusap lembut kepala suaminya tanpa berani melakukan hal lebih. Akan tetapi, dahinya berkerut tipis saat matanya menemukan noda merah pada kerah pakaian yang Evan kenakan.

"Noda apa ini?" Rieta bergumam pelan, mengamati dengan seksama noda pada kerah pakaian sang suami, mengusapnya pelan, kemudian mengendusnya.

Noda itu masih baru, dan ia mencium aroma khas lipstik dari noda itu, bukan darah. Tapi, bagaimana bisa noda lipstik tertinggal di sana di saat ia tidak pernah melakukan hal lebih pada suaminya selain mengusap kepala dan menggenggam tangan? Ia bahkan tidak pernah memakai lipstik merah.

"Mungkin salah satu perawat melakukannya secara tidak sengaja." Rieta menggelengkan kepalannya guna menyingkirkan dugaan buruk yang sempat masuk ke pikirannya.

"Aku berangkat." ucap Rieta, lalu berbalik pergi meninggalkan ruang rawat.

Ruang rawat itu kembali sunyi. Beberapa menit kemudian, kedua mata Evan terbuka, tetap bertahan dalam posisinya sejenak, lalu menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya. Satu tangannya mencabut selang infus yang ternyata tidak ada jarum apapun di sana, lalu melangkah menuju kamar mandi.

Sebenarnya, ia sudah sadar sejak beberapa bulan lalu, tetapi ia memaksa pihak rumah sakit untuk membuat keterangan palsu terkait kondisinya hanya agar ia bisa memiliki waktu bersama kekasihnya tanpa khawatir dicurigai.

Di dalam kamar mandi, Evan menyalakan air di wastafel, membasuh kedua tangannya dengan menuangkan begitu banyak sabun dan menggosoknya kuat-kuat.

"Sampai kapan aku harus berpura-pura seperti ini?" ucap Evan terus menggosok kedua tangannya di bawah air yang mengalir.

"Meski ini lebih baik daripada aku harus bertatapan muka dengannya, tetap saja aku mulai bosan terus seperti ini."

Evan menghembuskan napas kasar, mematikan kran air, lalu mengeringkan kedua tangannya dan beranjak keluar dari kamar mandi.

"Sayang."

Baru saja Evan membuka pintu kamar mandi, dirinya langsung disambut oleh wanita cantik berambut sebahu dengan penampilan formal yang tersenyum manis padanya. Wanita itu bahkan tanpa ragu menghamburkan tubuhnya ke pelukan Evan yang segera menyambutnya dengan ciuman hangat. Wanita itu adalah kekasihnya, Rihana.

"Akhirnya istrimu keluar juga, aku sudah menunggu lama di luar," gerutu Rihana memasang wajah cemberut.

Evan tersenyum, senyum penuh cinta yang tidak pernah ia tunjukkan kepada wanita yang lebih berhak atas dirinya. Ditatapnya lekat mata bening wanita yang menjadi kekasihnya, dikecupnya bibir berpoles lipstik merah itu, menyesapnya sekali lagi, lalu menarik diri.

"Tapi kali ini, kamu akan lebih sering berinteraksi dengannya," ucap Evan.

"Aku tahu," sahut Rihana. "Mulai hari ini kami juga akan bertemu setiap hari, tapi tak masalah."

Evan menarik Rihana lebih dekat, membuat tubuh mereka saling menempel. Wajahnya mendekat ke wajah sang kekasih, lalu ke telinga wanita itu.

"Apakah kamu sudah mengunci pintunya?" bisik Evan dengan suara rendah.

Rihana memejamkan mata, merasakan hembusan napas hangat Evan menyapu lehernya disertai gigitan kecil di telinga yang membuat tubuhnya meremang.

"Ya," jawab Rihana.

Mendengar jawaban itu, Evan tidak membiarkan kesempatan pergi begitu saja. Bibir mereka kembali menyatu dalam ciuman panjang dan dalam. Tangan Evan juga tidak tinggal diam, ia menurunkan blazer dari bahu Rihana, lalu menelusupkan satu tangannya ke balik blouse yang Rihana kenakan.

"Ahh...!"

.

.

.

"Tuan, Nona Rieta sudah tiba," lapor Liam pada atasannya.

"Hemm..."

Hanya gumaman tidak jelas itu saja yang lolos dari bibir Arlan kala Rieta yang berdiri di belakang Liam membungkuk sopan sebagai bentuk sikap profesionalnya dalam memulai pekerjaan.

"Ini data Nona Rieta." ucap Liam lagi sembari menyodorkan dokumen berisi data diri Rieta.

Arlan mengangkat wajah, menunjukkan aura jauh berbeda ketika pria berusia matang itu berada di rumah pagi ini, lalu membaca dengan cermat data Rieta di tangannya.

"Aku punya prinsip." Arlan berucap, membuka lembar demi lembar data Rieta di tangannya, lalu mengangkat wajah hingga membuat tatapannya bertemu dengan Rieta.

