NovelToon NovelToon
Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"aku terima syaratmu, tapi terima juga syaratku, kael.."
mahiya melotot kesal,pria dingin itu hanya mengangguk datar.
"okeyyy..deal"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Mahiya telentang di atas ranjangnya, benaknya sibuk berpikir, apa penyebab dia sendu tadi.

Awalnya jelas sih, karena dia merasa berdosa pada keluarga kael dan juga keluarganya, mahiya merasa kebohongan ini suatu saat pasti akan menyakiti mereka.

Tapi, sebenarnya mahiya mulai mencurigai perasaannya, apa mungkin mahiya menyukai kael.

"euwwwwwhhh, mudah-mudahan cuman terbawa suasana aja" gumam mahiya bergidik geli.

Nggak banget jatuh cinta ama om-om kek kael, mahiya nggak mau di bilang gadis baperan. Apalagi kael udah wanti-wanti kalau tidak boleh ada cinta di antara mereka,

"hihhhhh..." mahiya bergidik lagi.

Tapi jujur saja, sebenarnya kael itu tipe pria yang gampang membuat orang jatuh cinta padanya, hanya dari penampilannya saja. Belum latar belakang keluarganya yang sangat wow, hanya saja mahiya nggak mau terlibat perasaan dengan pria itu.

Kenapa?, karena jelas pria itu belum move on dari cinta lamanya. Tapi tadi mahiya jengah, mengingat penampilan pria itu tanpa atasan.

'heummm, so hot'

"astaghfirullah..." mahiya menggeleng-gelengkan kepalanya,

"mesum amat pikiranku.., sadar mahiya kamu masih bocah" gerutunya kesal sendiri. Tangannya mengipasi wajahnya yang memerah, nggak sadar mahiya senyum-senyum sendiri kek orang gila.

Nggak lama mata mahiya terpejam, gadis itu mendengkur halus, sepertinya isi pikirannya sudah nggak begitu berisik lagi.

Sementara kael di kamarnya juga sedang melamun, padahal ponselnya sedang memutar video di aplikasi toktok, tapi sama sekali nggak membuatnya teralihkan.

"hhhhhhhh" desah kael kasar, wajah tampannya terlihat gelisah.

Banyak hal yang dipikirkannya saat ini, ucapan clarissa tempo hari juga sangat mengganggunya.

Kalau saja clarissa benar-benar menikah dengan martin, bagaimana canggungnya mereka nanti.

Kael memang sudah tidak perduli tentang clarissa, tapi dia juga nggak mau membohongi hatinya, 3 tahun dia hidup bersama di apartemen ini dengan clarissa, semua itu tak mudah untuk dilupakan.

Mata kael menoleh ke atas nakas, tangannya meraih bingkai foto. Wajah cantik clarissa tersenyum indah di bingkai itu, sejujurnya kael masih mencintai clarissa, tapi dia juga tak ingin kembali pada wanita itu.

Tiba-tiba wajah tampannya tersenyum, kael teringat kejadian tadi, saat mahiya membuka pintu kamarnya.

Dengan jelas kael melihat wajah cantik mahiya tadi memerah, sudah dipastikan gadis itu pasti salah tingkah nggak karuan. Apalagi mahiya belum pernah pacaran, tentu gadis itu malu luar biasa.

Kael masih tersenyum, tapi sorot matanya terlihat sedang berpikir keras, tangannya meraba dadanya. Kenapa belakangan ini, degub jantungnya sering berdebar lebih kencang jika melihat mahiya. Tadi juga, saat gadis itu mendadak sendu dan melow, kael sudah kege-eran, apa mungkin mahiya menyukainya.

Kepala kael menggeleng cepat,

"aku nggak boleh kek gini, aku orang dewasa yang harus menepati janjiku, aku sudah berjanji pada mahiya, untuk melepaskannya suatu saat nanti, jika gadis itu menemukan pria yang dia cinta"

Tiba-tiba wajah kael berubah, entah mengapa ada rasa sendu menyelusup ke dalam hatinya, kok tetiba aja ada rasa takut kehilangan di hatinya untuk gadis itu.

Lagi-lagi kepala kael menggeleng keras, sorot matanya berubah lebih tajam.

"aku nggak akan jatuh cinta lagi, cukuplah rasa sakit yang kuterima dari clarissa, dimanapun semua wanita itu sama, jika pria menunjukkan perasaannya, pasti akan di khianati"

********

"pagi kak.." sapa mahiya, begitu kael keluar dari kamarnya.

Pria itu sudah rapi, lengkap dengan pakaian kerjanya, kepalanya mengangguk menjawab sapaan mahiya yang sedang menantinya di meja makan.

"kamu kuliah pagi kan?"

