*merried for revenge
bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.
liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.
"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras
"brengsek!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5
...
Jadi namamu Liyan Huang..!!" Gadis itu tertawa sumbang
"Iya.. aku liyan.." ucap laki laki ini benar-benar santai
"Apa tujuanmu.." Zheya benar benar marah ketika dia menyadari dirinya telah terjebak oleh laki laki yang tidak dia kenal
"Menikah denganmu.."
"Kamu menjebak saya..!?"
Laki laki itu tertawa sumbang seakan mengiyakannya ocehan Zheya
"Brengsek"...
Hari ini adalah hari paling sial dalam sejara hidup Zheya. Gadis cantik itu merutuki nasib buruk yang menimpa nya.
Heyy lihat lah ekspresi nya itu, wajah nya begitu kecut menatap cermin kamar mewah yang baru saja ia tempati. Hatinya tak berhenti mengumpat, emosinya sudah tidak terkontrol.
Gadis yang biasanya berekspresi datar itu benar benar tidak bisa menutupi kemarahannya. Dalam sejara hanya hari ini dia terlihat gila, misuh misuh gak jelas
Ingatannya kembali berputar mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.
Saat perempuan itu membaca kontrak yang telah dia tanda tangani dalam keadaan yang tidak sadar, ekspresi nya tidak luntur dari perasaan kaget
"Kenapa anda melakukan ini..? Bahkan saya tidak mengenal anda tuan.??"
"Maka dari itu mulai hari ini kita harus saling mengenal bukan..!?" Pria itu menjawab dengan tidak tahu malu dan terkesan santai
"Jangan gila..." zheya tidak tahan lagi menghadapi orang di depannya ini
"Saya memang gila.." senyum psikopat pria itu tak luntur sama sekali
"Apa tujuan anda tuan?? Apa yang anda inginkan sehingga menciptakan scenario seperti ini..??"
Jangan bayangkan gimana murkanya seorang Zheya sekarang.
"Baiklah saya tidak akan bertele lagi.." laki laki itu berhenti mempermainkan emosi perempuan ini
"Kamu harus menikah dengan saya secepatnya. Mau tidak mau.. yang jelas saya tidak menerima penolakan.."
"Kamu harus setuju dengan ini... saya akan berikan semua kebutuhantan kamu.dan sebenarnya saya punya tujuan lain.."
"Tujuan apa??" Zheya memotong ucapan Liyan
"Balas dendam.."
"Whyy..?? Saya tidak melakukan apa apa.. balas dendam apa yang anda maksud.."
"Kita harus bekerja sama untuk balas dendam.. saya rasa kamu akan setuju mendengar alasannya."
Sebelum liyan melanjutkan penjelasannya alangkah baik nya minum dulu agar kerongkongan nya tidak kering.
" Harus nya kamu berterima kasih kepada saya.. satu satu nya orang yang patut kamu salah kan adalah Leon"
"Dia merebut Margaret dari saya dengan cara yang licik.. jadi saya harus menikah dengan perempuan miliknya juga kan.!Biar impas.."
Zheya tidak menanggapi apapun dia mencoba mencerna apa yang dikatakan liyan
"Kamu tau?? Saya adalah saudara Leon. Tapi hubungan kami memang tidak baik . Dia terus saja mengganggu kehidupan saya merebut apapun yang saya inginkan dan mencoba menghancur kan saya.."
"Karena itu saya harus mengajarkan si brengsek itu arti kata menyesal.."
Lagi lagi Zheya memotong ucapan Liyan
"Tunggu!! Bukan nya Leon menikah karena paksaan dari keluarganya...??"
"Kenapa mamanya memaksa menikah dengan kekasih saudaranya sendiri.." Zheya bingung dengan penjelasan dari Liyan.
"Saya rasa kamu wanita yang pintar tapi bodoh" tajam sekali Mulut si liyan ini
"Jika Leon ingin menikahi kamu maka dengan senang hati memperkenalkan seorang Narumi Zheya kekeluargaannya.."
"Dia bisa saja menikahimu zheya tapi dia lebih memilih Adeline Margaret dan membuangmu dengan alasan perjodohan??
Ckkk... Alasan konyol apa itu??"
"Harusnya kamu paham Leon tidak peduli padamu. Buktinya dia membuangmu demi membalas dendam kepada saya.. Leon tidak menganggap mu pantas untuknya buktinya dia lebih memilih Margareth" ucapan Liyan memprovokasi Zheya
Zheya masih mencerna semuanya dia tidak bisa berkata kata. Hatinya sakit mendengar penjelasan liyan, Dia terprovokasi oleh ucapan laki laki itu.
