NovelToon NovelToon
Saat Mantan Menjadi Suami

Saat Mantan Menjadi Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Pengantin Pengganti / Mantan / Pernikahan rahasia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: mommy jay

Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Tuduhan Keandra

Malam ini, Anjani terlihat sedang menunggu kedatangan Keandra. Duduk di ruang tamu dengan wajah tenangnya.

"Ckleeek."

Anjani menatap ke arah pintu yang terbuka. Keandra yang baru pulang terlihat lelah. Membuka pintu. Masuk ke dalam rumah.

"Kean." sapa Anjani berdiri. Menghampiri dan tersenyum lembut. "Kamu sudah pulang. Berikan tasnya pada ku."

Keandra menatap tajam ke arah Anjani. Memberikan tasnya. Pergi begitu saja tanpa menyapanya. Berjalan menuju kamarnya.

Anjani terdiam menatap Keandra yang pergi begitu saja. Hatinya sedih. Namun akan berusaha tegar. Harus terbiasa dengan sikap Keandra saat ini.

Anjani mengikuti langkah Keandra, yang sudah pergi duluan ke kamarnya. Dengan harapan, Keandra mengubah sikapnya.

Sesampainya di kamar, Anjani mengedarkan pandangannya. Mencari keberadaan Keandra. Terdengar suara gemericik air, dari dalam kamar mandi. Menandakan jika saat ini Keandra sedang mandi.

Anjani memutuskan untuk duduk di tepi ranjang. Menunggu Keandra, selesai dengan ritual mandinya.

"Ckleeek." Pintu kamar terbuka. Keandra keluar dengan keadaan bertelanjang dada. Handuk melilit di pinggang menutupi tubuh bagian bawahnya.

"Aaaaa...! Kenapa kamu tidak memakai baju?!" Anjani seketika menutup mata. Saat melihat Keandra dengan santainya berjalan ke arahnya.

Keandra tersenyum miring melihat Anjani bersikap seperti itu. "Kenapa, kamu kaget? Bukannya, kamu sudah terbiasa dengan hal seperti ini?"

Anjani yang mendengar ucapan Keandra, menurunkan kedua tangannya. Perkataan Keandra sedikit menyinggung perasaannya. Sebab Anjani merasa tidak pernah melakukan hal ,yang di tuduhkan oleh Keandra.

"Apa maksud mu, Kean?" tanya Anjani, menatap Keandra.

Keandra tersenyum miring. "Kamu tidak perlu pura-pura Anjani. Aku tahu, apa yang kamu lakukan dulu. Sampai-sampai kamu lebih memilih.... "

"Aku tidak pernah melakukan hal yang seperti kamu tuduhkan, Kean." sela Anjani tegas. Sorot matanya penuh keyakinan. Seakan ingin menjelaskan, apa yang membuat Keandra selama ini salah paham padanya. "Kenapa, kamu tidak mau mendengarkan penjelasan, ku?"

"Karena aku melihat dengan mata kepala ku sendiri. Kamu terlihat menikmatinya. Mengabaikan kekasih mu. Dan memilih bersama laki-laki lain." Dengan suara berubah dingin, Keandra mengungkapkan kekecewaannya. Sorot mata tajamnya menyiratkan kekecewaan dan rasa sakit yang dalam.

Setelah mengungkapkan kekecewaannya, Keandra pergi dari hadapan Anjani. Berjalan menuju ruang ganti. Tanpa ingin mendengarkan penjelasan apapun.

Melihat Keandra pergi, Anjani hanya terdiam. Ingin menjelaskan semuanya, tapi Keandra sama sekali tidak memberinya waktu untuk berbicara. Anjani kehilangan kesempatan, untuk menjelaskan semuanya. Dan yang pastinya, bahwa apa yang di ucapkan Keandra tidak semuanya benar. Ada kebenaran yang tidak Keandra tahu. Tentang masa lalu Anjani selama menjadi kekasih Keandra.

