Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.
Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.
Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ning Zao Diracun
Kereta Keluarga He pergi meninggalkan paviliun,dengan Yang.er yg ingin menghabiskan waktunya dengan keluarga nya.
Lalu kereta keluarga Ming datang.Ayah Ming dan Saudara Ming melihat pada Sister Ming.
Gadis itu berbalik melihat pada Tuan muda, Wang Ryu tersenyum." Ulurkan kedua tangan mu..."
Sister Ming mengigit bibirnya,dia mengulurkan kedua tangannya.Tangan pria itu terentang ke atas tangannya lalu dia merasa kan benda berat dingin muncul dari udara tipis.
Mata Ayah Ming dan saudara Ming menciut, Sebuah pedang kembar,muncul dari udara tipis dan jatuh ke tangan Ming Fei.
"Tuan muda.....!" Wanita itu melihatnya dengan tak percaya.
Wang Ryu menundukkan kepalanya melihatnya."...aku memberikannya padamu,ingat angkat senjata mu hanya untuk membunuh musuhmu...."
" Ya ! Tuan!" Jawabannya dengan tegas.Matanya memerah. Ketiga anggota Ming membungkuk hormat padanya.
Ketiganya pergi dari paviliun Wang Gu dengan harapan baru ,terutama Ming Fei.
Lalu Wang Ryu kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasanya. Restoran terus buka,dan pelanggan semakin banyak.
Ada yg dimakan ditempat dan ada yg dibawa pulang, sekali tak hanya para orang-orang kaya yg datang ketempat nya.
Kalangan dari pelayan, pedagang yg mampir ke kota Wu,dan juga para pengelana.
Tak terasa sudah memasuki musim semi.
Wang Ryu meminta para pelayan menghias restoran dengan buang-bunga yg dia dapat kan dari halaman belakang.
Lalu Wang Ryu melakukan sihir' ajaibnya lagi,dia melambaikan tangannya,merajut bunga-bunga diatas langit-langit restoran.
Pelayan Xing dan Yong il melihatnya dengan mata terbuka lebar. Bos mereka memang luar biasa!
Setelah selesai Wang Ryu berpatroli ke blok.2 melihat semua tak memiliki masalah dia kembali ke rumah. Karena Yang.er dan Sister Ming pergi.
Jadi dia memperingatkannya pelayan persik untuk memasak didapur besar. Dia memerintahkan lebih dari 10 orang untuk memasak.
Semuanya berjalan lancar,saat Zhang ze putra ke 3 Jenderal berlari dengan kudanya ke arah rumahnya.
saat itu Wang Ryu sedang duduk dihalamannya menikmati udara segar.pintu terbuka langkah kaki terburu-buru suara panik terdengar.
"Tuan muda....!"
Wang Ryu meliriknya. bang!- Zhang Zen berlutut dilantai dengan keras."Tolong bantu Yang mulai ke 3!"
dia menguap dengan malas."...Hidupnya akan bisa bertahan sampai 100 tahun,kamu sia-sia datang mencariku...."
"Tapi dia terluka, seseorang meracuninya..."Zhang zen melihatnya dengan wajah pucat,lalu menundukkan kepalanya."...aku sebagi saudara, bagaimana bisa...."
"......"Wang Ryu terlalu bosan mendengar nya,dia bangkit dari kursi malas, berjalan menuju anak itu dan menarik kerah bajunya.
Mata pria itu melebar.Bang!-Lalu dalam sekejap mata Zhang Zen dilempar masuk ke dalam tenda Pangeran ke 3.
"......" Ning Zao,Dokter dan Wakil Jenderal didalam tenda membeku.
"......" Zhang Zen melihat langit-langit tenda dengan linglung, sebelum berbalik untuk duduk.
" Zen.an?!" Ning zao melihat sahabatnya datang dengan cara yg luar biasa terkejut."...apa yang kamu-"
suara langkah kaki melangkah ke dalam. disusul suara malas yg membuat jantungnya berdebar.
"Lihat dia baik-baik saja....tapi kamu bocah menganggu tidur siang ku!"
Dua tubuh itu membeku, mereka ingat apa yg terjadi jika pria yg usianya hampir 1800 ratus ribu tahun itu marah.
"Tuan muda saya salah...!" Teriak pria tinggi itu segera bangun dan berlari ke arah Ning Zao dengan wajah meminta bantuan." ....Maaf aku tak bermaksud begitu!"
Ning Zao memelototinya dengan kesal,lalu mendongak dan benar saja Tuan muda berdiri dengan tangan terlipat melihat mereka dengan mata menyipit.
