[Ding!]
[Sistem telah menyatu dengan Host baru.]
[Selamat Host mendapatkan hadiah perkenalan 10.000.000.000 rupiah.]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Habiskan seluruh uang selama 1 jam untuk mendapatkan hadiah rabat 10 kali lipat dari uang yang Host habiskan.]
*
Karina baru saja dipecat dari perusahaan dengan uang pesangon terkena potongan hingga 50 persen.
Di bawah panas teriknya sinar matahari pagi, Karina yang baru melangkah keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba suara lembut muncul dalam pikirannya, dan sejak saat itu hidupnya berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ditinggalkan Sistem Untuk Sementara Waktu
Selesai sarapan bersama keluarganya, Karina akhirnya membuka kotak hadiah yang didapatkan setelah menyelesaikan Tugas melindungi Nicholas.
"Mendapatkan Keahlian Teleportasi, Keahlian Darah Penyembuhan, bisa menyembuhkan segala jenis penyakit hanya dengan satu tetes darah milikku, bahkan bisa menarik kembali jiwa seseorang yang sudah berada di ambang kematian!"
Karina yang takjub akan Keahlian baru yang kini telah menyatu dengan tubuhnya, mulutnya sampai ternganga lebar.
[Ding!]
[Harap Host bijak dalam menggunakan setiap keahlian yang didapatkan dari Sistem.]
"Aku bukan orang yang suka memanfaatkan kelebihan diri untuk sesuatu yang buruk, jadi kamu tenang saja, Sistem!"
[Ding!]
[Sistem sepenuhnya percaya pada Host, jangan mempermainkan kepercayaan Sistem!]
"Mmm... Aku nggak akan mempermainkan kepercayaanmu!"
[Ding!]
[Khusus untuk hari ini Host tidak perlu mengerjakan Tugas Sistem karena Sistem harus bertemu Sistem Utama untuk mendapatkan daftar Tugas yang harus Host lakukan untuk 1 bulan ke depan.]
"Berapa lama kamu akan pergi, dan apa aku masih bisa mengakses tabel status?"
[Ding!]
[Selama 1x24 jam Sistem akan pergi ke tempat Sistem Utama. Selama Sistem pergi, Host masih bisa mengakses tabel status.]
Karina menganggukkan kepala tanda mengerti, dan akhirnya Sistem pergi untuk sementara waktu, membuat Karina merasa ada yang hilang dari hidupnya.
"Untungnya Sistem hanya pergi untuk sementara waktu dan akan segera kembali."
Karina menjalani harinya seperti biasa meski tidak adanya Sistem, dimana pagi hari ini dia berencana pergi menemui anak-anak panti asuhan.
Di masa lalu dia sering mengunjungi anak-anak yang tinggal di panti asuhan, dan sekarang dia tak akan lagi datang dengan tangan kosong, melainkan Karina akan membeli banyak barang yang dibutuhkan oleh anak-anak panti asuhan.
*
Tiba di tempat perbelanjaan yang terdapat area toko mainan dan toko buku untuk anak-anak, Karina langsung saja memborong banyak barang dari kedua toko itu.
Setelahnya dia beralih ke toko jajanan sehat yang diperuntukkan khusus untuk anak-anak, dan lagi-lagi dia memborong hampir setengah isi toko, dan kali ini dia sengaja tak membelikan baju baru untuk anak-anak panti, sebab Karina tak tau pasti ukuran baju anak-anak.
Rencananya Karina akan memberikan uang pada pengelola panti untuk membeli pakaian baru untuk anak-anak, juga uang untuk memenuhi kebutuhan lainnya.
"Saat ini aku nggak lagi kekurangan uang, jadi aku nggak akan jadi orang pelit!"
Hampir dua jam berbelanja, Karina sudah merasa cukup dengan aksi borong yang dilakukannya, dan tanpa terasa dua mobil box ukuran sedang telah penuh, siap membawa seluruh barang belanjaan Karina ke panti asuhan yang sejak dulu sering dia kunjungi, bahkan di masa lalu dia pernah mengisi kelas membaca dan menulis di tempat itu.
Mengemudikan sendiri sebuah mobil sport yang membuat mobil-mobil di jalanan memilih menjaga jarak karena takut bersenggolan dengan mobil yang harganya mencapai ratusan miliar, cepat saja Karina tiba di tempat tujuan dengan diriku dua mobil box.
Tiba di tempat tujuan, Karina langsung melihat pemandangan tempat yang tampak memprihatinkan, membuatnya berpikir untuk merenovasi bangunan dan seluruh fasilitas panti, kalau perlu dia akan memperluas bangunan yang sekarang tampak terlalu sempit.
