*THE HEIR'S MISTAKE*
*Kesalahan Sang Pewaris*
Mereka tidak pernah ditakdirkan untuk saling mencintai.
Dia adalah pewaris keluarga terpandang. Dingin, arogan, dan punya reputasi buruk.
Pertunangan yang diatur kedua orang tuanya adalah mimpi buruknya.
Dia adalah gadis baik-baik, putri dari sahabat orang tuanya.
Sama-sama benci perjodohan ini. Sama-sama ingin bebas.
Sampai satu malam menghancurkan segalanya.
Alkohol. Amarah. Dan satu kesalahan besar.
Dia hamil. Tanpa pernikahan. Tanpa cinta.
Penuh benci dan malu, dia memilih pergi.
Menghilang selama 5 tahun. Membesarkan anak itu sendirian.
Bersumpah tidak akan pernah kembali.
Kini dia kembali. Lebih kuat. Lebih dingin.
Menggandeng tangan putra yang wajahnya mirip sekali dengan sang pewaris.
Dia tidak butuh istri.
Tapi dia akan melakukan apa saja demi anaknya...
Bahkan jika itu berarti berlutut di hadapan wanita yang bersumpah akan membencinya selamanya.
_Beberapa kesalahan tidak bisa dihapus.
Kau harus menikahinya._
---
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Enam
# Dua puluh enam
"Bulan madu?" Hanum menatap heran. Ini kan dalam rangka ia bekerja, lalu kenapa membahas bulan madu segala?
"Mengapa? Apa kamu tak menyukainya, Hanum?"
"Bukan itu, hanya saja..."
"Hanya apa?"
"Bukan apa-apa!" Hanum tersenyum tipis pada suaminya.
Setelah istirahat sebentar, Hanum diantar Leon menuju lokasi proyek. Di sana istrinya sudah ditunggu banyak rekannya.
"Titip Sean ya, Mas! Aku ke sana dulu."
Leon mengangguk, melepas istrinya untuk bekerja tanpa dirinya.
Saat akan balik ke hotel, ponsel Leon berdering.
"Hallo?"
Sebuah nomor tak dikenal menghubungi Leon, takut bila itu penting, Leon pun menjawab panggilan itu.
"Leonard?"
"Maaf, ini siapa?"
"Aku yakin, anda tidak ingin istri anda mengetahui bahwa ada anak lain di luar pernikahan kalian."
"Hallo! Apa maumu!" Nada Leon sudah meninggi, ia nampak terpancing emosinya saat tahu siapa yang mencoba memerasnya.
"Tenang, kontrol diri ada Tuan!" cibir si penelpon.
"Transfer ke nomor yang saya kirim, sejumlah uang yang tertera di pesan. Saya tunggu sampai malam. Bila tak kunjung dikirim, saya pastikan... istri anda akan tahu keberadaan anak ini."
'Sial!" umpat Leon dalam hati, bagaimana bisa ia diperas seperti ini.
Tut tut tut
Telpon pun terputus.
Leon yang merasa geram campur kesal, mencengkram setir bundar yang sedang ia pegang.
Setelah membaca pesan dari si pemeras, Leon kembali menyalakan mesin mobilnya. Dengan menggunakan headset, ia menghubungi sekretarisnya.
"Desy... Kirimkan sejumlah uang pada nomor yang aku kirimkan!" titahnya pada orang yang ia ajak bicara.
"Baik, Tuan."
Desi heran, setelah membaca pesan singkat yang bosnya kirimkan.
'Untuk apa uang sebesar ini?' batinnya sambil menatap deretan angka nol di layar ponselnya.
Setelah mentransfer sejumlah uang yang diminta, Desi langsung mengonfirmasi pada atasannya.
Sementara itu, di sebuah apartemen cukup lumayan. Tidak kecil juga tidak besar, Zura sedang tiduran santai di atas ranjang dengan segelas wine di tangan.
"Kamu benar-benar hebat, sayang!" puji kekasih Zura.
"Kamu tenang saja, uangnya tak akan habis meski kita kuras."
"Pandai sekali kau mencari mangsa, Zura!"
"Hahaha!" Zura terkekeh, ia ingat betul bagaimana ekspresi Leon. Meskipun sepertinya tak percaya, tetap saja pria itu merasa bersalah.
Pria itu terlalu naif, atau mungkin karena seringnya mereka melakukan hal itu. Jadi besar kemungkinan, ini adalah anaknya.
