Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesabaran
Satu lagi fakta tentang mengapa mamanya membenci Ria dan Davin terungkap sudah. Ternyata mamanya Ria adalah sahabatnya orang tua Stella dan Davin. Dan mamanya Ria sangat mencintai papa mertuanya. Namun kenyataannya berbeda dengan harapan mamanya.
"Mama sebenci itu ya sama kita. Apa papaku tahu tentang ini ya??"
"Sayang kamu kenapa??"
"Aku kasihan sama papaku."
"Papa kenapa?? Sakit. Mas antar kamu ke rumah. Tidak masalah mas ,tunggu di luar."
"Tidak mas, papinya El. Maksudnya kelakuan mamaku, jika di ketahui papa??"
"Itukan masa lalu orang tua kita. Mas mau kamu harus tetap mencintai kedua orangtuamu."
"Kamu bijaksana sekali sayang. Aku semakin mencintaimu."
"I love you more sayang." Davin mencium bibir istrinya.
Hari ini, pagi - pagi sekali Ria ke rumah sakit karena ada pasien darurat. Davin menghadiahkan sebuah mobil mewah kepada istrinya. Karena apartemennya sudah terjual. Karena Davin dan Ria sudah memutuskan untuk hidup dirumah orangtua mereka, setelah dirayu oleh orangtua dan kakaknya. Untung halaman rumah mereka besar, jadi garasi yang di buat bisa menampung empat mobil punya mereka.
"Sayang, mas mampir bawa sarapan ya??"
"Aku bisa sarapan di kantin sayang."
"Kita sarapan di mobil, mas mau. Cepat keluar mas sudah di daerah parkir rumah sakit."
Ria selesai menerima telepon suaminya langsung ke area parkir. Dan benar Davin sudah disana. Sarapan mereka sudah ada di mobil. Mereka berdua menikmati sarapan bersama. Selesai sarapan. Mia masih sempat tertidur satu jam, Davin membiarkan istrinya tertidur di dalam mobilnya. Hari ini Davin baru memulai kelasnya jam sepuluh, makanya dia membiarkan istrinya tertidur.
"Mas,......" Davin langsung mencium istrinya.
"Ini buah dan susu hangat kamu. Minum susunya habis dan makan buahnya."
"Terima kasih sayang."
"I love you."
Ria kembali menjalankan aktivitasnya sebagai dokter dan Davin ke kampusnya. Menemani dan melihat istrinya saja dia sudah senang, karena telepon darurat dari rumah sakit jam dua pagi membuat istrinya harus berangkat ke rumah sakit pada jam segitu juga.
Hari ini Ria tidak yakin akan jadwal kontrol bagi mamanya. Namun kenyataan, mamanya adalah pasien berikutnya.
"Mama mau bicara sama kamu??"
"Ma, tidak sekarang?? Pasien Ria banyak??"
"Jam dua belas di cafe, samping butik mama."
"Ma........"
"Tidak ada alasan. Mama tunggu."
"Oke ma." Ketika Ria menyampaikan kepastiannya, beru mamanya keluar dari ruangan. Ria terus menjalankan tugasnya sampai jam sebelas lewat tiga puluh menit. Pasiennya berkurang dan dia langsung keluar menuju cafe yang mamanya mau sebagai tempat pertemuan.
"Sayang??"
"Hallo sayang.."
"Mas aku ada janjian sama mama."
"Dimana sayang di cafe sebelah butik mama."
"Oke mas kesana."
"Mas,.....???"
"Iya mas, tahu. Mas akan tunggu di luar. Kamu tahu sayang, mas ngak mau kamu pergi ninggalin mas dan El."
"Mas......"
"Aku takut Riana, takut sekali."
"I love you mas."
"Love you more sayang."
Jam dua belas tepat, Riana Timothy tiba di cafe itu. Di dalam sudah ada mamanya yang menunggu. Mamanya sudah pesankan makanan kesukaannya.
"Ma, Ria menyusui sekarang tidak makan pedas - pedas ma."
Langsung raut wajah mamanya berubah. Akhirnya makanan yang dipesannya tidak dimakan oleh Ria. Karena dia tidak mau terjadi sesuatu kepada ananya Elvano Ivander Andreas.
"Kenapa kamu ngak mau nurut sama mama, apa yang susah Ria."
"Ria sudah punya suami dan anak ma."
"Kamu itu cantik sayang Matias masih mencintaimu. Dia bahkan bisa menghidupi kamu dan anakmu."
