Sekuel dari kisah Ivanka ( Izinkan Aku Bahagia )
Saat manusia di hadapkan antara nyaman dan cinta mungkin tak akan sulit untuk memutuskan tapi saat harus memilih antara orang tua atau cinta siapa kah yang akan kalian pilih ?
Itu juga yang harus Widya hadapi dimana iya harus terjebak antara cinta dan baktinya pada seorang ayah terlebih cintanya ternyata terlarang untuk bisa iya gapai.
Cinta seperti apa yang sedang di hadapi Widya dan akankah seseorang yang Abah hadirkan mampu menghilangkan cinta yang salah itu menjadi sebuah cinta murni yang utuh ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penantian Yang Terbayar
Wisnu dan Widya pun pergi ke tempat penjual mie ayam yang biasa mereka beli dan seperti yang Widya inginkan saat Wisnu memesan mie ayam untuk mereka berdua Widya pun membeli chicken untuk Widya jadikan toping di atas mie ayam yang akan dirinya makan.
" apa kamu bahagia ?" tanya Wisnu saat Widya menatap mie ayam dengan toping chiken upin Ipin.
" ya, meski terlihat sederhana tapi ini yang Widya inginkan " ucap Widya yang langsung memakan mie yang sejak tadi meminta untuk di habiskan.
" jangan sungkan mengatakan apa yang kamu inginkan, mas janji selama mas bisa mengabulkan semua inginan mu pasti akan mas lakukan " ucap Wisnu yang memang selalu mengutamakan dan memanjakan pasangannya seperti saat bersama dengan Latisya dan kali ini Wisnu lebih memanjakan Widya.
" terima kasih mas " ucap Widya yang selalu bersyukur karena Wisnu selalu menunjukkan rasa cintanya tanpa harus di tuntut.
Keduanya pun benar benar menikmati apa yang ada di hadapan mereka tanpa memandang jika itu makanan sederhana pinggir jalan.
Setelah dari rumah Widya Bu Ersa pun kembali ke rumah sakit untuk menemani Naira karena Bu Ersa tak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa membantu wanita yang sudah memberikannya cucu ditengah masalah rumah tangga yang sempat mereka hadapi.
" ibu dari mana ?" tanya Naira yang memang sejak tadi menunggu Bu Ersa.
" ibu baru kembali dari rumah Widya " ucap Bu Ersa yang tak ingin menyembunyikan apapun dari Panji terutama Naira.
" untuk apa Bu ?" tanya Naira penasaran.
" ibu hanya ingin memberitahu jika Panji sudah kembali sadar jika kamu lebih penting dari apapun karena kamu masa kini dan masa depan Panji " ucap Bu Ersa.
" mereka juga ikut bahagia saat Panji sudah kembali padamu "
" dan ya, mereka juga mengucapkan selamat atas kelahiran anak kalian " ucap Bu Ersa yang memang terlihat kelegaan di wajahnya saat menjelaskan semua itu.
Naira pun memalingkan pandangannya ke arah Panji seolah ingin melihat reaksi yang panji tunjukan saya mendengar apa yang Bu Ersa katakan tentang mantan kekasihnya.
" ada apa ?"
" apa kamu butuh bantuan ?" tanya Panji yang malah berpikir jika Naira membutuhkan bantuan darinya.
" apa mas baik baik saja ?" tanya Naira yang ingin mendengar nya sendiri dari mulut Panji jika apapun yang Widya lakukan sudah tak berpengaruh baginya.
" tentu saja mas baik baik saja "
" bukan kah mas sudah menjelaskan jika mas ingin memperbaiki semuanya dan memulai semuanya dari awal !"
" jadi untuk apa mas kembali terpengaruh dengan orang orang dari masa lalu ?" tanya Panji.
" kamu dan anak kita lah kehidupan mas saat ini dan di masa yang akan datang, jadi jangan sangkut pautkan apapun lagi tentang mas dan wanita itu " ucap Panji yang benar benar bertekad melupakan Widya dari hidupnya.
" ibu senang karena kalian memberikan kesempatan kedua pada pernikahan kalian " ucap Bu Ersa.
" semoga ini jadi awal yang baru untuk pernikahan kalian dan hanya ada kebahagiaan yang kalian rasakan di pernikahan ini " ucap Bu Ersa lagi.
" Ini sangat enak " Widya yang baru saja menghabiskan semua makanan yangada di atas mangkok mie ayam miliknya.
" syukurlah jika kamu menyukainya " ucap Wisnu yang bisa melihat dari cara makannya jika Widya sangat menikmati makanan yang sempat iya bayangkan sejak tadi.
