Aku sudah mati sekali di hari kiamat.
Sekarang aku kembali—3 hari sebelum semuanya dimulai.
Aku tahu siapa yang akan mati.
Aku tahu monster apa yang akan muncul.
Aku tahu dunia ini tidak bisa diselamatkan.
Jadi kali ini…
aku akan mengubah semuanya.
Atau menghancurkannya dengan caraku sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqi Handayani Mu'arifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19 Rencana untuk bertahan hidup
"kalian hebat." ucap fanfan dan finfin setelah mereka menyelesaikan latihannya.
"kalian sangat cepat menyatu dengan senjata kalian." imbuh fanfan.
"kalau begitu kami pergi dulu untuk mencoba kekuatan baru kami." ucap santo.
"baiklah, kalian harus menjadi tim yang terus bertumbuh dan berkembang."
"siap. Kami akan terus berlatih." jawab andri.
Mereka menyerap kembali senjatanya. "terasa lebih ringan dan tidak boros energi." ucap reina.
"tentu saja. Setelah senjata berubah fisik mereka memiliki energi tersendiri." ucap fanfan.
"hebat!." ucap prisma. Perasaannya terasa tidak seperti dulu lagi. Setelah senjata menyatu kedalam dirinya, dia telah berubah menjadi lebih berani dan tidak takut apapun.
Aura mereka benar-benar telah berubah.
****
Mereka telah kembali diapartemen milik reina. "huuh,, sangat lelah." ucap prisma sambil merebahkan tubuhnya di sofa.
"tapi stamina dan energi kita semakin meningkat. Sepertinya jika bertarung sambil terbang juga tidak masalah." ucap reina.
"tidak, terbang bukan solusi yang baik. Jika tidak dalam keadaan darurat lebih baik jangan lakukan itu." ucap Andri.
"kenapa? Bukankah energi kita sudah meningkat?" tanya prisma penasaran.
"terbang memakan energi sangat banyak, jika digunakan untuk bertarung kita akan mudah lelah."
"itu benar, akan lebih berbahaya jika pertarungan belum selesai tapi sudah kelelahan." sambung santo.
Reina diam memikirkan sesuatu yang lain, "lebih baik katakan saja kepada mereka." batin reina.
Mereka menatap reina penuh tanda tanya, "reina, ada apa?."
Reina menatap mereka, "huuffftt" menghela nafas panjang.
"saya tidak tahu kalian akan percaya atau tidak dengan perkataanku." ucap reina ragu.
"katakan saja, percaya atau tidak itu tidak penting." jawab dandi.
"jadi begini, kita sudah berada didalam ruang dimensi 1 tahun lebih yang berarti kita melewatkan waktu didunia luar hampir 2 bulan."
"lalu?" tanya andri.
"sekitar tiga bulan lagi akan ada gempa bumi yang menggetarkan seluruh negara. Gempa itu merubah segalanya. Gedung, rumah kendaraan hilang, sinyal internet pun juga terputus dan tidak bisa kembali."
"apa? jika dipikirkan dengan seksama ini akan menyulitkan semua orang." ucap Andri.
"ya kamu benar." jawab reina singkat.
Prisma tidak memahami ucapan reina, "tunggu dulu. Apa maksudnya? Semua menghilang?"
"jika bangunan hancur sama saja hilang. Pesawat terbang tidak mampu lagi terbang karena banyak energi yang akan menariknya jika dipaksa terbang. Semua kendaraan benar-benar tidak lagi berguna, hanya bisa mengandalkan kereta kuda. Bahkan semua teknologi mati total."
Mereka terkejut, namun mereka masih tidak percaya kecuali Andri.
Tiba-tiba energinya mengkonfirmasi penjelasan reina dengan berbagai macam informasi untuk mengatasi hal tersebut.
"tiba-tiba dikepala saya banyak informasi dan pengetahuan termasuk tentang ucapan reina."