"iya kak.." sahut mahiya mengangguk, meletakkan piring di depan kael yang sudah duduk dengan tenang.

"aku masih ujian"

"oh iya, maaf aku lupa"

Kael menyuap makanannya dengan tenang, matanya mengamati mahiya yang juga sudah rapi. Pagi ini mahiya terlihat fresh, pashmina mustard yang gadis itu pakai senada dengan celana kulotnya.

Kael memalingkan wajahnya cepat, degub jantungnya kembali berdebar lebih kencang.

"aku nanti pulang jam 11 siang kak, kalau kakak nggak bisa jemput, aku bisa pulang bareng teman-temanku"

"aku jemput mahi!, ingat kita masih pengantin baru. Baru juga seminggu kita jadi suami istri"

"hehehhehe.." tawa mahiya lucu, mata indahnya kedap-kedip kek lampu taman, kael memalingkan wajah lagi, jujur nggak kuat ngelihat mahiya dalam mode imut kek itu, sangat menguncang kesabaran.

"pagi ini, kakak nganterin aku lagi?"

Kael mengangguk sambil mengusap bibirnya yang basah, dia baru menyelesaikan makan, dan langsung beranjak ke ruang tamu.

"nanti kalau gerard datang lagi, tolak saja yah!"

Mahiya yang berjalan di belakang kael, mengernyitkan keningnya.

"nggak sopan banget kak, ntar kak gerard pikir aku sombong"

"nggak apa-apa" sahut kael memutar tubuhnya.

"bilang aja, suami kamu nggak ngijinin"

Mahiya manggut-manggut, walau wajahnya masih terlihat keberatan.

Mahiya menyandang tas ranselnya, mengikuti langkah kael menuju mobil. Pria tampan itu masih asyik memainkan ponselnya, tiba-tiba seseorang menghentikan mereka tepat di depan pintu mobil.

Kael tersentak, mahiya juga. Keduanya mendelik kaget, ternyata martin sepupu kael berdiri tepat di depan pintu mobil menatap keduanya dengan sorot curiga.

Kael yang menyadari sorot mata itu, dengan lincah tangannya meraih pinggang mahiya, merangkul erat pinggang ramping itu.

"ngapain lo?" tanya kael dengan dinginnya, dia sadar tubuh mahiya barusan membeku, mungkin gadis itu terkejut karena pelukannya.

"gue ada perlu ama lo"

Mata martin masih menatap penuh selidik, walau kini tatapannya ke mahiya lebih intens.

Mahiya merasa jengah, bukan cuman karena tatapan martin tapi juga tangan kael yang masih nangkring di pinggulnya.

Mahiya cuman bisa cengar cengir doang, mana martin pakai senyum segala lagi, semakin merinding mahiya rasanya. Udah kepengen banget rasanya, melepaskan diri dari rangkulan kael yang semakin erat.

"aku sibuk!, aku mau mengantar istriku kuliah" sahut kael datar, tapi tangannya menarik tubuh mahiya lebih rapat ke tubuhnya.

"maaf martin, kami buru-buru.."

"tunggu kael" panggil martin, pria itu menarik lengan baju kael.

"apaan sih?" mata kael melengos marah, tangannya merapikan kerah bajunya yang bergeser.

"kamu ngomong apa sama clarissa?"

Kael memicingkan matanya tak suka, terdengar dengusan keluar dari bibirnya.

"clarissa membatalkan niatnya menikah denganku, kamu ngomong apa sama dia?"

Mahiya melirik kedua pria yang saling menatap, ada kilat tak suka dari mata kedua pria itu.

"lah..apa urusannya denganku, kamu dan clarissa batal menikah?"

"aku tanya baik-baik padamu kael.."

Martin berjalan lambat mendekati kael, kedua tangannya merapikan dasi dan jas kael, suara martin terdengar lebih berat dan tajam.

"jangan sampai aku bongkar pernikahan palsumu ini pada oma!" bisiknya tepat di wajah kael yang mengelam marah.

"aku kenal kau kael, kau pikir aku percaya kamu mencintai bocah di belakangmu itu" cibir martin, matanya melirik mahiya.

Rahang kael mengeras, suara gemeletuk gerahamnya sampai terdengar oleh mahiya yang berdiri sedikit jauh di belakangnya.

"jangan sok tahu martin!, jangan sok tahu tentang pernikahanku"

Kael mendorong tubuh martin dengan kasar, sambil berdecak kesal kael berbalik, meraih jemari mahiya dan melangkah ke mobilnya, meninggalkan martin yang tersenyum sinis di ujung bibirnya.

Bersambung...

1
Rina Zulkifli
maratahon 22 part. mantul n seru ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!