NovelToon NovelToon
AMBISI SANG SELIR

AMBISI SANG SELIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Chunxia tak pernah merasakan kehangatan keluarga sejak kecil. Kematian semua anggota keluarga mengubah hidupnya. Kini, ia hidup hanya untuk balas dendam. Ia berlatih dan berlatih hingga dewasa. Chunxia kecil mengubah namanya menjadi Zhen Yi, bahkan, ia rela bekerja di rumah bordir demi memuluskan rencananya.

Hingga saat ia menjadi Selir seorang Raja yang dikenal kejam dan tak punya rasa belas kasih. Ia harus berpura-pura menjadi wanita yang lemah lembut dan penurut, namun yang tak mereka sadari Zhen Yi memiliki rencana yang besar. Demi sebuah ambisi yang besar ia rela memanipulasi orang-orang yang begitu tulus padanya.

Putra Mahkota yang terpikat dengan kecantikannya bahkan sampai rela merebutnya dari sang Kaisar. Akhirnya perlahan kokohnya kerajaan goyah.

Mampukah Zhen Yi melancarkan aksi balas dendamnya? Atau justru, ia akan terjebak dalam permainan balas dendamnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06. AMSALIR

"Apa maksudmu, Selir Ling? Ada yang aneh, aneh bagaimana?" Kaisar membelalak penuh amarah, ia bahkan menegakkan tubuhnya.

Kedua tangan Kaisar mengepal erat di atas meja. Wang Zihan adalah satu-satunya putra yang ia percaya. Bukan berarti ia tak punya putra lain, tapi menurutnya hanya Wang Zihan lah yang pantas.

Permaisuri Zi Wei melempar tatapan tajam ke arah Selir Ling Xian. "Jangan bicara sembarangan kamu Selir Ling. Kamu sengaja mau cari kelemahan putra mahkota, kan?"

"Mohon ampun Kak Zi Wei, tapi aku bicara yang sebenarnya. Mana berani aku melakukan itu," selanya. Walaupun ia terlihat memelas tapi mimik wajah itu jelas memprovokasi.

"Jangan dengarkan dia Yang Mulia. Putra Mahkota tidak mungkin berani macam-macam denganmu. Dia anakmu, darah dagingmu!"

Selalu dan selalu saja berakhir seperti ini. Setiap mereka berdua duduk bersama, pasti akan berakhir dengan perdebatan.

Wang Mo-Yuan hanya ingin merasakan kedamaian setelah beberapa hari ini menyusun strategi perang. Namun, bukannya kedamaian dan ketenangan, justru kepalanya terasa akan meledak.

Bruak!

Ia menggebrak meja dengan keras hingga membuat kedua istrinya itu terkejut.

"Sudah cukup! Kalian selalu saja membuatku muak. Aku kesini hanya ingin duduk dengan tenang tapi kalian justru membuatku semakin stres!" pekiknya. Ia segera bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan mereka.

Permaisuri dan sang Selir berdiri sedikit membungkuk memberikan penghormatan saat Kaisar pergi.

Mereka hanya saling melirik sebelum permaisuri ikut pergi dari tempat itu.

*

*

Malam itu, langit di atas ibu kota kerajaan tampak terbakar oleh ribuan kembang api, namun bagi Zhen Yi, api yang sebenarnya sedang menyala di dalam dadanya.

Di depan cermin tembaga yang memantulkan semu keemasan, ia berdiri menatap bayangannya sendiri, sebuah mahakarya yang siap menaklukkan dunia.

Senyum penuh kemenangan tersungging di bibirnya yang merah merekah. Parasnya telah dipoles dengan ketelitian seorang seniman. Kulitnya putih, kontras dengan sapuan merah di pipi yang memberikan kesan segar sekaligus menggoda. Bulu matanya yang lentik membingkai sepasang mata yang kini berkilat penuh ambisi. Malam ini, ia bukan sekedar tamu ia adalah pusat perhatian semua orang.

Zhen Yi memutar tubuhnya perlahan, membiarkan kain hanfu merah menyala yang ia rancang khusus itu menari mengikuti gerakannya.

Di bagian dada, sulaman bunga teratai terpahat dengan benang sutra yang halus. Begitu indah dipandang, namun seperti teratai yang tumbuh di tengah danau yang dalam.

