NovelToon NovelToon
Menantu Cenayang

Menantu Cenayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sean Sensei

🔖 SINOPSIS :

Selama tiga tahun pernikahan nya, Satya dianggap sebagai sampah di mata keluarga besar nya. Sebagai pemuda lulusan universitas kecil di pedesaan tanpa koneksi, ia hanya menjadi suami yang mengurus dapur selagi istri nya mengejar karier. Puncak nya, Satya diceraikan secara sepihak dan diusir hanya dengan membawa satu koper pakaian.

​Tepat satu bulan setelah perceraian nya, badai besar menghantam; dunia mulai diguncang oleh Krisis Moneter 1997. Di tengah keterpurukan ekonomi yang mencekik dan status-nya yang luntang-lantung, sebuah warisan yang tertidur dalam darah nya tiba-tiba terbangun.

Satya menyadari bahwa ia adalah keturunan terakhir dari garis darah cenayang peramal legendaris. Ia mendapatkan kemampuan khusus: hanya dengan menatap wajah seseorang, ia bisa melihat masa depan, rahasia kelam, hingga peruntungan finansial yang akan datang.

🍁----------------🍁----------------🍁----------------🍁----------------🍁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sean Sensei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 | Diplomasi Sutra dan Darah

...----------------{🔖}----------------...

Salju pertama di musim gugur turun sangat tipis, seperti serpihan sutra putih yang jatuh di atas genteng paviliun medis istana. Aku mengaduk ramuan akar teratai dan empedu ular di dalam kuali perunggu, membiarkan uap nya yang pahit meresap ke dalam pakaian pelayan ku yang sederhana. Di luar, desas-desus tentang Budak Penasihat yang baru saja menghancurkan pembunuh bayaran Ibu Suri Han telah menyebar seperti api yang ditiup badai.

"Tenang, Mei," gumam ku, mencoba menstabilkan tangan ku yang gemetar. "Kau hanyalah seorang tabib rendah dari klan Lin yang sudah lama jatuh. Tugas mu hanyalah mengobati pria asing ini, bukan terlibat dalam badai yang ia bawa. Tapi mengapa setiap kali aku mendekati kamar nya, jantung ku berdegup seolah aku sedang berdiri di tepi jurang?"

Pintu paviliun berderit terbuka. Putri Lian melangkah masuk dengan wajah yang dipenuhi kecemasan yang jarang diperlihatkan. Di belakangnya, dua pengawal memapah seorang pria yang mata nya tertutup kain sutra putih. Kain itu ternoda oleh bercak darah yang sudah mengering di bagian pupil nya.

"Lin Mei, segera bersihkan ruangan ini," perintah Putri Lian dengan nada yang tak terbantah. "Pria ini adalah tamu kehormatan kaisar, tapi dia terluka parah. Jika ada satu kata pun bocor tentang kondisinya malam ini, kepalamu akan digantung di gerbang kota."

"Hamba mengerti, Putri," jawab ku sambil membungkuk dalam.

Saat pria itu dibaringkan di atas ranjang kayu, aku mendekat untuk memeriksa luka nya. Ketika tangan ku yang beraroma rempah-rempah menyentuh pelipis nya, pria itu tersentak.

"Xia?" suara nya rendah, serak, dan penuh dengan kerinduan yang begitu menyayat hati.

Aku tertegun. "Maafkan hamba, Tuan. Nama hamba adalah Lin Mei. Hamba adalah tabib yang ditugaskan untuk merawat Anda."

Pria itu Satya perlahan membuka tangan nya. Meskipun mata nya tertutup kain, ia seolah-olah bisa melihat ku melalui indra yang tidak ku miliki. Ia mengulurkan tangannya yang gemetar, jemari nya yang kasar karena kerja paksa di tambang menyentuh pipi ku dengan sangat hati-hati, seolah aku adalah porselen yang bisa pecah kapan saja.

"Sangat mirip..." bisik nya. "Mata itu... lekuk rahang itu... bahkan aroma kulit mu. Kau adalah akar dari segala nya."

...----------------{🔖}----------------...

Kegelapan yang aku pandangi saat ini bukanlah kegelapan biasa. Ini adalah kekosongan yang berdenyut, hasil dari saraf optik ku yang melakukan pemulihan darurat. Namun, dalam kebutaan sementara ini, indra cenayang ku justru menangkap sesuatu yang lebih kuat daripada penglihatan fisik.

Aku merasakan kehadiran wanita di depan ku. Frekuensi jiwa nya... ia identik 99,9% dengan Lin Xia, sekretaris setia ku di masa depan. Aku bisa merasakan struktur genetik nya melalui pendaran energi yang tersisa di ujung jari ku.

