NovelToon NovelToon
Ibu Sambung Pilihanku

Ibu Sambung Pilihanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Zur Rani

Andika seorang bayi berumur satu bulan yang ditinggal oleh ibunya untuk selama-lamanya. Besar bersama ayahnya yang benama Adam membuatnya berubah menjadi nakal dan banyak tingkah.

Banyak wanita yang dijodohkan dengan ayahnya berakhir gagal karena ulahnya. Akankah Andika berhasil menemukan ibu sambung yang sesuai dengan pilihannya?

Simak kisah mereka di karya kedua aku ini!!!
sebelumnya, mampir juga dikarya pertamaku

ABANG TENTARA, TEMBAK AKU!!!

Happy Reading...😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zur Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baikan Aja Dulu...

Dimas memutuskan membeli rumah yang dilihatnya seminggu yang lalu dengan Yuni. Dimas juga sudah mengisi barang-barangnya, dan hari ini dia sudah menghubungi Yuni meminta izin membawa Rara menemaninya belanja keperluan dapur.

Rara tidak menolak ajakan papanya, Yuni selaku mamanya juga tidak melarang putrinya bersama sang papa. Bagi orang tua yang sudah bercerai, kebahagian anak-anak adalah yang utama. Bertemu secara baik, hingga berpisahpun masih dalam keadaan baik.

Walaupun hubungan Dimas dengan putrinya sudah terbilang akrab, bahkan Dimas hampir setiap hari mengantar jemput Rara. Tapi hubungannya dengan sang mantan istri masih sama seperti sebelumnya. Yuni tidak membuka jalan untuk Dimas mendekat.

Seminggu yang lalu setelah terakhir kali dirinya bertemu dengan Rara yang memberikan informasi bahwa papanya sudah pindah kemari, membuat Adam semakin yakin untuk mendapatkan Yuni. Ditambah dengan kompor berjalan di rumahnya, semakin membuat Adam kepanasan memikirkan Dimas dan Yuni.

"Ayah, tadi Rara bilang dia nginap di rumah Papanya, kira-kira Tante Yuni ikut nginap di sana gak? Wuih, pasti seru, apalagi Rara bilang mau bakar-bakar ikan gitu buat makan malam. Dika jadi pengen ikutan juga." Sang kompor sedang menaikkan sumbunya.

"Kamu tau dari mana?" Adam yang lagi makan menoleh kepada Dika yang duduk di sampingnya.

"Rara udah pegang ponsel sekarang Yah, dia gak mau, tapi Papanya maksa. Biar bisa langsung hubungin Rara. Kalo dulu kan mesti lewat Tante Yuni." Dika menjelaskan panjang lebar.

"Kamu sering telponan sama Rara?"

"Telpon kalo ada yang penting aja Yah, kalo chatting sering."

"Kenapa kamu gak minta diundang sama Rara ke acara bakar-bakar jagung?"

"Di undang sih, cuma aku malas pergi, itukan acara Rara sama Papanya ngapain ada orang luar. Kapan-kapan kita buat acara bakar-bakar juga yok Yah, ajak Rara sama Tante Yuni sekalian."

"Hmmm..." Balas Adam seraya pergi meninggalkan meja makan.

Di kamarnya, Adam terus memikirkan cara gimana caranya mendapatkan Yuni. Akhirnya, Adam melangkah keluar dari kamarnya. "Dika, bantuin Ayah dapatin Tante Yuni!" Ucap Adam tiba-tiba.

Sang putra terlihat bersemangat, dia memeluk ayahnya. "Pasti Dika bantu, Yah." Adam mendudukkan dirinya kembali di meja makan.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Adam menatap kedua manusia beda generasi di depannya.

"Bibi bilang, Ayah sama Tante harus menghabiskan waktu berdua lebih banyak." Ucap Dika santai, sementara si Bibi tertunduk malu karena ketahuan membantu putra sang majikan. "Maaf Den." Lirih Bi Inah.

Adam tersenyum, "Bibi tenang aja, Adam gak marah kok. Sekarang apa yang harus Adam lakukan biar Yuni bisa dekat dengan Adam lagi?" Adam menatap Bi

"Kalo Bi lihat, Buk Yuni bukan perempuan yang suka dikasih bunga seperti anak-anak pacaran sekarang. Bu Yuni kayaknya lebih suka sesuatu yang bermakna, tapi apa ya?" Gumam Bi Inah yang masih bisa didengar oleh kedua lelaki beda generasi tersebut.

Malam itu menjadi malam yang panjang untuk ketiga manusia beda generasi. Sementara di kontrakannya, Yuni merasa kesepian karena Rara menginap di rumah Papanya.

Dreeetttttt....

"Mama Rara, sudah tidur?" Isi pesan yang Adam kirim.

"Garing." Balas Yuni. Dia yang belum ngantuk ditambah dengan rasa kesepiannya karena tidak ada Rara membuatnya ingin meladeni Adam.

"Belum tidur ternyata, kenapa lagi mikirin kapan bisa beli pulau?" Adam sengaja memancing Yuni.

"Siapa yang mau beli pulau, gak jelas banget." Yuni masih membalas pesan Adam dengan nada-nada ketus.

Keduanya tidak menyadari jika mereka telah berkiriman pesan selama satu setengah jam. "Tidur gih, dah malam. Besok lanjut lagi. Good night Mama Rara!" Pesan terakhir yang dibalas Adam mampu membuat Yuni guling-guling gak jelas.

