NovelToon NovelToon
Ketika Pengkhianatan Mempertemukan Dua Hati

Ketika Pengkhianatan Mempertemukan Dua Hati

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Tamat
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Tiyas adalah seorang istri yang setia dan penuh cinta, namun dunianya hancur seketika saat ia mendapati suaminya, Gio, berselingkuh dengan Mia—yang tak lain adalah saudara sepupunya sendiri. Pengkhianatan berlapis ini meremukkan hatinya, memaksa Tiyas untuk menelan kepahitan dan mengumpulkan serpihan harga dirinya yang tersisa.
Di tengah badai kekecewaan tersebut, takdir mempertemukannya dengan Narendra, yang bernasib serupa sebagai suami Mia yang juga dikhianati. Berawal dari rasa sakit dan luka yang sama, Tiyas dan Narendra perlahan menemukan ruang aman untuk saling menguatkan, menumbuhkan kenyamanan, serta merajut harapan baru di atas reruntuhan masa lalu mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Tiba-tiba, layar monitor jantung di dalam ruangan memunculkan grafik yang melonjak cepat.

Di atas ranjang perawatan, jari-jemari Tiyas mulai bergerak gelisah.

Bukan sekadar gerak refleks kecil, melainkan gerakan lincah dan berontak yang tak terkendali, seolah jiwa di dalam tubuhnya sedang bertarung hebat melawan rasa sakit yang membakar kepalanya.

Jemari Tiyas bergerak liar, berusaha meraba kepala dan mencabut selang pernapasan yang terpasang di tenggorokannya.

"Dokter! Pasien delirium pasca-trauma! Refleks motoriknya berontak!" teriak perawat dari dalam ruangan.

Narendra, Papa Joni, dan Ibu menempelkan wajah mereka di kaca jendela dengan jantung yang berdegup kencang.

Panik luar biasa kembali mencengkeram dada Naren melihat calon istrinya bergerak-gerak gelisah dalam kondisi mata yang masih tertutup rapat.

Seorang perawat dengan sigap merogoh laci medis dan mengambil tali khusus penahan medis (wrist restraint).

Dengan cekatan namun tetap hati-hati, perawat mengambil tali khusus dan mengikat tangan Tiyas di sisi kiri dan kanan pembatas ranjang agar ia tidak melukai dirinya sendiri atau melepas alat penopang hidupnya.

"Tiyas! Jangan, Sayang! Jangan dilepas!" jerit Ibu dari balik kaca, tak kuasa menahan air mata melihat kedua tangan putrinya kini harus terikat kaku di ranjang ICU.

Narendra mengepalkan tangannya rapat-rapat hingga buku-buku jarinya memutih, menahan dorongan kuat untuk menerobos masuk dan menggenggam jemari Tiyas yang kini terkunci rapat oleh tali kain tersebut.

Melihat tangan Tiyas yang kini terikat kaku di ranjang, dada Narendra serasa dihantam godam besar.

Gerakan liar Tiyas perlahan mereda setelah perawat menyuntikkan obat penenang tambahan ke dalam selang infus.

Tubuh lemah wanita itu kembali terkulai pasrah, hanya menyisakan deru napas berat yang dibantu oleh mesin ventilator.

"Pak Naren, Bapak dan keluarga harap tenang dulu," ucap perawat yang baru saja keluar dari ruang ICU.

"Gerakan refleks tadi terjadi karena adanya tekanan hebat di saraf otak pasien. Pengikatan ini demi keselamatan Mbak Tiyas sendiri, agar selang oksigen dan jahitannya tidak terganggu."

"Tap, apa dia kesakitan, Sus?" tanya Naren dengan suara bergetar, matanya masih menatap lurus ke arah wajah Tiyas yang tertutup masker medis.

"Obat penenang sudah masuk, saat ini beliau tidak merasakan sakit secara langsung. Kita hanya bisa menunggu respon otaknya stabil," jawab perawat itu sebelum berlalu untuk mengambil kelengkapan medis lainnya.

Papa Joni merangkul bahu Naren, menepuknya pelan.

"Naren, kamu belum istirahat sama sekali dari pagi. Muka kamu pucat. Duduk dulu, Nak."

