NovelToon NovelToon
Pria Titisan Raja

Pria Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Hadiah Tak Biasa

Kedatangan Naina di sambut dengan hangat oleh keluarga Kalandra. Mama dan Kakak Iparnya tampak sangat akrab dengan Naina. Naina pun tampak nyaman mengobrol dengam kelurga Kalandra.

"Daddy!"

"Daddy ngapain senyum - senyum sendiri liatin Mommy?" Celetuk Gio yang mengalihkan perhatian mereka semua.

"Enggak, Daddy gak senyum - senyum sendiri." Elak Kalandra.

"Gio lihat kok. Daddy dari tadi senyum - senyum sendiri sambil lihat Mommy yang lagi ngobrol sama Bunda sama Oma." Kata Gio.

"Gio salah lihat." Sergah Kalandra.

"Enggak! Mata Gio sehat. Gio kan suka makan wortel." Bantah Gio yang tak mau kalah.

Mama Vina, Mbak Tara dan Naina pun tertawa melihat perdebatan antara Paman dan Keponakan itu.

"Ngaku aja, Kal. Gak usah gengsi gitu." Ledek Mama Vina yang membuat Kalandra terkekeh dengan wajah yang memerah.

"Wah, udah pada kumpul nih!" Kata Alfandra yang baru datang dengan Papa Haris.

"Ayaah! Opaa!" Seru Gio dengan girang saat melihat Ayah dan Opanya.

"Hap!" Alfandra langsung menangkap dan menggendong putranya.

"Ayah kangen banget sama Kak Gio. Gimana, berhasil misi buat jagain Bunda selama di perjalanan?" Tanya Alfandra.

"Berhasil dong, Yah." Jawab Gio dengan bangga.

"Good Job!" Kekeh Alfandra sembari mengajak tos putranya.

"Wah! Cucu Opa ini makin tampan aja." Kata Papa Haris yang kemudian mengambil alih Gio dari gendongan Papanya.

"Iya, dong. Gio memang tampan kayak Daddy!" Jawab Gio.

"Emang Ayah enggak?" Sahut Alfandra.

"Tampan sedikit. Lebih tampan Daddy." Jawab Gio dengan jujur.

"Ayah, Opa, lihat itu Daddy bawa Mommy nya Gio." Kata Gio.

"Wah, ternyata udah full personil ini, ya." Kekeh Papa Haris yang kemudian bergabung di saung tempat keluarganya berkumpul.

Naina pun menyalami Papa Haris dan Kak Alfan. Tak lupa ia juga memperkenalkan namanya.

"Tumben di kenalin, Kal?" Ledek Kak Alfan sambil menyenggol lengan Adiknya yang hanya tersenyum.

"Udah serius sih otewe ke pelaminan sih kayaknya kalo di kenalin gini." Mbak Tara turut menimpali.

Naina pun hanya bisa tersenyum melihat Kalandra yang terus di goda dua Kakaknya.

"Masih santai kok, gak buru - buru ke pelaminan." Jawab Kalandra.

"Sengaja Kal kenalin dari sekarang biar Nana tau kalau Kal punya Kakak yang reseh. Jadi biar terbiasa juga kalo di ledek." Imbuh Kalandra yang membuat mereka semua tertawa.

"Kenapa gak di percepat aja, Kal?" Tanya Mbak Tara.

"Sabar, Mbak. Nana aja belum Wisuda S satu." Jawab Kalandra.

"Jadi, abis terima ijazah, langsung ijab sah, ya?" Kekeh Kak Alfan.

"Boleh, kalo Nana mau." Jawab Kalandra sambil melirik ke arah Naina.

Naina sendiri hanya bisa membulatkan matanya setelah mendengar ucapan Kalandra.

"Kok rasanya kayak lagi di lamar, ya?" Kekeh Naina yang kemudian tertawa canggung sambil melihat ke arah keluarga Kalandra yang sedang menatapnya.

"Ah, bercanda aja mereka itu, Nak. Jangan di ambil hati, ya." Kata Papa Haris yang terkekeh melihat ekspresi Naina.

"Iya. Masak mau ngelamar anak gadis gini, kamu gak ada effortnya sih, Kal? Kalo Mama, udah jelas Mama tolak mentah - mentah." Mama Vina mengompori.

"Oh iya. Ngomong - ngomong, waktu nembak, effort gak dia, Na?" Tanya Mbak Tara.

"Yah, lumayan." Jawab Naina sambil cengar - cengir.

"Kurang effort gimana sih, Mbak. Sampe aku ajak naik Gunung berdua aja loh, dia. Cuma buat nyatain cinta." Sahut Kalandra.

"Yasudah, nikmati dulu aja masa - masa pacaran kalian, gak usah terburu - buru. Nana juga harus menikmati masa muda dengan baik." Nasihat Papa Haris yang di jawab anggukan oleh Naina dan Kalandra.

Setelah makan malam bersama keluarga Kalandra, Naina pun pulang ke rumah dengan di antar kekasihnya.

"Abang pulang ke rumah?" Tanya Naina ketika mereka sedang di perjalanan.

"Enggak, Na. Abang pulang ke Apartemen." Jawab Kalandra.

"Kenapa, mau ikut?" Goda Kalandra.

"Enggak, lah! Ngada - ada aja, Abang ini." Jawab Naina yang membuat Kalandra tersenyum.

"Abang..."

"Iya, Sayang."

