NovelToon NovelToon
My Secret Wife

My Secret Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat / Perjodohan
Popularitas:79.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Almaira

Persahabatan dua generasi.

Antara seorang pemuda dengan seorang kakek tua pensiunan pegawai negeri.

Lucunya, sang kakek tidak mengetahui bahwa sahabatnya sebenarnya seorang CEO dari perusahaan terkenal.

Persahabatan yang telah terjalin beberapa tahu itu sangat terjalin erat hingga akhirnya, di penghujung akhir hayatnya, sang kakek meminta sahabatnya untuk menikahi cucu satu satunya.

Akankah sang CEO akan menuruti permintaan sahabatnya untuk menikahi cucunya yang ternyata adalah sekretaris yang bekerja dengannya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terjebak..?

"Apa yang kamu lakukan disini..?" Tanya Asha heran.

"Kak Rangga sudah datang.." Jessica berdiri menyambut Rangga yang tiba-tiba muncul tanpa sepengetahuan mereka.

Asha yang mendengar melihat Jessica dengan heran.

"Maaf Asha kami sudah janjian akan bertemu disini..Tidak apa apa kan..?"

"Silahkan duduk kak.." Jessica meminta Rangga untuk duduk.

Rangga berjalan menghampiri kursi di depannya.

Asha terlihat tidak nyaman dengan kedatangan Rangga, terlebih dia takut Rangga sudah mendengar semua ceritanya tadi.

"Maaf.. aku tidak sengaja mendengar semua ceritamu.." Rangga melihat Asha.

Asha tersentak.

"Tapi ada satu hal yang tidak kamu ceritakan kepada mereka..pertunanganmu.." Rangga menunjuk cincin Asha.

Jessica dan Diana Sontan melihat cincin di jari manis Asha.

Diana menarik tangan sahabatnya.

"Tunangan..?" Diana melihat cincin yang melekat di jari manis Asha.

Asha segera menarik tangannya, menutupi cincin itu dengan segera dengan tangan satunya.

Diana dan Jessica melihat Asha heran.

"Kenapa kamu tidak menceritakannya kepada mereka..?" Tanya Rangga lagi.

Asha tidak bisa menjawab, dia terlihat bingung dan salah tingkah apalagi ketika melihat kedua sahabatnya melihatnya dengan tatapan heran.

"Asha..apa yang sebenarnya terjadi..?" Jessica memegang tangan Asha.

"Ceritakan semuanya, jangan ada yang kamu tutupi.."

Asha menggelengkan kepalanya.

"Tidak ada apa-apa.."

"Lalu cincin itu..?" Diana menunjuk cincin Asha.

"Ini hanya cincin biasa saja.." Jawab Asha gelagapan.

"Sudahlah Asha, aku tahu pertunangan kamu itu bohong.."

"Tapi setelah aku mendengar ceritamu tadi, kini aku bisa menarik kesimpulan.."

"Kamu sedang terjebak oleh orang yang telah menolongmu membayar hutang.." Rangga melihat Asha tajam.

"Kamu harus bertunangan atau bahkan menikah dengannya karena orang itu telah membantumu melunasi hutangmu.."

"Bukan seperti itu.." Jawab Asha cepat.

"Ceritanya tidak seperti itu.."

Rangga masih melihat Asha tajam.

"Kalau begitu katakan siapa yang sudah membantumu membayar hutangmu.."

Asha menggelengkan kepalanya.

"Aku tidak bisa mengatakannya.."

"Maaf teman teman, aku memang sudah bertunangan, tapi aku belum bisa mengatakan kepada kalian siapa lelaki itu.."

"Kenapa..?" Tanya Jessica penasaran.

Asha gelagapan.

"Karena..itu karena kami masih ingin merahasiakannya.."

"Ada yang aneh disini.." Diana melihat Asha.

"Sangat aneh malah.." Tambah Jessica melihat Asha tajam.

"Apa yang dikatakan kak Rangga benar, bisa jadi kamu sedang terjebak Asha.."

Asha menggelengkan kepalanya cepat.

"Kalian salah.." Asha langsung menundukkan kepalanya, berpikir seandainya mereka tahu kalau yang sebenarnya terjadi adalah dirinya dan kakeknya lah yang telah menjebak orang lain, menjebak Devan yang terpaksa harus menikahinya dan membayar semua hutangnya sehingga sekarang mereka harus mengalami situasi sulit seperti ini.

"Asha aku akan membebaskanmu dari orang itu, katakan siapa dia dan aku akan melunasi hutangmu kepadanya sehingga kamu terbebas.." Rangga melihat Asha iba.

Asha masih menundukkan kepalanya.