"El punya papa juga bisa melakukan itu ma."
"Tetapi mama ngak suka sama dia??"
"Alasannya ma?? Kenapa???"
"Mama tidak suka saja."
"Iya mama tidak suka karena??? ..... Ma, jika tentang masa lalu mama. Kasihan papa, bukan kah papa mencintai mama tulus."
"Tahu apa kamu."
"Ria sudah dewasa mama."
Dari pintu depan, empat orang berbadan besar bergerak masuk ke dalam cafe, Davin yang melihat itu sudah menghubungi sahabatnya karena dia curiga pertemuan antara istri dan mamanya. Davin tiba cepat ternyata Ria hampir di bius.
"Lepaskan tangan kalian dari istri saya."
Ria sudah sangat menangis, memohon kepada mamanya untuk tidak melakukan itu. Namun tidak di respon baik oleh mamanya. Ria berlari kedalam pelukan suaminya. Mobil Davin di titip kepada teman polisinya, sedangkan Davin langsung membawa pulang istrinya.
Kebencian mamanya terhadap keluarga suaminya sangat besar, sampai luka yang dibawa dari masa lalu masih membekas. Apalagi di tambah anak perempuan di nikahi oleh anak matan sahabat yang di sukai. Membuat luka hati yang besar. Waktu di bawa polisi mamanya berteriak. Davin menghubungi papa mertuanya menceritakan semua kejadian. Dan sampai pukul lima enam sore papa belum datang melepaskan mama mertua didalam sel tahanan.
Ketika di hubungi oleh temannya Davin meninggalkan istrinya dengan orangtua dan kakaknya. Langsung ke kantor polisi dengan alasan mengambil mobilnya yang dibawa oleh sahabatnya itu. Ria sedang tertidur, dia trauma dengan kelakukan mamanya.
"Ma, aku titip Ria dulu ya. Hanya cepat - cepat."
"Iya sayang."
Davin langsung mengurus kebebasan mama mertuanya, dengan alasan di urus pengacara suaminya. Lima menit kemudian mama mertuanya keluar dibawa oleh seorang polwan dan langsung menaiki taksi yang sudah dipesan dan dibayar oleh Davin.
"Terima kasih ya bro."
Davin langsung pulang kerumah dengan mobilnya. Mendapati Ria yang masih tertidur. Davin langsung berada di samping istrinya membawa tubuh lemah itu kedalam pelukannya.
Sementara di rumah orangtua Ria, papanya Ria sudah mendapat kabar bahwa Davin yang datang melepaskan istrinya sedang duduk santai nonton, seolah - olah tidak mengetahui apa - apa.
"Baru pulang ma, kok pegawai kamu datang membawa pulang tas kamu."
"Iya aku minta tolong Bea tadi." Mama Ria merasa bersalah karena dia telah berbohong, datang menghampiri suaminya berlutut di hadapannya.
"Maafkan mama pa, maafkan mama."
"Ma....!!! Apa salah mama?? Apa kesalahan mama."
"Loh bukannya tadi papa yang melepaskan mama dari ......."
"Dari apa???"
Mamanya mulai terdiam, berarti bukan suaminya yang melepaskan, lantas siapa. Pertanyaan itu terus bermain di alam pikirannya. Mamanya Ria tidak tahu bahwa suaminya tahu, namun hanya pura - pura tidak tahu.
Papanya Ria dan Rian tidak tahu, bahwa akibat menelepon anaknya, makan pagi ini, Rian tiba dari Jepang.
"Rian??? Berangkat jam berapa kamu??"
"Dari papa telepon adek. Langsung adek ke bandara. Untung masih bisa adek dapat jatah terbang ke Jakarta."
"Ya ...ampun."
"Mama mana pa?? Siapa yang keluarkan mama dari sel tahanan di polsek."
"Davin yang melepaskan."
"Baru keadaan kaka???"
"Papa belum hubungi Davin lagi."
"Jadi semalam papa pura - pura!!!"
"Ma, terus terang aku marah sama kamu. Sampai terjadi sesuatu sama Ria anak saya. Kamu lihat."
"Apa???!!!"
"Kamu keterlaluan. Kamu akan menyesal ma. Papa kira empat puluh tahun bersama kamu itu hal yang luar biasa dan bagiku cukup."
"Apa maksud papa??? Kamu juga mau sama seperti Riana???"
"Kalau bisa, pasti akan saya lakukan."
"Rian papa lelah dengan kelakuan mamamu. Papa kira cukup kesabaran papa."
"Pa......