NovelToon NovelToon
BENANG PUTUS KARENA CINTA PERTAMA

BENANG PUTUS KARENA CINTA PERTAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Pelakor / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Pelakor jahat
Popularitas:651
Nilai: 5
Nama Author: Barra Ayazzio

Dhita selalu percaya bahwa pernikahan yang ia bangun dengan Reza adalah rumah yang kokoh—tempat ia menaruh seluruh harapan, kasih sayang, dan kesetiaannya. Namun semua runtuh ketika cinta pertama Reza kembali muncul, menghadirkan bayang-bayang masa lalu yang tak pernah benar-benar padam.

Dalam hitungan hari, Dhita yang selama ini berjuang mempertahankan rumah tangga justru dipaksa menerima kenyataan pahit: Reza menceraikannya demi perempuan yang pernah ia cintai bertahun-tahun lalu. Luka itu dalam, merembes sampai ke bagian hati yang Dhita pikir sudah kebal.

Di tengah serpihan hidup yang berantakan, Dhita harus belajar berdiri lagi—menata hidup tanpa sosok yang selama ini ia sayangi, menghadapi pandangan orang, dan menerima bahwa beberapa cinta memang ditakdirkan berakhir. Namun Tuhan tak pernah meninggalkan hati yang hancur. Dalam perjalanan menyembuhkan diri, Dhita menemukan kekuatan yang tak pernah ia sadari, serta harapan baru yang perlahan mengetuk pintu hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barra Ayazzio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Kedatangan Mama dan Papa

Sepeninggal Anggi, Dhita malah bengong, dia benar-benar gak nyangka kalau kelakuan Reza di belakangnya ternyata sudah keterlaluan. Dia jadi inget sama Mira temannya Mas Reza di tempat kerjanya dulu waktu dia PPL. Saat itu dia sedang makan di kantin berdua dengan Reza. Saat itu Reza masih PDKT. Tetiba datang dua orang wanita yang ikut gabung karena kursi sudah penuh. Setelah kenalan, Dhita tahu mereka bernama Mira dan Desy.

Ternyata Mira dan Desy sosok yang menyenangkan, dia sangat ramah walaupun tahu Dhita hanya seorang peserta PPL.

"Dhit, hati-hati sama Reza, dia kan terkenal don juan. Malah sejak kuliah dulu loh.” Mira berkata sambil melirik Reza yang saat itu sedang mengaduk-aduk minumannya.

"Lah Mir, becanda lo keterlaluan deh. Lo harus tanggung jawab lho, kalau Dhita percaya dan jadi nolak gua.” Dhita yang saat itu sedang menyeruput minumannya jadi ikut tertawa. Dia benar-benar gak percaya kalau Reza Don Juan. Karena selama ini tidak ada gelagat Reza yang mengarah ke sana. Dia tidak caper, bahkan sedikit cool sama cewek-cewek.

"Gak usah percaya omongan dia Dhit, dia emang senewen ma aku. Dulu waktu kuliah dia ngejar-ngejar aku, tapi aku cuekin, ya jadinya gini ni.” Reza menatap Dhita yang tersenyum padanya.

"Ih amit-amit deh gua harus ngejar-ngejar cowok modelan lo, Za.”

"Tuh, dia gak ngaku Dhit, padahal iya.”

"Si Reza ini emang jago ya kalo nyudutin orang.” Mira cemberut. Dhita dan Reza tertawa ngakak, sementara Desy menanggapinya dengan mengangkat bahu.

Setelah selesai makan siang Mira dan Desy pamit duluan. Sebelum melenggang pergi, sempat-sempatnya Mira berkata yang diarahkan ke Dhita.

"Hati-hati menghadapi Reza ya Dhit, jangan terbuai rayuan mautnya.”

"Siap Mbak, makasih ya dah ngingetin.” Dhita menjawab sambil mengacungkan kedua jempolnya.

"Kamu percaya omongan dia Dhit?” Reza menatap netra Dhita dengan mesra, sementara yang ditatap cuek, malah melanjutkan makannya yang masih bersisa dikit.

"Hai Dhit, kamu percaya gak?”

"Kalau percaya kenapa? Dan kalau nggak, kenapa?” Dhita balik bertanya.

"Kalau percaya aku sedih, kans aku untuk mendapatkan kamu jadi tertutup. Kalau tidak percaya Alhamdulillah, kans aku untuk dapetin kamu makin terbuka lebar.” Reza menatap bola mata Dhita tambah mesra. Dhita jadi salah tingkah dibuatnya.

"Gimana, kamu percaya gak?”

"Percaya gak ya?” Dhita malah balik bertanya.

"Pasti nggak kan?”

"Kok Mas Reza yakin?”

"Gimana mau percaya, orang aku di kantor gak pernah tebar pesona, ya kan?”

"Iya juga sih.”

"Jadi?”

"Setengah percaya deh.”

"Ih gimana sih?”

"Ya deh gak percaya.”

"Artinya, kamu mau kan jadi pacarku?”

"Hah? Kok gitu?”

"Ya kan tadi aku bilang, kalau kamu gak percaya, berarti kans aku dapetin kamu terbuka lebar.”

"Jadi barusan itu ceritanya nembak ya?”

"Bisa dibilang gitu.”

