NovelToon NovelToon
Gravitasi Terbalik

Gravitasi Terbalik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:68
Nilai: 5
Nama Author: Aarav Rafandra01

Saat si badboy jatuh cinta pada kebaikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aarav Rafandra01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titik balik di kantin sekolah

Faisal, dengan jaket parasut belel yang bertuliskan " SHADOW VIPERS " nama geng nya dibagian punggung menjadi tameng andalannya selama ini. Tatapan matanya sering disalah artikan oleh siswa lain, seperti banyak suara yang terdengar bahwa tatapan nya mengintimidasi.Namun, dibalik semua anggapan buruk tentangnya di lingkungan sekolah, Faisal adalah anak kesepian yang salah pergaulan.

Pagi menjelang siang,tepatnya saat istirahat. Ia sedang menikmati minuman kemasan dibangku depan kantin. Ia baru saja lolos dari teguran skorsing setelah insiden beberapa waktu lalu dengan Angkasa. Sepertinya ada yang mengadu. Ia merasa hidupnya sangat hampa, kehidupannya yang dulu sering diisi dengan rutinitas seperti bolos sekolah dan berkumpul di warung untuk sekedar nongkrong bersama teman temannya, kini sudah mulai ia kurangi. Sekarang ia lebih sering melamun sendirian ditempat yang tak biasa didatangi teman temannya. Saat sedang hanyut dalam bayangannya, tiba tiba mata itu menyipit menatap dengan tajam ke arah sosok yang biasanya tak Faisal lihat disana. Aruna keluar dari ruang guru dengan langkah tergesa, buku tebal di dekapannya. Meski ini bukan kali pertama Faisal melihatnya. Namun, terlihat dari sorot matanya bahwa ia kagum. Aruna tak mungkin berada diruangan guru karena dihukum, Aruna pasti ada diruangan guru karena membantu wali kelasnya. Lalu ia menunduk meratapi diri dan kehidupannya yang sangat bertolak belakang dengan gadis pujaannya. Hawa dingin ikut menyelimuti dirinya, membuat orang orang sungkan untuk mendekat.

Bel masuk berbunyi.

Faisal berjalan setengah berlari, sambil memasukan jaket ke dalam tas nya tanpa melihat ke depan. Di depannya Hani baru saja menuruni anak tangga sambil membawa setumpuk buku.

BRUKKK!!!

Faisal menabrak Aruna hingga sedikit terpental. Buku buku yang dibawa Aruna berhamburan dilantai. Faisal membeku melihat siapa yang ia tabrak.

" A...Aruna? Astaga, Maaf. Aku ga liat barusan, kamu gapapa? "

Aruna menghela nafas, mulai memunguti buku bukunya.

" Iya gapapa kak, Lain kali hati hati ya. "

Faisal segera berlutut, ikut membantu Aruna mengambil buku buku yang berceceran di lantai. ( tangannya sedikit gemetar ).

Aruna menyadari Faisal yang tampak salah tingkah, Namun Aruna lebih memilih pura pura tidak tahu.

" Makasih ya kak." Aruna mengambil buku dari tangan Faisal.

" Sebelumnya maaf ya kak, tapi... Ga biasanya Kaka minta maaf sampai segitunya, biasa nya Kaka cuek."

Faisal tertawa kecil berusaha terlihat tenang, tapi gagal.

" Ehhh ..... Iyaa ... Kan aku yang salah, lagipula ini buku buku milih sekolah kan? Kalo sampai lecet, aku juga yang harus ganti. Jadi wajar kalo keliatan sedikit panik atau berlebihan. "

Jawab Faisal menyembunyikan tangan nya yang gemetar dibalik saku celana.

" Dasar, Yaudah. Sekali lagi, makasih ya kak. Aruna duluan."

selama beberapa detik, Faisal memperhatikan Aruna yang berjalan menjauh. " Biasanya kan cuek. " kata kata Aruna terngiang di pikiran Faisal. " Biasanya... Ya, apa jangan jangan selama ini Aruna juga merhatiin gue, sampai dia tau kebiasaan gue yang jarang minta maaf ke orang atau cenderung marah walaupun gue yang salah. Aruna.... padahal kalo suka sama gue bilang aja." Ucap Faisal didalam hati sambil tersenyum. Faisal pun melanjutkan langkahnya menuju kelas sambil tersenyum kegirangan. Tanpa ia sadari, banyak siswa lain yang memperhatikan tingkah lakunya yang aneh, jauh dari kebiasaannya yang selalu terlihat murung atau bahkan mengintimidasi.

