NovelToon NovelToon
MENANTU MISKIN INI TERNYATA PRESDIR!

MENANTU MISKIN INI TERNYATA PRESDIR!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dian Mita

Tiga tahun menikah, Rendy selalu dihina, diperlakukan seperti pembantu, dan dibeda-bedakan oleh ibu mertua serta iparnya karena hanya dianggap seorang sopir miskin tak berpendidikan. Clarissa, sang istri, hanya bisa diam menahan tekanan keluarga besarnya. Puncaknya, saat bisnis keluarga mengalami krisis, Rendy difitnah mencuri, dipaksa menandatangani surat cerai, dan diusir di tengah hujan deras tanpa membawa apa pun.
​Namun, keluarga itu tak pernah tahu bahwa Rendy sebenarnya adalah satu-satunya ahli waris Pradipta Group—konglomerat terbesar yang sengaja menyamar demi menguji ketulusan cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Mita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Foto Viral

Ponsel Rendy tidak berhenti bergetar.

Di dalam mobil NMax tua yang masih terparkir di depan gerobak kebab Pak Haji, layar ponsel Rendy dipenuhi notifikasi. Grup WhatsApp direksi, grup wartawan, dan bahkan nomor pribadi ayah angkatnya, Hartono Pradipta.

Clarissa yang masih duduk di kursi plastik reot itu, memandang Rendy dengan wajah pucat. Tawa bahagianya yang tadi pecah saat menyandarkan kepala di bahu Rendy, kini hilang tak bersisa.

"Mas... viral... separah apa?" tanya Clarissa pelan.

Rendy tidak langsung menjawab. Ia membuka X, dan trending nomor 1 di Indonesia terpampang jelas:

#PresdirKebab15Ribu

Foto mereka. Foto Clarissa dengan gaun hitam mahal yang menyandarkan kepala di bahu Rendy sambil tertawa lepas, dengan latar belakang got dan asap kebab. Foto itu diambil dari angle yang sangat menyudutkan. Captionnya jahat:

@Lambe_Duit: BARU SEHARI JADI PRESDIR PRADIPTA GROUP, RENDY PRADIPTA SUDAH PENCITRAAN MISKIN? MAKAN KEBAB 15 RIBU DI GOT PINGGIR JALAN SETELAH PESAN LOBSTER 120 JUTA DI SKY LOUNGE. DRAMA ATAU MEMANG KERE? SAHAM TURUN 2%!

Kolom komentarnya lebih brutal.

"Paling settingan biar dibilang merakyat wkwk"

"Istrinya aja malu tuh makanya disandarin kepalanya, pura-pura bahagia"

"Presdir kok naik NMax butut, jual saham Pradipta sekarang!"

Clarissa membaca komentar itu dari ponselnya sendiri. Tangannya gemetar.

"Mas, ini salahku... gara-gara aku bilang kangen kebab ini... gara-gara aku..." Clarissa mulai terisak.

Rendy langsung mematikan ponselnya dan berjongkok di depan Clarissa, menyamakan tinggi matanya dengan mata istrinya. Ia menggenggam kedua tangan Clarissa yang dingin.

"Dengar aku, Clarissa. Ini bukan salahmu. Ini salah orang yang memfoto kita. Dan aku tahu siapa yang membayar fotografer itu."

"Siapa, Mas?" Clarissa menatap Rendy dengan air mata yang menggantung.

Sebelum Rendy sempat menjawab, sebuah mobil Mercedes hitam berhenti mendadak di depan gerobak kebab. Pintunya terbuka dengan kasar.

Siska.

Siska turun dengan kacamata hitam besar, blouse mahal, dan senyum yang tidak bisa menyembunyikan rasa puasnya. Di belakangnya, dua orang pria yang membawa kamera wartawan infotainment.

"Wah, wah, wah... romantis sekali ya, Presdir dan istrinya makan kebab di got. Cocok sekali dengan nasib perusahaan kita nanti kalau dipimpin sama Presdir yang hobinya pencitraan miskin begini," sindir Siska dengan suara keras, sengaja agar tukang kebab dan orang-orang sekitar mendengar.

Pak Haji Madiun yang melihat keributan itu langsung ketakutan.

Clarissa berdiri dengan marah. "Siska! Kamu yang sebar foto itu, ya?!"

Siska tertawa terbahak-bahak. Ia membuka Instagram Story-nya dan merekam Rendy dan Clarissa yang masih duduk di kursi plastik.

