NovelToon NovelToon
Pernikahan Kontrak Jeff Dan Jenn

Pernikahan Kontrak Jeff Dan Jenn

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:634.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nofiya Hayati

Jenny adalah gadis cantik, mandiri dan pemberani. Setelah Papanya meninggal karena menolong seorang pemuda yang tidak dia ketahui, dia harus bekerja keras untuk melanjutkan sekolahnya.

Jeffrey cowok tampan namun selalu memasang muka jutek dan bersikap dingin. Terlahir dari keluarga kaya membuat dia bersikap arogan dan semena - mena.

Suatu hari, peristiwa memalukan memberikan kesan buruk bagi Jenny dan Jeffrey ketika mereka bertemu untuk pertama kalinya di dalam sebuah bus kota. Sehingga membuat mereka saling benci.

Rasa saling benci mereka terus berlanjut ketika tanpa sengaja kedua anak manusia yang bagaikan anjing dan kucing itu masuk ke dalam satu fakultas dan kelas yang sama.

Hingga suatu hari, keduanya harus terjerat dalam ikatan pernikahan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Apakah rasa benci mereka akan terus bertahan ataukah rasa benci berubah jadi cinta?

Mari disimak yuk🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nofiya Hayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengobati Luka

Jeffrey sedang mengamati Jenny yang sedang sibuk membersihkan dapur. Pria berstatus suami muda tersebut melihat ada yang salah dengan cara jalan gadis yang berstatus istrinya tersebut.

"Woi! Kucing kumuh, penampilanmu itu sudah aneh, jangan kau perparah lagi dengan cara jalanmu yang seperti berat sebelah itu," ejek Jeffrey.

Jenny langsung melempar tatapan sinis ke Jeffrey seraya mendesis.

"Aku sangat berharap lidahmu menderita encok karena sering mengejekku," sungut Jenny merasa kesal.

"Lututku terluka karena habis terjatuh saat membersihkan jendela apartemen. Terus belum lagi ketika mengepel kakiku harus bersimpu di lantai setiap hari, itu membuat lukaku juga tak kian sembuh," papar Jenny dengan nada ketusnya kemudian dia mendudukkan dirinya pada kursi meja makan seraya menselonjorkan kakinya untuk mengecek luka gores yang tampak belum mengering pada lututnya dengan tatapan iba.

"Dasar ceroboh!" ledek Jeffrey seraya mengambil kotak P3K yang terletak di rak gantung sebelah kulkas kemudian meletakkannya di atas meja depan Jenny.

"Aku yakin, dilihat dari lukamu itu kau tidak mengobatinya dengan benar, atau kau bahkan belum mengobatinya," terka Jeffrey sangat yakin.

"Aku hanya membersihkannya dengan air," balas Jenny seraya mengambil cotton bud dan membubuhinya dengan obat merah kemudian menyapunya kepada bagian lutut yang terluka dengan asal.

"Hei! Kucing kumuh! Apa kau tidak tahu sama sekali cara menggunakan obat luka yang benar? Dasar gadis bodoh!" hardik Jeffrey yang tidak tahan melihat cara jenny mengobati lukanya sembarangan.

"Ck! Kenapa kau hobi sekali menghardikku," cebik Jenny.

"Kau harus membersihkan lukamu dulu dengan cairan saline baru mengolesinya dengan obat merah," jelas Jeffrey seraya mengambil alih obat merah dari tangan Jenny.

Jeffrey merendahkan posisi tubuhnya dengan berjongkok agar mempermudahnya dalam mengobati luka kecil pada lutut Jenny. Dengan cekatan dia membersihkan luka itu dengan cairan saline lalu menyapunya dengan obat merah dan di akhiri dengan menutup luka tersebut dengan plester luka.

"Wah, ternyata kau sangat lihai dalam mengobati luka, terimakasih ya," puji Jenny dengan senyuman mengembang sempurna.

Jeffrey beranjak dari simpuannya di depan Jenny dengan muka dinginnya.

"Itu karena kau saja yang bodoh," ledek Jeffrey.

"Dasar beruang kutub menyebalkan! Setidaknya aku sudah berterima kasih dan memujimu. Masih saja meledekku," sungut Jenny.

"Kau harus rajin mengganti plester lukamu setiap hari agar lukamu cepat mengering. Aku tidak ingin mati di tangan Mommyku jika dia tahu kau terluka. Aku heran, kenapa kau begitu spesial bagi Mommyku," celoteh Jeffrey yang kesal di kala mengingat sikap sang Mommy yang seperti lebih menyayangi Jenny.

