NovelToon NovelToon
Raja Ruang & Waktu Di Akademi Para Iblis

Raja Ruang & Waktu Di Akademi Para Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali di dunia yang dipenuhi Iblis dan Malaikat Jatuh bukanlah rencana Saiba Ren. Sebagai mantan Raja Dewa yang pernah mengguncang Alam Ilahi, ia kini harus memulai segalanya dari nol di Akademi Kuoh dengan identitas baru.
​Namun, Ren tidak datang sendirian. Di balik penutup matanya yang misterius, tersimpan kekuatan Six Eyes yang mampu menembus struktur semesta, dan di dalam jiwanya, istri-istri tercintanya masih tertidur dalam dimensi rahasia yang menunggu untuk dibangkitkan. Di dunia di mana Sacred Gear dan garis keturunan adalah segalanya, Ren hadir sebagai anomali yang tidak bisa diukur oleh logika sistem mana pun.
​Saat faksi-faksi besar mulai mengincar kekuatannya, Ren hanya memiliki satu prinsip: "Dunia ini boleh punya aturannya sendiri, tapi akulah yang menentukan kapan aturan itu berlaku bagiku." Bisakah ia membangun kembali kejayaannya sambil menjaga kedamaian haremnya yang perlahan terbangun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35.Peta Permainan

Matahari mulai tergelincir ke ufuk barat, meninggalkan sisa-sisa cahaya merah darah yang membasahi dinding-dinding kaca Akademi Kuoh. Di dalam ruang klub yang kini sunyi karena Rias dan anggota lainnya sedang mempersiapkan logistik perang di ruang bawah tanah, Ren berdiri di depan papan tulis besar. Ia tidak menuliskan rumus matematika, melainkan membiarkan jemarinya menarik garis-garis energi biru yang membentuk peta topografi Kota Kuoh dalam proyeksi tiga dimensi yang halus.

Bibi Dong duduk di sofa kebesaran Rias, menyilangkan kakinya yang jenjang dengan anggun. Ia memegang sebuah kipas lipat sutra hitam, sesekali mengipas lehernya yang jenjang sementara matanya tidak lepas dari sosok suaminya. Di hadapan mereka, Issei berdiri tegak, napasnya jauh lebih teratur meski otot-ototnya masih terasa berdenyut akibat lonjakan energi naga tadi pagi.

"Perhatikan baik-baik, Issei," suara Ren memecah keheningan, rendah dan berwibawa. "Kokabiel bukan tipe petarung yang akan menunggumu di depan pintu. Dia adalah veteran perang besar. Dia akan memancingmu ke area yang terisolasi—Gereja tua di pinggiran kota. Di sana, ia telah memasang pasak-pasak energi untuk mengunci ruang."

Ren menyentuh satu titik di peta proyeksi itu. Titik itu berpendar merah gelap. "Ini adalah pusat ritualnya. Dia tidak hanya ingin membunuhmu atau Rias. Dia ingin memicu ledakan energi suci dari fragmen Excalibur untuk menghancurkan segel bawah tanah Kuoh."

Issei menelan ludah, matanya mengikuti garis energi yang dibuat Ren. "Jadi, tujuan utamanya bukan sekadar perang? Dia ingin menghancurkan seluruh kota ini?"

Bibi Dong menutup kipasnya dengan bunyi klik yang tajam, suaranya terdengar seperti peringatan. "Kehancuran adalah seni bagi makhluk yang sudah terlalu lama hidup dalam kebosanan, Naga Kecil. Kokabiel merasa dunia ini terlalu damai, dan dia ingin menjadi konduktor bagi simfoni kematian yang baru."

Bibi Dong berdiri, melangkah mendekati Issei hingga aroma melati yang memabukkan menyelimuti indera pemuda itu. Ia meletakkan ujung kipasnya di dada Issei, tepat di posisi jantungnya. "Kau adalah variabel yang tidak dia duga. Dia mengira kau hanyalah bidak Pawn yang baru lahir. Tapi dengan latihan semalam... kau adalah duri di dalam dagingnya."