"Tak peduli apa statusmu, aku tidak akan menerimamu jika kau tidak memiliki kualifikasi. Aku juga tidak akan mencampur adukkan antara urusan pekerjaan dengan urusan pribadi. Jika kau salah, kau akan mendapatkan hukuman yang sama dengan mereka yang melakukan kesalahan, kau sanggup?"

"Saya sanggup," jawab Rieta percaya diri.

Arlan tersenyum samar, mengamati penampilan Rieta yang jauh berbeda dengan biasanya. Blouse biru terang berlapis blazer yang Rieta kenakan dengan rambut terikat membuat wanita itu terlihat sedikit lebih dewasa dari usianya.

"Baiklah." Arlan menutup data Rieta yang sudah ia baca, puas dengan semua nilai yang tertera.

"Aku membutuhkan sekretaris pengganti karena sekretarisku yang lama ingin mengundurkan diri. Ada empat kandidat jika kamu masuk ke dalam hitungan, dan aku memilih berdasarkan kemampuan."

"Dalam hal ini, aku sudah memilih seseorang yang akan menjadi mentormu," Arlan menambahkan.

Arlan berdiri, beralih pandang pada asistennya dan menganggukan kepala. Liam mengangguk paham, berbalik keluar dari ruang atasannya dan kembali setelah beberapa menit bersama seorang wanita berambut sebahu dengan penampilan rapi dan anggun di belakangnya.

Sejenak, Rieta terpana dengan penampilan wanita itu. Parasnya begitu cantik, bibir berpoles lipstik merah itu memberikan kesan tegas, didukung dengan bentuk tubuh sempurna.

"Dia yang akan menjadi mentormu," ucap Arlan lagi.

. . . .

. . .

To be continued...

1
Ria Mifta Rozikin Azis
indah
Siulin Randa
bagus
Dewi Payang
Terima kasih untuk karyanya yang manis kak Zira. Kadang bikin daku emosi, sedih yang mengharu biru, lucu juga,, dan romansa yang paling aku sukaaaa😍😍

Doaku, semoga karya² berikutnya juga sukses dan terus menginspirasi..... Cemangatzzz celaluuu💪🏻😍
〈⎳ FT. Zira: wahh.. terima kasih banyak akak atas apresiasinya🥰🥰🫰🫰🫰
semangat juga buat akak
total 1 replies
Dewi Payang
Eh, aku kira masih ada 11 bab lagi.....
Dewi Payang
Momen pwrnikahannha begitu memgharukan😍
Dewi Payang: 🤣 dunia halu memang indah kak😍😍
total 2 replies
Dewi Payang
Dari namanya udah terdengar tampan😍
Dewi Payang: Keluatan banget klo itu anaknya😂
total 2 replies
Dewi Payang
Sesuai doa Arlan😍
Dewi Payang
Saat kontraksi akublupa makanan kak😂
Dewi Payang: Iya, kak.... makanya seblelum kontraksi di auruh makan banyak² sialnya pas kintraksi melahirkan gak mau makan 😂
total 2 replies
Rianda_
dari mulai penokohan hingga alur udah okay banget ceritanya ditambah dengan karakter tokoh yang top banget.

semangat selalu Thor untuk selalu berkarya 🥳
〈⎳ FT. Zira: wah.. terima kasih banyak kakak sudah berkenan mampir🥰
total 1 replies
Dewi Payang
Pura² ketus😭
〈⎳ FT. Zira: ketus terakhir kak🤭
total 1 replies
Dewi Payang
Rieta dah move on....
〈⎳ FT. Zira: dah move on sejak kau hadir💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻
total 1 replies
Dewi Payang
Mau minta maaf kayanya.....
yetiku86
maturnuwun Thor🙏🙏🙏😊
sehat selalu ya... 🤲
〈⎳ FT. Zira: terima kasih banyak kaka🥰🥰🥰🫰🫰🫰
total 1 replies
yetiku86
semuanya diawali huruf A 🤭
yetiku86
inilah yg dibutuhkan semua ibu hamil, hanya saja tdk semua calon ibu mempunyai suami yg mau memahami kebutuhan istri dan selalu bisa menjaga mental istrinya tetap waras. padahal emosi yg stabil pada bumil sangat mempengaruhi kesejahteraan janinnya.
〈⎳ FT. Zira: 5 dari 200 orang ya kak🤧🤧
total 1 replies
yetiku86
Ya, jika hari itu tiba... ingatlah sumpahmu ini pak tua. semoga kau berumur panjang
yetiku86
sukanya main api, giliran terbakar menyalahkan orang lain 😏
Ummi Sulastri Berliana Tobing
lope lope jg untuk mu thor🥰🥰
mery harwati
Terimakasih author karya novelnya yang menghibur readers 🙏
Sehat selalu authornya
Lancar rejekinya juga
💪🤲
Patrick Khan
makasi ceritanya kak😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!