"Guys, lihat nih Presdir kita yang baru. Baru dilantik pagi, malamnya langsung bikin saham turun 2% gara-gara foto alay di pinggir got. Investor panik, dikira perusahaan kita sudah tidak punya uang buat kasih makan Presdirnya. Kasihan kan?"

Rendy berdiri perlahan. Ia tidak marah. Ia berjalan mendekati Siska yang sedang merekam.

Siska sedikit mundur karena aura Rendy yang dingin itu.

"Siska," kata Rendy pelan, tapi setiap kata-katanya terdengar jelas di tengah kebisingan jalan. "Kamu tahu bedanya pencitraan dan kebahagiaan?"

Siska terdiam.

"Pencitraan itu seperti kamu. Pakai baju mahal, tapi hatinya busuk karena iri. Kebahagiaan itu seperti kami. Makan 15 ribu, tapi hatinya penuh. Dan soal saham turun 2% itu..."

Rendy mengambil ponselnya yang tadi ia matikan, menyalakannya lagi, dan menunjukkan grafik saham Pradipta Group yang memang turun.

"...kamu benar. Turun 2%. Tapi kamu lupa satu hal. Dua persen dari Pradipta Group itu cuma uang jajan buat saya. Besok pagi, saya akan buat naik lagi 10%. Dengan cara saya."

Siska mendengus. "Omong kosong! Kamu pikir kamu siapa? Kamu cuma menantu miskin yang kebetulan beruntung jadi Presdir! Dewan direksi tidak akan diam melihat kelakuan kampungan kamu malam ini!"

Seolah menjawab perkataan Siska, ponsel Rendy berdering lagi. Kali ini bukan Bagas.

Nama yang muncul di layar membuat rahang Rendy mengeras.

Dewan Direksi - Rapat Darurat.

Rendy mengangkatnya dengan loudspeaker agar Clarissa dan Siska juga mendengar.

Suara berat seorang pria tua terdengar dari seberang. Pak Wijaya, komisaris tertua di Pradipta Group.

"Rendy. Saya tidak peduli kamu makan kebab atau makan berlian. Tapi saham kita turun 2% dalam 10 menit karena foto viral kamu itu. Semua investor menelepon saya. Mereka bilang Presdir baru tidak punya kelas. Kamu mempermalukan nama Pradipta Group."

"Pak Wijaya, saya bisa jelaskan—" Rendy mencoba memotong.

"Tidak ada penjelasan! Besok pagi jam 7 pagi, sebelum pasar saham buka, kamu harus ada di ruang rapat dewan direksi lantai 40. Bawa penjelasanmu. Jika kamu tidak bisa buat saham naik kembali sebelum jam 9, kami akan adakan voting untuk menurunkanmu dari jabatan Presdir. Paham?!"

Tut. Tut. Tut.

Telepon ditutup.

Keheningan.

Rendy masih menggenggam ponselnya erat-erat sampai buku-buku jarinya memutih. Clarissa bisa merasakan tubuh suaminya menegang, bukan karena takut dipecat, tapi karena amarah yang ia tahan.

"Mas, kita pulang aja ya... aku takut," bisik Clarissa, menarik ujung kemeja Rendy seperti anak kecil.

Rendy menatap istrinya. Wanita yang tadi tertawa lepas sambil menyandarkan kepala di bahunya, kini wajahnya pucat dan penuh rasa bersalah. Hati Rendy mencelos.

Ia berlutut lagi, sejajar dengan kursi plastik Clarissa yang reot itu, di depan Pak Haji yang masih mematung ketakutan.

"Dengar, Clarissa. Kamu ingat gak, 3 tahun lalu di tempat ini juga, kamu bilang apa ke aku pas aku cuma punya uang 15 ribu terakhir dan kamu lapar?"

Clarissa menggeleng sambil menangis.

"Kamu bilang, 'Gak apa-apa Mas, yang penting kita kenyang bareng'. Kalimat itu yang bikin aku janji, suatu hari nanti aku akan buat semua orang yang pernah menghina kita di tempat ini, berlutut di tempat yang sama," kata Rendy, suaranya bergetar menahan emosi. "Dan sekarang, janji itu akan aku tepati besok pagi. Di ruang rapat lantai 40 itu."

Clarissa langsung memeluk lengan Rendy dengan erat, tubuhnya gemetar hebat. "Mas... dipecat... kamu baru sehari jadi Presdir, Mas..."

Siska yang mendengar itu, tidak bisa menyembunyikan tawanya lagi. Ia tertawa puas, sangat puas.

"Selamat ya, Rendy. Karir Presdir terpendek dalam sejarah. Satu hari. Hahaha!"

