NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Naga

Pendekar Pedang Naga

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / TimeTravel / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:32.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Hashirama Senju

MOHON MAAF, INI NOVEL PERTAMA SAYA, ISINYA MASIH SANGAT BERANTAKAN.LEBIH-LEBIH ALURNYA JUGA LONCAT-LONCAT. BTW LANJUTAN DARI NOVEL INI LEBIH RAPI YA, JUDULNYA PETUALANGAN ZHANG XIUHAN. TRIMS DAN MAAF SEKALI LAGI...

Zhang Xiuhan merupakan pemuda biasa saja yang tak memiliki keahlian bela diri. Meski tak memiliki latar belakang kependekaran, kebaikan hatinya telah berhasil mematahkan Mantera pada Pedang Naga Emas yang kemudian memaksanya untuk masuk dan terlibat di dunia persilatan.


Tak hanya terlibat di dunia kependekaran, Zhang Xiuhan juga melibatkan dirinya dalam memerangi militer Kekaisaran Min yang telah melakukan penjajahan di banyak wilayah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hashirama Senju, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 34 - Biro Pengawal Xiang Ming

Guru Besr Berang-berang mengantar Li Jie kembali ke dunianya lewat kemampuan magis yang dimiliki berang-berang. Li Jie mendapati dirinya berada di puing-puing bangunan yang rubuh dengan menggenggam sebuah pedang dengan selongsong bambu warna kuning. Sebuah Pedang Bambu Kuning.

Li Jie ingin mengamati batang bambu yang kini berubah menjadi pedang itu. Tapi pemandangan yang dilihatnya membuatnya mengurungkan niatnya tersebut.

Ia ngeri melihat di mana ia duduk saat ini. Reruntuhan bangunan yang amis oleh bau darah. Sejauh mata memandang hanya kehancuran yang terlihat.

Bau anyir masih menusuk di hidung tetapi mayat-mayat sepertinya telah dikebumikan entah oleh siapa. Li Jie juga tak menemukan mayat Ketua Sekte Xing Juan.

Ia belum bisa memastikan siapa yang memenangkan pertempuran kala itu. Tapi yang jelas ia berjanji untuk kembali ke tempat itu untuk mendapatkan Kitab Bambu Bertuah. Ia bertekad untuk menjadi lebih kuat dan sakti untuk bisa menghentikan kekacauan.

Untuk itu Li Jie menanamkan sebuah batang pohon ke titik lokasi di mana dia bisa menuju ke kediaman Guru Besar Berang-berang. Kelak ia akan menemukan pohon itu sebagai pintu gerbang menuju Kitab Bambu Bertuah.

Li Jie bergegas pergi. Sebelum meninggalkan Sekte Bambu Kuning, Li Jie memberikan penghormatannya yang terakhir. Ia menundukkan kepala dan meminta maaf kepada mendiang ketua Xing Juan sebab tak bisa berbuat banyak untuk anggota sektenya.

Li Jie terbang melompati pohon satu ke pohon lain, ia menjadi sehat kembali setelah menelan pil pemberian berang-berang.

"Mengapa tubuhku bau sekali... Berapa lama aku berada di dunia lain?"

Berulang kali Li Jie menutup hidungnya sendiri ketika melompat melewati pepohonan. Ia ingin mencari sungai tapi kerinduannya untuk pulang lebih besar. Maka ia melanjutkan perjalanan tanpa berhenti, sampai sebuah jeritan menghentikan langkahnya.

Li Jie segera mendekati sumber suara dan mendapati ada lima orang dari Biro Pengawal yang disergap kawanan harimau buas. Ia memang sedang melewati hutan yang jauh dari pemukiman. Li Jie melihat ke sebuah pedang di samping pinggangnya.

"Sudah saatnya aku menjajal kemampuan pedang ini!" Li Jie berkata mantap dan segera mendekati gerombolan Harimau.

