NovelToon NovelToon
Salah Buka Celana, Malah Dinikahi Komandan

Salah Buka Celana, Malah Dinikahi Komandan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta setelah menikah / Menikahi tentara
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mira K.

Cuma niat periksa batu ginjal, si komandan dingin malah "salah dibuka celananya" oleh dokter magang sok berani.
Satu kalimat "saya tanggung jawab", dan Keisha resmi jadi istri kontrak Sang Komandan Meriam—pewaris konglomerat Prawira yang paling ditakuti.

Perjanjiannya: tidak boleh saling sentuh.
Kenyataannya: komandan berhati es itu **tak pernah tahan semalam pun**.

"Katanya kontrak, Pak?"
"Kontraknya," bisiknya sambil menariknya mendekat, "mulai malam ini kita tulis ulang."

Yang mereka kira dokter miskin, ternyata putri konglomerat Wijaya yang hilang.
Yang dikira pernikahan palsu, ternyata jerat paling manis.
**Nyonya Meriam sudah pulang—dan sang serigala tak akan melepasnya lagi.**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mira K., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

Bab 33

Sahabat Sehari Lahir

Demam Keisha turun menjelang pagi.

Suhunya 37,2, ia bisa makan, tidak sesak, dan tidak lagi menggigil. Keisha tetap mengambil cuti sehari dari pekerjaan. Ia hanya datang sebentar ke RS Kartika untuk membatalkan sesi observasi, lalu berniat pulang dan tidur.

Deby sudah menunggunya di lobi dengan dua gelas minuman.

"Kamu pucat," katanya tanpa basa-basi. "Kopi dibatalkan. Ini teh hangat."

"Kita baru bertemu kemarin."

"Dan lahir di hari yang sama. Itu mempercepat hubungan setidaknya tiga bulan."

Keisha tertawa kecil. Tenggorokannya masih perih, tetapi energi Deby sulit ditolak.

Mereka pindah ke café dekat rumah sakit. Deby memilih kursi paling jauh dari pengeras suara, menyuruh Keisha duduk, lalu memesan sup ringan tanpa bertanya dua kali.

"Sekarang," katanya, "kita pastikan dulu."

Keduanya membuka identitas masing-masing hanya untuk saling melihat tanggal lahir, lalu segera menyimpannya kembali. Hari, bulan, dan tahun sama.

"Ini gila," kata Deby. "Kita seperti kembar yang tertukar."

Keisha tersenyum, tetapi sesuatu yang samar bergerak di dadanya. Tanggal lahir di dokumen adopsinya berasal dari catatan saat dirinya ditemukan. Anindita selalu merayakannya tanpa ragu, jadi Keisha tidak pernah mempertanyakan hari tersebut.

"Wajah kita tidak benar-benar sama," katanya.

"Tidak. Tapi ada sudut tertentu." Deby memiringkan kepala. "Mungkin karena sama-sama kurang tidur dan sedang ingin memukul seseorang."

Keisha menatapnya. "Kamu selalu bicara secepat ini?"

"Kalau sedang menahan diri, iya."

Untuk alasan yang tidak bisa dijelaskan, Keisha akhirnya bercerita.

Ia tidak menyebut detail tugas militer atau informasi pasien. Ia hanya menceritakan pernikahan kontrak, awal hubungan yang berubah menjadi nyata, mantan yang datang membawa anak, gosip Papa, jaket bernoda lipstik, dan suami yang terus berkata nanti.

Deby mendengarkan tanpa memotong sampai akhir. Kemudian ia meletakkan sendok.

"Pertama, jangan cuci jaketnya."

"Sudah saya simpan."

"Bagus. Kedua, jangan memutuskan dia selingkuh hanya dari rambut. Tapi jangan juga membiarkan dia memakai kata rahasia untuk menutup semua pertanyaan."

"Itu juga yang saya pikirkan."

"Ketiga, makan supmu. Kamu demam karena tubuhmu protes dijadikan ruang sidang."

Keisha mengaduk kuah. "Arya bersumpah tidak pernah mengkhianati saya. Saya ingin percaya."

"Percaya bukan berarti berhenti memeriksa fakta. Justru kalau hubunganmu berharga, cari kebenaran sebelum menghancurkannya."

"Kalau kebenarannya buruk?"

"Kamu hadapi dengan data dan pengacara kalau perlu. Kalau dia bersih, suruh dia minta maaf karena komunikasi buruk. Dua-duanya lebih sehat daripada membeku sendirian di kamar."

