NovelToon NovelToon
Veterinary Love

Veterinary Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:542
Nilai: 5
Nama Author: Inayusrina

Farra dan Barra adalah murid kelas 3 SMK Kesehatan Hewan dari dua keluarga penguasa industri kesehatan hewan Indonesia—keluarga Barra pemilik Saputra Pet Hospitals (rumah sakit hewan terbesar), sedangkan keluarga Farra pemilik Aurelie Vet Medicine (produsen obat hewan terbesar).

​Dua bulan sebelum Ujian Nasional, hidup mereka berubah total saat dipaksa menikah demi memenuhi janji masa lalu Opa dan Oma mereka. Enggan memicu skandal dan demi fokus lulus UN, keduanya sepakat menikah diam-diam dengan dua aturan ketat: menjadi suami-istri di rumah, tetapi berpura-pura asing saat di sekolah.

​Tinggal serumah sambil menyembunyikan status pernikahan dari teman-teman sekolah ternyata memicu berbagai canggung, kecemburuan, dan drama praktik lapangan. Di tengah tekanan Ujian Nasional dan ego masing-masing, persaingan dingin di antara mereka perlahan berganti menjadi benih cinta yang tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inayusrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Sesampainya di apartemen malam itu, sikap protektif Barra meningkat ke tingkat tertinggi. Bayangan instruksi dokter serta keberadaan dua calon bayi di dalam perut Farra membuat Barra bertekad untuk memastikan istrinya tidak menyentuh pekerjaan rumah sekecil apa pun.

​Saat Farra melangkah ke dapur hanya untuk mengambil segelas air putih, ketenangannya terusik. Di atas meja dapur, terdapat sisa potongan bawang merah yang dipakai memasak tadi siang. Baru saja Farra mendekat, aroma tajam dan menyengat dari bawang itu langsung menusuk indra penciumannya.

​"Ugh..." Farra menutup mulutnya rapat-ratap, wajahnya memucat seketika saat rasa mual hebat kembali bergolak menembus dada. Tanpa sempat mengambil air, Farra berlari kecil menuju wastafel dapur dan muntah-muntah.

​Barra yang mendengar suara itu langsung berhamburan dari kamar. Wajahnya panik setengah mati saat memijat lembut tengkuk Farra dan menyodorkan segelas air hangat.

​"Mulai detik ini, kamu dilarang keras masuk ke dapur. Nggak ada masak-masak lagi!" tegas Barra dengan raut wajah serius yang tak bantah.

​"Tapi Barra, cuma bau bawang—"

​"Nggak ada tapi-tapi, Farra," potong Barra penuh dominasi namun sarat akan rasa sayang. "Kebutuhan makan kita bisa delivery dari restoran atau minta asisten rumah tangga kirim masakan setiap hari. Aku nggak mau kamu mual dan kelelahan lagi."

​Sikap protektif Barra tidak berhenti di situ. Mengingat bulu kucing bisa memicu alergi atau infeksi tokso yang berisiko bagi wanita hamil—terutama pada trimester pertama—Barra mengambil keputusan berat terkait Cia dan Rexy. Malam itu juga, Barra menghubungi Byan dan Tasya untuk menitipkan kedua anabul kesayangan mereka.

​Keesokan harinya, Tasya datang sendiri ke apartemen dengan wajah berbinar untuk menjemput Cia dan Rexy. Farra sempat berkaca-kaca saat menyerahkan keranjang Cia, namun Tasya mengelus lembut bahunya.

​"Tenang aja ya, Farra sayang. Cia sama Rexy bakal Mommy rawat kayak anak sendiri di rumah. Yang penting sekarang kamu fokus jaga kesehatan dan si kembar," puji Tasya hangat sebelum membawa dua kucing persia itu pergi.

​Kini, apartemen terasa jauh lebih tenang. Barra benar-benar memanjakan Farra bagaikan seorang ratu. Semua kebutuhan Farra diambilkan, mulai dari pakaian hingga suplemen kehamilan. Setiap malam sebelum tidur, Barra selalu berbaring memeluk Farra dari belakang, menyusupkan telapak tangannya di atas perut Farra yang masih rata sembari membisikkan pesan-pesan manis untuk kedua calon buah hati mereka.

. . . . . . . . . .

Beberapa minggu berlalu hingga pengumuman kelulusan resmi dikeluarkan. Sebuah acara pesta malam kelulusan (prom night) megah digelar di ballroom hotel untuk merayakan perpisahan angkatan mereka.

​Di dalam kamar utama apartemen, Farra menatap gaun malam bergaya simpel namun anggun yang tergantung di lemari. Ia memutar tubuhnya menghadap Barra yang sedang bersandar di kepala ranjang sembari memeriksa dokumen kuliah.

​"Barra..." panggil Farra dengan suara paling lembut yang ia miliki, melangkah mendekati suaminya. "Nanti malam kan ada pesta kelulusan angkatan kita. Aku... boleh datang, ya?"

​Barra langsung menghentikan kegiatannya. Alisnya bertaut rapat, dan pancaran matanya seketika berubah penuh penolakan. "Nggak boleh, Farra. Di sana pasti ramai, bising, dan kamu bisa kecapekan berdiri lama-lama. Kandungan kamu baru masuk usia awal, sangat rentan."

​"Tapi Barra..." Farra mendaratkan duduk di tepi ranjang, menggenggam telapak tangan Barra dan menatapnya dengan binar mata memohon. "Ini kan momen sekali seumur hidup buat merayakan kelulusan SMK kita. Gabriella sama Amelia juga udah nanyain terus. Aku janji cuma sebentar, nggak akan ikut berdansa, dan cuma duduk aja."

​Barra menggeleng pelan, masih berusaha mempertahankan benteng protektifnya. "Nggak, Farra. Risikonya terlalu besar."

​Melihat reaksi suaminya, Farra tidak menyerah. Ia menyusupkan kedua tangannya melingkari lengan tegap Barra, menyandarkan kepalanya di bahu Barra sembari mengusap pelan dada suaminya. "Please... sama kamu juga kok di sana. Kamu kan ketua OSIS, pasti datang juga. Aku janji bakal terus di samping kamu dan langsung pulang kalau berasa agak capek. Boleh ya, Papa?"

​Mendengar bisikan manis dan sebutan "Papa" yang keluar dari bibir istrinya, pertahanan Barra runtuh seketika. Ia menghela napas panjang, menatap Farra dengan raut memasrahkan diri namun sarat akan rasa cinta.

​Barra merengkuh pinggang Farra, menariknya ke dalam pelukan hangat. "Ya sudah, boleh," putusnya akhirnya.

​Wajah Farra seketika berbinar bahagia, namun Barra langsung mengangkat satu jarinya, memberi peringatan tegas. "Tapi ada syarat mutlaknya: Kamu nggak boleh lepas dari jangkauan aku, nggak boleh pakai high heels, dan begitu kamu merasa sedikit aja lelah atau mual, kita langsung pulang saat itu juga. Paham?"

​"Siap, Suamiku sayang!" seru Farra gembira, mendaratkan kecupan manis di pipi Barra sebelum berhamburan bangun untuk bersiap-siap. Barra hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sembari menyunggingkan senyum tipis, bersiap menjadi pengawal pribadi paling siaga untuk istri dan calon anak kembar mereka malam nanti.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!