Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.
Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.
Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".
Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30: PEMBURU YANG MENJADI BURUAN
Hutan Hitam berguncang hebat. Suara auman harimau raksasa bercampur dengan teriakan manusia dan dentingan senjata menciptakan simfoni kekerasan yang mematikan.
Di bawah sana, Lei Ying, kakak sulung dari Sekte Pedang Biru, sedang memimpin pertarungan mati melawan Harimau Roh Api Level Raja. Binatang buas itu memiliki kekuatan setara dengan kultivator Alam Roh Level 3 atau 4, kulitnya sekeras baja, dan cakarnya bisa membelah batu besar seolah memotong tahu.
"Serang! Serang dari sisi! Jangan biarkan dia bernapas!" teriak Lei Ying dengan wajah memerah karena mengerahkan seluruh tenaganya.
Ia adalah sosok yang sangat dihormati di sektenya. Berusia dua puluh lima tahun, sudah mencapai Alam Roh Level 2, dan memiliki reputasi sebagai pendekar pedang yang dingin dan mematikan. Di sekelilingnya, dua puluh murid elit Sekte Pedang Biru membentuk formasi pedang, mengirimkan ribuan tebasan energi biru ke arah harimau itu tanpa henti.
Namun, sang Raja Hutan tidak mudah ditundukkan.
ROAAAAARRR!!!
Harimau itu mengibaskan ekornya yang keras seperti besi.
BAMMM!!!
Tiga orang murid yang tidak sempat menghindar langsung terpental, tubuh mereka hancur dan tewas seketika. Darah memercik membasahi tanah hijau yang subur, berubah menjadi merah pekat.
"Brengsek! Dia terlalu kuat!" Lei Hao, adiknya, bersembunyi di belakang pohon sambil gemetar. Wajahnya pucat pasi melihat kekuatan mengerikan sang harimau. "Kakak, cepat gunakan jurus pamungkasmu!"
Lei Ying mengertakkan gigi. Ia tahu tidak bisa main-main lagi. Ia melompat mundur, memisahkan jarak dari binatang itu, lalu kedua tangannya membentuk pola tangan yang rumit. Energi biru di sekitarnya berputar kencang, membentuk badai kecil.
TEKNIK RAHASIA SEKTE: PEDANG NAGA AIR YANG MENGHANCURKAN GUNUNG!
"MATILAH!!"
Lei Ying mengayunkan pedangnya dengan sekuat tenaga. Sebuah tebasan energi raksasa berbentuk naga air biru meluncur keluar dengan suara menderu, menabrak tubuh harimau itu dengan kekuatan yang bisa menghancurkan bukit kecil!
BOOOOOOMMMMM!!!
Ledakan dahsyat terjadi! Asap dan debu beterbangan ke mana-mana, pepohonan besar di sekitarnya tumbang rata dengan tanah.
Suasana menjadi hening sejenak.
"Berhasil?!" seru Lei Hao bersorak. "Kakak hebat! Kakak hebat!"
Perlahan asap itu menipis. Terlihat tubuh sang harimau tergeletak di tanah, pernya terbuka lebar, napasnya tersengal-sengal sangat lemah. Luka besar di punggungnya mengeluarkan darah yang menguap karena panas tubuhnya. Ia masih hidup, tapi sudah kehilangan separuh nyawanya.
"Huff... huff..." Lei Ying terengah-engah, keringat bercucuran deras. Ia juga menghabiskan banyak energi untuk serangan tadi. "Akhirnya... berhasil juga. Binatang ini memang keras kepala."
Ia berjalan mendekat dengan langkah gontai namun penuh kemenangan. Di belakangnya, para murid yang tersisa juga maju, wajah mereka berseri-seri melihat harta karun yang sudah di depan mata.
Di dekat gua, tepat di tengah-tengah formasi batu alam, tumbuh sebuah bunga yang sangat indah dan memancarkan cahaya merah keemasan. Kelopaknya berjumlah sembilan, dan di tengahnya ada tetesan cairan yang berdenyut seperti jantung. Itu adalah Bunga Api Surga, bahan obat tingkat surga yang harganya setara dengan sebuah kota kecil!