"Kenapa kamu tidak mau mendengarkan penjelasan ku, Kean? Kenapa, kamu selalu mengambil pendapat tanpa mencari tahu kebenarannya?" ucap Anjani dalam hati.

Anjani berharap Keandra mau mendengarkan penjelasannya. Hanya sedikit waktu yang Anjani minta. Tapi kenapa Keandra seakan menghindarinya. Menutup mata dan telinga. Seakan yakin, jika Anjani memang bersalah.

Suasana kamar Keandra kembali hening. Tidak saling bertegur sapa. Sesekali Anjani berbicara namun sama sekali tidak di tanggapi oleh Keandra.

Perasaan Anjani sangat terluka, dengan sikap Keandra saat ini. Ada perasaan ragu di hatinya. Apakah pernikahan ini bisa bertahan? Entahlah.

Malam ini pun sama. Mereka tidur terpisah. Anjani tidur di ranjang, sementara Keandra tidur di sofa. Bahkan mereka sama-sama belum tidur. Memikirkan hal yang membuat keduanya menyelami hubungan masa lalu penuh suka duka.

...----------------...

Hari ini Anjani terlihat bersama Nadine. Dengan Keandra yang diam tak bersuara dan sibuk dengan ponselnya.

"Hari ini, mamah harus pergi ke luar kota. Papah sakit. Maka itu mamah harus ke sana untuk merawatnya." ucap Nadine dengan tegas. Menatap Keandra dan Anjani bergantian.

"Papah sakit apa, mah?" tanya Anjani dengan nada khawatir.

Nadine tersenyum. "Papah cuma kecapean. Kamu tidak perlu khawatir. " jawabnya lembut.

Anjani mengangguk pelan. Perasaannya sedikit tenang, saat mendengar keadaan mertua laki-laki. Meskipun hanya mertua, namun dari dulu Anjani menganggap kedua orang tua Keandra seperti orang tuanya sendiri.

"Oh... iya, Kean...." Nadine menatap Keandra yang terlihat acuh dan tidak peduli. "Selama mamah pergi. Mamah titip Anjani. Jaga dia dengan baik."

Keandra mendelik. Pikirnya Anjani sudah besar. Dan untuk apa Nadine berpesan seperti itu.

Nadine menunggu jawaban Keandra. Namun apa boleh buat, sikap Keandra saat ini terlihat tidak peduli. Nadine hanya takut jika dirinya tidak ada. Keandra akan berbuat hal buruk pada Anjani. Sebab dia tahu, bagaimana sikap Keandra pada Anjani.

"Kean. Mamah belum selesai bicara." panggil Nadine, saat tiba-tiba saja Keandra pergi dari sana. Nadine menghela nafas kasar. "Anak itu!" dengusnya pelan.

Anjani hanya diam melihat hal tersebut. Ada rasa khawatir dalam hatinya. Jika Nadine tidak ada, dirinya merasa sendiri di rumah itu.

"Anjani. Mamah minta maaf, atas sikapnya Keandra selama ini. Jika dia berbuat jahat pada mu. Hubungi saja mamah, ya." ucap Nadine, menggenggam tangan Anjani. Ada ketakutan dalam hatinya saat ini. Takut, jika Keandra akan menyakiti Anjani.

Anjani menatap Nadine penuh kelembutan. Seketika tersenyum tipis. "Mamah tidak perlu khawatir. Kean tidak akan melakukan hal itu pada, ku. Dan jika Kean menyakiti , ku. Aku pasti akan segera menghubungi mamah."

Nadine bernafas lega. Dengan begitu, dirinya bisa pergi tanpa rasa khawatir yang selalu menghantuinya.

Nadine pamit. Cukup lama meninggalkan rumahnya. Dan di kini tinggalah Anjani dan Keandra. Memulai cerita baru, yang entah akan seperti apa akhirnya.

Anjani memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Mulai hari ini, harus bisa menjalani hari-harinya tanpa kehadiran Nadine. Orang yang selalu baik dan sayang kepadanya. Selalu membela dirinya, saat Keandra bersikap buruk.

