NovelToon NovelToon
AKU KEMBALI SETELAH MEREKA MENGHANCURKANKU

AKU KEMBALI SETELAH MEREKA MENGHANCURKANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: SAPEI

**AKU KEMBALI SETELAH MEREKA MENGHANCURKANKU**

Aku pernah mencintai seorang pria sampai rela kehilangan diriku sendiri.

Aku percaya pada suamiku.
Aku percaya pada sahabatku.
Aku bahkan percaya pada keluargaku sendiri.

Ternyata, merekalah orang-orang yang menghancurkanku.

Malam itu, aku mengetahui sebuah rahasia yang seharusnya tidak pernah kutemukan.

Dan sebelum aku sempat mengungkap semuanya...

**suamiku sendiri membunuhku.**

Aku pikir kematian adalah akhir.

Ternyata, aku mendapatkan kesempatan kedua.

Ketika membuka mata, aku kembali ke masa sepuluh tahun yang lalu—saat aku masih berusia sembilan belas tahun.

Semua orang yang dulu menghancurkanku masih ada.

Suamiku masih belum menjadi suamiku.

Sahabat yang mengkhianatiku masih tersenyum di hadapanku.

Dan adikku yang dulu mati... masih hidup.

Kali ini aku tidak akan menjadi perempuan bodoh yang sama.

Aku tidak akan menikah dengan Ryan Arkana.

Aku tidak akan mempercayai Selena Marvia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SAPEI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35 - BAYANGAN DI DALAM KABIN

Darahku mendadak berdesir dingin, membeku di setiap ujung jari. Telunjuk Pak Joko yang terkulai lemah di kursi belakang tadi sempat mengarah lurus—bukan ke arah luar, melainkan memantul tepat pada cermin spion tengah yang memuat bayangan Adrian.

Di dalam kabin mobil van yang melaju kencang menembus pekatnya kabut malam Puncak, suara deru mesin terdengar begitu bising, namun keheningan di antara kami jauh lebih memekakkan telinga.

Aku menoleh kaku ke samping. Adrian masih fokus memegang kemudi, matanya menatap tajam ke jalanan berkelok-kelok tanpa sedikit pun goyah. Namun, otot-otot di rahangnya mengetat keras hingga garis wajahnya terlihat semakin tajam di bawah pendar lampu dasbor yang temaram.

"Adrian," panggilku pelan, suaranya tercekat di tenggorokan.

Pria itu tidak langsung menjawab. Ia mengambil tikungan tajam berikutnya dengan kecepatan tinggi, ban mobil berdecit pelan di atas aspal basah. Baru setelah kendaraan kembali stabil di jalur lurus, Adrian melirikku sekilas. Tatapan itu dingin, namun menyembunyikan badai emosi yang sulit dibaca.

"Kau percaya pada ucapan orang tua yang setengah sadar karena kehilangan banyak darah, Nadia?" tanya Adrian dengan suara baritonnya yang tenang, begitu terkontrol, namun mengandung gravitasi yang menuntut keyakinan mutlak.

Aku terdiam. Pikiranku berputar kencang. Mengapa Pak Joko menunjuk ke arah cermin spion? Apakah maksudnya Adrian adalah bagian dari lingkaran Valois yang dimaksud, ataukah ada orang lain di dalam mobil ini?

Di kursi belakang, Bastian yang duduk mengawasi kondisi Pak Joko segera memeriksa denyut nadi di leher pria tua itu. "Tuan Besar, tekanan darahnya drop drastis. Kita harus membawanya ke fasilitas medis terdekat, kalau tidak dia tidak akan bertahan sampai pagi."

"Tidak ada rumah sakit umum," sahut Adrian tegas tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan. "Jaringan dewan bayangan sudah menguasai separuh fasilitas kesehatan di jalur Bogor-Jakarta. Kita bawa dia ke rumah aman perbatasan sektor utara."

Van hitam itu melaju semakin kencang, meninggalkan kawasan pegunungan Puncak dan memasuki jalan tol layang yang lengang di tengah malam. Di dalam kabin, ketegangan merayap pelan, merusak setiap inci rasa aman yang sempat kami bangun setelah melarikan diri dari vila.

Aku menyandarkan punggungku ke kursi, menatap keluar jendela ke arah lampu-lampu kota yang tampak buram oleh embun malam. Kata-kata terakhir Pak Joko terus berdengung di kepala, berbenturan dengan kenyataan bahwa selama ini hanya Adrian yang berdiri di sisiku, mempertaruhkan nyawanya dalam setiap baku tembak di Eropa hingga Jakarta.

Namun, dunia para konglomerat dan sindikat gelap tidak pernah mengenal kata suci. Setiap orang memiliki rahasia, dan setiap aliansi selalu dibeli dengan harga pengkhianatan.

"Jika ada hal yang kau sembunyikan dariku, Adrian..." bisikku pelan, sengaja membiarkan kalimat itu menggantung di udara agar didengar jelas olehnya di ruang sempit ini. "...sebaiknya kau pastikan aku mendengarnya langsung darimu sebelum orang lain yang memberitahukannya."

Adrian menginjak pedal gas sedikit lebih dalam, membuat mesin van bergemuruh berat. Ia menoleh sekali lagi, kali ini tatapannya mengunci mataku lekat-lekat dengan intensitas yang membakar.

"Aku tidak pernah bersembunyi di balik bayanganku sendiri, Nadia," ucap Adrian rendah, suaranya begitu dekat dan sarat akan makna yang dalam. "Dan jika kelak rahasia itu harus terungkap, akulah orang pertama yang akan meletakkan kebenaran itu di hadapanmu."

Sebelum aku sempat membalas perkataannya, layar konsol navigasi di dasbor mobil tiba-tiba berkedip merah terang. Sebuah peringatan sistem otomatis menyala, memancarkan bunyi bip pendek berturut-turut.

Bastian langsung menegakkan tubuhnya di kursi belakang, melototi layar tablet taktis miliknya dengan kening berkerut dalam. "Tuan Besar... kita kehilangan sinyal satelit."

Adrian menyipitkan matanya, menatap layar navigasi yang kini berubah menjadi hitam total. "Jammer militer?"

"Bukan cuma jammer," suara Bastian meninggi, disusul oleh suara decitan rem mendadak dari arah luar. "Ada tiga kendaraan taktis tak berlogo yang menutup jalur tol di depan kita dari dua arah!"

Seketika itu juga, sorot lampu jauh yang menyilaukan menerobos kaca depan van, memaksa Adrian membanting setir ke kiri untuk menghindari hantaman langsung dari truk kontainer yang melintang di tengah jalan tol yang seharusnya kosong.

1
REY ASMODEUS
ceritamu ini keren thor. aku suka adegan tabrakan nya... 🤣🤣🤣🤣🤣 coba saja si sirkus itu di dorong saja ke jurang beh mantapnya itu kembang api
One Pey: "Terimakasih Brad...iya ya padahalmah di dorong aja dia...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!