"Setelah Wisuda nanti, aku pingin muncak ke Gunung R." Kata Naina.

"Gunung R?" Tanya Kalandra yang kembali memastikan. Pasalnya, Gunung itu berada cukup jauh di luar pulau.

"Iya, Bang. Aku pingin banget kesana. Abang udah pernah kesana, kan?" Tanya Naina.

"Nanti Abang usahakan ya, Sayang. Abang atur jadwal dulu." Jawab Kalandra.

"Kalau Abang gak bisa, gak apa - apa kok. Nanti aku jalan sama temen - temen aja. Temen - temenku banyak yang ngajakin kesana." Kata Naina yang sengaja memancing reaksi Kalandra.

"Jangan macem - macem ya, Na. Kalau mau ke sana sama Paman, Abang gak akan larang." Jawab Kalandra.

"Paman kan udah pindah ke Luar Negri. Entah kapan juga aku bisa pergi kalau nunggu Paman." Cicit Naina.

"Ya sudah, sabar tunggu Abang kalau gitu, ya. Abang atur waktu nanti." Kata Kalandra sambil mengusap kepala Naina.

"Sekarang fokus dulu ke Sidang Skripsi." Kata Kalandra yang di jawab anggukan oleh Naina.

Ketika sampai di rumah Naina, Kalandra pun turun dan mengantai Naina sampai bertemu dengan kedua orang tuanya. Kalandra pun menyempatkan diri untuk mengobrol sejenak dengan Ayah Naina yang kebetulan sedang bersantai.

...****************...

Dengan senyum sumringah, Naina keluar dari ruang Sidang Skripsi. Ia tentu merasa bahagia karena sidangnya berjalan lancar dan tak memerlukan revisi.

Ucapan selamat dan pelukan hangat pun menyambut Naina yang baru keluar dari ruang sidang. Teman - teman dan sahabat yang sudah menunggunya, tampak bahagia dengan kelulusan Naina.

Berbagai macam buket bunga dan selempang keberhasilan pun ia terima dari teman, sahabat juga beberapa adik tingkat yang cukup akrab dengannya. Mereka mengambil foto bersama untuk mengabadikan momen bahagia itu.

Namun, perhatian mereka sejenak teralih pada seorang kurir yang menghampiri. Pria itu membawa sebuah buket yang terbilang cukup unik.

"Maaf, ini bener dengan Mbak Naina?" Tanya Si Kurir.

"Saya Naina." Jawab Naina yang memang tadi sempat di hubungi oleh si Kurir.

"Ini ada kiriman dari fans beratnya, Mbak." Kata si Kurir yang membaca nama pengirim.

"Oh, iya. Terima kasih banyak, Pak." Ucap Naina sambil menerima buket tak biasa itu.

"Widih, fans berat gak tuh." Goda teman Naina.

"Gak nyangka, Bidadari Kampus kita ini fansnya bertebaran di mana - mana." Teman - teman Naina terus meledek Naina.

Naina pun tersenyum kala melihat buket dari karung goni yang di buat seukuran karung beras lima kilo gram. Karung itu di hias sedemikian rupa hingga nampak sangat aestetik.

Isinya? Karung penuh berisi coklat dengan berbagai macam merk, jenis, bentuk dan rasa. Teman - teman Naina tentu heboh saat mengetahui jika Naina di kirimkan satu karung coklat. Naina pun tersenyum sambil meraih amplop cantik yang berisi pesan dari si pengirim.

"Selamat ya, Sayang, karena sudah menyelesaikan Sidang Skripsi. Semoga hasilnya memuaskan.

Maaf, Abang gak bisa datang karena harus ke Kalimantan mengunjungi Pui yang sakit. Abang sudah tepati janji ya, kirimkan satu karung coklat.

Jangan di habiskan sendirian, nanti kamu sakit! Bagikan juga untuk fans - fans Abang kalau kamu gak keberatan." Pesan dari Kalandra yang manis di awal, tapi membuat jengkel di belakangnya.

1
Ita Xiaomi
Kalandra kalimat terakhir tlg direvisi bs bikin emosi nih😁
Ita Xiaomi
Daddy berkelit aja tuh 🤣
Nurlaila Elahsb
fans ya😀di maklumi aja na😊
Dewi kunti
mengantar yaaa
Nuri 73749473729
ada2 aja kamu kal... lanjut💪
Esther
bagi coklatnya Naina, jangan dihabiskan sendiri nanti sakit gigi😄😂
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh kal. bikin orang bete aja kata terakhir nya
Mulyani Asti
seru
Ita Rcwt
ga sabar ini nunggu lanjutannya😊
Nifatul Masruro Hikari Masaru
langsung dapat gelar mommy aja nih
Atik Kiswati
semoga langgeng sampe nikah ya....
Nuri 73749473729
lanjut thor💪
Dewi kunti
pacarnya boleh Nemu dihutan itu🤭🤭🤭🤭
Kristiana Subekti
semangat up nya thor 🥰
Faqisa Sakila
yg dsni happy2..
yg crita stunya ko serem sih thor..
doble up donk
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wiiiih langsung gercep
Priyatin
mau .... ayo bang 🥰🥰🥰🥰
Priyatin
hah. ek kok aku yg kaget bang 😄😄😄
Atik Kiswati
lnjt..
Nuri 73749473729
nah tu na... mau dikenalin sama camer lanjut💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!