"Ini sudah malam, aku sangat lelah, badanku juga terasa sakit semua," potong Jenny seraya merapikan kotak P3K dan mengembalikannya ke tempat semula.

Jenny memutar tubuhnya ke arah Jeffrey yang masih berdiri di dekat meja.

"Meskipun kau sangat menyebalkan, tapi untuk hari ini aku sangat berterimakasih dengan tulus karena sudah memperbaiki tugas kuliahku dan telah mengobati lukaku. Asal kau tahu, ketika kau mengobati lukaku, kau mengingatkanku kepada mendiang Papaku," ucap Jenny yang mengulas sedikit senyum di sela kesenduannya.

"Kau adalah pria kedua yang pernah mengobati lukaku setelah Papaku," sambung Jenny lagi sebelum akhirnya meninggalkan Jeffrey yang telah dibuatnya terpaku dengan lisan dan sorot matanya yang bagi Jeffrey memberi kesan tersendiri.

Malam sudah berganti pagi. Jenny tampak sibuk menyiapkan menu sarapan di dapur. Pagi ini terasa sedikit berbeda bagi gadis blonde tersebut.

Biasanya di waktu Jenny menyiapkan sarapan, Jeffrey pasti masih mendekam di sarangnya, kalau telurnya belum menetas dia tidak akan beranjak dari ranjangnya. Bahkan pria tampan itu belum pernah menyentuh makanan yang sudah dibuat Jenny sekalipun sebelumnya.

Akan tetapi kali ini tampaknya matahari sudah tidak lagi terbit dari ujung timur melainkan dari ujung barat. Melihat Jeffrey sedang duduk di meja makan seraya menunggu sarapan buatan Jenny matang, membuat gadis yang sedang berkutat dengan alat dapurnya tampak beberapa kali melirik ke arah Jeffrey dengan perasaan terheran-heran.

"Aneh, apakah lubang anusnya sedang buntu?" gumam Jenny yang merasa ada yang beda dengan sikap Jeffrey.

Selang tidak lama, dua porsi kacang merah yang dimasak bersama saus, bawang, dan mentega serta dua porsi omelet telur yang dicampur dengan keju dan sayuran sudah matang. Pagi ini Jenny masih memasak menggunakan bahan-bahan yang tersisa karena dia baru akan belanja setelah menyantap sarapan pagi.

"Ini untukmu, semoga kau suka," ucap Jenny ragu, dengan menatap dan menyelidik gelagat Jeffrey yang menurutnya berbeda pagi ini.

"Aku tahu kalau wajahku ini sangat tampan sehingga membuat mata jelalatanmu itu tidak bisa lepas dariku," celetuk Jeffrey narsis tanpa melihat ke arah Jenny.

"Ha-ha, kau membuatku terkejut dengan perkataanmu itu," Jenny tertawa syok.

"Aku hanya merasa pagi ini kau aneh saja. Aku akui kau memang tampan, tapi kau itu sangat sangat sangat menyebalkan," cerocos Jenny lagi kemudian ikut mendudukkan dirinya di kursi meja makan dan mulai menyantap sarapan paginya.

Suara bel pintu mengalihkan perhatian sepasang suami istri muda yang sedang menyantap makanannya tersebut. Jenny beranjak dari duduknya berniat membukakan pintu.

"Tunggu dulu! Kau harus cek dulu siapa orang yang berada di luar pintu," ucap Jeffrey memberi saran.

"Memang kenapa?" tanya Jenny polos.

"Apa kau amnesia atau hanya pura-pura amnesia? Bagaimana kalau yang datang itu teman-temanku atau Veronica? Mereka bisa tahu tentang hubungan kita," tutur Jeffrey.

"Oiya, aku tidak berpikir sampai ke situ?" timpal Jenny seraya menepuk jidatnya.

"Tenang saja, aku akan melihatnya dulu melalui Security Door Camera," sambung Jenny kemudian membawa dirinya ke depan pintu.

"Mommy? Ternyata Mommy Briana yang datang," seru Jenny kepada Jeffrey lalu membukakan pintu untuk tamu di balik pintu.

"Halo kesayangan Mommy," sapa Briana dengan senyum merekah dan memeluk tubuh kecil Jenny dan Jenny pun membalasnya.

