Kisah seorang anak gadis yang melarikan diri ke negri Jiran Malaysia untuk jadi TKW,
perjalanan panjang dan penuh perjuangan, hingga bertemu dengan seorang pria
penasaran kan yuk simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tidak tau malu
" apa,,"
" iya dan ibumu sudah menjual rumah ini padaku" ucapnya santai.
" tapi bagaimana bisa. Sedangkan sertifikat rumah ini saya sudah mengamankan nya di safety di Bank, sebelum saya pergi keraha " ucap Alex dengan dahi berkerut
" jadi ibu Tantri bohong kalau sertifikat rumah ini hilang. Akh bisa bisa saya rugi kalau begini. Pantas saja harganya tergolong murah. Gerutunya
" memang berapa yang anda berikan pada ibu Tantri?"
" Lima puluh juta "
Ais dan Alex hanya geleng-geleng kepala.
Tingkah ibu Tantri memang aneh. Rumah seluas ini bisa bisanya di jual hanya seharga itu. Dasar aneh.
" pergi dari sekarang atau kami akan melaporkan anda ke kantor polisi!!' ucap Alex tegas.
" lalu bagaimana dengan uang yang diambil Tantri.?"
" itu urusan mu. Dan jangan coba-coba datang kemari membuat masalah. Karena saya tau kamu orang seperti apa."
Lalu orang itu bergegas masuk kedalam. Mengambil beberapa barang.
Alex dan Ais menautkan kedua alisnya mereka.
" oh saya baru datang tadi sore , setelah Tantri datang padaku meminta uang . Lalu dia mengantar aku kesini. Ternyata Tantri menipu ku. Hmmm awas kamu Tantri" geram nya.
Fuad dan sopir taksi hanya diam menunggu. Mereka tidak ikut campur apa yang terjadi. Karena bukan ranah mereka
Lalu orang itu keluar dengan hati dongkol. Mengharapkan rumah mewah malah mendapat Zong. Sungguh sial nasib nya.
Fuad akhirnya mendekat setelah kepergian orang itu.
" ayo kak kita masuk , nanti didalam baru saya ceritakan semua" ucap Alex lalu masuk kedalam.
Sedangkan sopir taksi segera pulang setelah urusan mereka selesai
" memang siapa orang tadi ?" Tanya Fuad.
" rentenir , tempat ibu Tantri meminjam uang. Dan dengan bodoh nya dia tertipu dengan ucapan ini. Dia koh Ahong" ucapnya sambil menghela nafas dalam-dalam
" ohhh, " Fuad menanggapi hal itu dengan singkat
" oh iya ini saya hampir lupa , sini saya tunjukkan kamar mu. Agar kita segera istirahat. "
Alex dan Fuad pun berjalan beriringan menuju kamar yang akan di tempati oleh Fuad.
Pintu terbuka
Lalu Alex meminta kepada Fuad untuk masuk.
" masuklah kak, cepat istirahat. Kalau barang bawaan kita besok baru di bereskan. Karena Mulai besok akan ada pembantu rumah yang akan datang bekerja di rumah ini. " ucap Alex
" baiklah, kalian juga beristirahat. " Fuad lalu bergegas masuk dan bersih bersih.
Setelah mandi dia segera merebahkan tubuhnya. Setelah beberapa menit Fuad tertidur.
Alex dan Ais plll Mereka memasuki kamar utama.
" Mandilah lebih dulu , setelah itu istirahat, kamu pasti capek " ucap Alex
" baiklah,, hari ini Ais benar benar lelah. " Ais lalu masuk kedalam kamar mandi.
Setelah ritual mandinya selesai. Ais keluar hanya memakai handuk saja.
Sontak Alex melihat itu menelan ludah, sungguh selama menikah dengan baru kali ini Alex bisa melihat Ais seperti itu.
Ais jadi heran dengan tingkah Alex.
Ais melambaikan tangannya di wajah Alex.
Alex jadi gelagapan sendiri ketika Ais mendapatinya sedang menatap Ais tanpa berkedip.
Dengan polosnya Ais bertanya
" kenapa*" tanya Ais
" oh tidak,, tidak apa-apa,, ahk saya mau mandi dulu, gerah. " ucap Alex salah tingkah.
Ais cuek saja dengan reaksi, Karena menurutnya itu normal
*****
Pagi harinya
Karena ais dan Alex baru datang,jadi bahan makanan masih belum tersedia. Jadi mereka membeli makanan jadi untuk sarapan.
Sedang bercanda tiba terdengar bel berbunyi..
Ting Tong
Ais Alex dan Fuad saling pandang.
" siapa yang datang Lex" tanya Ais heran.
Tidak biasanya mereka kedatangan tamu pagi pagi. Begini.