"Bunga itu... akhirnya jadi milik kita!" mata Lei Hao berbinar serakah. Ia berlari mendahului kakaknya, ingin menjadi orang pertama yang menyentuhnya. "Hahaha! Bunga ini akan membuatku menjadi alkemis tingkat tinggi! Dan Raymond... tunggu saja aku akan menghancurkanmu!"
Tepat saat tangan Lei Hao hampir menyentuh batang bunga itu...
WUSH...
Angin berhembus aneh. Tidak kencang, tapi sangat dingin, menusuk sampai ke tulang sumsum.
Suara burung-burung di sekitar hutan tiba-tiba berhenti berkicau. Keheningan yang mencekam menyelimuti area itu.
"Hah?" Lei Hao berhenti. Ia merasakan bulu kuduknya meremang secara tiba-tiba. Seolah-olah ada predator raksasa yang sedang mengawasinya dari balik kegelapan. "Siapa di sana?! Keluar!!"
Ia mengeluarkan pisau belatinya dan menoleh ke segala arah dengan panik.
Lei Ying juga segera waspada. Ia mengangkat pedangnya kembali. "Siapa?! Berani menyergap kami?! Keluar atau kami serang!"
Dari atas pohon beringin besar yang paling tinggi, sebuah suara terdengar pelan namun jelas, terdengar ke telinga mereka semua. Suara itu datar, tanpa emosi, namun membawa tekanan yang berat seperti gunung.
"Bunga itu bukan milik kalian. Dan harta yang kalian rampok... harus dikembalikan."
TRANG!
Sosok itu melompat turun. Tidak terlalu cepat, tidak terlalu lambat. Gerakannya sangat anggun, seolah melayang di udara. Saat kakinya menyentuh tanah, tidak ada suara sedikitpun.
Ia mengenakan jubah hitam sederhana, wajahnya tampan namun dingin, dan matanya... mata itu menatap mereka seperti melihat sekumpulan semut.
"RAYMOND?!!"
Lei Hao berteriak histeris seolah melihat hantu. Wajahnya langsung berubah pucat pasi, kakinya gemetar tak kuat menopang tubuhnya.
"Kau... kau... bagaimana bisa kau di sini?! Bukankah kau masih di akademi?!" teriaknya tak percaya.
Raymond tidak menoleh ke arah Lei Hao. Matanya tertuju lurus ke arah Lei Ying. Ia bisa merasakan bahwa lawan utamanya di sini adalah pria di depannya ini.
"Jadi ini kakakmu ya?" kata Raymond santai. "Pantas saja dia berani bertingkah seperti anjing gila, karena ada kakak yang juga sama sombongnya."
"Berani kau menghinaku?!" Lei Ying marah besar. Ia tidak tahu siapa Raymond, tapi melihat adiknya yang ketakutan setengah mati dan aura pemuda ini yang sangat misterius, ia tahu ini bukan orang biasa. "Hei bocah! Aku tidak peduli siapa kau! Ini wilayah kekuasaan Sekte Pedang Biru! Segera berlutut minta maaf dan minggir, atau kubunuh kau di sini!"
Raymond tertawa kecil. Tawanya terdengar sangat mengejek.
"Sekte Pedang Biru? Oh, sekte kecil yang suka mengganggu orang itu ya? Maaf, aku tidak terlalu hafal nama-nama tempat sampah."
"Kau mencari mati!!" Lei Ying benar-benar murka. Ia tidak mau membuang waktu lagi. "Anak buah, serang dia! Bikin dia lumpuh! Aku mau memotong tangan dan kakinya perlahan!"
"Laksanakan perintah Kakak!" teriak murid-murid Sekte Pedang Biru. Meskipun takut, tapi karena jumlah mereka banyak dan ada pemimpin mereka di sana, keberanian mereka kembali muncul.
Lima orang murid paling kuat langsung menyerbu ke arah Raymond. Mereka menghunus pedang, energi biru menyala di ujung senjata.