"Apa yang harus kulakukan, Saiba-kun?" tanya Issei, suaranya kini mantap, tanpa keraguan.

Ren berbalik sepenuhnya, menatap Issei dengan pendaran Six Eyes yang intens. "Tugasmu sederhana namun mematikan. Rias dan timnya akan menangani pasukan Malaikat Jatuh kelas rendah. Xenovia dan Irina akan mencoba mengambil kembali fragmen itu. Tapi kau... kau harus menahan Kokabiel selama tiga menit."

"Tiga menit?" Issei tertegun. Bagi iblis pemula, menahan pemimpin Malaikat Jatuh selama sepuluh detik saja sudah merupakan keajaiban.

"Hanya tiga menit," ulang Ren. "Gunakan setiap tetes energi naga yang kau miliki. Jangan berpikir untuk menang, berpikirlah untuk bertahan hidup. Selama tiga menit itu, aku dan Dong'er akan menutup celah dimensi agar ledakan energinya tidak merembas ke area warga sipil."

[SISTEM: Misi Tersembunyi Diaktifkan—Ketahanan Sang Pion. Hadiah: Integrasi 'Balance Breaker' awal (5%).]

[SISTEM: Status Persiapan—Selesai. Seluruh koordinat pertahanan Kokabiel telah dipetakan.]

Ren berjalan mendekati jendela, menatap langit yang kini mulai gelap gulita. "Dunia ini selalu menuntut pengorbanan, Issei. Tapi bersamaku, pengorbanan itu akan menjadi investasi yang membuahkan hasil. Tunjukkan pada mereka bahwa naga merah tidak pernah tunduk pada sayap hitam yang kusam."

Bibi Dong berjalan ke samping Ren, menggandeng lengannya dan menyandarkan kepalanya dengan manja, kontras dengan aura mematikan yang ia pancarkan sebelumnya. "Dan jika kau gagal... aku sendiri yang akan memastikan jiwamu menjadi bahan eksperimen di laboratorium pribadiku. Jadi, jangan berani-berani untuk mati dengan mudah."

Issei mengepalkan tinjunya hingga Boosted Gear mengeluarkan bunyi clank logam yang solid. Ia merasakan tanggung jawab yang berat, namun untuk pertama kalinya, ia merasa bangga bisa berdiri di bawah bayang-bayang Ren dan Bibi Dong.

"Aku mengerti," ucap Issei singkat. Ia membungkuk hormat kepada mereka berdua sebelum berbalik dan berjalan keluar ruangan untuk bergabung dengan Rias.

Setelah Issei menghilang di balik pintu, Bibi Dong mendongak menatap Ren. "Kau benar-benar ingin dia menahan Kokabiel sendirian, Ren? Itu sangat berisiko."

Ren membelai rambut Bibi Dong dengan lembut, tatapannya melembut hanya untuk wanita di depannya. "Berlian hanya terbentuk di bawah tekanan yang luar biasa, Sayang. Aku ingin dia menjadi berlian yang paling tajam. Lagipula... aku tidak akan benar-benar membiarkan 'investasiku' hancur berkeping-keping."

Ren menarik Bibi Dong ke dalam pelukannya, menatap kegelapan yang mulai menyelimuti Akademi Kuoh. "Mari kita bersiap. Panggung sudah siap, para aktor sudah di posisi, dan aku ingin melihat bagaimana sejarah dunia ini berubah malam ini."

1
Chandra
lanjut lagi lebih banyak lagi
Chandra
lanjut mana sih
Chandra
lanjut mana
Chandra
lanjut lagi
Chandra
mana lanjutnya
Chandra
lanjut lagi seru ini
Chandra
lanjut lagi
Chandra
lanjut
Chandra
mana lanjutnya 😭
Chandra
mana lanjutnya
Chandra
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!