"itu benar akan terjadi?" ucap santo, dandi dan prisma bersama.
"ya, tapi saya tidak tahu kapan tepatnya itu akan terjadi."
"kalau semua teknologi hancur, kita tidak bisa dengan mudah untuk saling mengirim informasi. Dan untuk melakukan perjalanan hanya bisa mengandalkan kedua kaki. Tentu saja itu akan membutuhkan waktu lama." ucap reina.
Dikehidupan sebelumnya, hanya pengembara kaya yang memiliki kuda. Pengembara biasa bisa akan memakan waktu berhari-hari untuk tiba disebuah desa. Tentu saja jika datang terlambat warga desa yang tersisa akan dimakan monster.
"itu juga yang selama ini saya pikirkan, bagaimana cara mengatasinya." sambungnya.
"tidak, masih ada cara selain surat kabar."
Mereka menoleh, "apa itu?"
"ada dua cara mengatasinya, yang pertama kita harus menguasai ilmu telepati namun ini sedikit sulit. Kita harus mencari buku kuno yang menjelaskan cara menggunakan ilmu telepati."
"bukan tidak mungkin kita mencarinya, hanya saja sekarang baru ada beberapa tempat dimana reruntuhan kuno itu muncul." ucap reina sedikit kecewa.
"andri bilang ada dua cara, mungkin yang kedua akan lebih mudah." ucap santo.
"santo benar, yang kedua adalah menulis surat kemudian dialiri energi spiritual sembari memikirkan tujuan kita. Hanya saja cara seperti ini bisa dicegah oleh seseorang. Dan ini sangat beresiko."
"untuk sekarang lebih baik kita pelajari cara kedua sambil mencari buku kono itu." Ucap dandi.
"kalau untuk kendaraan, kita bisa membuat kereta kuda sendiri dari sekarang. Dimarkas ada banyak kuda. Kalau kita menyimpan diruang dimensi mungkin akan lebih aman." ucap andri memberikan solusi terbaik.
"kalau begitu saya izin kemarkas utama militer untuk menyampaikan masalah ini. Supaya kedepannya akan lebih mudah." sambungnya.
"kalau begitu saya ikut denganmu." sahut prisma.
"kalau begitu saya akan pergi untuk mencari perbekalan sebelum seluruhnya hancur." sambung reina.
Santo dan dandi saling menatap, "kalau begitu saya dan santo akan membantumu untuk menimbun makanan." sambil tersenyum lebar.
"bukan cuma makanan, tapi juga obat-obatan. Karena obat-obatan akan sangat sulit didapatkan."
"oh ya, tolong sampaikan kepada dr isman untuk tetap selamat. Setelah dunia kiamat saya harap dia bisa memperbanyak jenis-jenis obat untuk segala macam penyakit termasuk virus zombie." sambung reina.
"baiklah, akan kami sampaikan." jawab prisma.
"nah reina, apakah pembekalan akan disimpan didalam ruang dimensi?" tanya andri sebelum pergi.
"ya, disana akan menjadi gudang."
"baiklah."
Mereka pergi dengan membawa misi. Andri dan prisma pergi kemarkas utama untuk menjelaskan apa yang akan terjadi dan mengajari jenderal untuk tetap bisa berkomunikasi. Dan mengamankan puluhan ekor kuda.
Sedangkan reina, santo dan dandi pergi keberbagai supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan yang bisa tahan lama.
Selain itu, mereka juga pergi kebeberapa apotik untuk memborong semua obat-obatan untuk dijadikan stok.
Tepat pukul 20.00 malam, mereka beristirahat disebuah restaurant setelah mendatangi seluruh toko makanan, bahan mentah, sayuran dan obat-oban untuk memborong.
"sepertinya jika hanya mengandalkan makanan dan bahan-bahan mentah ini tidak akan cukup untuk kita. Apalagi jika untuk berbagi." ucap santo memikirkan pasti akan ada banyak manusia yang akan kelaparan dan butuh bantuan.
