NovelToon NovelToon
Lepaskan Aku, Tuan Jason

Lepaskan Aku, Tuan Jason

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO Amnesia / Pelakor / Dijodohkan Orang Tua / Romansa Fantasi / Konflik etika / Selingkuh
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Min Ara wanita yang di jodohkan dengan Jeon Jason, lelaki tampan yang mempunyai kharisma kuat yang merupakan seorang putra tunggal dari keluarga Jeon.

Sebagai syarat lelaki itu mendapatkan seluruh hak warisnya, Jason harus menikah dengan Ara.

Ara mengira kehidupannya akan bahagia dengan menjadi istri Jeon Jason, tetapi semua itu hanya ada dalam angannya saja. Jason yang berstatus suaminya itu, tidak lebih dari seorang iblis yang selalu menyakiti hatinya.

Ara tidak bisa mengelak perasaannya yang mulai terjebak di dalam lingkaran yang di buat Jason, tetapi itu semua adalah sebuah kesalahan besar baginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10| Park Marten

Ara menghabiskan waktu weekendnya dengan berjalan santai di taman kota, ia sedih saat Nara harus pergi keluar kota untuk mengunjungi neneknya yang sedang sakit.

Sehingga Ara harus sendiri sekarang, biasanya ia dan Nara akan menghabis waktu di taman ini hingga siang hari dan setelah itu mereka akan datang ke sebuah kedai ramyeon langganan mereka setelah dari taman ini.

“Sungguh membosankan, karena tidak ada Nara,” gumam Ara yang sedang memperhatikan para pengunjung yang terlihat ceria bersama dengan keluarga, teman atau kekasihnya.

“Kau tidak akan bosan, jika kau bersamaku!” kata seseorang yang tiba-tiba duduk di sebelah Ara.

Wanita itu menoleh dan ia dapat melihat sosok Marten di sebelahnya. Lelaki itu tersenyum lebar, sehingga kedua matanya tidak terlihat dan itu sangat menggemaskan di mata Ara.

“Halo Marten?” sapa Ara sambil tersenyum manis.

Marten menarik tangan Ara dan membawanya ke tengah taman yang sedang banyak merpati di sana. Tetapi Marten berpamitan sebentar untuk membeli makan burung merpati dulu, Ara terdiam mempehatikan lelaki itu dan tersenyum senang saat Marten membawa makan merpati, ia langsung merebutnya dari tangan lelaki itu.

Ara dan Marten memberi makan burung merpati dengan senyum bahagia yang tidak pernah pudar di bibir wanita itu. Marten juga tersenyum melihatnya, ia senang bisa membuat Ara kembali tersenyum lebar seperti itu.

“Kau sangat menyukai merpati?” tanya Marten di sebelah Ara yang memberi makan burung merpati. Ara menoleh ke arahnya dan menganggukkan kepalanya.

“Sangat! Mereka sangat menggemaskan dan selalu bersama, membuatku iri dengan kebersamaan mereka,” gumam Ara. Marten melihat mata indah Ara yang memancarkan kesedihan.

“Mau berfoto dengan mereka? Aku akan mengambil gambarmu! Ayo!”

Ara tersenyum mendengarnya, ia langsung berdiri dan berada di tengah-tengah sekumpulan burung merpati, senyuman manis menghiasi wajah cantiknya. Ia tertawa lepas saat para burung merpati itu berebut makan di tangannya, Marten terpesona dengan keindahan paras yang di miliki oleh Ara. Ia tidak pernah bertemu dengan wanita seperti Ara yang begitu tulus dan lembut.

“Jika kau bertemu denganku lebih dahulu, aku tidak akan menyia-nyiakanmu dan melepasmu. Teman brengsekku itu sangat beruntung memilikimu, dia belum sadar kalau kau begitu indah. Kalau Jason tahu, aku yakin dia tidak akan pernah melukaimu dan melepaskanmu,” gumam Marten sambil menatap Ara yang masih tertawa lepas.

Lelaki itu kembali mengambil gambar Ara, begitu banyak di ponselnya. Ia tidak keberatan ponselnya di penuhi oleh gambar Ara, karena Ara sangat pantas berada di ponselnya.

“Jason, kenapa berhenti di sini? Di sini tuh panas, nanti kulitku terbakar dan make up ku luntur,” rengek Heori kepada Jason yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.

Jason berhenti, karena tidak sengaja melihat seseorang yang di kenalnya bersama dengan temannya.

“Kau pergi dulu! Nanti aku akan menyusulmu, karena ada sesuatu yang tertinggal di mobil!” kata Jason, sebelum meninggalkan Heori yang tengah mendengus kesal.

Heori pergi terlebih dahulu menuju salon langganannya. Jason sendiri melangkah mengikuti Marten dan Ara yang menuju ke tengah taman.

Jason terus memperhatikan Ara dan Marten, ia melihat bagaimana Ara tersenyum dan tertawa yang di sebabkan oleh temannya, ia juga melihat Marten mengambil foto Ara yang sedang bermain dengan burung merpati.