Jurus: Tusukan Seribu Jarum!
Ribuan titik serangan menyelimuti tubuh Raymond dari segala arah. Gerakan mereka kompak dan cepat, ini adalah teknik dasar yang sudah mereka latih bertahun-tahun.
Lei Hao tertawa jahat dari belakang. "Mati kau Raymond! Mereka bukan orang biasa! Kau akan tertusuk seperti saringan!"
Namun...
Raymond hanya berdiri diam di tempat. Ia bahkan tidak bersiap menangkis.
Saat serangan itu tinggal beberapa inci dari tubuhnya...
DUNG!!!
Sebuah gelombang energi hitam pekat meledak keluar dari tubuh Raymond secara tiba-tiba!
Aura Naga Mematikan!
AK! AK! AK! AK! AK!
Lima orang murid itu seolah menabrak tembok baja yang berputar. Tubuh mereka terlempar mundur dengan sendirinya! Tulang-tulang mereka remuk sebelum pedang sempat menyentuh kulit Raymond! Mereka terbang puluhan meter, menabrak pohon-pohon besar hingga pohon-pohon itu patah, dan jatuh tak bergerak lagi.
Mati seketika hanya karena tekanan aura!
Seluruh pasukan Sekte Pedang Biru terbelalak kaget, mulut mereka terbuka lebar tak bisa berkata-kata.
Lei Ying sendiri mundur selangkah karena kaget. "Kultivasi... Alam Roh?!!"
Ia baru sadar. Pemuda di depannya ini bukanlah orang biasa. Dia juga seorang ahli di Alam Roh!
"Kau... siapa kau sebenarnya?!" Lei Ying mulai serius. Ia mencengkeram gagang pedangnya erat-erat, telapak tangannya basah oleh keringat dingin.
"Aku yang akan mengambil nyawamu hari ini," jawab Raymond dingin. Ia perlahan mencengkeram gagang Pedang Bayangan Naga di pinggangnya. "Lei Hao, sudah lama aku ingin membereskan masalah denganmu. Tapi karena kakakmu datang menghantar diri... kalian bisa mati bersama."
"Gila! Kau pikir kau bisa menang melawanku?!" Lei Ying mencoba menutupi ketakutannya dengan kemarahan. "Aku sudah di Alam Roh Level 2! Aku bertarung ratusan kali! Kau cuma bocah baru naik level!"
"Level tidak menentukan siapa yang hidup dan mati. Hanya kekuatan mutlak yang menentukan," kata Raymond.
WUSH!
Raymond bergerak.
Kali ini, ia tidak memberi kesempatan. Ia menghilang dari tempatnya dalam sekejap mata.
"Di mana dia?!" Lei Ying panik memutar kepalanya. Ia tidak bisa melihat jejak gerakan Raymond sama sekali!
"Di belakangmu!" teriak Lei Hao histeris.
Lei Ying cepat sekali berbalik dan mengayunkan pedangnya secara membabi buta.
Jurus: Perisai Air Berputar!
Lingkaran energi biru terbentuk di sekelilingnya sebagai pertahanan.
TRANGGGGGGGG!!!
Pedang Hitam milik Raymond mendarat di atas perisai itu.
Dentuman suara pertemuan kedua senjata itu begitu keras hingga membuat gendang telinga semua orang yang mendengarnya terasa perih.
Cahaya menyilaukan meledak!
Lei Ying merasakan sesuatu yang mengerikan. Gaya yang diterima pedangnya bukan hanya kekuatan fisik, tapi ada energi kuno dan ganas yang seolah ingin menelan segalanya!
GLEK!
Lei Ying terdorong mundur... mundur... dan terus mundur! Kakinya menyeret tanah hingga membentuk parit panjang sedalam puluhan sentimeter!
"Tidak mungkin... kekuatannya sebesar ini?!" Lei Ying tak percaya. Satu serangan saja membuat lengannya terasa mati rasa dan gemetar hebat.
Raymond melayang turun ke tanah, menatap lawannya dengan tatapan menunduk.