"Mau kita apakan uang sebanyak ini?"
"Terserah, aku hanya ingin bersenang-senang!"
Zura pun langsung bermesraan dengan kekasihnya, sementara Al. Anak kecil itu kini ada di panti asuhan.
Beberapa hari lalu Zura sengaja meninggalkan anak itu. Tapi ia berencana mengambilkan lagi. Karena saat ini ia ingin menghilangkan jejak Al agar tak terendus oleh kaki tangan Leon.
Zura tahu betul bagaimana bawahan Leon bekerja, sangat bisa di andalkan. Karena mereka dulu sempat satu tim bertahun-tahun.
Untuk menghapus jejaknya, Zura meninggalkan putranya sendiri di sebuah panti asuhan.
Di tempat lainnya, Leon masih marah. Wajahnya mengeras bila ingat pemerasan ini. Tak bisa berbuat apa-apa, Leon hanya bisa menuruti apa kata si pemeras.
Sebab bila hal itu sampai bocor ke tangan istrinya, ia tak akan bisa berbuat apa-apa lagi. Kehilangan uang tak berarti baginya kini, yang penting rumah tangganya aman dan selamat.
Sore hari, Leon menjemput Hanum yang baru ke luar dari lokasi proyek.
"Di mana Sean?"
"Sedang di kamar hotel, di kelelahan. Tadi aku ajak main ke time zone."
"Wah, pasti dia senang sekali."
"Hemm."
Sepanjang perjalanan keduanya bercerita, membicarakan hal-hal apa saja yang mereka lakukan hari ini.
"Apa sudah selesai urusan pekerjaannya?"
"Sudah, besok aku free. Bahkan punya waktu 3 hari."
"Itu bagus sekali, kita bisa mengunjungi banyak tempat di sini."
Mobil yang mereka pun berhenti ketika sampai di depan Hotel.
"Kita sudah sampai!" Leon melepas sabuk pengaman, kemudian membantu melepas milik Hanum.
"Sean pasti sudah menunggu!"
Mereka pun masuk ke dalam, benar apa kata Hanum. Begitu masuk kamar, Sean langsung mencarinya. Ia tahu mamanya pasti sudah datang.
"Wah, sudah wangi anak Mama!" Hanum mengecup pipi chubby Sean.
"Tadi main apa sama Papa?" tanyanya lagi pada putri kecilnya itu.
"Banyak!" jawabnya dengan mata berbinar-binar. Hanun yakin pasti putrinya itu senang menikmati waktu bersama papanya seharian ini.
"Lain kali sama Mama juga, pasti tambah asik!" potong Leon.
"Iya, besok Kita bakal main sepuasnya!" janji Hanum pada putri dan suaminya.
Mereka nampak bahagia untuk saat ini, sebelum masalah besar menunggu untuk menerjang kedamaian keluarga Leon dan Hanum.
Sesuai janji Hanum pada putrinya, hari ini mereka akan menghabiskan waktu untuk bersenang-senang.
Banyak tempat yang sudah mereka rencanakan semalam untuk dikunjungi. Hari ini mereka benar-benar menikmati liburan yang mendadak. Tapi sangat menyenangkan.
Usai seharian jalan-jalan di luar, Sean nampak kelelahan. Pulang ke hotel dia langsung tidur.
Hanum sendiri, setelah memastikan putrinya tidur. Ia pun masuk ke kamar Leon. Dilihatnya Leon baru selesai mandi. Masih hanya mengenakan handuk dengan rambut yang basah menggoda.
"Cepat pakai baju, Mas tidak sedang menggodaku kan?"
"Menggoda mu?" Senyum tipis mencuat dari balik bibir tipis Leon. Masa iya, dia dikata sedang menggoda sang istri.
Dia kan memang habis mandi. Tidak menangapi tuduhan Hanum, Leon yang semula tak berniat menggoda malah timbul pikiran jahilnya.
'Kita lihat, sebagus apa aku bisa menggoda mu!' gumamnya.
Leon pun langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Bersembunyi di balik selimut dan melempar handuk yang semula ia kenakan.
"Eh... apa yang Mas lakuin?" pekik Hanum sembari meraih handuk yang dilempar Leon tadi.
"Menggoda mu!"
Leon memainkan matanya dengan usil. Mengedipkan sebelah mata, seperti oppa Jaja M.
"Kenapa itu matanya?"
Hanum terkekeh mendapati tingkah absurd sang suami.
