#timetravel
Sebenarnya aku seharusnya sudah mati kan? kenapa tiba tiba aku berada di dunia seperti manhwa... aku baru aja selesai baca ini novel? loh kok bisa masuk?
dan lagi kenapa aku jadi villainess kejam yang akan mengganggu tokoh utama cowok dan cewek yang ada di dunia ini! Elisia Verderick salah satu anak marquiss ternama di dunia novel itu, aku tidak mau berususan dengan pria pria obsesif di dunia ini.. bahkan sampai dikurung!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kensujishisu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
Vion yang mendengar pertanyaan aku secara tiba tiba itu, seketika terdiam.Aku yang menunggu jawaban darinya itu bertanya tanya sebenarnya apa yang dia pikirkan.
"Anu? Tuan muda Varenze? "
"Ah.... maaf kan saya nona.. apakah tuan muda Vion Jepentus adalah teman nona?"
Ah... jangan jangan dia tidak tau tentang Vion apa mungkin Vion tidak sekelas dengannya.
"Oh.. bukan, hanya kenal saja.... "
"Em... sebetulnya.... saya tidak mau membicarakan ini karena tuan muda Vion melarang saya untuk mengadu pada siapapun tapi karena nona Elisia yang bertanya saya akan menjawabnya bahwa tuan muda Vion berada dikelas B, namun seperti nya dia tidak menyukai saya.. "
"Tidak menyukaimu? kenapa? apakah kamu punya masalah dengannya.. "
"Saya bahkan tidak pernah berbicara dengannya tapi dia sepertinya membenci saya. "
"Tuan muda, coba jelaskan kepada saya apa yang terjadi, tidak usah takut. "
Vion Jepentus sekelas dengan Varenze dan bukan dengan Lea adalah hal yang sangat mengejutkan lebih mengejutkan lagi Vion melakukan sesuatu yang buruk kepada Varenze.
"Dia menarik kerah seragam saya hingga mendorong saya ke lantai...saya bertanya mengapa, lalu dia menjawab bahwa dia tidak sengaja dengan mata seperti kebencian di dalamnya saya bahkan mencoba menyapanya tapi dia tidak menghiraukan saya sama sekali. "
Vion!!!!!! tidak kusangka akan ada adegan seperti ini.. aku mengetahui kalau Vion tidak menyukai Varenze tapi adegan seperti ini pertama kalinya tidak ada dinovel.. sepertinya semua akan berubah tidak sesuai yang kubaca karena aku berada didunia ini.
"Dengar tuan muda...jangan pernah terlibat dengan anak seperti itu dan jika memang bertambah parah panggil saya... saya akan membantu Anda. "
"Saya tidak ingin merepotkan nona Elisia.. nona Elisia sering membantu saya tapi saya bahkan tidak memberi apapun.. "
Kedua mata yang sayu itu menunduk kearah lantai, seperti akan menangis.. aku tidak tau bagaimana bisa Varenze akan melewati semua ini selama lima tahun.
Sungguh tidak adil tapi ini adalah takdir sebenarnya baginya, hingga dia menuju kesuksesan yang aku harapkan seprti dinovel, aku akan berusaha agar masa depan Varenze tidak akan berubah dan tetap sama.
Setidaknya aku ingin hidup tenang tapi untuk membantu seseorang bukankah itu sangat membanggakan.
Pertanyaan di dalam kepalaku sekarang makin bertambah, Vion yang memang dasarnya sifatnya seperti itu dan penyakit Lea yang diderita sudah sembuh dan dia tidak bisa menyelesaikan ujian dengan sangat baik seperti di novel.
Aku harus mencari tau alasannya agar masa depan tidak menghancurkan Varenze dan Lea.
"Tidak... anda tidak merepotkan saya sama sekali, bahkan saya sangat senang membantu Anda, jadi saya mohon jangan berpikiran sepreti itu. "
"Terimakasih nona..... "
"Dan sekarang karena jam istirahat bisakah kamu menemani saya ke kelas G"
"Apakah untuk bertemu dengan Baroness Lea? "
"Yaa.... sebenarnya saya hanya ingin melihatnya dari luar saja... "
"Baik lah nona dengan senang hati saya akan memandu anda, kelas G ada di lantai atas kemungkinan paling ujung kiri karena itu adalah kelas terakhir di Akademi."