"Ih gak romantis banget.”

"Kalau mau romantis, ntar malam aku jemput kamu ya.”

"Mau ke mana?”

"Ada deh.”

"Maaf ya Mas, aku tidak boleh jalan berduaan dengan yang bukan muhrim di malam hari. Mama dan papa sangat menjaga banget pergaulanku. Aku pun demikian, aku gak pernah mau diajak cowok jalan berdua, apalagi di malam hari.”

"Ah yang bener Dhit? Segitunya ya orang tua kamu?”

"Iya Mas. Menurut Mas Reza kuno ya?”

"Nggak, malah aku salut dengan didikan orangtuamu itu. Jarang lho di zaman sekarang ini orang tua mem-protect anaknya sedemikian rupa.”

"Awalnya aku juga gak nyaman, ini gak boleh, itu gak boleh. Ada cowok ke rumah diawasi, ikut ngobrol dan lain-lain. Tapi sekarang aku bersyukur banget Mas, karena berkat didikan mama dan papa tersebut, pergaulanku terjaga. Banyak lho teman-temanku yang hamil di luar nikah, married by accident, ih naudzubillahi min dzalik deh.”

"Bener banget Dhit, malah tetanggaku masih SMP dah hamil di luar nikah. Ih serem ya?”

"Itulah, makanya dalam Islam tidak boleh pacaran.”

"Dan itu berarti kita gak boleh pacaran Dhit?”

"Yup.”

"Kalau gak pacaran gak bisa saling tahu kebiasaan masing-masing dong Dhit?”

"Kata siapa gak bisa? Sangat bisa.”

"Tahunya dari mana kalau kita gak pernah dekat?”

"Banyak jalan menuju Roma, Mas. Mas kan bisa tanya-tanya ke teman, sahabat, orang tuaku, juga keluargaku.”

"O gitu ya?”

"Ya. Mau mundur?”

"Ih belum apa-apa kok mundur?”

"Jadi maju terus ni ceritanya?”

"Ya siapa takut?”

Dan memang benar, malamnya sekira pukul 19:08 WIB Dhita dikejutkan dengan kedatangan Reza. Dia berkunjung ke rumah, mengobrol dengan mama papanya, juga kedua adiknya. Pembawaannya yang sangat santun membuat kedua orangtua Dhita sangat terkesan.

"Nak Reza, Dhita ini putri kami satu-satunya. Kami sangat menjaga pergaulannya dari lawan jenis. Makanya mohon maaf, kalau Nak Reza tidak diperkenankan mengajak Dhita keluar rumah berduaan. Jadi kalau mau mengobrol dengan Dhita, ya di rumah. Biar kami dapat mengawasinya.”

"Iya Om, gak apa-apa. Tadi juga Dhita sudah bicara tentang hal ini kok.”

Sejak itu Reza sering datang ke rumah. Menjadi sahabat bagi papa dan kedua adiknya. Menjelang Dhita wisuda, Reza mantap melamarnya. 2 bulan kemudian mereka menikah.

***

Dhita masih membayangkan ucapan Mira dan Desy tentang Reza yang don juan. Seriuskah mereka? Tapi selama dia menjalani pernikahan dengan Reza tak ada gelagat kalau Reza itu suka main perempuan. Dia tipe suami yang penyayang dan setia. Itu perkiraannya. Namun, perkiraan itu meleset, karena kemarin kedok Reza terbuka, dia berselingkuh dengan mantan pacarnya, Tari.

"Non.” terdengar pintu kamar diketuk.

"Ya Bi, buka aja. Gak dikunci kok.”

Pintu kamar terbuka, dan Bi Asih masuk bersama mama dan papanya. Dhita kaget, dia tidak menyangka mama dan papanya ada di hadapannya. Dhita bangun dari tidurnya dan menghambur ke pelukan mamanya. Dia tak bisa membendung lagi air matanya.

"Ada masalah dengan pernikahanmu, sehingga kamu mau mengajukan cerai?”

"Mama dan papa tahu dari mana?” Dhita terkejut karena belum ada seorang pun yang tahu rencana dia mau menggugat cerai suaminya.

"Semalam ibu mertuamu nelepon mama.”

"Dia mengatakan apa Ma? Apa ada menjelekkan Dhita?”

"Ya, dia bilang kamu mau menggugat cerai Reza karena sudah tidak mau nurut dengan kemauan suaminya. Dan kamu mengusir Reza dari rumahmu ini.”

"Mama dan papa percaya?”

"Nggak sama sekali, karena mama dan papa yakin, ilmu agama yang kami wariskan kepadamu melalui ustadz dan guru-guru agamamu sangat banyak. Insya Allah anak mama tidak akan berperilaku seperti itu terhadap suamimu, ya kan?”

"Makasih Ma, Pa, sudah percaya sama Dhita.”

"Matamu sembab, rambut acak-acakan, baju berantakan begitu, Dit. Pasti kamu menangis cukup lama. Sekarang, ganti dulu bajumu, rapikan rambutmu. Kalau sudah tenang ceritakan semuanya kepada mama dan papa."

"Iya Ma, memang aku menangis lama, aku gak nyangka menikah dengan laki-laki yang tidak baik." Dhita menatap papa dan mamanya bergantian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!