NovelToon NovelToon
Warisan Pedang Naga

Warisan Pedang Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Reijii

Serial ini mengisahkan perjalanan Chen Feng, seorang pemuda yang menjadi satu-satunya keturunan keluarga pemburu naga setelah desa kecilnya di Tanah Seribu Pegunungan dibakar dan orang tuanya terbunuh oleh Sekte Ular Hitam. Dengan bimbingan Ye Linglong, putri dari klan pemburu naga terkemuka, Feng belajar mengendalikan kekuatan naga yang mengalir dalam dirinya—kekuatan yang tidak hanya berasal dari kemarahan akan kehilangan, melainkan dari kedamaian dan pemahaman tentang cinta serta tanggung jawab.

Melalui serangkaian ujian yang menguji keberanian, pengendalian diri, dan pemahaman tentang cinta serta masa lalu, Feng harus menghadapi dendam yang telah berlangsung berabad-abad antara keluarganya dengan Sekte Ular Hitam. Ia menemukan bahwa kekuatan sebenarnya bukanlah dari kemarahan atau kekerasan, melainkan dari kemampuan untuk menerima rasa sakit, menyatukan apa yang terpisah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reijii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25: Pertempuran Epik Di Kaki Gunung Tianwu

Gemuruh yang menggelegar mengguncang seluruh dataran luas saat segel di kedalaman Gunung Tianwu benar-benar roboh. Cahaya hitam pekat menyembur dari celah batu yang terbuka, membentuk badai energi yang berputar dengan cepat ke segala arah. Udara menjadi sangat dingin, dan kabut gelap mulai menyelimuti seluruh medan pertempuran.

“Semua pasukan siap formasi!” perintah Feng dengan suara yang jelas menyilang kebisingan badai. Pasukan Perhimpunan Pemburu Naga segera membentuk lingkaran besar yang terlindungi oleh bidang energi gabungan—cahaya keemasan dari Pedang Naga bercampur dengan energi gelap terkendali dari Hei Yu dan pengikutnya, menciptakan pelindung berwarna ungu muda yang kuat.

Dari dalam badai energi hitam, sosok-sosok besar mulai muncul—makhluk-makhluk kuno yang telah terkurung selama berabad-abad, dengan tubuh yang terbuat dari energi gelap dan mata yang menyala seperti bara api. Mereka menyerang dengan kekuatan yang luar biasa, setiap lompatan membuat tanah bergoyang dan setiap serangan mampu menghancurkan batu dengan mudah.

“Divisi Pertahanan maju!” teriak Ye Chen. Prajurit dari Keluarga Ye dan Klan Naga Merah melesat ke depan, membentuk garis depan dengan perisai yang menyala energi campuran cahaya dan kegelapan. Mereka menghadang serangan dari makhluk-makhluk itu dengan keberanian yang luar biasa, setiap benturan menghasilkan percikan cahaya yang terang.

Klan Naga Biru bekerja di sisi-sisi medan, menggunakan kekuatan air untuk membungkus dan mengendalikan energi gelap yang menyebar. Mereka membentuk tirai air yang tidak hanya melindungi pasukan belakang tapi juga membersihkan energi negatif dari udara sekitar.

“Divisi Pengembangan siap!” panggil Lin Xia. Klan Naga Hijau menyebarkan benih-benih ajaib yang tumbuh dengan cepat menjadi pagar tanaman yang kuat, membatasi gerakan musuh dan menyembuhkan luka-luka pada prajurit yang terluka. Tanah yang tadinya kering dan tercemar mulai menjadi hijau kembali di sekitar mereka, memberikan kekuatan tambahan bagi pasukan.

Sementara itu, Feng dan Hei Yu melesat ke arah pusat badai energi hitam. Di sana, sosok raksasa yang menyerupai naga gelap dengan tubuh panjang dan sisik yang menyala energi hitam berdiri dengan kokoh—ini adalah Dewa Kegelapan yang telah terkurung selama ribuan tahun, pemilik kekuatan yang bisa mengubah wajah dunia.

“Kamu tidak bisa menghentikan apa yang sudah ditakdirkan!” suara seperti guntur terdengar dari sosok itu. “Kegelapan adalah takdir alam semesta—semua akan kembali ke kegelapan yang awal!”

Feng mengangkat Pedang Naga yang menyala dengan cahaya ungu yang sangat terang, sementara Hei Yu mengeluarkan pedang hitamnya yang juga bersinar dengan warna yang sama. “Kegelapan memang bagian dari alam semesta,” jawab Feng dengan suara yang jelas dan kuat. “Namun begitu juga dengan cahaya. Keduanya diperlukan untuk menjaga keseimbangan!”

Pertempuran antara keduanya dengan Dewa Kegelapan pecah dengan kekuatan yang luar biasa. Setiap gerakan mereka cepat dan presisi, dengan energi campuran cahaya dan kegelapan menyambar ke segala arah. Dewa Kegelapan menyerang dengan serangan yang ganas, namun setiap serangannya bisa dihalangi dan diarahkan kembali dengan menggunakan kekuatan gabungan mereka.