"Mommy, ini masih terlalu pagi tapi kau sudah sampai sini," celetuk Jeffrey yang muncul dari belakang Jenny.

Briana seketika memasang muka sebal. "Kau seharusnya menyambut kedatangan Mommy dengan senang," sewot Briana yang mulai menjejakkan kakinya ke dalam apartemen dan diikuti Jeffrey dan Jenny.

"Mommy sudah sarapan belum? Kebetulan kami sedang menyantap makan pagi dan Jenny akan sangat senang jika Mommy ikut bergabung," Jenny berkata dengan antusias.

"Tidak sayang, karena Mommy sudah sarapan sebelum tiba di sini," tolak Briana halus.

"Mommy ada perlu apa datang kemari?" tanya Jeffrey yang ternyata sudah melanjutkan kembali menyantap sarapannya.

"Hih! Jenny apakah kau juga tidak merasakan kalau suamimu ini sangat menyebalkan?" cebik Briana mencari pembelaan dari Jenny.

Jenny hanya tersenyum kikuk menanggapi perkataan sang mertua. Sedangkan Jeffrey tampak cuek. Ingin sekali Jenny meng-iyakan pertanyaan Briana dengan sangat lantang.

"Mommy datang jauh-jauh dari London ke Cambridge karena sangat merindukan kalian berdua. Dan Mommy juga ada janji bertemu Emy dan Addy setelah ini," tutur Briana yang berhasil membuat Jenny penasaran dan tentu saja Briana menyadari mimik muka ingin tahu menantu kesayangannya tersebut.

"Mommy berencana untuk membuka bisnis restauran, dan Mommy ingin Emy dan Addy mengelolanya sayang, menurutku itu lebih baik dari pada pekerjaan mereka saat ini," papar Briana yang seketika membuat Jenny memeluk tubuh Briana dengan perasaan haru.

"Terimakasih Mom," cuma itu yang bisa dikatakan Jenny saat ini. Rasa senang dan syukur begitu menyelimuti hatinya saat ini. Membayangkan kedua orangtua akan mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik membuat gadis blonde itu merasa lega.

"Mommy Briana sudah sangat baik selama ini, aku takut dia akan sangat kecewa jika mengetahui aku dan Jeffrey akan bercerai setelah lulus kuliah. Maafkan Jenny Mom," kesah Jenny di dalam hati.

"Sama-sama sayang, oya kamu cepat habiskan sarapanmu lalu kita akan pergi berbelanja,"

"Baik Mom, kebetulan Jenny juga berencana untuk membeli bahan-bahan dapur yang hampir habis setelah ini," balas Jenny.

Sedangkan Jeffrey hanya diam mengamati dan mendengarkan percakapan kedua mertua dan menantu tersebut. Seakan keberadaannya di sana dilupakan.

Beberapa saat kemudian, Briana dan Jenny sudah berada di sebuah supermarket. Mereka tampak asyik memilih bahan-bahan makanan yang akan memenuhi kotak dingin tiga pintu di dapur apartemen. Setelah selesai berbelanja semua list kebutuhan rumah, kemudian Briana membawa Jenny ke salah satu pusat perbelanjaan pakaian.

"Sayang, gaun-gaun ini sangat cantik, mereka pasti akan sangat cocok jika dipasangkan ke tubuhmu," puji Briana yang tengah asyik memilih pakaian untuk Jenny.

"Iya Mom, mereka memang cantik-cantik. Tapi ini sudah terlalu banyak," saut Jenny yang tampak kesulitan membawa lebih dari 10 mini dress pilihan Briana.

"Apa kau tahu? Mommy selalu ingin tau bagaimana rasanya ketika membelikan pakaian cantik untuk anak perempuan. Kamu tahu sendiri kan, semua anak-anakku berjenis kelamin jantan," ucap Briana.

"Oya sayang, kamu jangan segan-segan meminta uang kepada suamimu untuk semua kebutuhanmu. Itu sudah menjadi tanggungjawabnya," tutur Briana kepada Jenny yang kini beralih ke stand pakaian dalam wanita.

"Baik Mom,"

"Mommy tahu kau pasti merasa tidak enak bukan untuk meminta uang kepadanya. Itu mungkin karena kau belum terbiasa. Lagian uang yang dia miliki sangat banyak meski dia terlihat tidak ada kerjaan," tutur Briana lagi seraya menjembreng CD yang hanya berupa lilitan tali dengan kain berbentuk segitiga mini di tengahnya.

