NovelToon NovelToon
Air Mata PernikahanKu

Air Mata PernikahanKu

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Beda Usia / CEO / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Angst / Tamat
Popularitas:416.4k
Nilai: 4.2
Nama Author: Haasaanaa

Dista Keinadira, harus menelan rasa pahit kala Pamannya menjadikan sebagai alat penebus hutang. Kepada sosok pria lajang tua kaya raya yang memiliki sifat dingin dan sulit ditebak yaitu, Lingga Maheswara.



Pernikahan yang hanya dianggap nyata oleh Dista itu selalu menjadi bumerang dalam rumah tangga mereka. Lingga selalu berbuat kasar kepada Dista yang selalu saja mengharapkan cinta darinya.



•••••
"Satu ucapan cintaku akan setara dengan derasnya air mata yang akan kau keluarkan, Istriku.." Kata Lingga disela isak tangis menyakitkan Dista.



∆∆∆
Halo, jangan lupa follow dan dukung selalu🙃

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haasaanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AMP~BAB 5

Wajah tegas nan angkuh itu menatapnya intens tanpa kedip sedikitpun. Bukan karna ada rasa kagum karna posisi Dista sekarang, melainkan sedang berpikir yang mungkin saja akan membuat hidup Dista menderita sebentar lagi. Dista menunduk menatap lantai dengan tangan menegang kuat handuk yang melilit handuknya. 

Dista tersentak kaget kala melihat kaki Lingga sudah berada tepat dibawahnya, bisa dikatakan pria itu sudah melangkah maju. Dista berusaha untuk kuat dan tegar, kembali mendongakkan wajahnya hingga saling tatap kepada Lingga yang selalu saja menatapnya datar. 

“Tubuhmu bagus, sekalipun kau tutupi dengan baju ribet itu.. Tapi, memang bentuk tubuhmu bagus.” Kata Lingga. Jujur, Dista tidak tahu apakah itu pujian atau bahkan sekedar kata-kata saja dari Lingga. 

Dista berusaha tersenyum tipis, mengingat tubuhnya dipuji oleh sang suami. Maka bisa dipastikan akan ada pahala dari hal itu, Dista berusaha berpikir positif. “Terimakasih, Tuan..” Ucap nya. 

Lingga mengernyitkan dahi karna bingung melihat ekspresi Dista yang baru kali ini tersenyum sekalipun itu sangat tipis kepadanya. “Aku mau pergi, jangan turun sampai besok pagi.” Perintah Lingga yang kini sudah sibuk memainkan helai rambut Dista. 

“Bahkan ini masih sore, Tuan. Aku mau apa di kamar ini?” 

“Apa aku pernah perduli dengan aktivitas mu?” Tanya Lingga balik, ia menarik helai rambut Dista yang sengaja ia lilitkan tadi di jari telunjuknya. Sudah pasti Dista kesakitan, ia berusaha melepaskan diri. 

“Maaf, Tuan.. Baiklah, aku akan tetap berada dikamar.” Dista berusaha mengalah dan mengikuti saja kemauan dari Lingga. Barulah Lingga melepaskan Dista, ia berlalu pergi begitu saja. 

Kepergian Lingga membuat Dista cepat cepat berganti pakaian, memakai hijabnya kembali lalu keluar dari ruang ganti. Kala Dista melangkah menuju nakas yang berada di dekat kasur, ia melihat ada sesuatu yang jatuh didekat sofa. 

Dista berjongkok untuk mengambil benda apa itu, kala benda itu ditangan Dista terkejut setengah mati. Ia melempar benda itu begitu saja, karna takut dan intinya terkejut seakan tidak percaya. 

“Kau lihat benda yang jatuh?” Tanya Lingga secara tiba-tiba membuat Dista lebih terkejut lagi. 

Dista langsung bangkit tidak lupa sambil mengambil benda yang tidak sengaja ia lemparkan tadi. “Ini, Tuan.. Hem, maaf.. Kenapa kau membawa benda seperti itu?” Tanya Dista penuh hati-hati. 

Lingga mengambil benda itu dari tangan Dista, benda itu adalah pengaman yang selalu Lingga butuhkan saat sedang bermain dengan para wanita malam. 

“Seks, aku suka melakukan hal seperti itu,” Jawab Lingga tanpa beban sedikitpun. 

