Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran
"Kevin Argantara?"
Kevin mengangkat wajahnya, ia terpaku. Wajah bulat dengan mata yang begitu indah, wanita dihadapannya begitu sempurna dengan senyumnya yang menawan
"Aku Raina!"
Sesaat Kevin dibuat terpaku, namun ia kembali sadar jika cintanya hanya untuk satu orang
"Duduklah!" Ujarnya dingin
Raina tersenyum dan itu terlihat manis "Kamu sudah menunggu lama? Maafkan saya!"
Astaga, suara lembutnya itu membuat hati begitu tenang "Tidak masalah"
"Saya diberi tahu oleh Tante Cynthia kalau kamu ingin bertemu"
Kevin hanya bergumam "Ingin pesan apa?"
Raina meraih buku menu dari tangan Kevin lalu mulai membaca "Saya pesan lemon tea saja!"
"Baiklah!" Kevin memanggil seorang pelayan lalu memesan apa yang mereka inginkan
Keduanya diam, kecanggungan tercipta antara keduanya. Entah kenapa mereka seperti kehabisan kata-kata
"Emm Raina?"
"Ya?" Raina menatap pria tampan dihadapannya
"Kenapa kamu mau menerima perjodohan ini?" Pertanyaan itu lolos juga dari mulut Kevin
Menurutnya Raina adalah wanita yang sempurna, rasanya janggal jika wanita ini tidak ada yang menginginkan
"Aku hanya berusaha untuk menjadi anak yang selalu membuat ayahnya bahagia, dan pernikahan ini akan membuat ayahku bahagia!" Jawab Raina diiringi dengan senyum indahnya
"Apa kamu tidak memiliki pria yang kamu cintai?"
"Aku hanya akan mencintai suamiku, aku ingin memiliki cinta yang utuh hanya untuk pria yang dipilihkan Allah" Raina menjawab semuanya dengan santai, gadis ini cukup cerdas untuk membuat lawan bicaranya kehabisan kata
"Tapi kamu belum mengenal aku! Bagaimana jika aku bukan laki-laki yang baik?" Tanya Kevin lagi, ia ingin jadi anak yang penurut demi menyelamatkan Alanna
Ia ingin jika Raina sendiri yang akan membatalkan pernikahan ini, dengan begitu ia akan terbebas dan Alanna akan baik-baik saja
"Aku juga bukan wanita yang baik, kita akan sama-sama belajar untuk menjadi yang terbaik"
Sial, Kevin seperti kehabisan kata. Wanita didepannya ini bukan orang yang mudah dikalahkan
Oh iya, Kevin lupa jika ibunya mengatakan bahwa gadis didepannya ini adalah seorang penulis, jelas dia sangat pandai bermain kata
"Kenapa kamu menjadi penulis bukannya melanjutkan bisnis keluarga?" Kevin mengalihkan pembicaraan
"Aku beruntung memiliki ayah seperti ayahku, yang tidak memaksa keinginannya pada anak-anaknya" Jawabnya
"Menjadi penulis adalah impianku, mungkin memang bisnis tidak cocok untuk wanita introvert sepertiku" sambung Raina "Kamu sendiri?"
"Kamu ingin tau apa tentang aku?"
"Semuanya!"
"Bagaimana jika aku mengatakan kalau aku sebenarnya menolak perjodohan ini?" Tanya Kevin yang membuat wanita itu diam
Raina tersenyum, Kevin merasa aneh karena wanita dihadapannya ini tidak menunjukkan reaksi yang menandakan ia tengah marah
"Kenapa kamu mengatakan itu padaku? Kenapa tidak katakan itu pada kedua orang tuamu?"
"Aku hanya tidak ingin membuat mereka kecewa" Jawaban itu malah membuat gadis berhijab itu tersenyum
"Ya, hal itu juga yang tengah aku lakukan, kita sama kan?"
Sial, Kevin benar-benar kehabisan kata. Gadis ini tidak bisa ia anggap remeh, dia cukup cerdas untuk menjawab setiap pertanyaan
"Kamu sangat cantik Rain, harusnya kamu bisa bersama pria yang kamu cintai dan dia mencintai kamu juga"
"Kamu benar, sayangnya saya hanya akan jatuh cinta satu kali. Dan itu dengan suamiku"
Kevin memilih untuk diam, sepertinya ia tak bisa lari dari pernikahan ini. Sampai hari ini ia tak tahu apa yang terjadi pada kekasihnya
***
"Bagaimana?" Tanya Cynthia yang terlihat begitu antusias, ia telah menunggu putra semata wayangnya itu sejak tadi
"Apanya?"