"Uangnya sangat banyak itu pasti karena Mommy selalu mengirimi dia uang?" celoteh Jenny asal.

"Kamu salah sayang, uang yang dia miliki itu hasil dari dia belajar menanam investasi pada perusahaan keluarga, tapi masih di bawah naungan Daddy. Daddy akan membekukan pemasukkan uang pada kartu kreditnya jika si bocah tengil itu membuat ulah," jawab Briana seraya terkekeh geli. Sementara itu Jenny tampak terperangah karena mendengar ucapan sang Ibu mertua. Pasalnya selama ini Jeffrey terlihat tidak melakukan apa-apa. Pria itu bahkan terlihat lebih banyak bersenang-senang dan membuat onar. Begitulah yang ada di benak pikiran Jenny saat ini.

"Dan asal kau tahu, suamimu akan langsung bekerja pada perusahaan keluarga setelah beberapa bulan ke depan," papar Briana lagi. Yang di maksut beberapa bulan ke depan yaitu di saat Jeffrey lulus kuliah.

"Dia sungguh beruntung, karena tidak butuh usaha keras untuk mendapatkan pekerjaan bagus," ucap Jenny mengulas senyum tipis.

"No.., bukan begitu sayang. Daddy Darwin tidak pernah menerima sembarangan orang untuk perusahaannya. Meskipun itu kedua putranya sendiri, mereka tetap harus melewati beberapa tes potensi kemampuan bekerja terlebih dahulu untuk menentukan apakah mereka layak untuk bergabung menjadi anggota keluarga perusahaan atau tidak. Asal kamu tahu sayang, suamimu sudah belajar banyak tentang perusahaan keluarga dari kecil dan Daddy Darwin dapat melihat bakat hebatnya dalam menjalankan bisnis, maka dari itu Daddy sudah memikirkan posisi jabatan apa yang cocok untuknya," terang Briana lagi panjang kali lebar kali tinggi.

Jenny hanya menyaut setiap kalimat-kalimat Briana dengan ber-o ria dengan rasa terkagum-kagum dan tidak menyangka.

Tanpa kedua wanita itu sadari, dua pasang mata sedang mengamati dan menguping pembicaraan mereka diam-diam.

Bersambung~~

Maaf Nofi sudah 1 minggu migrain gak kelar-kelar. Jadi maaf sekali kalau ceritanya jadi radak ngawur😭🙏

...Untuk para Readers:...

...Tolong tinggalkan jejak like, coment, rate 5. Kalau ada rejeki lebih bolehlah kasih vote atau hadiah sebagai bentuk dukungan kepada Author. Terimakasih🥰...

1
Luzi
😍
Bhre Sandra
asyek asyek azew ...
Deni T Saputra
lanjutkan thor
Jaenah Susanti
mudah²an di pesta itu, detak jantung c jeffrey jd ga beraturan, krna ngeliat penampilan jenny yg berbeda alias cantik.
Senajudifa
kutukan cinta dan mr.playboy hadir
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Mamah Briana mencuri kesempatan di balik beban Jenny.
Tp tak apa karna itu semua demi kebaikan mereka Semua👍
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
klo Nikah pasti seru 👍
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Kasean juga ya nasib Ember dan gayungnya. Mereka sekarang larut terbawa arus sungai yg deras.
tp itu karma👍
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Suasana hati Jeffrey sdg buruk pasti efek liat Jenny ama Sean. Cembokur tuh. Tp Gengsi😆😆👍
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Benci jadi Cinta emang so sweet terasa.
dibandingkan Cinta jd benci.
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Cekcok mulu tp Cocok tau👍😆
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Untung tuh si cupu, klo beneran berhasil nyium😁
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Jeffrey Caper neh
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Sepp Jenny emang good. seru klo jd temen Jenny neh.
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Perdebatan mereka buatku ingin menyaksikan adanya cinta hadir di hati kedua insan tersebut.
Pasti banyak adegan malu² kucing.
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
genteng semua
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Wauu....keren semua tp sikap nya belum ku kenal jauh. jd blom bisa milih dukung siapa ya?...
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Putraku ?...maksudnya
penasaran buatku mo mandi jd batal
Senajudifa
kutukan cinta mampir...sdh kufavoritkan y
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Harus tetap jd menantu Briana walau Jenny menolak. ltu mauku harap Author mematuhinya.👍😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!