Keduanya menelan ludah, bahakan Dokter dan Wakil Jenderal merasa pria ini lebih mengancam dari pada Jendral mereka!
"....Tuan aku tak memintanya mencari anda!dia mengambil inisiatif sendiri....!"Ning Zao saudara yg baik menendang pantat orang itu kedepannya.
Zhang Zen yg tiba-tiba diusir segera menggertak kan giginya.menoleh pada pelakunya dengan kesal."..tak tau berterima kasih! bajingan! Teman palsu!"
Ning Zao memasang wajah tak bersalah."..Zen.an jangan-batuk batuk!"
"Yang mulia....!" Teriak Dokter dan Wakli Jenderal dengan panik. Darah membasah bibir pria itu.
Wajah Zhang zen berubah dia segera menghampirinya ,menahan pundaknya."...jangan banyak bicara,hemat tenaga mu...."
"apa Yang terjadi ....?" Wang Ryu melirik pada Dokter lalu pada Wakil Jenderal. Keduanya merasa kepala mereka mati rasa.
Ning Zao menghapus darah dimulut nya,melihat padanya dengan tak berdaya."...ini penyusup tuan...aku ceroboh..."
Wang Ryu menghela nafas."...suruh yg lain keluar..."
"Kalian pergilah..." Ucapnya pada kedua orang yg sejak tadi diam. Dokter dan wakil Jenderal saling melirik."Tapi..."
"Pergi ! ini perintah!" Bentaknya.
Keduanya dengan terpaksa pergi dari tenda.Wang Ryu menghampirinya. Zhang Zen dengan sadar diri memberinya ruang.
Dia memeriksa tangannya,racun itu sudah menyebar sampai arena perut, merusak beberapa organ tubuhnya.
"Buka pakaiannya..." Ucapnya. Ning Zao, menyentuh dadanya dengan kedua tangannya tanpa sadar.
"......"Melihat reaksinya membuat Wang Ryu merasa ingin memukul kepala anak ini.
".....Pria yg bahkan malu saat membuka pakaiannya didepan pria lain!apa kau masih pria...!" Cibir Wang Ryu dengan nada jijik.
"....." Tapi anda berbeda!. Ning Zao tiba-tiba merasa harga dirinya hancur saat ini.
Zhang Zen menundukkan kepalanya dengan bahu gemetar.Ning Zao memelototi putra ke 3 jenderal itu.
Saat pakaian terbuka,bekas merah keunguan menyebar ke arah perut pria itu,Wang Ryu yg duduk didepannya menyentuh perut nya dan mulai mengalirkan energi.
Ning Zao merasakan tangan dingin diperutnya,tanpa sadar mengencangkan tubuhnya,lalu dadanya ditampar hingga membuat ya terbatuk.
".. kenapa kau begitu tegang!santai sedikit....!"
"....." Dokter ini kenapa begitu galak.Ning Zao merasa dianiaya. Zhang zen melihat temannya hanya bisa menahan senyumnya.
Cahaya hijau menyinari perut Ning Zao, lambat laun dia merasa bahwa rasa sakit diperutnya hilang,dan hanya ada rasa dingin dari suhu tangan pria itu.
Wang Ryu menarik tangannya,semua racun telah dilenyapkan,kondisi organ juga sudah disembuhkan.
Zhang zen bertanya dengan nada gugup."....Bagaimana?"
Ning Zao meliriknya dengan bodoh, dia tak merasakan sakit apapun."...sembuh, sempurna..tak merasakan apapun..."
Putra Jenderal menghela nafas lega."...tak apa-apa klau begitu..."
"Kalau begitu ayo kembali..."Wang Ryu bangun dari tempatnya,namu prajurit menerobos masuk dengan panik."...Tuan para prajurit mengalami keracunan!"
Keduanya tanpa sadar melihat ke arah Wang Ryu. Pria itu mengerutkan keningnya.
Saat ketiganya masuk, Dokter tadi segera melihat Jenderal' dengan panik."Jenderal kenapa anda bangun,anda harus istirahat..."
"......Aku sudah baik-baik saja...apa yg terjadi?" Ning Zao menanyai Wakil Jenderal. Wakil jendral berwajah pucat melihat pada prajurit yg terbaring ditengah.
"Mereka ....tiba-tiba memiliki gejala seperti anda sebelum muntah darah dan pingsan...."ucapnya dengan nada marah,takut dan cemas.
"Apa yg kalian makan sebelumnya....?"tanya Wang Ryu,karena jelas dia tak melihat tangan orang-orang ini menyentuh racun.