"kamu benar."
Mereka terdiam sejenak, memikirkan langkah selanjutnya.
Bagaimana cara mereka bisa berkecukupan namun juga bisa berbagi untuk tetap menjaga populasi manusia.
"bagaimana kalau kita membeli banyak benih sayuran?." tanya dandi.
"sepertinya itu ide yang bagus." jawab santo
Reina berpikir sejenak, "tapi hampir semua tanah tercemar dan sulit untuk bertani. Seingatku memang ada beberapa tanah yang subur namun akan jadi sasaran perampok."
"bagaimana kalau diruang dimensi itu?." tanya dandi.
"ide bagus, sepertinya disana juga seluas dunia ini. Disana juga banyak tumbuhan yang terlihat subur." ucap santo tangannya sambil mengelus dagunya.
"oke, kita lakukan disana saja. Apalagi waktu disana dan disini berbeda. Lebih membantu." kata reina.
"kita juga bisa memanfaatkan tanah subur meskipun akan menjadi sasaran perampok. Setidaknya sedikit membantu." sambung dandi.
Akhirnya mereka memutuskan untuk membeli semua benih yang dijual seluruh toko yang ada dikota keesokan harinya.
"kita juga bisa menyemai benih jika kehabisan benih."
"dandi benar. Kita bisa meminta bantuan fanfan dan finfin untuk bertani dan menyemai benih. Hahaha" ucap santo. Dia sangat yakin respon finfin pasti akan marah besar karena tempat tinggalnya dijadikan markas.
"sepertinya saya ingat, dipulau lotte ada lokasi yang tidak terdampak saat gempa dunia. Tapi saya tidak tahu lokasi tepatnya dimana." ucap reina sambil mengingat.
"kita bisa minta bantuan andri. Dengan kemampuannya pasti bisa terlacak." kata dandi.
"nah kalau begitu, lokasi disana bisa diserahkan kepada jenderal untuk dia yang mengatur." lanjut reina.
Berkat kemampuan andri, mereka telah menemukan lokasi tanah subur dipulau lotte. Mereka membantu jenderal mengurus lokasi tersebut sebelum mereka pergi berpetualang.
Dandi dan santo membajak tanah yang akan dijadikan sebagai lokasi untuk menanam padi, dan beberapa macam sayuran.
Mereka menggarap tanah yang lumayan cukup luas. 3 hektar untuk padi, 2 hektar untuk gandum dan 5 hektar untuk sayuran.
Kemudian andri dan reina menyemai berbagai macam benih, semakin banyak dan semakin banyak.
Sedangkan prima bertugas menjaga area dari serangan monster atau pengganggu lainnya.
Beberapa anggota militer lain juga ikut membantu. Mereka menimbun didalam tanah berbagai macam bahan bangunan yang nantinya akan dibangun untuk pertahanan setelah gempa terjadi.
Mereka juga telah memesan kepada tukang untuk dibuatkan kereta kuda yang bisa membawa 10 orang dan memiliki garasi untuk menyimpan perbekalan.
Reina dan dandi juga telah menyimpan 30 ekor kuda diruang dimensi. Mereka memang berniat kuda itu bermutasi supaya memiliki kekuatan lebih.
Disaat mereka menyimpan semua bahan dan persiapan.
"apa kamu tidak memiliki otak!" teriak finfin terhadap reina, dandi, dan santo.
Mereka hanya terdiam dan tersenyum karena ocehan finfin.
"sudahlah finfin, tidak apa-apa. Saya juga bersedia untuk membantu bertani." ucap fanfan dengan penuh semangat.
"TIDAKK!!!!" Finfin semakin marah.
*****
Setelah persiapan selesai, mereka hanya menunggu waktu.
Takut? Jelas ! Sebenarnya mereka semua takut akan neraka, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa pada kenyatan yang akan segera terjadi.