"Nggak, Papa. Naren nggak bisa duduk tenang kalau Tiyas masih kayak gini," jawab Naren paruh bisik, memfokuskan seluruh perhatiannya pada bayangan Tiyas di balik kaca.

Sementara itu, di sudut lain kota, sirene mobil polisi meraung membelah kegelapan malam.

Tim buser Polres telah mengepung sebuah kontrakan kumuh di pinggiran kota, tempat di mana Gio bersembunyi bersama tas berisi uang dan perhiasan hasil curiannya.

"Pengepungan selesai! Gio, keluar dan serahkan diri kamu!" teriak petugas melalui megrafon, membuat Gio yang berada di dalam kamar makin panik dan kalap.

Gio gemetar hebat. Dalam kepanikan yang membakar otaknya, ia mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar kontrakan yang sempit dan pengap itu.

Jalur depan sudah terkepung rapat. Matanya tertuju pada sebuah jendela kayu lapuk di bagian belakang rumah yang mengarah ke area ladang gelap.

Tanpa berpikir panjang, Gio mencengkeram erat tas berisi barang curiannya, lalu menerjang jendela tersebut dengan seluruh tenaga.

BRAKK!

Kayu jendela hancur berkeping-keping. Gio melompat keluar, mendarat kasar di tanah basah, dan langsung berlari kencang menerobos kegelapan ladang.

Kakinya yang tak beralas menapak kasar pada ranting dan batu tajam, namun rasa takut dipenjara memacu jantungnya untuk terus memompa adrenalin.

"Tersangka melarikan diri ke arah ladang! Kejar!" teriak salah satu petugas.

Senter-senter bertenaga tinggi menyapu kegelapan malam, memburu bayangan Gio yang bergerak liar di antara rimbunnya tanaman.

"Peringatan terakhir! Berhenti atau kami tembak!" panggil komandan tim buser menggema.

Gio tak menghiraukan seruan itu. Dengan napas memburu dan langkah pincang, ia tetap nekat menerobos kegelapan, berpikir ia bisa meloloskan diri dari kepungan hukum.

DORR!

Letusan senjata api memecah keheningan malam.

"AARRGGHH!!" teriak Gio.

Timah panas bersarang di kakinya. Peluru menembus betis kanan Gio dengan amat telak.

Sakit yang luar biasa menjalar seketika, membuat tumpuan kakinya patah dan tubuhnya terjerembap keras mencium tanah lumpur.

Tas curiannya terlempar beberapa meter ke depan.

Gio kesakitan. Pria itu berguling-guling di tanah sambil mencengkeram kakinya yang mengucurkan darah segar.

Erangan dan jerit kesakitannya memenuhi udara malam yang dingin.

Dalam hitungan detik, belasan petugas polisi sudah mengerumuninya, mengarahkan moncong senjata dan menekan tubuh Gio yang tak berdaya ke tanah untuk dipasang borgol besi.

Pelariannya resmi berakhir di tengah lumpur dan darahnya sendiri.

Di luar ruang ICU, Narendra masih berdiri mematung.

Matanya yang merah dan sembab tak sekalipun lepas menatap Tiyas melalui kaca bening, memandangi dada calon istrinya yang naik-turun seirama dengan dorongan mesin ventilator.

Dada Naren mendadak bergetar saat ponsel di sakunya berdering nyaring.

Ia merogoh saku pakaiannya yang masih bernoda darah kering, lalu mengangkat panggilan tanpa mengalihkan pandangannya dari Tiyas.

"Halo, Pak Narendra," suara kasat reskrim terdengar tegas dari seberang telepon.

"Kami ingin menginformasikan bahwa tersangka atas nama Gio sudah berhasil kami lumpuhkan dan amankan di kawasan pinggiran kota."

Narendra mendadak terdiam. Tangannya menggenggam ponsel makin erat hingga buku-buku jarinya memutih.

Rahangnya mengetat keras, memendam letupan amarah yang membakar dadanya.

"Tersangka sempat mencoba melarikan diri, sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur di bagian kaki," lanjut polisi itu.