"Aku mencintaimu Asha, sudah berapa kali aku mengatakannya padamu.."

"Aku tidak akan tinggal diam melihatmu seperti ini.."

Jessica memegang tangan Asha.

"Biarkan kami semua membantumu, ceritakanlah semuanya.." Pinta Jessica.

"Sudah kukatakan, semuanya tidak seperti yang kalian pikirkan.." Asha melihat ketiganya satu persatu.

"Aku baik baik saja dengan tunanganku.."

"Aku bahkan mencintainya.." Asha melihat Rangga.

"Aku sangat mencintai tunanganku.."

"Jadi..maaf kak Rangga, aku mohon jangan mencoba untuk mendekatiku lagi.."

"Maaf Asha, aku akan terus mencoba untuk mendapatkanmu, bahkan setelah sekarang aku mengetahui yang sebenarnya..aku semakin ingin memilikimu.."

"Aku mendukung Kak Rangga.." Diana melihat Asha.

"Aku juga.." Jessi mengikuti..

***

Devan bangun menjelang siang, karena hampir semalaman dia tidak bisa tidur sama sekali, banyak hal yang dipikirkannya, memikirkan Asha, ibunya juga Angel.

"Sayang bangun.." Angel yang baru saja datang menarik selimut Devan.

Devan yang kaget karena melihat Angel telah berada di kamarnya langsung membuka matanya.

"Sayang bangun..apa kamu lupa hari ini kita harus bertemu dengan pihak Wedding organizer..?"

Devan beranjak dari tidurnya, duduk sejenak di tepi tempat tidur, mengusap wajahnya perlahan sembari mengumpulkan kesadarannya kemudian melirik Angel yang duduk di sebelahnya dengan senyum manjanya.

"Apa kamu begadang semalam..?"

"Tidak biasanya kamu bangun siang.."

"Tidak.." Jawab Devan sambil beranjak dari duduknya, berjalan mendekati kamar mandi dan masuk kedalamnya.

Di dalam kamar mandi, Devan berdiri di depan kaca besar di depannya, melihat pantulan dirinya sendiri.

"Hari ini aku harus mengatakannya kepada Angel.."

"Semakin cepat semakin baik.."

Devan membasuh wajahnya di wastafel.

---

Angel baru saja masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan berisi makanan, tak lama Devan keluar dari dalam kamar mandi sambil menggosok kepalanya dengan handuk untuk mengeringkan rambutnya.

"Sayang makan dulu.."

Devan menghampiri Angel yang duduk di atas sofa, melihat nampan yang berisi banyak makanan.

"Cepat, makanlah..hari ini kita akan sibuk sekali, selain kita ada janji bertemu dengan WO, kita juga harus menemui desainer juga menemui pihak hotel .."

Devan melihat Angel yang duduk di sampingnya.

"Ada yang ingin aku katakan pada kamu.."

"Oh ya..apa itu..?" Angel menatap mesra Devan.

"Apapun yang akan aku katakan nanti, aku harap kamu menerimanya.."

"Apa..?" Angel semakin penasaran.

Devan melihat Angel lekat.

"Angel..aku rasa pernikahan kita tidak mungkin dilaksanakan.."

Angel mengerutkan keningnya.

"Kenapa.. bukankah kesehatan ibu kamu sudah membaik sekarang..?"

"Ini bukan karena ibu.."

"Terus..?" Tanya Angel heran.

"Karena aku mencintai wanita lain.."

1
Bibit Sumber berkat
kangen sma babang devan sma asha... apakabar nando
Rhee Ea Arifthyanie
aaaaaaaaa..... akhirnya ketemu juga, aku cari " novel ini tapi lupa, akhirnya sekarang ketemu dan bisa baca lagi
Widi Safitri
Luar biasa
Her Niati
Biasa
Her Niati
Kecewa
Linda Febri
Luar biasa
Murni Binti sulaiman
luar biasa
Murni Binti sulaiman
Kecewa
Ferrita Dudiana
Luar biasa
aryuu
disini kok aku doain ibunya Devan meninggal 🤭
Ray Siddiq
Bu Fenny ini manipulatif gak sih?
Rachma Aziman
Luar biasa
Rachma Aziman
Lumayan
Herry Hermanto
Luar biasa
Ayani Lombok
ternyata aku dulu pernah baca crita ini tpi lamaaaa sekali lupa entah kpan
Delly Octavian
alur cerita yang lumayan indah
destiana
Luar biasa
Ratu Sakinah
Kamu org Baik Rangga..👍🏻
Ratu Sakinah
TDK pernah bosan utk mengulang bacaan ini..👍🏻😘😘
•Ika Desi•: betul banget
total 1 replies
pitono bpn
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!