NovelToon NovelToon
Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Nyonya Muda Oh & Tuan Muda Oh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:74
Nilai: 5
Nama Author: Lina Kotto

"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cinta semusim 17

"hmm" jawab Or ji oh hanya menganggukkan kepalanya, ia memang masih sangat lelah, bahkan kepalanya terasa sedikit pusing karena selama didalam pesawat ia sangat kesulitan untuk tidur, dan sepertinya ibu pimpinan mengetahui itu. "istirahatlah sebentar disini!" kata ibu pimpinan sambil meletakkan bantal didekatnya, agar Or ji oh berbaring disana dan Or ji oh menurutinya. Or ji oh berbaring disebelah ibu pimpinan, sementara ibu pimpinan langsung menyelimuti nya dengan selimut yang biasa ia pakai tidur. "tidurlah sebentar" kata ibu pimpinan lagi setelah menyelimuti Or ji oh, lalu kemudian kembali membaca korannya

Selimut itu penuh dengan aroma ibu pimpinan yang selalu membuat Or ji oh merasa hangat dan nyaman, Or ji oh menyukainya dan dalam hitungan menit ia pun sudah terlelap dalam tidur.

Terkadang kasih sayang tidak melulu terhubung karena adanya hubungan darah, perasaan tulus juga dapat menanamkan rasa kasih sayang yang kuat dihati sebagian orang. Mungkin ikatan itulah yang dimiliki ibu pimpinan terhadap Or ji oh.

"bu?" nyonya besar oh atau Yin baru saja kembali dari dapur, ia ingin bertanya kepada ibu mertuanya apakah perlu menambah kacang merah pada sup tulang iga nya, namun saat ia melihat Or ji oh yang tengah tidur di kamar ibu pimpinan, Yin pun langsung membuat suara menjadi lebih pelan. "dia tidur?" tanya Yin dengan suara pelan agar tidak membangunkan Or ji oh, sejak tadi ia tahu bahwa Or ji oh sudah sampai dan sedang berada dikamar ibu pimpinan.

"hmm" jawab ibu pimpinan hanya dengan menganggukkan kepala. "dia pasti sangat lelah." ujar Yin saat memperhatikan wajah Or ji oh yang sedang tidur lelap, benar-benar terlihat sangat letih. "hmm" ibu pimpinan membenarkan dengan menganggukkan kepalanya, "biarkan dia tidur sebentar." lanjutnya dengan melihat kearah nyonya besar oh, karena ibu pimpinan tahu bahwa Yin juga sangat merindukan Or ji oh.

"hmm" jawab nyonya besar oh setuju dengan menganggukkan kepalanya, lalu melihat kearah ibu mertuanya kembali. "bu, apakah perlu menambahkan sedikit kacang merah kedalam sup hari ini?" tanya Yin setelah teringat apa yang ingin ia tanyakan tadi, karena ia memang sedang memasak sup dan beberapa hidangan lainnya untuk menu makan siang mereka.

"hmm, tambahkan saja." jawab ibu pimpinan sembari mengalihkan pandangannya melihat kearah Or ji oh, "buatkan juga bubur campur" tambahnya lagi setelah melihat Or ji oh, ia tahu saat lelah biasanya Or ji oh lebih suka makan makanan yang lunak, agar tidak perlu mengunyah lebih lama. "hmm, baik bu." jawab Yin patuh dan bergegas keluar dari kamar ibu mertuanya.

"apakah kalian lihat, nyonya muda terlihat semakin cantik?" bisik pelayan didapur memulai obrolan sebelum Yin kembali bergabung dengan mereka.

"hmm, lihat, bahkan terlihat semakin muda." jawab yang lain saling berbisik, karena beberapa dari mereka memang mengagumi kulit dan wajah Or ji oh.

"keturunan darah orang kaya memang tidak bisa dibohongi!" bisik yang lainnya, "hmm, benar!" jawab mereka setuju. "ehm" dan terhenti begitu nyonya besar oh datang, mereka bahkan kembali bekerja tanpa suara seperti sebelumnya.

"belakangan ini cuaca dingin kenakan lah pakaian yang lebih hangat" ujar Ye Eun berbicara pada anak perempuannya yang baru berusia dua tahun lebih lima bulan, yang sedang di gendong oleh Ji Ming, meski anak itu belum mengerti, ia bahkan terus membetulkan pakaian putri pertama nya itu, sedangkan putri keduanya ia biarkan menangis ditempat tidur.