Li Jie mengeluarkan pedang itu dari selongsongnya dan merasakan ada energi positif yang mengaliri tangannya. Membuat gerakan tangannya ringan dan lincah.

Dengan sekali ayunan, pedang itu mampu menciptakan gelombang besar yang membuat manusia atau sesuatu di sekelilingnya terbang terhempas. Satu harimau buas tertebas dan membuat harimau lain segera lari menghindar.

Li Jie melihat ke pada para rombongan biro pengawal yang terluka.

"Ayah angkat...." Li Jie segera mendekati seorang pria yang paling terluka parah yang ternyata adalah ayah angkatnya sendiri, kepala biro pengawal Xiang Ming: Jing Tian.

"Li Jie... Tak kusangka kita akan berjumpa di sini. Jangan mendekat!!!" Jing Tian memberi peringatan dan membuat Li Jie mundur beberapa langkah.

Li Jie melihat wajah ayahnya merah padam dan lingkar matanya menghitam. Begitu juga anggota lain.

"Kami sedang mengantarkan barang ke suatu tempat. Saat kembali pulang, kami melewati sebuah desa kecil yang sedang terserang wabah Kematian Hitam. Kami tak sadar jika kami juga telah terjangkit wabah tersebut sehingga keadaan kami semakin melemah." Jing Tian menjelaskan panjang lebar.

Li Jie pernah mendengar wabah itu ketika ia masih tinggal bersama kakeknya. Wabah itu ditularkan oleh tikus dan kutu . Ketika berada di Pulau Lingkaraj Setan, Li Jie pernah mendapat beberapa kali pelajaran meracik obat untuk beberapa penyakit dan salah satunya yang ditimbulkan oleh hewan-hewan kotor seperti tikus.

"Ayah angkat, tunggu sebentar... Li Jie akan membuatkan obat untuk kalian."

Tanpa pamit, Li Jie langsung melesat dan hilang. Ia mencari tumbuhan ekor monyet hutan dan beberapa rerumputan. Jika mereka direbus dan diminum dalam kondisi hangat, mereka akan sangat membantu membasmi penyakit yang disebabkan oleh tikus itu.

Setelah beberapa waktu, Li Jie kembali. Ia membuat api dan menggunakan peralatan seadanya yang ada di kereta kuda milik Biro Pengawal Xiang Ming. Karena mereka sering melakukan perjalanan jauh, mereka juga membawa beberapa peralatan darurat di kereta mereka.

Semua anggota rombongan dan juga ayah angkatnya merintih menahan sakit yang mendera tubuh mereka. Pantas saja mereka semua yang merupakan seorang pendekar tak bisa berbuat apa-apa saat menghadapi Harimau, ternyata mereka sedang terkena wabah penyakit. Batin Li Jie.

Li Jie meminumkan ramuan yang ia buat kepada semua rombongan. Ia melihat beberapa orang nampak menahan napas saat ia mendekat.

"Maad, Tuan... Li Jie baru saja mengemban misi yang panjang dan membuat tubuh Li Jie berbau busuk..." Li Jie berucap malu-malu. Ia sendiri menyadari aroma tubuhnya memang menyengat, apalagi orang lain.

Begitu giliran Li Jie meminumkan ramuan ke ayah angkatnya, Jing Tian menitikkan air mata.

"Anakku, dulu ayah angkat menolongmu dan mengharapkan sebuah balas budi darimu. Kini Kau telah menolong nyawa ayah. Ayah kira ayah sudah tak pantas lagi mengharap apa-apa darimu."

Jing Tian memeluk Li Jie dan Li Jie segera melepaskan pelukan ayahnya karena malu akan bau tubuhnya. Jing Tian memaksa untuk memeluknya lagi dan kini ia menangis .

"Anak lelakiku sudah dewasa sekarang. Sudah menjadi seorang pendekar muda yang gagah. Ayah kira, Kau sudah tak membutuhkan seorang ayah lagi. Hiduplah dengan bebas. Jangan berpikir untuk membalas budi pada ayah. Melihatmu hari ini, sudah lebih dari cukup untuk membuat ayah bahagia."