"Kenapa dia jadi aneh begini?" Batin Yuni.

Sementara Adam tersenyum penuh kemenangan di kamarnya. "Ini baru permulaan, Yun."

Adam benar-benar melakukan semua metode untuk mendekati Yuni. Selain mengirim pesan-pesan yang kadang-kadang membuat Yuni geleng-geleng kepala. Ditambah dengan kiriman bunga ke tempat kerjanya. "Buk Yuni, pengagum rahasianya keren banget, saya jadi pengen punya satu." Celoteh seorang karyawati yang mengantar bunga hampir 2 hari sekali untuk Yuni.

Yuni memotret semua kiriman bunga dalam seminggu ini lalu mengirimnya untuk Adam. "Sepertinya kamu lagi mengalami puber ke dua, Dam." Isi pesan yang Yuni tulis di bawah foto bunga kiriman Adam.

Tidak berapa lama, Adam pun membalas pesan tersebut. "Ayo, kita nikmati puber ke dua di Bandung!"

Yuni mengernyitkan dahinya saat membaca isi pesan Adam.

Adam memang berencana mengajak Yuni ke Bandung bersama anak-anak. Bandung tempat yang cocok dan dekat dari Jakarta sesuai dengan akhir pekan yang hanya dua hari.

"Malu sama umur, Dam." Balas Yuni.

"Ayolah, kita bawa anak-anak juga."

"Aku tanya Rara dulu."

"Rara udah setuju, semalam Dika udah tanya sama Rara langsung."

"Ouh...."

"Kok ouh??? Gimana?"

"Oke."

Adam tersenyum senang di ruangannya. Seminggu belakangan ini keduanya memang intens berkirim pesan, tapi tidak pernah menyinggung ke arah pernikahan. Adam sangat hati-hati kali ini, walaupun kadang-kadang dia melakukan serangan tiba-tiba, tapi Yuni jarang merespon serius.

Selama ini mereka belum bertemu setelah pertemuan di pantai dulu. Adam tidak mempermasalahkan, yang penting selalu ada balasan untuk setiap pesan-pesan Adam.

Hari sabtu yang ditunggu datang juga. Yuni dan Rara tengah menunggu Adam di kontrakannya.

Dreeettttt....

Dering ponsel Rara berbunyi.

"Iya Pa,."

"Ra, temanin Papa belanja ya."

"Gak bisa Pa, ini kami mau ke Bandung. Bentar lagi berangkat."

"Ke Bandung? Sama siapa?"

"Sama Mama, Om Adam juga Dika."

"Bisa Papa bicara sama Mama sebentar?"

Rara pun menyerahkan ponselnya pada Yuni. "Hallo Dim, kenapa?"

"Rara bilang kalian akan ke Bandung. Ada acara apa?"

"Ouh, gak ada acara apa-apa. Cuma jalan-jalan aja. Udah dulu ya, mereka sudah sampai."

Tutttttttt....

Dimas menghela nafasnya saat sambungan telponnya diputuskan oleh Yuni.

Tin.....tin....

Yuni langsung keluar dari rumahnya dengan Rara. Dika yang tadi duduk di depan, kini pindah ke belakang bersama Rara. Perjalanan piknik kali ini menjadi semangat tersendiri ketiga penghuni mobil tersebut. Misi mereka harus berhasil kali ini, sedangkan sang target terluhat santai tampa rasa curiga sedikitpun.

Sepanjang perjalanan Yuni terlihat banyak bicara sama seperti sebelumnya. Hal ini tentu membuat Dika penasaran. Karena setaunya ayahnya sedang tidak baik-baik saja dengan Tante Yuni. Dan sekarang mereka justru kembali seperti dulu. "Sejak kapan Ayahku baikan sama Mama kamu?" Tulis Dika di ponselnya, kemudian memberikan pada Rara. Dika berharap menemukan titik terang dari jawaban Rara, ternyata harapannya sia-sia.

***

Like...

Komen...

Vote...

1
mama Queen
baru kali ini aku melihat dua wanita tangguh,hebatx mrk ibu dan anak
Diana Budhiarti
kasian Rara thorrr,ya dampak perceraian membawa pengaruh ke anak
sherly
sejauh ini aku merasa Rara bukan anak SD tp seperti kakak dr Dika...
sherly
suka juga kamu Yun tapi sok jaim ..
sherly
semangat mas adam
sherly
lucu banget sih ibu macan nih ngk mau nikah tapi hidup serumah bagaimana ceritanya Bu... keluarga tu ya nikah sama bapaknya Trus anaknya jd anakmu...
sherly
hahahahha judulnya sama2 lupaaa
sherly
ciee tiba tiba cinta datang ke padaku.. jd pengen nyanyi..
sherly
lucunya kalo ada diposisi mereka... teman untuk jd cinta TDK sesulit musuh jd cinta..
Nurul Nuraeni
cerita nya bagus
Azhar Kamil
keren👍
Azhar Kamil
keren👍
Putri Dian
good
nafel
👏👏
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
mampir
Yeyen Suharti Suharti
Kecewa
Enung Samsiah
waduh ngaku calon intel biar aman, malah tambah runyeeemmm
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Mampir ahh aku suka klo kisahnya ada bocil, suka lucu klo bicara 😅
Cintah517
Halo kak
salam kenal dari pengisi suara novel ini 😊😊
Zur Rani (IG : @zuranirain): salam kenal juga kak
total 1 replies
Fitri Merry Lesar
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!