Pandangan Jason beralih ke Ara yang sedang bermain dengan burung merpati di sekililingnya, ia merasakan sesuatu yang aneh saat melihat Ara dengan burung-burung itu.

Sekelebat bayangan melintas di kepalanya, pose Ara sama persis dengan bayangan yang muncul fi kepalanya. Tidak jelas, tapi berhasil membuatnya bingung.

“Ada apa ini?” gumam Juason sambil menatap ke arah bawah, lalu ia kembali menaikkan pandangannya dan melihat Ara yang menghampiri Marten.

“Kau ingin ku tunjukkan kedai ramyeon paling enak di sini?” tanya Ara kepada Marten setelah ia puas bermain dengan burung merpati.

Jason mendengar dengan jelas dan ia hanya menatap mereka.

“Boleh,” jawab Marten yang membuat Ara mengembangkan senyumnya, ia menarik tangan Marten dan membawanya ke kedai yang biasa ia datangi bersama Nara.

Jason mengikuti mereka dari belakang, ia menatap tangan Ara yang menarik tangan Marten.

“Dasar wanita murahan!” gumam Jason menatap tajam Ara yang tidak melepaskan tanganMarten.

Keduanya sampai di sebuah kedai sederhana yang cukup ramai pengunjungnya. Tidak perlu di tanya bagaimana cita rasa ramyeon di sini, sangat nikmat dan akan membuat siapa saja ketagihan.

Dan Jason masih tetap mengikuti keduanya.

“Ini adalah ramyeon langgananku bersama sahabatku,” ujar Ara saat mereka memasuki kedai tersebut.

Marten memperhatikan isi kedai yang terlihat sangat nyaman dan bersih.

“Lalu ke mana sahabatmu itu?” tanya lelaki itu saat mereka duduk di salah satu meja di dekat jendela, tempat yang biasa di duduki Ara bersama Nara.

“Dia sedang keluar kota, makanya aku tadi sendirian,” jawab Ara sebelum pelayan datang untuk menanyakan pesanan Ara.

“Kau pesan apa?” tanya Ara setelah menyebutkan pesanannya.

“Hm, sama sepertimu saja!” jawab Marten.

“Oke!”

Jason juga ikut masuk ke dalam dan memilih tempat yang cukup dekat dengan mereka, ia duduk dengan memunggungi mereka berdua. Jason juga memesan ramyeon yang di pilih Ara, tiba-tiba saja ia ingin mencicipinya juga dan dari namanya saja sudah membuat perutnya terasa lapar.

“Kau sering ke sini?” Marten membuka percakapan.

Ara tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya. Ia membenarkan posisi duduknya.

“Hampir setiap minggu kalau tidak ada hal penting,” jawab Ara.

“Oh ya, boleh aku lihat foto-fotoku tadi?” tanya antusias Ara dan membuat Marten langsung merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya, ia memberikan ponselnya kepada Ara dan wanita itu menerimanya dengan mata berbinar.

Marten tertawa melihat tingkah menggemaskan Ara membuat tangannya tanpa sadar mengusap puncak kepala Ara.

“Ma—maaf,” gugup lelaki itu sambil menjauhkan tangannya yang sudah kurang ajar.

“Tidak apa,” balas Ara yang mulai melihat potret dirinya di ponsel Marten.

Sangat banyak yang di ambil Marten dan semuanya begitu bagus membuat Ara merasa sayang untuk menghapusnya.

“Kenapa wajahmu terlihat murung begitu? Apa foto yang aku ambil tidak bagus?” tanya Marten yang di balas gelengan kepala oleh Ara.

“Tidak! Ini sangat bagus dan membuatku tidak rela untuk menghapusnya,” jawab jujur Ara membuat lelaki itu kembali tertawa.

“Kau sangat jujur sekali, nona,” kekeh Marten, membuat Ara mendengus.

“Kau tidak perlu menghapusnya! Biarkan saja!” kata Marten, membuat Ara mengernyit bingung dan menatap lelaki itu yang juga menatapnya dengan serius.

“Kenapa begitu?” bingung Ara.

“Aku ingin menyimpannya,” jawaban Marten membuat Ara semakin bingung. Tapi, ia tidak bisa bertanya lagi saat makanan yang di pesan datang.

“Makanlah dulu! Kalau dingin tidak akan nikmat!” ujar Marten saat Ara ingin bertanya.

Akhirnya Ara mengurungkan niatnya dan mulai memakan ramen dengan diam. Jungkook yang mendengar perkataan Jimin hanya mengepalkan tangannya.

Bersambung...

1
Piyah
ara lebayy
Mita Paramita
jason lagi akting baik yaaa🤨 curiga ada udang dibalik batu 🤣🤣🤣
Piyah
lanjut
Piyah
dialognya kurang banyak
Ara putri
mampir kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!