"Pertemuannya? Bagaimana Raina? Dia cantik kan?" Cecar wanita setengah baya itu
"Lalu?" Kevin hendak berlalu namun langkahnya berbalik pada sang ibu "Aku juga tidak memiliki pilihan lain kan? Jadi tidak masalah jika wanita yang mama pilihkan itu buruk rupa"
Cynthia tampak kesal, putranya terlihat tidak menerima perjodohan ini. Tapi ia yakin jika cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu
Dirinya juga mengalaminya, pernikahannya bersama sang suami juga hasil dari perjodohan, tapi terbukti jika sampai hari ini mereka masih bertahan walaupun cinta itu datang terlambat
"Mama hanya mengharapkan kebahagiaan kamu, Kevin. Dan Alanna bukan pilihan yang tepat" Gumam Cynthia saat sang putra berlalu menuju kamarnya
***
Hari berlalu, hari ini sesuai yang direncanakan. Keluarga Argantara akan datang melamar seorang gadis untuk pewaris tunggal Argantara group
Sebuah rumah besar dua lantai hari ini tampak dihias dengan bunga-bunga yang indah, sanak saudara mulai datang
"Nak"
Seorang gadis cantik yang tengah merias dirinya berbalik, senyum manis itu selalu menghiasi wajah cantiknya
"Ayah"
"Kamu sudah siap? Atau kamu ingin sesuatu?" Tanya Adnan pada putri semata wayangnya ini
Adnan memiliki dua orang anak, pertama adalah anak laki-laki bernama Narendra Soesatyo yang kini menjadi penerus perusahaan miliknya dan satu lagi adalah peri kecil kesayangannya, Raina Soesatyo
"Ayah tidak tahu jika kamu sudah sebesar ini" Adnan tersenyum, sudut matanya mulai mengeluarkan cairan bening dan itu membuat Raina ikut terharu
"Maafkan Raina, Ayah. Mungkin selama ini Raina mengecewakan ayah" Gadis bermata coklat itu mendekat, meletakkan kepalanya pada dada bidang pria berusia enam puluh tahun itu
"Kamu adalah peri kecil ayah, dan seorang peri tidak pernah melakukan kesalahan" Adnan tersenyum, ia usap kepala sang putri yang terbalut hijab berwarna putih serasi dengan kebaya yang ia kenakan
"Jika bunda mu disini, dia akan menjadi yang paling bahagia" Sejenak Adnan menerawang jauh dimana istri tercintanya masih menjadi bagian dari mereka
Rosie, wanita yang masih mengisi hatinya walaupun tidak lagi berdiri disisinya, sudah bertahun-tahun, sang istri pergi untuk selamanya saat berhasil menghadirkan malaikat kecil yang memiliki mata sepertinya
Sampai hari ini Adnan tidak berpikir untuk menikah lagi, kedua buah hatinya tak pernah melarang namun ia ingin cintanya utuh pada wanita yang begitu ia cintai
"Ayah, kenapa jadi sedih?" Raina mengusap pipi cinta pertamanya itu "Bunda pasti juga bahagia disana, Raina yakin"
Adnan mengangguk, ia peluk gadis kecilnya itu penuh cinta "Kamu benar, sayang. Ayo siap-siap! Sebentar lagi calon suamimu datang"
"Ayah tidak ingin menikah lagi?" Pertanyaan itu bukan pertama kali dilayangkan oleh kedua anaknya, namun Adnan selalu memiliki jawaban untuk itu
"Ayah cuma ingin cinta ayah utuh untuk bunda mu saat nanti kami bertemu kembali"
Raina tersenyum, ia berharap cinta yang seperti ini. Suami yang begitu setia pada istrinya walaupun wanita itu tidak lagi dapat ia peluk
Tapi mengingat pertemuan pertamanya dengan pria yang akan datang hari ini, rasanya angan itu hanya akan menjadi angan-angan saja
Jelas sekali jika pria itu tidak menginginkan perjodohan ini, iapun ingin Kevin mengatakan yang sebenarnya pada semua orang