Gemas, Leon menarik Hanum yang sejak tadi tak naik ke atas ranjang.
"Ke mari!" serunya.
"Eh...!"
Hanum terjerembab tepat di atas tubuh suaminya yang tertutup selimut.
"Pasti dingin, ayo masuklah!" Leon menyibak selimut, memasukkan Hanum di dalam sana.
Malam pengantin pun kembali terulang, Leon kembali melakukan kewajibannya sebagai seorang suami.
Beberapa jam kemudian, saat keduanya sedang terlelap. Dering ponsel milik Leon membuat Hanum terbangun.
Dilihatnya ada sebuah pesan, mulanya ia tak ingin membaca pesan itu. Tapi ketika melihat pengirim pesan bernama seorang wanita. Hanun pun penasaran, karena hubungan keduanya sangat dekat. Leon tak mengunci layar ponselnya selama ini.
Jadi, dengan mudah Hanum bisa membuka ponselnya.
Dengan gerakan hati-hati, ia membuka pesan itu.
Matanya mulai mengembun ketika bait demi bait ia baca. Hatinya hancur saat membaca pesan yang tak seharusnya ia baca.
dan Leon sudah tidak di marahin lagidi usir di dorong dan tidak pakai baju ya hanya koloran saja wong kadung nesu ga ngertio ulah calon Leon Junior 👍👍🌹🌹😂😂
Su TREMOSI. hampir meledak kaya gunung Krakatau ,,, memuntahkan lahar koyo wedus gembel 😆 gregeten sama dua orang itu,,,,sudah di panghil sayang ga terima,,,di galak i mewek,,,di belani hanya pakai kolor ijo. ngopo ga pakai kaca mata riben nya Hanum Leon,,,,,biar kocak. ,
coba acak cerita bagaimana awal ketemu nya ,,,tapi lagi senang ketemu pak Su nya beruntung Lo ga di bikin amnesia. sapa sang jawara penulis 😂 baik Lo Jeng Sept
wong di buat jebur berenang lama,,
mempermain kan wanita Ahir sekarang
sedang di uji,, kasian Hanum dan Shian
sabar ya shean ,,,jadi kantor nya siapa yang pegang,,,apa di jarah
anak dan istrinya berpisah dalam keadaan tidak tau mati opa urip,,,😭😭 penuh air mata
namanya juga pELaKoR dan dia juga mau balas dendam menggunakan anak pria lain dodol kuprettt Leon,,,
Leonardo ko ga cerds si sewa dong mata mata,,,masa percaya begitu saja. dan jujur pah agar ada tempat untuk curhat jangan
malah jadi takut,,, justru malah ketauan
bobrok nya cerdas dong Leon. jangan terlbat,,,,ehhh protes sama penulis nya keles 😄😄 ngapa sama Leonardo di ke
pruk i,,😈😈
berat Leon. menjaga hati sang istri dan buah hati,,,
dengan sendirinya lebih baik jujur dan seperti tadi bilang seandainya terjadi sesuatu di masa lalu jangan tinggalkan Ak ya Hanum gitu dan jangan bawa Sean,,,
ya katakan juga mengapa baru bilang ya
karena baru tau dan yang tau justru mama Yesi ,,,
seandainya tau ternyata kebaikan Leon
saat ini ada Nido besar di masa lalu kini,,
tinggal menunggu Bom nya meledak ,,,,
beruntung Hanum tidak keluar dari kerjanya. jadi apabila kelak terjadi percekcokan karena masa lalu sang Suami sebagai pemain wanita ternyata membuahkan anak laki-laki tak berdosa,,,
berarti lebih cerdas Hanum. memang si di tolong Hendra. tetapi tidak pacaran apa
lagi menikah,,,lebih baik hanya hidup berduaan dengan putrinya,,
yang sudah sudah kalau abis bahagia biasanya di bikin sedih sengsara. mudah mudahan kali ini ga ya kasian sudah sama sama menderita 4 th dah cukuplah tinggal meraih kebahagiaan saja,,,,tapi masih ada Anak nya Zura bikin dah dig dug derrrr,,,,
menyesal karena merusak Anak gadis
wanita yang sangat di kenal,,,duh kayanya akan ada perang dunia ke empat 😂👍
semoga Leon benar' benar insyaf ,,,menjadi suami dan Ayah terbaik dan Mama Yesy. menjadi orang tua yang sangat bangga 👍🤲🤲♥️♥️