Sejak tadi ia terus sibuk menyiapkan kedua anaknya sementara dia sendiri bahkan belum siap, bahkan ibu mertua Ye Eun sudah terlihat kesal, "sudah biarkan saja mereka!" celetuk mertua Ye Eun yaitu Yong Ye tidak tahan lagi, "jika kamu terus mengurusi mereka, maka kita semua akan terlambat!" katanya mengingatkan dengan nada sedikit kasar, sembari menggendong cucu keduanya yang sejak tadi menangis, seketika membuat Ye Eun serba salah dan akhirnya hanya menunduk.

"lihatlah kami semua sudah siap hanya kamu yang masih belum siap!" kata ibu Ji Ming lagi dengan melihat penampilan Ye Eun dari atas sampai kebawah yang masih berantakan, padahal dia baru memiliki dua anak, belum sepuluh dan itu pun tidak sepenuhnya dia sendiri yang mengurusnya, sesekali ia juga membantu mengurusnya begitu pun dengan Ji Ming dan adik perempuan Ji Ming yang bernama Hyu Ming.

Meski tidak mengizinkan untuk memakai pengasuh, namun mereka tidak sepenuhnya lepas tangan, begitulah pikiran ibu mertua Ye Eun. "jangan-jangan kamu ingin tinggal dirumah saja?!" lanjut ibu mertua Ye Eun lagi dengan nada kesal, karena hari ini mereka semua akan pergi mengunjungi kerabat mereka, yaitu keluarga Oh, seperti yang biasa mereka lakukan setiap mendekati akhir tahun.

"entah kakak ipar ini sejak tadi sibuk melakukan hal yang tidak jelas!" timpal adik perempuan Ji Ming yang juga ikut menyalahkan Ye Eun, ia bahkan sudah kesal karena harus menunggu lama, padahal ia sudah sejak tadi siap. "maaf bu, aku akan segera bersiap." jawab Ye Eun cepat dan mulai bersiap-siap dengan tergesa-gesa, Ye Eun tidak pernah menyangka bahwa setelah menikah ia akan hidup seperti ini, ternyata menikah itu tidak seenak yang ia lihat didalam film, apa lagi jika status sosial mu berbeda, maka hidup mu pasti akan seperti di neraka.

"bagaimana ini Ji Ming? setelah memiliki dua anak ia menjadi sangat lambat! padahal dulu dia tidak seperti itu." ujar ibu Ji Ming berbicara kepada Ji Ming, ia menyesal telah membiarkan putranya itu menikah dengan Ye Eun, apa lagi saat ia melihat Ji Ming yang semakin hari terlihat semakin tidak terurus.

"ibu, ini tidak akan berlangsung lama, setelah anak-anak besar semuanya pasti akan menjadi lebih baik." kata Ji Ming dengan diiringi senyuman, bahwa ia tidak keberatan dengan keadaan yang sekarang, dan berharap ibunya juga tidak kesal lagi kepada Ye Eun. Sedangkan ibu Ji Ming akhirnya hanya diam, ia tahu putranya sangat mencintai Ye Eun, apa pun yang ia katakan putra itu pasti akan membela Ye Eun.

Beberapa jam kemudian dikediaman keluarga oh, "beberapa hari ini curah hujan begitu tinggi, angin kencang dan juga basah dimana-mana, sulit untuk bepergian." tutur ibu Ji Ming terus berbicara kepada Yin dan juga ibu pimpinan setelah mereka tiba dikediaman keluarga oh, sementara yang diajak bicara hanya mendengarkan, dan sesekali melihat kearah anak pertama Ji Ming yang sedikit lasak, lalu melihat lagi kearah anak kedua Ji Ming yang sedang menangis didalam gendong Ye Eun.

"begitu repot tapi kenapa masih berpergian?" komentar Yin pada akhirnya yang kini sudah tidak melihat kearah anak-anak Ji Ming lagi, tapi melihat kearah ibu Ji Ming, ia tidak mengerti dengan pikiran saudara sepupu suaminya itu. "he, kakak ini," ibu Ji Ming sedikit malu karena kedua cucunya, namun ia mencoba menutupinya dengan sedikit tertawa. "bagaimana mungkin kami tidak datang kemari? sejak dulu sudah menjadi peraturan dalam keluarga kita untuk selalu berkumpul disini setiap akhir tahun!" jelasnya kemudian, "benarkan bu?" dan meminta bantuan pada ibunya, yang sejak tadi hanya diam duduk disebelah ibu pimpinan.

"hmm" jawab nenek Ji Ming membenarkan ucapan putrinya dengan menganggukkan kepalanya, selama ibu pimpinan masih hidup peraturan itu memang harus tetap mereka lakukan, kecuali jika ibu pimpinan sudah tidak ada, karena sedikit banyaknya mereka memang masih bergantung kepada ibu pimpinan, sementara ibu pimpinan hanya diam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!