Sungguh sakit hati Dista mendengarnya, malam pertama yang seharusnya dilakukan penuh cinta malah justru Dista mendengar suaminya melakukan seks dengan wanita lain. 

“Itu tidak baik, Tuan.. Kau sudah ada aku, lebih tepatnya aku ini istrimu.. Segala gairah yang kau rasakan_”

“Aku tidak nafsu kepadamu, kau jelek dan berpenampilan buruk. Lebih tepatnya miskin, aku tidak suka!” Potong Dista dengan nada ketus yang berhasil membuat hati Dista tersentak. 

“Baiklah, sekalipun seperti itu.. Aku adalah istrimu, setidaknya hargai__aaaaarrrrgggghhh!” Tiba-tiba saja Lingga mendaratkan cekikan dileher jenjang Dista. Sangat kuat, bahkan seperti merenggut semua aliran napas Dista. 

“Le-lepaskan a-akuku, Tuan..” Terbata-bata Dista meminta ampun kepada Lingga. Sungguh sakit rasanya, tapi yang ada Lingga malah mencengkram leher Dista dengan sangat kuat. Membuat Dista sampai terbatuk batuk bahkan wajahnya sampai pucat. 

Lingga menghempaskan tubuh Dista hingga terjatuh diatas sofa. Dista tersenggal senggal, napasnya seakan sesak. Air mata jatuh sudah, ia menangis tanpa suara. Dista memberanikan diri menatap ke arah Lingga, terlihat pria itu menatapnya sangat tajam. 

“Kau membuat ku marah, Dista.. Sudah ku katakan, kau hanya mainan untukku. Jangan sesekali kau mengikuti campurkan semua urusan ku!” Sentak Lingga hingga suara itu menggelegar di seluruh kamar. 

Tubuh Dista bergetar karna rasa takut, ia meminta ampun kepada Lingga yang sudah terpancing amarah. Tapi, yang ada Lingga malah menarik tangan Dista hingga kini wanita itu berada tepat di hadapan Lingga. 

“Cuih!” Lingga meludahi wajah Dista, lalu melemparkan tubuh Dista hingga jatuh diatas lantai. 

“Sekali lagi kau bertingkah seolah memang seperti istriku, maka aku tidak segan-segan membuat hidupmu lebih menderita lagi!” Ancam Lingga yang langsung diangguki Dista dengan air mata yang berlinang deras. 

Lingga melangkah pelan-pelan membuat Dista mengesot mundur karna takut dengan tatapan Lingga kali ini. Terus saja seperti itu hingga tangan Dista berada tepat dibawah kaki Lingga. Dista menangis pun seperti nya Lingga tidak akan berhenti untuk menyakitinya. Yang ada Lingga malah lebih menyakitinya, Dista tidak tahu dosa apa yang telah ia lakukan.. Hingga Lingga bisa berbuat seperti ini kepada kehidupannya. 

“Awwwwwsssss!” Rintih Dista kala tangannya diinjak oleh Lingga. Bahkan sengaja Lingga lebih lama berdiri disana, Dista menangis sambil berusaha menahan rasa sakit yang teramat. Ia mendongak menatap kearah Lingga yang tersenyum sinis kepadanya. 

“Sakit.. Sakit, Tuan..” Rintih Dista terus menerus, hingga kini Lingga melepaskan tangan Dista yang ia injak. Tangan Dista sampai bergetar, ia menangis sesenggukan tanpa suara kali ini. 

Lingga terus menatap Dista yang tidak berdaya itu, bukan karna merasa bersalah tapi karna puas sudah membuat kehidupan Dista penuh dengan air mata. Barulah Lingga puas karna sudah berhasil memberikan pelajaran kepada sosok istri yang ia anggap sebagai mainan itu. Ia pun berlalu pergi dengan tidak lupa pula mengunci pintu, kemungkinan malam ini Dista akan kembali berperang dengan rasa lapar. 

Dista mengeluarkan suara tangisnya dengan sangat kencang, ia menatap tangannya yang terluka karna diinjak Lingga tadi. Mengelus Lehernya yang sakit, Dista tidak menyangka akan seperti ini Lingga memperlakukan nya. 

“Tuhan, aku tidak tahu hal apa yang membuatMu memberikan cobaan seperti ini kepadaku.. Bukankah selama ini aku tidak pernah berbuat jahat kepada orang? Lalu, kenapa semua orang selalu berprilaku tidak baik kepadaku..” Lirih Dista disela isak tangis menyedihkan yang ia rasakan. 