.......

Di dalam kelas.

Pak Agung baru saja menerangkan sambil menulis pelajaran di papan tulis. Suara spidolnya berdecit menggesek papan, menciptakan suara yang sedikit mengganggu.

Pak Agung, " Faisal, apakah kamu sudah mulai menyalin?".

Faisal tak menjawab, pandangannya terarah ke luar jendela kelas diiringi senyum yang menunjukan bahwa ia sedang bahagia. Itu adalah senyum yang terlalu lembut bagi seorang Faisal.

Yadi berbisik, menyikut lengan Faisal.

" Sal, jawab. Lu ditanya itu sama Pa Agung. Lu mau dihukum lagi? "

Faisal hanya mengangguk pelan, senyumnya masih terlihat. Dia tidak benar benar mendengarkan sahabatnya. Di benaknya, dia sedang tidak berada dikelas, tapi sedang berada di lorong sekolah bersama Aruna, tadi pagi. Faisal membayangkan kejadian itu, obrolan kecil namun penuh arti. Suara itu, bagi Faisal lebih indah dari lagu manapun.

Yadi berbisik, Kali ini lebih tajam.

" Sal! Kenapa sih lu? kesurupan lu ya? pake senyum kaya gitu lagi lu, lu udah nulis sampe mana? Perasaan ga ada kata kata yang lucu."

Faisal masih hanyut dalam bayangannya.

Yadi pun memukul lengan Faisal dengan penggaris besi yang ada didepannya.

" HEH, SAL! LU DENGERIN GUE GA SIH? "

Faisal tersentak, kesadarannya kembali. Dia menoleh ke arah Yadi dengan sorot mata yang masih memancarkan sisa sisa kebahagiaan.

Faisal berbisik, suaranya pelan dan penuh rahasia. " SSSSTTTT.... Lu tau? gue baru inget sesuatu."

Yadi, " Inget apa? Lu inget kalo selama ini nilai lu selalu pas pasan?"

Faisal memutar bola mata, senyumnya kini hilang.

" Bukan, jauh lebih penting dari itu. Suaranya lebih indah dari penyanyi terkenal mana pun. "

" Hah, terus? " Yadi mengernyitkan dahi.

" Terus dia senyum ke gue, Di."

Yadi menghela nafas panjang, Frustasi.

" Ahhh beneran sakit lu, Sal. Kita lagi belajar ini, Dan lu sempet sempetnya mikirin cewe yang belum tentu jadi milik lu? "

Faisal mengangkat bahu, tertawa sombong.

" Ini yang disebut misteri alam semesta, bro. Pahlawan yang dulu berjuang buat kemerdekaan negara ini juga ga tau, ga nyangka kalo mereka bakal menang perang lawan Belanda yang pake persenjataan canggih, beda sama pahlawan kita yang cuman modal bambu runcing."

Pak Agung tiba tiba memukul papan tulis sangat kencang.

" Faisal, Yadi. Apa yang kalian diskusi kan? Kalian pikir kelas ini warung kopi? Kamu, Faisal. maju kedepan sekarang, sebutkan 3 pahlawan Nasional. "

Faisal menghampiri Pak Agung, sedikit membungkuk hormat.

" Siap pak. Tapi..... Boleh saya tebak? disalah satu pahlawan, pasti ada satu orang yang mungkin sedang senyum senyum sendiri , seperti apa yang saya lakukan barusan kan pak? Karena ia tahu, meski raganya dipenuhi dengan luka tembak, dia tetap punya sepasang hati yang paling manis, seseorang yang selalu menunggu nya dengan setia dirumah."

Yadi menepuk dahinya, diikuti suara gemuruh seluruh siswa yang menahan tawa. Sementara Pak Agung hanya bisa menggelengkan kepala, tampak merasa kebingungan dengan jawaban Faisal.

Faisal dengan tatapan nakal yang hatinya dipenuhi dengan bunga, siap menerima hukuman terberat. Asalkan senyum Aruna tetap menjadi pahlawan dalam ingatannya.

Sejak kejadian pagi itu, jarak yang sebelumnya menjadi dinding tebal antara Faisal dengan Aruna Kini mulai retak. Mereka berdua menjadi mulai akrab dan sering mengobrol.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!