Keisha tertawa untuk kedua kalinya.

Deby menunjuknya. "Nah. Kamu lebih cocok tertawa. Namamu Keisha, kan? Boleh aku panggil Kei?"

"Boleh. Teman dekat memanggil begitu."

"Berarti mulai sekarang aku teman dekat."

"Kamu memutuskan sendiri?"

"Kamu boleh mengajukan keberatan dalam tiga hari kerja."

Keisha menggeleng, tetapi hangat yang sudah lama hilang kembali muncul. "Tidak ada keberatan."

Deby mengulurkan tangan di atas meja. "Kalau begitu saudara angkat? Bukan adopsi hukum, bukan urusan nama keluarga. Cuma janji saling datang kalau salah satu sedang jatuh."

Keisha memandang telapak terbuka itu. Arya pernah menawarkan tangan dengan cara yang sama saat ia membuat laporan.

Kali ini ia tidak ragu menyambutnya.

"Saudara angkat," jawabnya.

Deby menggenggam kuat. "Bagus. Berarti kamu dapat bonus tiga abang yang terlalu protektif. Bang Josua paling tua dan paling suka mengatur urusan kerja. Bang Bonar tentara, lebih tenang. Bang Togar... sebaiknya jangan meminta dia menyelesaikan masalah sebelum kita yakin masalahnya apa."

"Saya tidak mau masalah rumah tangga saya diserbu tiga orang asing."

"Tenang. Aturan pertama saudara angkat: tidak mengirim abang tanpa izin kecuali keselamatanmu terancam. Aturan kedua: kalau kamu butuh tempat tidur, kamar tamu saya selalu ada. Aturan ketiga: saya akan bilang kalau kamu salah, bukan hanya membela karena kita teman."

Keisha mengangguk. "Aturan saya: tidak menyebarkan curhat tanpa izin, tidak memutuskan untuk saya, dan tidak menghubungi Arya diam-diam."

"Setuju."

Mereka menyimpan nomor masing-masing sebagai kontak darurat tambahan. Deby juga meminta Keisha mengirim kabar setelah suhu tubuhnya diukur lagi malam nanti.

"Saudara angkat bukan alasan untuk mengabaikan dokter," katanya.

"Saya dokternya."

"Itu justru kelompok pasien paling keras kepala."

"Kenapa?"

"Karena dia selalu memilih cara paling cepat."

Deby tertawa dan membuka galeri ponsel. Ia menunjukkan foto keluarga, lalu berhenti pada gambar seorang lelaki berseragam dengan wajah tenang.

"Ini Bang Bonar. Kalau butuh memeriksa gosip militer tanpa membuat satu markas heboh, dia biasanya tahu jalurnya."

Keisha menatap foto tersebut. Ada rasa ganjil, seperti pernah melihat ketenangan mata itu di tempat yang tidak diingatnya.

"Kamu kenal?" tanya Deby.

"Tidak. Hanya terasa familiar."

Deby menggeser foto lain. "Keluarga kami dulu dekat sekali dengan sebuah keluarga yang kehilangan bayi perempuan bertahun-tahun lalu. Bang Bonar pernah cerita semua orang mencari lama sekali."

Jari Keisha berhenti pada tepi gelas.

"Bayi perempuan?"

"Iya. Tapi itu cerita lama dari sebelum kita besar."

"Keluarga Sitohang?" tanya Keisha.

"Bukan bayi keluarga kami," Deby segera menjelaskan. "Keluarga sahabat orang tua dan abang-abangku. Dulu hubungan mereka dekat sekali, jadi pencarian itu ikut menjadi urusan rumah kami. Aku bahkan tidak ingat nama lengkap keluarganya."

Keisha mengangguk perlahan. Keterangan itu terlalu tipis untuk berarti apa pun, tetapi cukup untuk meninggalkan gema.

Deby tidak menyadari bahwa tanggal lahir yang sama baru saja terasa sedikit kurang kebetulan.

1
paijo londo
Yee si mantan datang ngeclaim kalo Arya punyanya g malu tuh muka badak padahal udah ditolak ma Arya juga🤦🤦
paijo londo
asyiiik Keisha masuk ke sangkar emasnya Arya 😍😍😍moga2;g ada perceraian
paijo londo
ya ampun pertemuan pertama yg menggelikan bikin jantung bedebar🤭🤭🤭salah diagnosis lagi🤦🤦
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!