Tadi sebelum memasuki area panti asuhan, Karina sempat melihat tanda tanah dijual, dimana lokasi tanah itu tepat berada di sebelah lokasi panti asuhan, dan memiliki luas 4 kali lebih luas dari tanah tempat berdirinya bangunan panti asuhan.
Seketika itu juga Karina beremc membeli tanah itu, lalu selain akan dijadikan lahan perluasan bangunan panti asuhan, di tempat itu juga dia berencana membangun sekolah gratis, dimana seluruh biaya sekolah dan gaji guru pengajar serta urusan ijin, semua akan menjadi tanggungjawabnya.
Semua rencana itu telah tersusun rapi di kepalanya dan tinggal dieksekusi.
"Nanti semuanya akan aku eksekusi setelah bertemu anak-anak! Aku juga membutuhkan bantuan pengelola panti untuk mempercepat proses kepemilikan tanah di sebelah!"
Karina bergumam pelan, dan akhirnya mobil yang dikemudikannya terparkir rapi di halaman panti.
*
Anak-anak panti yang kagum dengan mobil Karina, mereka terus saja melihat dari jauh, tak berani mendekat.
Tetapi begitu mereka melihat wajah cantik Karina yang baru saja keluar dari mobil, seketika seluruh anak-anak terpesona dan kagum dengan kecantikan yang menurut mereka seperti sosok Dewi yang baru turun dari langit.
"Kakak cantik apa Dewi yang baru turun dari langit?"
Entah sejak kapan berdiri bocah laki-laki berusia 4 atau 5 tahun di depan Karina.
"Adik kecil, kakak manusia biasa, bukan Dewi yang turun dari langit. Tetapi kakak memang secantik Dewi di langit sana!"
"Wah..." Anak laki-laki seketika berseru saat digendong Karina.
Karina tersenyum gemas melihat reaksi anak laki-laki yang kini berada di gendongnya, sampai akhirnya dia melihat sosok dua wanita dan dua pria pengelola panti asuhan, dimana di masa lalu dia sering berinteraksi dengan mereka, dua pasang suami istri yang beruntung bisa merawat dan menjaga anak-anak spesial yang terlahir di dunia ini.
"Duo Paman kumis dan duo Bibi pemarah, apa kabar kalian?"
Mendengar panggilan yang tak asing di telinga mereka, empat orang yang baru saja menampakkan diri, mereka langsung saja mengenali sosok wanita yang benar-benar cantik, jauh lebih cantik dari sosok Karina yang ada diingatan mereka, meski sebenarnya Karina di masa lalu sudah cantik, hanya saja kini benar-benar jauh lebih cantik, bahkan mereka berempat sampai mimisan.
Untungnya mereka cepat membersihkan darah yang mengalir keluar dari lubang hidung sebelum ada anak-anak yang menyadarinya.
Setelahnya mereka menyambut kedatangan Karina, meski suasana sedikit canggung, sebab mereka merasa sosok wanita yang dulunya mereka kenal, kini dia benar-benar sudah berubah, tapi mereka tetap melihat ketulusan serta keikhlasan dalam sorot wanita itu.
Sebelum ikut masuk ke dalam rumah bersama pengelola panti asuhan, Karina menyuruh orang-orang dari tempat perbelanjaan untuk menata mainan, buku, juga makanan untuk anak-anak ke dalam rumah, tepatnya di ruangan tengah yang cukup luas.
Keempat pengelola panti juga beberapa orang yang mereka kerjakan untuk membantu mengurus anak-anak, mereka terperangah melihat banyaknya barang yang diberikan Karina untuk anak-anak panti.
"Barang-barang ini baru awal, ke depannya aku ingin memberikan lebih banyak lagi untuk anak-anak!"
Karina sama sekali tak menutupi keinginannya memberikan segala hal terbaik untuk kebaikan anak-anak panti.
Belum juga pengelola panti asuhan membalas ucapannya, Karina kembali menyampaikan keinginan dan rencananya, yaitu dia ingin merenovasi keseluruhan bangunan panti, tapi sebelumnya dia meminta bantuan pengelola panti untuk mengurus pembelian tanah di sebelah untuk dijadikan sebagai lokasi perluasan bangunan baru panti asuhan.
Ternyata ada sebuah kebetulan, dimana tanah di sebelah ternyata milik kedua pria pengelola panti, dimana mereka ingin menjual tempat itu untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yang semakin hari semakin banyak.
Mengetahui itu, Karina tak mengurungkan niatan membeli tanah, dimana dia tetap akan membelinya, lalu melanjutkan semuanya sesuai dengan rencana awalnya.