Napasnya tersenggal senggal menahan tangis yang menurut nya tidak berguna. Wajah nya merah padam dia menahan emosi sedalam mungkin dan kemudian menyunggingkan semyum iblis di wajah nya yang cantik.
"Apa anda yakin dengan menikahi saya bisa membalas dendam.."
"of course.. bukan kah kita kombinasi yang cocok..?" Liyan meyakinkan Zheya bahwa ini lah rencana terbaik membalas dendam
"Baiklah."
__
"Ahhhh,, bodoh nya gw terprovokasi pria brengsek itu.." rutuknya pada diri sendiri.
Memang benar Zheya tidak bisa mengontrol hatinya kala mendengar Leon membuangnya begitu saja. Alasan balas dendam Leon kepada Liyan tidak masuk akal membuatnya terasa terbuang.
"Iya juga sih.. kalo si brengsek Leon itu beneran sayang gua ga mungkin tega buang gw.." nah sampe sekarang otaknya masih di penuhi kata Leon tidak pernah peduli padanya, Leon menyadarkan pentingnya kasta diantara mereka
Tapi menikah dengan liyan mungkin tidak terlalu buruk dengan tujuan balas dendam kepada si Leon brengsek. Liyan tidak kalah dari segi apapun, liyan juga kaya bahkan lebih tampan dari Leon.
Yang Zheya pikirkan kenapa Adeline meninggalkan liyan padahal laki laki itu hampir dengan kata sempurna?? Apa yang Adeline liat dari Leon bahkan Adeline sendiri pernah melabraknya hanya karena dia tau Zheya mantan dari si Leon brengsek.
Apa kurang nya liyan?
pria itu memilih balas dendam karena Adeline direbut bukan kah itu bentuk dari rasa cinta yang kecewa?
Apalagi liyan rela menikahi Zheya yang tidak dikenalnya dengan alasan yang sama.. kocak bukan? Pemikiran orang kaya sulit di tebak.
Dari pada meratapi nasib lebih baik menikmatinya kan? Zheya menatap ponsel untuk menghubungi sahabatnya. Zheya harus kasih tau pada mereka 2 Minggu lagi dia akan menikah dengan pria yang tak kalah tampan dari sang mantan
Group My bestf
Zheya : ada waktu gayss!! Kumpul yukk di Sky garden caffe
Cherry: yuhhuuu.. ayok skuyy bosan nih dirumah
Renata: tumben mbak ngajak Nongki duluan?
Clara: iya nih biasa nya ga pernah tu alesan sibuk teroosss
Dea : kalian lupa gayss yang paling sibuk kan sekarang pengangguran.. wkwkwkw
Renata: ok siap siap dulu nih ..! Bolos dulu ngurusin resto
Cherry: kenapa Nongki nya ga di resto aja???
Zheya: ga asikk.. kan mau ngemall habis Nongki .Yang enak Renata doang yang lain pada jauh. Lagian gw juga ga di resto
Clara: ide bagus tuh zhee.. lu emg yang paling pengertian, gw bisa sejaman kesananya.. wkwkwk
Dea: iya tayankk aku lope youuu. Ngerti banget deh rumah gw lima langkah dari caffe..wkwkw
Renata: bubar bubar.!! Gw otw dulu
Zheya hanya tersenyum menatap ponselnya ternyata memang benar disaat seperti ini dia butuh teman temannya.
Sky Garden Caffe
"Dari tadi de??" Dea mengangguk menanggapi pertanyaan Zheya
"Skuyy maap telat.." Cherry tersenyum memamerkan gigi putih berjejer rapi yang menggandeng Clara yang terlihat acuh tak acuh
"Hahhh.. kan tetap aja gw yang terakhir padahal otw paling duluan.." Renata menghampiri mereka dan mendudukkan pantat di samping Dea
"Ya wajar kan lu jauh kesininya.. tapi tenang gw udah pesan minuman kalian seperti biasa.." Dea mengacungkan jempol seraya memuji dirinya sendiri karena datang paling awal
Tak berselang lama pelayan datang membawa minuman dan makanan yang telah di pesan Dea.
"tumben ngajak kita ngumpul tiba tiba gini? " tanya Renata
"kangen bree" ucap Zheya
"ya elah baru aja semalam kita ketemu" ucap Chery