Desain itu semakin berani di bagian tengah. Sehelai kain tipis transparan membungkus bagian perut, memberikan siluet samar akan pinggangnya yang ramping dan mulus. Belahan kain yang tinggi di bagian paha memastikan bahwa setiap langkah yang ia ambil menuju aula istana nanti akan menjadi pemandangan yang memabukkan.

Zhen Yi menarik napas dalam, membetulkan tusuk konde emas di rambutnya yang tertata tinggi. Malam tahun baru ini akan menjadi malam yang sangat panjang.

"Ayo kita pergi, Dali. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Kaisar."

Zhen Yi bangkit. Dengan anggun ia melangkah keluar dari dalam kamar paviliunnya. Namun, saat ia ingin melangkah pergi, ia berbalik.

"Terimakasih untuk hari-hari yang panjang. Kau sudah menemaniku selama ini. Mulai malam ini aku tidak akan kembali lagi ke sini," gumamnya, walaupun lirih namun Dali masih bisa mendengarnya.

Zhen Yi menatap ke setiap sudut ruangan. Ia mengenang hari-hari yang ia habiskan di sini. Kini waktunya dia untuk pergi.

"Ayo Nona. Kereta istana sudah menunggu kita," perkataan Dali membuyarkan lamunannya. Zhen Yi mengangguk dan melangkah dengan tegak.

Saat di lantai bawah, nyonya Anye sudah menunggunya. Ia segera menghampiri Zhen Yi, menggenggam ke dua tangannya dengan penuh kehangatan.

"Semoga semua berjalan dengan lancar. Aku hanya bisa membantumu sampai di sini. Tapi saat kau butuh apa pun, ingat. Aku selalu di sini," ungkap Anye. Ia berusaha keras agar air matanya tak segera tumpah.

Mengingat bagaimana hubungan mereka, itu membuat Anye sedih. Keluarga Li yang dulu di kenal baik dan dermawan, bahkan mau membantu dirinya yang hanya seorang pemilik rumah bordir.

Merasa balas budi, Anye diam-diam membantu Zhen Yi dalam membalas dendam. Namun, saat kini Zhen Yi harus pergi, tentu itu membuatnya sedih.

Zhen Yi memeluk erat wanita yang sudah di anggapnya keluarga itu. "Aku akan sering mengunjungimu. Kelak jika semua berjalan dengan lancar, kau tak perlu lagi menjalankan rumah bordir ini."

Mendengar perkataan itu. Air mata yang susah payah di tahannya, akhirnya tumpah juga. Anye semakin mempererat pelukannya dan terisak di pelukan Zhen Yi. Seletah merasa tenang, ia meminta Zhen Yi segera pergi, karena kereta dari istana sudah menantinya.

1
Karin Efendhy
visualnya ga muncul
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: masak sih kak.. tapi di pembaca lain muncul loh
total 1 replies
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
berhasil zhen yi
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
makin seru
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
wow tapi kok zhen yi mau aja sih layani kaisar n pangeran
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
zhen yi bergerak dengan penuh perhitungan
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
masuk perangkap pangeran
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
zhen yi bermain cantik dan halus🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
duh dali semoga tepat waktu ya
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
visualnya pas thor💕🌸
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
wah ada nama aq di sebut thor, mumpuni🤣
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
jahe merah+kayu manis memang bikin anget tubuh
༺⬙⃟⛅เภє๓🫠
sebenernya Zhen yii punya dendam apa 🤔
Ar_15❄
baru awal lhoo ya....
Ar_15❄
klo mau ada misi jgn pake perasaan deh...
takutnya kacau nnti
Ar_15❄
lhooo kog acting....
mancing sesuatu yaaa
Ar_15❄
baru ini baca genre fantim....
gass aja balas dendam nya💪💪💪
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
hmm mulai nih, pangeran mulai jatuh cinta dan Zhen yi mulai memainan rencana balas dendam nya🤭 tapi takut nya nanti Zhen yi kejebak sama permainan nya sendiri 🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
benar" macam tengok dracin 😭😭

sorry ya keskip bab 3, karna iklan nya tuh😭 maaf aja dah lama ga baca di novel 🙂‍↕️🙏
⛧ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: iyaa kak
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
iya makanya kmu hrus hati2
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ
good job Zhen Yi. target langsung masuk perangkap 😝🤣🏃🏃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!