" setelah ini kita ke apotik dulu ya " ucap Widya yang terkadang pesimis karena dirinya tak mengalami mual hanya terlambat datang bulan saja.
Keduanya pun langsung pergi dari warung mie ayam menuju apotik yang hanya berjarak beberapa puluh meter baru setelah itu Wisnu langsung melajukan mobilnya kembali ke rumah Abah karena hari sudah semakin malam.
" sebenarnya apa yang kamu beli ?" tanya Wisnu saat keduanya sudah sampai di kamar untuk beristirahat.
" nanti Widya kasih tau tapi tunggu sebentar ya " ucap Widya yang langsung melakukan uji coba pada alat tes kehamilan yang sengaja iya beli lebih dari satu agar dirinya benar benar yakin dengan hasilnya nanti.
Wisnu pun membiarkan Widya melakukan apa yang iya inginkan karena Wisnu percaya jika Widya akan selalu menjaga hatinya dan juga kepercayaannya.
Dengan hati yang berdebar Widya pun mulai menguji satu persatu setelah menampung air seni yang akan iya jadikan media uji coba.
" tuhan, apapun hasilnya aku percaya jika ini memang yang terbaik untuk ku dan juga untuk mas Wisnu suamiku "
" tapi jika boleh aku meminta kabulkan setiap doa dan harapan hamba agar hamba bisa memberikan kebahagiaan ini pada mas Wisnu dan juga Abah " ucap Widya sebelum mencelupkan alat tes kehamilan ke wadah yang sudah Widya isi air seni miliknya.
Widya langsung memejamkan matanya saat alat alat itu tercelup sesuai batas yang di tentukan dan tak bisa Widya pungkiri jika hatinya benar benar tak tenang menunggu hasil yang hanya butuh beberapa detik untuk bisa menentukan semuanya.
" bismillah " ucap Widya sambil membuka matanya dimana saat membuka matanya mata Widya langsung berkaca kaca saat semua alat tes kehamilan itu menunjukkan hasil yang memang iya harapkan yakni garis dua.
Dengan tangan yang masih bergetar hebat Widya pun membuka pintu kamar mandi dan hal itu membuat Wisnu terkejut saat melihat WITA mematung di ambang pintu dengan tangan yang masih bergetar.
" sayang, kamu kenapa ?" tanya Wisnu sambil menuntun Widya untuk duduk di atas tempat tidur dan Wisnu langsung menuntun Widya untuk duduk di sana.
" sayang, kamu baik baik saja kan ?" tanya Wisnu sambil mengguncang guncang pundak Widya yang masih belum bisa menjelaskan apapun saat ini.
" kita akan memiliki momongan mas " ucap Widya dengan suara yang terdengar samar.
" kamu bicara apa sayang ?" tanya Wisnu yang mendengar sekilas ucapan Widya tapi Wisnu ingin mendengarnya lebih jelas lagi dari mulut Widya.
" di kamar mandi " tunjuk Widya ke arah kamar mandi, dengan rasa penasaran yang terus menggerogoti hati dan pikirannya Wisnu pun melangkah masuk ke dalam kamar mandi dan melihat gelas berisi air dan beberapa alat tes kehamilan yang menjelaskan apa yang membuat Widya tak bisa berkata kata lagi.
Dengan tangan bergetar Wisnu membawa salah satu alat tes itu dan membawanya ke hadapan Widya dimana widya sudah mulai menitikkan air mata bahagia karena harapannya kini sudah menjadi kenyataan.
" kenapa kamu menangis ?"
" bukankah ini kabar bahagia ?" tanya Wisnu sambil membantu menghapus air mata yang berlinang di kedua pipi Widya setelah meletakkan alat itu di atas tempat tidur.
" ya " ucap Widya yang langsung memeluk Wisnu seolah ingin menyalurkan rasa bahagia yang iya miliki pada Wisnu dan langsung di sambut baik pelukan itu oleh Wisnu.
" akhirnya kita akan menjadi orang tua untuk anak yang sedang tumbuh di rahim Widya "
" anak ini yang akan membuat hubungan kita semakin erat dan tak terpisahkan " ucap Widya dalam pelukan Wisnu.
" dia buah cinta kita, dan kita akan selalu menyayangi dan melindungi nya "
" terima kasih istriku Widya, aku sangat sangat mencintai mu "
" Widya juga sangat mencintai mas "
T A M A T
✍🏻✍🏻✍🏻 masa tamat sih ? Belum juga lahiran ? Tenang nanti akan ada bonus part tentang masa kehamilan dan melahirkan Widya.
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