"Saat ini tersangka sedang dalam pengawalan ketat menuju markas untuk proses penyidikan. Seluruh barang bukti berupa uang tunai dan perhiasan milik Anda yang dicuri dari brankas juga telah kami amankan sepenuhnya."

Naren menghela napas panjang dan berat. Tak ada rasa puas atau lega di hatinya, sebab harta yang kembali tak akan pernah mampu membayar rasa sakit dan kondisi Tiyas yang masih berjuang antara hidup dan mati saat ini.

"Terima kasih, Pak Polisi," jawab Naren dengan suara rendah dan dingin.

"Proses dia sesuai hukum yang berlaku. Jangan biarkan orang itu lolos sedikit pun." ucap Narendra.

Setelah mematikan sambungan telepon, Naren perlahan menempelkan telapak tangannya ke kaca jendela ICU, tepat di mana bayangan wajah Tiyas berada.

"Gio sudah ditangkap, Sayang." bisik Naren lirih, air matanya kembali menetes menelusuri pipi.

"Penjahat itu sudah dapat balasannya. Sekarang giliran kamu yang harus bangun.Tolong, bangun untuk aku."

1
Noey Aprilia
srius end kk...
tp mksh crtanya...d tnggu crtamu yg lain y....smnggtt....😘😘😘
Noey Aprilia: Sama2....😁😁😁
total 2 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, happy end 😄🙏
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
Noey Aprilia
Kjdian yg bkln trs d ingt s'umr hdp y naren.....🤣🤣🤣...
Ariany Sudjana
congrats yah Narendra dan Tyas, welcome to the world the new baby boy
Ariany Sudjana
harusnya Tyas jangan banyak makan es krim waktu hamil, ya jelas bayinya besar
Noey Aprilia
Antara tegang sm pgn ktwa guling2...
yg mau lhirn msih bengong,tp suaminya udh ngibrit dluan....
jd,spa yg mau lhirn sbnrnya????🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Sneng bgt krna msing2 udh brdmai dgn msa lalu..
Ariany Sudjana
puji Tuhan, hubungan Tyas, Narendra, Ferdy dan Mia sudah membaik
Noey Aprilia
Nah loohhh....
ondel2 kna mntal....ngaku2 jd pcr rhsia sm istri sah....🙄🙄🙄
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan, ngaku-ngaku pacar rahasia Narendra... kamu ini hanya cari masalah, dan harus dibunuh
Noey Aprilia
D omelin sih ga pa2....tp kthuan pke cd yg ada belalainya.....🙈🙈🙈
Noey Aprilia
Tnggu kjutan slnjutnya y naren....
enth istrimu ngidam apa lg besok dn strusnya...🤣🤣🤣....
mnimal,mia bnrn tobat....spa tau mreka bnrn jth cnta krna trbiasa....
Noey Aprilia
spiderman n belalai gjah woooyyyy....🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
masak orang hamil kok ngidam makan sate? bukannya orang hamil harus menghindari makan sate, dan aneka macam menu yang dibakar? karena tingkat kematangan meragukan
Noey Aprilia
Mnimal ada yg lbih parah dr km y naren....kl mukanya yg d ttup,brsa jd maling....🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Udh d blangin msti siap2 plus stik sbar yg bnyak......nmanya ngidam tu ga cma mslh mkanan,tp jg yg lain...
tuh buktinya....k kntor pke sarung....🤣🤣🤣....
mngkn nnti d sruh pke baju sm celana pink smua.....
Noey Aprilia
Brhrap aja smga tyas ga ngidam aneh2,atw mlah mual liat muka suaminya.....🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Waahhh....
slmt y buat klian brdua....akhrnya stlh skian lma,bntr lg bkln nmbah anggota kluarga yg baru....
naren stok sbr yg bnyak,krna ibu hmil pst bnyak maunya...siap2 jg kl ngidam....😁😁😁
Ariany Sudjana
Tyas hamil ini
Noey Aprilia
Mngkn dgn brjlnnya wktu,bs bkin mreka yg awalnya cnggung jd trbiasa...mlupakn sseorng yg d cntai emng ga mdah,tp hdp hrs ttp brjlan kn???apa lg ada bayi yg btuh ksih syng orngtuanya.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!