"Teknik pedangmu kaku. Energi pembuangannya terlalu banyak. Kau menyia-nyiakan separuh kekuatanmu hanya untuk gaya," kritik Raymond sinis. "Sekte Pedang Biru hanya mengajari kalian cara memotong kayu, bukan cara membunuh musuh."
"DIAMMM!!"
Lei Ying benar-benar hilang akal karena malu dan marah. Ia tahu jika tidak mengerahkan segalanya, dia yang akan mati di sini.
"TERIMA INI!! PEDANG BIRU MENGGIRINGKAN AWAN!!"
Lei Ying berlari maju, pedangnya menari-nari menciptakan ribuan bayangan pedang. Serangannya bertubi-tubi, cepat dan padat, menyelimuti seluruh area di depan Raymond. Ini adalah teknik tertingginya!
DING! DING! DING! DING! DING!
Suara benturan terdengar begitu cepat hingga menyatu menjadi satu suara panjang yang memekakkan telinga.
Raymond bertahan dengan sangat tenang. Pedang hitamnya bergerak seolah memiliki kehidupan sendiri. Setiap serangan Lei Ying diblokir dengan presisi sempurna, tepat di tengah-tengah bilah pedang, membuang seluruh gaya serangan lawan menjadi sia-sia.
Mata Lei Ying semakin membesar. Ia menyerang dengan segala cara, tapi tidak bisa membuat Raymond mundur bahkan satu inci pun!
"Kenapa... kenapa dia tidak lelah?! Kenapa pertahanannya sempurna sekali?!" batin Lei Ying panik. Energinya mulai menipis, sementara Raymond masih terlihat santai seperti baru memulai pemanasan.
"Cukup bermain-main," bisik Raymond.
Tiba-tiba, kecepatan pedang Raymond meningkat drastis!
TRANG!!!
Satu tebasan keras memukul pedang Lei Ying menyamping. Pedang itu hampir terlepas dari tangannya.
Sebelum Lei Ying sempat memulihkan keseimbangan...
Raymond sudah masuk ke dalam jarak pertahanannya! Terlalu dekat!
"Teknik Kaki Naga... Langkah Menembus Kabut!"
Raymond berputar di tempat.
SRET! SRET! SRET!
Tiga luka goresan dalam muncul di dada, perut, dan bahu Lei Ying secara bersamaan! Darah memancur deras seketika!
"Ughaakk!!" Lei Ying terhuyung mundur, wajahnya pucat seperti mayat hidup. Ia menahan dadanya yang berdarah, menatap Raymond dengan mata penuh ketakutan dan ketidakpercayaan.
"Kau... kau monster..."
"Sudah selesai," kata Raymond. Ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Cahaya hitam dan emas berputar kencang di ujung senjata itu.
JURUS PAMUNGKAS: TEbasan Naga Hitam Yang Memutus Langit!
"MATI!!"
Raymond menebas ke bawah dengan kekuatan penuh.
WUSHhhhh!!!
Udara terbelah! Sebuah sabit energi hitam raksasa meluncur dengan kecepatan kilat!
Lei Ying tahu ia tidak bisa menahannya. Ia mencoba lari, tapi terlambat.
"JANGAN!! KAKAKKK!!" teriak Lei Hao histeris.
BOOOOMMMMM!!!
Ledakan besar terjadi di tempat Lei Ying berdiri. Tanah hancur, debu mengepul tinggi ke langit.
Saat asap menghilang...
Tidak ada lagi Lei Ying. Hanya ada sebuah kawah besar yang dalam. Tubuhnya hancur berkeping-keping bersama pedang kesayangannya.
Hening. Maut menyelimuti hutan itu.
Semua murid Sekte Pedang Biru yang masih hidup gemetar ketakutan, mereka jatuh berlutut, tidak berani bernapas keras.
Raymond berdiri di tengah kawah itu, jubahnya berkibar tertiup angin ledakan. Ia perlahan menolehkan kepalanya ke arah Lei Hao yang sudah terduduk lemas di tanah.
Wajah Raymond dingin tanpa belas kasihan.
"Sekarang... giliranmu."