"Siapa bilang Mutiara selalu indah berkilau?
Tidak, aku menggeleng. Mutiara yang kumiliki menyakitkan. Bahkan dalam keadaan tak tersentuh sekalipun. Apalagi seandainya bila aku menyentuhnya? Pasti kilauannya membuat kedua mataku buta." Jimmy~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
See my eyes
"Kamu sudah cuti selama seminggu," ucap Mutia, tapi takut untuk melanjutkan kalimatnya lagi.
Sudah dari kemarin, dia bertanya-tanya sendiri. Kenapa Jimmy tak kunjung masuk kerja? Kenapa cutinya terlalu lama? Apa tidak takut bila ditegur oleh atasannya? Mutia tidak mau, hanya karena dirinya Jimmy bisa sampai di ... ya, paling buruknya diberhentikan sepihak.
"Kenapa?" tanya jimmy kemudian duduk disebelahnya.
"Nggak pa-pa..."
"Mas nggak mau menyia-nyiakan waktu ini. Karena bisa jadi.. besok kita nggak bisa seperti ini lagi."
Mutia menoleh menatap bola mata Jimmy yang sendu. Jimmy juga tidak tahu kan, rencana ini berhasil membuat Mutia untuk tetap tinggal atau bahkan tetap kekeh untuk pergi.
"Sudah-lah, stop bahas perpisahan. Mas nggak mau. Bahas yang lain saja..." Jimmy merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya. "Apa kamu nggak mau melihatku?"
"Nggak. Buat apa dilihat?"
"Coba lihat sini?"
"Sukanya maksa gitu ihh..."
"See my eyes," (lihat mataku.)
"Apa sih?"
"Ya lihat aja,"
Mutia mencoba memberanikan diri mendongak dan menatap mata itu dan terdengar suara jantung yang sangat memburu.
"Kamu deg-degan."
"Enggak!" elak Mutia.
"Yaah, salting."
Mutia memalingkan wajahnya cepat. "Apaan sih sukanya goda-godain orang melulu!"
"Sini nih, lihat foto pernikahan kita..." Jimmy membuka-buka galery untuk ditunjukkan kepada Mutia. Perempuan itu menarik sudut bibirnya saat Jimmy menggeser satu persatu keseluruhan foto.
"Kyaaaa ampun deh dimana-mana ada Emon hahaha..." Mutia baru tahu bahwa ada foto Emon dengan dirinya yang sedang berpose centil disana.
"Happy anniversary, sayang!"
Mutia berdehem untuk menormalkan tenggorokannya yang terasa tercekat. "I-iya, happy anniversary juga Mas Jim..."
"Semoga langgeng sampai maut memisahkan."
Ucapan Jimmy lantas membuat Mutia menatapnya kebingungan. Bagaimana ceritanya kalau sudah begini?
***
"Dek, Mas berangkat dulu ya? Hati-hati dirumah. Kunci pintu depan kalau kamu mau tidur siang." pesan Jimmy.
"Iya," jawab Mutia singkat kemudian bertanya. "Mas Jimmy berangkat sepagi ini? emm maksudku, Mas Jimmy mau kemana?"
"Mau cek gudang."
"Gu-gudang apa?"
"Gudang tua."
"Nggak lucu!" cebik Mutia.
"Nanti kalau sudah selesai, aku langsung pulang. Mas tahu kamu nggak bisa ditinggal terlalu lama 'kan?"
"Nggak! Pedenya kelewatan!"
Jimmy terkekeh, kemudian mengulurkan tangannya. "Salim! Biar dapat pahala." Setelah salim, "cium juga!" Dengan menahan malu Mutia terpaksa mencium pipi kanan Jimmy. "Sekarang tinggal kiri biar adil," Mutia menghentakkan kakinya kesal. "Nah sudah, sekarang tinggal bibirnya!" titah Jimmy yang terakhir membuat Jimmy mendapat jeweran di telinga. "Aaaaaa!"
"Dikasih hati minta ampela!" ujar Mutia memberengut.
"Bay sayang, jangan merindukanku!" Jimmy buru-buru masuk kedalam mobil.
Jimmy memang tidak bohong. Hari ini Jimmy memang akan melakukan pengecekan gudang. Dia akan mengontrol apa saja stock yang telah menipis sehingga dia bisa menghubungi supliernya agar mereka menambah stock yang tersisa disana.
Menurut laporan, bertepatan dengan hari valentine atau hari kasih sayang, mereka menyadur kontan, pesanan buket bunga bisa meningkat drastis sampai dua puluh kali lipat dan membuat semua dekorator, perangkai, gardener, sampai semua orang yang bekerja di sana begitu kelelahan. Dan sepertinya, bonus akan tiba hari ini dari tangan Jimmy langsung.
Berkat bantuan dari Vano yang pernah merekomendasikan 'Jims flowers' kepada relasi-relasi bisnisnya, usaha Jimmy florist berkembang semakin pesat. Dia sudah mulai menjalin kerja sama dengan event organizer, wedding organizer, maupun hotel-hotel besar di kota ini. Tak ayal, beberapa bulan terakhir, jumlah karyawan semakin bertambah.
***
To be continued.
Note : florist adalah pengalaman kerja authornya wkwk.
Susulannya nanti siang ya, Ana ngantuk bgt.
thank author novelnya kereeeeen 👍👍👍
sukses terus yaa😊
tp sdh ada yg nyesek didada🙁
sayangya aku baru Nemu novel ini..Sukses terus Kaka othor 😍
tidak mau membahas masa lalu.
nyesek berada diposisi Jimmy😭