NovelToon NovelToon
The Mother

The Mother

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Single Mom / Epik Petualangan / Mengubah sejarah / Perperangan / Keluarga
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: TENANG

Violet, seorang alien wanita dari bangsa Elaria, dikirim ke Planet Biru untuk mencari mineral langka yang dibutuhkan bangsanya. Setelah menemukan mineral itu, dia memakannya, menyebabkan mutasi yang memberinya kekuatan luar biasa dan kemampuan untuk melahirkan anak-anak dengan kekuatan khusus. Violet memimpin peradaban baru di Planet Biru hingga suatu hari dipanggil kembali oleh bangsanya, yang memicu konflik besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TENANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Zorak, sang naga, mengepakkan sayap besarnya dengan kuat, menyiapkan diri untuk mendarat. Violet merasakan hembusan angin yang kuat saat mereka perlahan turun ke tepi pantai yang dipenuhi karang besar.

Ketika mereka mendarat, Violet segera melompat dari punggung Zorak, mendarat dengan cekatan di atas pasir yang basah. Dia memandangi sekeliling dengan cermat, sementara angin badai masih mengamuk di sekitarnya. Dengan alat pelacaknya di tangan, Violet berusaha menemukan sosok duyung yang sedang dalam kondisi kritis.

"Arah sana!" seru Violet, menunjuk ke satu titik di antara karang besar.

Mereka bergegas menuju lokasi tersebut, melintasi pasir dan batuan yang licin. Di antara dua karang besar, mereka akhirnya melihat sosok duyung. Makhluk itu terluka parah, sisik-sisik indahnya robek, dan ekornya terjepit di antara karang.

"Dia masih bernapas!" seru Violet, segera berlutut di samping duyung tersebut. "Kita harus segera membebaskannya!"

Zorak menggunakan kekuatannya untuk mengangkat karang yang menjepit ekor duyung, sementara Violet dengan hati-hati memeriksa luka-luka di tubuhnya. Setelah beberapa usaha, mereka berhasil membebaskan ekor duyung dari celah batuan.

Dengan sigap, Violet mengeluarkan peralatan medis dari Tas nya dan mulai merawat luka-luka duyung tersebut. "Tenanglah, kau akan baik-baik saja," bisik Violet lembut, berusaha menenangkan makhluk yang terluka itu.

Duyung itu membuka matanya perlahan, menatap Violet dan Zorak dengan mata yang penuh rasa terima kasih meskipun dalam kondisi yang sangat lemah. Zorak mengibaskan ekornya dengan rasa puas dan bahagia, melihat mereka berhasil menyelamatkan nyawa makhluk yang membutuhkan bantuan ini.

"Terima kasih," ujar duyung itu dengan suara lirih. "Aku tidak tahu bagaimana aku bisa bertahan tanpa bantuan kalian."

Setelah memberikan pertolongan medis, Violet duduk di samping duyung yang terluka, memastikan semua lukanya telah dibalut dengan baik. Duyung itu, yang sekarang tampak lebih tenang meski masih lemah, mengucapkan terima kasih dengan suara lembut.

"Terima kasih, aku sangat berterima kasih. Namaku Safir," katanya, menatap Violet dan Zorak. "Siapa kalian sebenarnya? Aku sangat terkejut saat pertama kali melihat sosok sebesar itu... ternyata seekor naga."

Violet tersenyum hangat, mencoba menenangkan Safir. "Namaku Violet, dan ini Zorak. Kami berasal dari planet yang berbeda. Aku dari Elaria, dan Zorak adalah reptilian yang telah bermutasi menjadi naga setelah terkena radiasi di planet ini."

Zorak mengangguk, ekornya berkibas perlahan. "Aku mengerti ini mungkin mengejutkan, Safir, tetapi kami ada di sini untuk tujuan yang sama—menjelajahi dan mencari sumber daya di Planet Biru ini."

Safir mengangguk perlahan, mencoba mencerna informasi tersebut. "Terima kasih atas pertolongan kalian. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa selamat tanpa bantuan kalian."

Violet menepuk bahu Safir dengan lembut. "Kami senang bisa membantu. Bagaimana kau bisa terdampar di sini?"

Safir menarik napas dalam, mengingat kejadian yang membawanya ke tepi pantai itu. "Aku sedang mencari makanan di sekitar karang ketika badai tiba-tiba datang. Ombaknya sangat kuat, dan aku terhempas ke karang ini. Aku tidak bisa melepaskan diri dan mulai kehilangan harapan sampai kalian datang."

Setelah memastikan bahwa Safir stabil, Violet memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang Planet Biru.

"Safir, aku ingin tahu lebih banyak tentang planet ini," tanya Violet, suaranya penuh rasa ingin tahu. "Apakah di sini ada peradaban? Mengapa kondisinya begitu ekstrem?"

Safir menarik napas dalam, memandang lautan yang luas di hadapannya. "Planet Biru memang memiliki kondisi yang ekstrem, terutama di permukaannya. Badai dan lautan yang tak berujung adalah pemandangan umum di sini. Tapi, di balik itu semua, ada rahasia yang tidak banyak diketahui oleh makhluk luar."

Violet dan Zorak mendengarkan dengan saksama.

"Peradaban utama di planet ini sebenarnya terletak di dalam lautan," lanjut Safir. "Kami, para duyung, dan banyak makhluk lainnya hidup jauh di bawah permukaan laut. Di sana, ada kota-kota besar dan struktur yang dibangun dengan teknologi yang sangat maju. Kami memanfaatkan sumber daya bawah laut dan energi yang stabil di kedalaman untuk membangun peradaban kami."