Panggilan sholat terdengar di telinga Dista, dengan tertatih-tatih ia berjalan menuju bathroom untuk mengambil air wudhu. Sekalipun Dista selalu saja merasakan kehidupan pahit, ia tidak pernah menyalahkan Sang Maha Penguasa. Segala takdir baik dan buruk selalu Dista terima dengan sangat baik. 

Selesai berwudhu Dista membentangkan sajadah, lalu memakai mukena yang ia bawa dari rumah kemarin. Melakukan sholat dengan air mata yang tidak bisa ia tahan untuk tidak mengalir. Dista berusaha tetap kuat dan menahan semua air mata sampai masa sholat berakhir. 

~

Dimasa berdoa tangan Dista mengadah keatas, ia hanya diam menatap tangannya sendiri. Terlihat terluka yang mana dilakukan oleh suaminya sendiri, hingga Dista menangis sesenggukan karna itu. Dista tidak berdoa apapun, tidak berbicara apapun. Hanya diam dengan isak tangis yang hanya Tuhan yang tahu seperti apa sakit yang ia rasakan. 

“Aamiin..” Dista langsung merebahkan dirinya diatas sajadah, ia menangis tanpa suara diatas sana. Tempat ternyaman satu-satunya bagi Dista, tidak ada tempat yang lebih nyaman yang ia punya lagi. Dista terus menangis sesenggukan hingga akhirnya ia puas dengan rasa sakit yang telah dipuaskan. 

1
Anonim
Thour tolong jgn di rendahkan kali martabat wanita, gk ada wanita yg sanggup di hina kata gitu, sholeha seorang wanita gk harus di injak2 harga dirinya biar. Disebut sholeha😡😡😡😡😭😭😭😭😭😭
Anonim
Dista otanya gk ada udh begitu di hina di rendahkan udah dianggap seperyi binatsng madih mikir pamannya gooooooobloooooooook
Anonim
Nikmati penderitaan mu dista
Anonim
Udh di jual gk di hargai di rendahkan di buang masih aja peduli sama kel
Pamannya wkwkkwkw luar binasa bukan luar biasa lagi di luar akal udh sifatnya apa orang begini calon penghuninsurga wkwkkwkw gk jamin juga jmaaf ya agak gk bisa nerima
Anonim
Wekwkkw pasti dlm hati dista suamiku lagi kesal
Wkwkwkkwkw wanita goblok gk tau apa yg pantas di sebut gk bisa menghargai diri sendiri
Anonim
Dista menikmati setiap
Penderitaannya dgn dalih mencari pahala , wkwkkwkw pahala itu bukan hanya dgn melayani suami yg biadab yg ada mati, sholeha yg keliru 🥶
Anonim
Lama2 jijik dan muak liat sifat dista, gk ada manusia yg kaya gini, tapi ya sudah lah nsmanya juga cerita 😂
Anonim
Mungkin ini yg bikin vanua gk mau sama lingga, kaya harta tapi miskin jiwa dan gk ada akhlaknya sombong , angkung kejam
Anonim
Dista bodoh merusak mentalnya sendiri, mengangumi iblis berwujud manusia, istri yg berbakti juga gk begitu melihat suami berzina dpn mata tapi tetap kagum🥶
Anonim
Dista gk usah banyak tanya, lakukan aja tugas nya sebagai istri lakukan pekerjaan yg di perintahkan, karena suaminya iblis manusia2 yg ada di sekitarnya juga iblis, jaga mentanya aja jaga kesehatannya semoga semua cepat kelar dia bisa hidup bahagia, berdoa minta sama yg kuasa udah
Yusran Lacon
ceritax udah bagus...cuman endingx gak seru
Abd Kadir Taha
jangan terhipnotis dengan kata"nya!
Abd Kadir Taha
bawa dista pergi bersamamu malik!
Abd Kadir Taha
semoga malik yang memberikan kebahagiaan itu!
Heny
Dista sm malik aja thor
Heny
Smg vania bisa menolong dista
Heny
Suami durjana gk punya hati
Heny
Terlalu sombong
Rohana Nana
lawan suami kejammu distaaaa..
#ayu.kurniaa_
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!