Siska berbalik, masuk ke Mercedes-nya dan pergi, meninggalkan kepulan asap knalpot yang menyengat.

Tinggallah Rendy dan Clarissa berdua lagi di pinggir jalan itu, dengan gerobak kebab yang sudah tidak mengepul lagi.

Rendy menatap Clarissa yang menangis di pelukannya. Ia mengusap air mata istrinya dengan ibu jarinya.

"Clarissa, kamu percaya sama Mas?" tanya Rendy pelan.

Clarissa mengangguk cepat di dalam pelukan Rendy. "Percaya, Mas... aku selalu percaya sama Mas..."

"Kalau begitu, malam ini jangan nangis lagi. Besok pagi, jam 7, aku akan datang ke rapat dewan direksi itu. Dan aku akan buat Siska dan semua orang yang tertawa malam ini... berlutut minta maaf sama kamu."

Rendy menatap ke arah jalanan yang sudah sepi, matanya menyala dengan amarah yang dingin dan penuh perhitungan.

Ia tahu Siska tidak bekerja sendirian. Pasti ada Kevin di belakang foto viral ini.

Malam ini, Rendy tidak hanya harus menyelamatkan jabatannya sebagai Presdir.

Ia harus menghancurkan dua musuhnya sekaligus dalam satu rapat darurat besok pagi.

Apakah Rendy bisa membalikkan keadaan? Atau ini benar-benar akhir dari karir Presdir satu harinya?

1
Dian Paramita Dewi
---
[TERIMA KASIH 15,0K POPULARITAS]
Makasih 217 komen, 1249 Like, 24 Fans & 20 bintang 5 yang udah baca dari pagi-sore ini! 😭 Popularitas naik 700 sehari karena #KalenderKebab viral! Menurut kalian janin Clarissa kuat nggak setelah baca surat Valerie? Komen "KUAT" biar aku semangat nulis Bab 55! Aku balas malam ini! - Dian Mita
Nathalie Tyas
terus semangat berkarya Kak
Dian Paramita Dewi
Terima kasih 209 komen, 1170 Like, 23 Fans & 19 bintang 5! 😭 Popularitas 14,3K & Views 2,57K karena kalian! Aku baca semua komen pagi-sore ini. Komen "LANJUT" ya biar aku semangat! ❤️ - Dian Mita
Dian Paramita Dewi
Makasih udah baca sampai Bab 53 ini 😭 Popularitas udah 14,3K karena 209 komen & 1170 Like kalian! Aku baca semua komen "JAGA RENDY" pagi-sore ini. Doain Clarissa kuat buka brankas ya! Komen "LANJUT" biar aku semangat nulis malam ini ❤️ - Dian Mita
Dian Paramita Dewi
Makasih 209 komen! Bab 26 selesai, lanjut Bab 27 ya! ❤️
Dian Paramita Dewi
Makasih udah baca Bab 26! 😭 209 komen & 1170 Like kalian bikin Popularitas 14,3K! Komen "LANJUT" ya biar aku semangat nulis Bab 27! ❤️ - Dian
Dian Paramita Dewi
Makasih 209 komen & 23 Fans! Bab tayang! Popularitas → karena kalian! Komen LANJUT ya! ❤️
Dian Paramita Dewi
Makasih udah baca sampai Bab 24 ini 😭 Popularitas udah 14,3K karena 209 komen & 1170 Like kalian!
Dian Paramita Dewi
Makasih 209 komen, 1170 Like, 23 Fans & 19 bintang 5! 😭 Pagi-sore ini Views naik 100 jadi 2,57K & Popularitas 14,3K karena kalian! Aku baca semua komen kalian, nangis terharu.
Dian Paramita Dewi
Alurnya seru banget....membawa emosi penmbaca....bikin geregetan....Rendy tetap baik sama mertua dan keluarga istrinya 👍
Putri Dewi
Menantunya sabar banget menghadapi mertua yang seperti itu....😔
Anandayu Official
bab 50 Kak
Sean Nathania
update bab 51 kak 💪
Mita Ayu
ceritanya membuat emosi pembaca naik turun, seolah - olah pembaca ikut di dalam cerita
Ririn Tyas
semangat bab 49 💪
Ririn Tyas
update bab selanjutnya Kak 🤭
Ririn Tyas
update bab 49 kak
Ririn Tyas
update bab 44 kak 😍
Ririn Tyas
selanjutnya Kak bab 33
Ririn Tyas
selanjutnya bab 31 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!