Li Jie membalas pelukan ayah angkatnya. Pikirannya bercampur menjadi satu. Ia teringat ayah dan ibunya, teringat guru Zhillin, Guru Feng, dan semua orang yang dikenalnya.

"Ayah angkat, sampai kapan pun, Li Jie tetap akan menjadi anak dari ayah angkat." Li Jie menepuk-nepuk pundak ayah angkatnya yang sedang menangis.

Jing Tian merasakan pelukan yang diberikan Li Jie. Ia bisa merasa jika Li Jie juga sangat menyayanginya. Ia merasa bersyukur pada hari itu dipertemukan dengan Li Jie yang sedang tergeletak tak berdaya di sungai pulau Naga Emas.

"Kejarlah cita-citamu. Jika Kau ingin berjumpa lagi dengan ibumu, ayah berdoa semoga kau lekas bisa berjumpa lagi dengannya." Jing Tian menghentikan pelukannya, ia memegang tangan Li Jie dan memandangi cincin di jari tangan Li Jie. Ia ingat Li Jie pernah berkata bahwa cincin itu pemberian ibunya.

1
S P Lani
iya makanya otak penulis ini bisa di periksa ga ya kok aneh bin ajaib ide ceritanya ga di pahami .beda bukan berarti bagus penulis loe yg bener aja masuk logika baru orang paham
S P Lani
otak penulis nya kayanya terbalik nih sengklek .musuh tau semua pergerakan tapi mereka buta akan persiapan musuh ngapain novel di buat kalau cuman bacot doang di ceritain ahh novel nya di ganti lah sama yg lain boros boros kuota baca novel beginian
S P Lani
terlalu detail dan bertele tele sedangkan makna ceritanya di singkat boa anjng penulis noh
S P Lani
pendekar nya kaleng kaleng cumannnama aja .
S P Lani
pendekar mati sama anak kecil ga bisa apa apa bukan pendekar kan goblog tingkat dewa penulis nya kalauanada hal seperti itu ngapain jadi pendekar goblog goblog alur cerita yg membagongkann
S P Lani
kemampuan se upil sok Sokan menerabas bahaya .kan punya otak punya perhitungan kalau ga mampu jgn maksa .hrs nya begitu pola pikir penulis maksain tapi mokad urusan nya .goblog penulisnya
S P Lani
katanya jagoan ayah nya aja bisa kalah tapi lawan anak muda maunmokad go blog penulisnya jgn bacot ga jelas jagoan jagoan mokad
S P Lani
kalau jurus ga bisa dinkuasai ngapain di buat itu kan logika nya
S P Lani
males kasih like nya juga novel kaya gini mening di skip ketimbang kasih like
S P Lani
bodoh ini novel bikin malu ceritanya kaya anak TK di atur atur buat markas aja sampe segitu nya .pendekar dianggap anak prosotan TK kkali ya hahaha
S P Lani
ihh salah perhitungan celaka lah dirimu
Mochamad Basori
whuuuuussss
Khairuddin PBBA
Luar biasa
S P Lani
pendekar sedikit sedikit sedih nangis aduh skip aja lah tolol nya penulis udah ga kepikiran
S P Lani
emang tolol penulisnya ga pernah baca reverensi orang lain kayanya ceritanya plet aja ga tau tingkat kultivasi ga tau apa apa katanya cuman nulis aja semua penulis hahahhaha
S P Lani
ga tau kali penulisnya tingkatan pendekar da gak ada keterangan tentang tingkatan nya dari awalnpula
Khairuddin PBBA
Luar biasa
Khairuddin PBBA
iya Thor, LPN hibernasi selamanya keknya padahal ceritanya bagus banget
semangat Thor
Deddy Hermawan
Luar biasa
mania ijo
alfatihah buat kak ron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!