Tak lama kembali terdengar bel bunyi.
Lalu Ais dengan enggan mau menemui nya.
Ceklek
Pintu terbuka
Setelah terbuka Ais jadi heran sendiri
.
Dan Ais mempersilahkan nya masuk
" mari Bu,,, Alex ada didalam," ucapnya tangan
" hummm" desisnya sinis.
Ais hanya menarik nafas panjang untuk menetralisir kemarahan
Hatinya atas sikap ibu Tantri
Lalu ibu Tantri menuju meja makan karena Alex sedang sarapan bersama Fuad. Dan juga Ais tentunya. Namun kehadiran nya menjadi kan ais sarapan agak telat
Alex melihat siapa yang datang pun memasang wajah datar.
Fuad melihat ketegangan yang terjadi memilih untuk pergi dari sana
Alex menyuruh ibu sambung nya itu duduk
Meskipun masih belum terima kelakuan ibu sambungnya itu.
" duduklah Bu. Kita sarapan bersama. " ucapnya Masin dengan nada ramah.
" tidak perlu basa basi. Kenapa kamu mengusir orang sudah membeli rumah ini?" Tanyanya tanpa basa basi.
" apa hak mu mau menjual mahar istriku?" Tanya Alex sengit.
" ibu tidak peduli , jika ibu mau menjual, itu juga hak ibu " ucapnya tidak mau kalah
" hak dari mana Bu?" Tanyanya
"ini rumah ku , .. bukan rumahmu." Jawaban
" Bu, apakah ibu tidak merasa malu?" Tanya Alex santai .
"
" ehkk kamu istri tidak tau diri, kenapa kamu bisa ada disini, bukannya kalian akan cerai , rumah ini akan ibu jual untuk kalian dan juga aset aset' lain . " ucapnya sambil menatap tajam ke arah Ais.
" Apa ibu lupa jika tanah yang diinjak ibu sekarang adalah milik. Ais. Alex dan ibu tidak berhak untuk melakukan apa-apa dirumah ini.
" sejak kapan harta kekayaan keluarga kita harus di berikan pada ibu. Memangnya siapa ibu berbicara seperti itu kepada istri saya. ?" Ucap Alex sambil mengelus elus perut Ais " ingat bu. Saya diam selama ini bukan karena takut dengan ibu. Tapi lebih menghormati ibu walaupun di hati ibu tidak bisa menganggap ku dan Ais ada"
" Alex , tolong ibu. Usaha ibui gagal. Setelah mereka lari keluar kota. Ibu butuh uang banyak Alex. " ucap ibu Tantri dengan memelas
" itu urusan ibu. Saya tidak akan bertanggung jawab dengan segala keinginan ibu" jawabnya Santai" dan satu lagi, jangan melewati batasanmu" lanjutnya lagi
" Alex ibu butuh uang untuk Bayar utang ini Lex. Mengertilah ibu hanya memiliki kamu saat ini. " ucapnya memelas
" lalu ibu kemana selama ini ketika Alex butuh ibu,, ketika Alex kekurangan uang. Ketika Alex mau bayar uang kuliah.. ibu dimana? Bahkan semua aset ayah ibu gadaikan,, sekarang setelah ibu tidak punya apa-apa lagi, lalu dengan tidak tau malunya ibu datang dan memohon padaku. Setelah ibu mendapatkan semuanya entah masih ingat dengan Alex atau mungkin ibu akan menghabiskan uangnya lalu ibu datang lagi disini dengan dalih ibu tidak punya siapa siapa, bahkan ibu tidak punya hati ,tiba tiba menjual rumah yang Alex jadikan sebagai mahar " ucap Alex dengan dengan Dingin. " pergilah Bu,,, jangan buang waktu ibu hanya untuk mengemis sesuatu. "
" ini semua gara gara kamu gadis kampung," ucap ibu Tantri,lalu dia mendekati Ais untuk menampar nya.
Ais yang tidak siap pun tidak bisa mengelak..
Plak..
" ibu,,, apa yang lakukan hah,,? " ucap Alex dengan Nanda tinggi
Namun Ais diam tidak memberi respon.
Telinga Ais berdenging karena tamparan ibu Tantri. Pipi Ais memerah karena bekas Tamparan dan juga karena amarah nya menjadi satu.
" itu adalah balasan untuk kamu ,karena sudah menjauh kan Alex dariku. " ucapnya sinis.
" pergi dari sini , dan jangan pernah datang lagi.. ini rumah Ais. Dan sertifikat rumah ini juga atas nama Ais. Jika ibu masih tidak mendengar kan apa kata Ais , makan jangan salahkan Ais melaporkan ibu ke polisi. " tekan Ais pada ibu Tantri
A