Violet terkejut. "Jadi, semua peradaban berada di bawah laut? Itu luar biasa. Bagaimana kalian bisa mengatasi tekanan dan kegelapan di kedalaman lautan?"

Safir tersenyum, senang melihat antusiasme Violet. "Teknologi kami sangat berkembang. Kami menggunakan bahan-bahan alami yang ada di planet ini untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan terang di dalam laut. Tekanan dan kegelapan bukan masalah besar bagi kami karena tubuh kami telah beradaptasi selama ribuan tahun."

Zorak yang mendengarkan dengan penuh minat, bertanya, "Apakah ada ancaman lain selain badai di permukaan?"

Safir mengangguk. "Ya, ada banyak predator besar di lautan, serta beberapa zona berbahaya yang penuh dengan aktivitas vulkanik bawah laut. Namun, peradaban kami telah belajar bagaimana menghindari dan mengatasi bahaya tersebut."

Violet terpesona oleh cerita Safir. "Apakah mungkin untuk melihat peradaban bawah laut itu? Aku ingin belajar lebih banyak dan mungkin menemukan cara untuk membantu penduduk planet ini."

Safir tampak ragu sejenak, lalu berkata, "Itu mungkin, tetapi sangat berbahaya bagi makhluk yang tidak terbiasa dengan tekanan dan kondisi bawah laut. Namun, aku bisa membantu kalian menemukan cara untuk melakukannya dengan aman. Lagi pula, kalian telah menyelamatkan nyawaku."

Violet dan Zorak saling pandang. "Kami akan sangat menghargai bantuannya," kata Violet dengan penuh semangat. "Kami ingin memahami planet ini lebih baik dan mungkin bekerja sama untuk membuatnya lebih baik."

Violet mengingat tentang mineral langka yang ia bawa, yang telah menyebabkan perubahan drastis pada dirinya. Ia memutuskan untuk menanyakan hal tersebut kepada Safir.

"Safir, aku punya satu pertanyaan lagi," kata Violet sambil mengeluarkan sedikit mineral dari kantungnya. "Apakah kamu tahu sesuatu tentang mineral ini?"

Safir memeriksa mineral itu dengan cermat, tetapi kemudian menggelengkan kepalanya. "Maaf, Violet, aku tidak mengenali mineral ini. Aku hanya rakyat biasa dan tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang benda-benda semacam ini."

Violet tampak kecewa, tetapi Safir melanjutkan, "Namun, ada bangsawan duyung di kerajaan kami yang telah melakukan banyak penelitian. Mereka mungkin tahu lebih banyak tentang mineral ini. Masalahnya, mendekati mereka sangat berbahaya, terutama bagi seseorang dari luar planet. Mereka mungkin menganggap kalian sebagai ancaman atau bahkan sebagai objek penelitian."

Zorak menggeram pelan, menunjukkan ketidaksenangannya dengan kemungkinan itu. "Jadi, apa yang bisa kita lakukan?" tanyanya dengan nada tegas.

"Sudahlah Zorak aku akan menelitinya sendiri dan resiko jika kita pergi ke peradaban itu sangat besar. Kita akan memiliki dan menjelajah di permukaan terlebih dahulu." timpal Violet.

Safir tampak sudah cukup pulih setelah pertolongan medis dari Violet. Dia memutuskan untuk kembali ke rumahnya di kedalaman laut, seraya mereka melanjutkan percakapan di tepi pantai yang masih dibasahi hujan.

"Saya harus kembali sekarang," kata Safir, menatap badai air yang bergemuruh di kejauhan. "Itu akan membawa saya kembali ke kedalaman laut."

Violet mengerutkan kening, khawatir. "Apakah itu aman? Badai ini sangat kuat, dan ombaknya begitu besar."

Safir tersenyum menenangkan. "Jangan khawatir, Violet. Saya sudah terbiasa dengan badai dan semua kondisi ekstrem di planet ini. Ini adalah bagian dari hidup kami di Planet Biru."

Violet masih tampak ragu, tetapi Zorak menyentuh bahunya dengan ekornya, memberinya dorongan untuk mempercayai kata-kata Safir.

"Terima kasih banyak atas pertolongan kalian," lanjut Safir. "Jika ada kesempatan, saya akan mencari informasi tentang mineral itu untuk kalian. Tetapi untuk sekarang, saya harus pergi."

Violet menarik napas dalam, mencoba menenangkan dirinya. "Baiklah, Safir. Berhati-hatilah. Kami akan tetap di sini dan mencoba mencari cara untuk berhubungan dengan bangsawan duyung."

Safir mengangguk dan kemudian melangkah ke arah badai air yang mengamuk. Ombak besar menyambutnya, dan dia dengan cepat diseret ke dalam arus yang kuat. Violet dan Zorak menyaksikan dengan hati-hati, melihat bagaimana Safir bergerak dengan lincah di tengah badai, menunjukkan kemahirannya dalam menghadapi elemen-elemen alam yang ganas.

Dengan satu lambaian terakhir, Safir hilang di dalam badai, kembali ke kedalaman laut yang menjadi rumahnya. Violet merasa lega melihat betapa tenangnya Safir menghadapi situasi itu, meskipun hatinya masih dipenuhi kekhawatiran.

"Dia akan baik-baik saja," kata Zorak, mencoba meyakinkan Violet.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!