Jadi artinya kemungkinan racun itu disebarkan lewat udara atau makanan.
"Kami makan bubur dan roti kukus....aku juga makan tapi aku tak tidak apa-apa......"jawab prajurit yg ada didalam.
Beberapa orang mengangguk.
Wang Ryu menoleh pada pangeran ke 3."....Ning Zao apa yg kamu makan sebelumnya?"
"Ini hal yg sama dengan mereka,roti kukus agak keras jadi aku minum banyak air...."Jelasnya sambil mengingat-ingat.
Memang benar mereka hanya makan itu saja.
"Aku tak minum air,karena aku tak makan roti kukus dengan banyak...!"ucap Wakil Jenderal pada Mereka.
jadi itu memang salah airnya.
"Aku juga tidak sempet minum...."sahut yg lain. Dokter itu melihatnya."...Kapten rekan ku minum banyak air karena dia tersedak roti kukus..."
"Siapa yg membuat roti kukus yg buruk seperti itu,apa dia berniat membunuh orang hingga tersedak....."Wajah Wamg Ryu berubah jelak.
Semuanya membeku.
apa jangan-jangan.....
Ning Zao memerintahkan orang dengan wajah marah."....Cepat selidiki dan tahan koki dapur selama penyelidikan jangan biarkan dia keluar dari tendanya!"
"Baik...!"jawab mereka lalu bergegas keluar tenda.
Dokter menyentuh kepalanya dengan pucat."Aku berusaha menyembuhkan mereka tapi obatku tak bekerja...."
"Batuk batuk..!"pria disebelahnya batuk darah,namun dia masih tak sadar.wajah dokter lebih buruk dari pada menangis."...Saudara ku!"
Bang!-
Wakil Jenderal berlutut pada Wang Ryu."Tuan anda menyembuhkan Jenderal bukan? bisakah anda membantu saudara-saudaraku...!"
"Jenderal anda sudah sembuh...?"Dokter melihat pada pangeran lalu pada pria taman dengan wajah dingin itu dengan mata berbinar."...anda...apa anda Dokter ajaib...!"
"Bawa mereka yg tak penting keluar...."Wang Ryu menyentuh dahinya,lelah.
Melihat bahwa dia mau membantu, Ning Zao segera memerintahkan semua orang keluar.
Melihat hanya mereka bertiga dan para prajurit yg sakit,Wang Ryu melambaikan tangannya membuat penghalang.
cahaya kebiruan muncul melapisi tenda seperti gelembung.Ning Zao dan Zhang Zen melihat pria itu memejamkan matanya sambil mengigit jarinya.
darah keluar,mata sebiru langit terbuka.
Dia melambaikan tangannya ke udara ,sebuah ruh muncul diatas kepala setiap prajurit,cahaya biru berubah menjadi hijau lalu asap hitam muncul dari tubuh-tubuh prajurit masuk kedalam lingkar hijau.
Tak lama wajah-wajah prajurit kembali normal,Wang Ryu melambaikan tangannya,ruh itu lenyap di udara.
"...awasi sumur barak,ada yg menaruh racunnya disana..."perintahnya.
Mata Ning Zao mengelap,dia membungkuk dengan hormat."Baik tuan, terimakasih..."
"Tangan..."
Ning Zao mendongak terkejut,dengan cepat mengangkat kedua tangannya.
Boom!- pangeran hampir menjatuhkan kotak makan yg tiba-tiba muncul diudara.
"Hei!"-Jika tak ada Zhang Zen yg ikut menahannya dia akan menjatuhkan semua kotak makan itu.
Alis Wang Ryu mengerut."...kamu harus banyak berlatih otot tangan mu....!"
"Saya mengerti!" Jawab Ning Zao dengan tegas. Lalu melihat 10 kotak makan ditangan dengan penasaran,jelas ini makan kan, sangat harum.
Wang Ryu berkata dengan santai."...setiap satu kotak berisi 20 Bakpao isi daging... berbagilah dengan bawahanmu...."
Mata Ning Zao berbinar."Terimakasih Tuan muda!"
"Zen.an ayo pergi...."pria itu mengangguk,Dia berbalik Keluar dari Tenda dengan langkah kuat.
"Kami pergi...!" Zhang Zen menaruh 5 kotak itu kesamping, menepuk bahu temannya dan menyusul Tuan muda Wang keluar tenda.
" Ya...!"Ning Zao segera menyusul ,namun saat dia membuka tenda keduanya sudah Menghilang.