“Hei Yu, sekarang!” teriak Feng pada saat yang tepat. Mereka bergerak dengan koordinasi yang sempurna—Feng menyerang dari depan dengan kekuatan cahaya yang murni, sementara Hei Yu menyerang dari belakang dengan kekuatan gelap yang terkendali. Kedua serangan bertemu di tengah tubuh Dewa Kegelapan, menghasilkan ledakan energi yang luar biasa.

Namun makhluk itu terlalu kuat. Ia dengan mudah menghalangi serangan mereka dan menyerang balik dengan kekuatan yang lebih besar, melemparkan mereka ke belakang dengan jarak yang jauh. Linglong segera datang untuk membantu mereka berdiri, menggunakan kekuatan penyembuhan yang dia pelajari dari Klan Naga Hijau.

Di bagian lain medan pertempuran, situasi mulai menjadi sulit. Pasukan musuh terus datang dengan jumlah yang tidak terbatas, dan beberapa bidang pertahanan mulai retak-retak. Li Mei dan Liu Hai bekerja bersama untuk memperkuat formasi, menggunakan kombinasi kekuatan api dan air untuk membuat penghalang energi yang lebih kuat.

“Kita perlu cara baru untuk menghentikan mereka!” teriak Liu Hai sambil menghalangi serangan dari makhluk besar yang menyerupai singa gelap. “Kekuatan kita sendiri tidak cukup!”

Mendengar itu, Feng memiliki ide. Dia berdiri dengan tenang, mengumpulkan seluruh kekuatan dari Pedang Naga dan dari pasukannya. “Semua orang, kumpulkan kekuatanmu padaku!” teriaknya dengan suara yang diperkuat oleh sihir. “Kita akan menggabungkan kekuatan kita semua menjadi satu!”

Tanpa ragu, setiap prajurit mulai mengirimkan energi mereka ke arah Feng. Cahaya ungu muda mulai menyebar dari tengah medan, membentuk bola energi besar yang semakin tumbuh seiring dengan energi yang masuk. Hei Yu juga bergabung, mengirimkan kekuatan gelapnya yang terkendali untuk melengkapi energi cahaya dari pasukan.

“Bersama kita adalah satu!” teriak Feng dengan suara yang menggema ke seluruh alam semesta.

Dengan kekuatan gabungan yang luar biasa, mereka menyerang Dewa Kegelapan dan pasukannya. Pancaran energi ungu yang luar biasa menyambar ke segala arah, tidak menghancurkan tapi menyatu dengan energi gelap yang ada di dalam setiap makhluk itu. Makhluk-makhluk yang tadinya ganas mulai menjadi tenang, mata mereka yang menyala merah berubah menjadi ungu yang lembut.

Dewa Kegelapan sendiri mulai merasakan efek dari serangan itu. Tubuhnya yang tadinya hitam pekat mulai bersinar dengan cahaya ungu, dan ekspresi wajahnya yang penuh kemarahan mulai berubah menjadi pemahaman.

“Aku mengerti sekarang,” suara yang dulunya mengerikan kini terdengar lembut dan penuh kesedihan. “Aku telah salah paham selama ribuan tahun. Aku berpikir bahwa kegelapan harus menguasai semua hal, padahal sebenarnya aku hanya perlu bekerja sama dengan cahaya untuk menjaga keseimbangan.”

Dengan kekuatan terakhirnya, Dewa Kegelapan menyatu dengan energi yang datang dari Feng dan pasukannya. Cahaya ungu menyebar ke seluruh dataran luas, membersihkan semua energi negatif yang tersisa dan membawa kembali kehidupan ke tanah yang tadinya terbakar.

Ketika cahaya mulai mereda, medan pertempuran yang dulunya penuh dengan kehancuran kini tampak damai dan hijau kembali. Makhluk-makhluk gelap yang tadinya menyerang kini berdiri dengan tenang, menjadi penjaga baru yang akan membantu menjaga keseimbangan alam semesta.

Feng dan Hei Yu berdiri bersama di tengah medan, lelah namun bahagia. Para pemimpin klan dan prajurit berkumpul di sekitar mereka, wajah mereka penuh dengan kagum dan rasa lega. Mereka telah berhasil tidak dengan menghancurkan musuh, tapi dengan memahami dan menyatukan apa yang terpisah.

Malam itu, mereka berkumpul di sekitar api unggun yang besar, menyaksikan langit yang mulai bersinar dengan bintang-bintang yang lebih terang dari sebelumnya. Udara dipenuhi dengan energi positif dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Semua orang tahu bahwa perjuangan mereka telah membawa perubahan besar—perubahan yang akan membentuk dunia menjadi tempat yang lebih seimbang dan damai.

 

1
andi
luar biasa
sambo
👌👌👌
lukman
krren
ciko
luar biasa
bara
mantap
Nanik S
Lanjut terus
Nanik S
Untungnya Ye Fang masih selamat
adul
kerrn
adul
lanjut
zaka
kerrn
dfos
mantap
fajar
👍👍👍
fajar
✊️✊️✊️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!