...----------------...

Malam harinya

Anjani duduk termenung di atas ranjang. Tidak ada kehadiran Keandra di sana. Sebab Keandra pulang malam karena ada urusan.

"Hufttt...." Anjani menghela nafas pelan. "Aku merasa bosan. Jika hanya berdiam seperti ini setiap harinya." ucapnya terdengar mengeluh.

Anjani yang terbiasa bekerja, merasa bosan dengan keadaannya saat ini. Meskipun hidupnya tercukupi, Anjani merasa bahwa dirinya harus mandiri.

"Apa aku minta izin saja pada Keandra, ya? Aku bisa bekerja lagi di sana." gumam Anjani. Menatap ke arah pintu. Berharap Keandra segera pulang.

Tidak lama kemudian pintu kamar terbuka. Keandra masuk dengan raut wajahnya yang terlihat lelah.

Anjani seketika turun dari ranjang. Menghampiri Keandra. "Kamu baru pulang. Sini tasnya." ucapnya lembut. Mengulurkan tangan.

Keandra tidak langsung memberikan tasnya. Menatap Anjani begitu lekat. Merasa jika Anjani saat ini terlihat bahagia. "Ada apa?" tanyanya dingin.

Anjani terdiam. Menarik tangannya kembali. "Maksud kamu apa, Kean?" tanyanya pelan.

Keandra tersenyum miring. "Jangan pikir aku tidak tahu. Mamah memang tidak ada di rumah. Jangan berharap, aku akan bersikap baik pada mu."

Anjani menggeleng cepat. "Tidak Kean. Bukan itu maksud ku. Aku...." ucapnya ragu. Mencoba mengumpulkan keberanian. "Aku... aku hanya ingin bilang. Kalau aku mau bekerja."

Keandra memicingkan mata. Tiba-tiba hatinya merasa kesal. Perkataan Anjani sangat menyinggungnya. "Berapa uang yang kamu butuhkan? Katakan."

"Tidak Kean. Bukan begitu maksud, ku." jawab Anjani cepat. Tidak ingin sampai Keandra salah paham. "Aku hanya ingin melakukan hal lain. Jujur, jika hanya berdiam diri di rumah. Aku merasa bosan. Jadi, aku minta izin untuk kembali bekerja."

Keandra terdiam. Menatap Anjani dengan tatapan sulit di artikan.

Anjani yang melihat sikap Keandra saat ini, terlihat salah tingkah. Tatapan Keandra begitu dalam. Sehingga membuat dadanya sedikit berdebar.

"Datang besok ke perusahaan ." ucap Keandra. Berlalu dari hadapan Anjani.

1
partini
cemburu dia ,kata nk kasih pelajaran jangan" buka segel paksa si bang kai
partini
nsh Lo Bang Ke tambah cemburu
partini
hai pemuda tamvan aku doakan ketemu lagi sama Anjani 🤭
partini
gara" Bang ke ini dasar suami ga punya otak
partini
ikuti permainan suami mu lah ,dari pada cuma mewek doang kaya gitu melohoyyy sekali kamu Jani ini th 2026 loh bukan 2018 pls deh Jani be strong and Smart you can do it 🤦
partini
aihhhn gumussss
partini
aihhh belum apa" nongol aja si Kunti untung Anjani ga myek2 jadi perempuan lumayan lah ga tensi
partini
lanjut Thor 👍👍👍
mommy jay: Terima kasih atas support nya, kk. 🙏🙏🙏
total 1 replies
partini
ciuman pertama hemmm itu Bang Ke ga mau dengarn penjelasan sih paling nanti tau kalau bisa bobol gawang ternyata masih segel
partini
salah Raina ko andika
partini
novel baru ,yang Andika ga di terusin Thor masih ku simpan loh nungguin up-nya
Mita Paramita
semangat Thor 🔥😁😁
lanjutin ceritanya sampai tamat
mommy jay: Terima kasih atas supportnya kk. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!