"Apakah ruang kelas disini adalah ruang kelas umum angkatan kita? "
"Ya..tentu saja angkatan kelasnya pasti akan terpisah, untuk Angkatan dua dan tiga berada di tengah dekat aula, empat dan lima berada diatas, senior yang sudah akan lulus di beri ruang yang sangat luas dan jauh dari akademi yang lain agar belajarnya tidak terganggu karena mau ujian. "
Dan sekarang semua pemeran utama seangkatan denganku, dan itu semua salahku.
"Jika nona mau saat senggang kita bisa tour bersama agar nona bisa menghapal denah akademi ini. "
"Baiklah, saya serahkan padamu untuk soal ini. "
Kami yang menuju ke kelas G menaiki anak tangga dua kali, dan setelah sampai aku yang belum langsung berani menghampiri pintu depan kelas G pun membuat degup jantungku berdebar.
Kelas ini sangat berbeda dengan kelas lain, tampaknya karena isinya adalah siswa yang nilai nya rendah kelas ini tidak terlalu mewah dan biasa saja.
Ah... dan ribut sekali.
Sepanjang aku menyusuri kelas F dan G sungguh ribut apalagi kelas G paling ujung, sangat berbeda dengan kelas lain yang saat istirahat berbicara dengan tenang.
"Pasti anda sangat kaget ya... karena sangat ribut, ya untuk kelas paling akhir terkenal kegaduhannya dan sangat berbeda dengan kelas peringkat teratas di Akademi ini. "
Aku yang sambil mendengarkan ucapan Varenze dengan seksama mataku sambil mencari cari keberadaan pemeran utama wanita itu, sosoknya yang berambut merah muda dengan mata kuning itu berada di ujung kursi sebelah kanan paling belakang.
Dia berada di pojok sendirian, mataku mengarah ke sana bertanya tanya apakah itu Lea?
"Apakah anda mencari Baroness Lea nona? "
"Ya.... benar sekali. "
"Saya mendengar kalau Baroness Lea bermata kuning dan rambut merah muda yang panjang bukankah berada disana."
Telunjuk tangan Varenze bergerak kearah ujung tepat sasaran aku pun menduga kalau dia adalah pemeran utama wanita.
"Sudah kuduga pemeran utama wanita memang sangat cantik. "
"Unn? apa yang anda katakan nona? "
Tanpa sadar aku mengatakannya langsung terdengar oleh Varenze disampingku, aku cengengesan menanggapi pertanyaan Varenze.
Tidak mungkinkan aku cerita novel kepada Varenze yang ada dia beranggapan aku sudah sakit jiwa dan takutnya dia beranggapan kalau aku akan menyakiti Lea... uh itu tidak mungkin..
Eh? tunggu dulu bukankah ini berarti menjadi pertemuan pertama secara tidak langsung dengan Varenze dan Lea? dicerita aslinya Lea Dan Varenze akan bertemu ketika Varenze berada dalam masalah,tapi tanpa sengaja aku lagi lagi mengubah ceritanya.
Aku bahkan melupakan ini saking antusiasnya ingin melihat Lea.
"Tidak, saya hanya mengaguminya dia sangat cantik, bukankah begitu.. "
"Menurut saya nona Elisia lebih cantik dan lebih menarik... dan sangat baik. "
Pujian Varenze seketika membuat wajahku memerah seperti tomat.
Hah... Varenze memujiku... ini membuatku rasanya akan meledak..
"Terimakasih.. tapi saya tidak secantik itu dan tidak sebaik itu. "
"Menurut saya tidak ada yang lebih hebat dari nona sekarang, saya bahkan tidak bisa memikirkan orang baik selain nona.. "
Walaupun kamu bilang begitu, tapi kamu pasti akan menemukan orang baik dan akan jatuh cinta kepadanya *yang dimaksudkan Lea pemeran utama wanita.
"Ahhahaha... anda bisa saja.. saya jadi sangat malu mendengarnya, anda tidak perlu memuji saya... saya juga kagum dengan ketegaran anda selama ini.. "
"Saya juga sebenarnya tidak terlalu kuat nona, tapi semenjak nona datang saya menjadi semangat untuk menjalani hidup saya sebelumnya saya tidak pernah segembira ini sekarang, terimakasih banyak. "
Aku yang sangat senang sekali mendengar ucapannya membuatku sangat terharu, apakah ini rasanya bisa membantu pemeran utama pria atau murni kebaikan ku yang ingin menolong seseorang.
Akupun tersenyum senang menatap Varenze yang juga tersenyum melihatku.