"Takdir memang seorang pemain dadu yang kejam," batin di dalam diri ku bersorak pilu. "The Sovereign melempar aku ke sini untuk menghancurkan ku, tapi mereka tidak menyadari bahwa mereka justru meletakkan jantung hidup ku di hadapan ku. Wanita ini adalah Lin Mei. Tanpanya, Lin Xia tidak akan pernah ada. Jika Lin Mei mati dalam intrik istana ini, maka Lin Xia di masa depan akan terhapus dari eksistensi seperti asap yang tertiup angin."

"Tuan Satya, Anda harus minum ramuan ini," suara Mei terdengar lembut, sangat mirip dengan nada bicara Xia saat ia membawakan ku kopi di lantai 88 Samantha Holdings.

"Mei," kata ku, mencoba menarik napas tanpa rasa sakit di dada. "Berapa banyak orang di klan mu yang masih hidup di ibu kota?"

Mei terdiam sejenak. Aku bisa merasakan rasa takut yang memuncak di dalam dada nya. "Hanya saya dan adik laki-laki saya yang bekerja di dapur istana. Orang tua kami meninggal dalam pembersihan klan sepuluh tahun yang lalu. Kami adalah sisa-sisa yang tidak dianggap berbahaya."

"Mulai detik ini, kau adalah orang paling berbahaya di kekaisaran ini," kata ku, membuat Putri Lian yang berdiri di sudut ruangan mengerutkan kening.

"Apa maksud mu, Satya?" tanya Lian.

"Putri," aku menoleh ke arah suara nya. "Ibu Suri Han akan menyerang lagi. Dia gagal menggunakan kekuatan mistis, maka dia akan menggunakan Diplomasi Sutra. Dia akan menuduh klan Lin mencoba meracuni ku untuk menjatuhkan kredibilitas mu sebagai pelindung ku. Dia tahu Mei adalah kelemahan ku, meski dia sendiri belum tahu mengapa."

"Kau baru bertemu dengan nya selama lima menit!" seru Lian, nada cemburu yang tipis menyelip di suara nya. "Bagaimana bisa dia menjadi kelemahan mu?"

"Karena dia adalah masa depan ku, Lian," jawab ku jujur. "Jika sehelai rambut di kepala nya jatuh karena pengkhianatan, maka seluruh alasan aku berada di dunia ini akan sirna."

...----------------{🔖}----------------...

Aku tidak mengerti apa yang dia bicarakan. "Masa depan"? "Eksistensi"? Pria ini bicara seperti seorang peramal gila yang baru saja menelan merkuri. Namun, saat dia memegang tangan ku, aku merasakan sebuah kekuatan yang mengalir masuk ke dalam pembuluh darah ku. Itu bukan Qi biasa. Itu hangat, stabil, dan terasa seperti perlindungan dari dewa yang paling agung.

"Mei," Satya berbisik, mendekatkan wajah nya yang tertutup kain ke telinga ku. "Malam ini, seorang kasim akan datang membawakan nampan buah dari paviliun Ibu Suri. Dia akan meminta mu menyajikan nya pada ku. Jangan menolak. Ambil buah itu, tapi jangan biarkan sari buah nya menyentuh kulit mu."

"Tapi Tuan, jika itu beracun—"

"Itu memang beracun," potong Satya. "Racun itu disebut Mawar Hitam London ah, di zaman mu mungkin disebut Empedu Naga Hitam. Ia tidak membunuh seketika, tapi ia akan membuat darah mu menghitam dalam tiga hari. Aku ingin kau menyimpan nya di dalam botol giok kecil ini."

Dia memberikan sebuah botol kecil yang seperti nya dia ambil dari dimensi lain, botol itu terbuat dari bahan bening yang belum pernah kulihat, sangat ringan dan kuat (plastik medis yang tersisa di kantong jas nya).

"Kenapa hamba harus melakukan nya?" tanya ku dengan suara gemetar.

"Karena kita akan melakukan diplomasi darah," Satya tersenyum, dan untuk pertama kali nya, aku melihat kengerian yang tersembunyi di balik ketenangan nya. "Kita akan memberikan bukti itu kepada Kaisar saat penobatan besok. Kita akan menunjukkan bahwa klan Lin adalah klan yang setia, dan Ibu Suri adalah pengkhianat yang mencoba membunuh aset militer kaisar."

"Dia menggunakan aku sebagai umpan," gumam ku, merasakan kedinginan merayap di punggung ku. "Dia mempertaruhkan nyawa ku untuk sebuah langkah catur yang besar. Tapi mengapa... mengapa aku merasa bahwa aku bisa memercayakan nyawa ku pada nya? Seolah-olah jiwa ku sudah mengenal nya selama ribuan tahun."

Malam itu, semua nya terjadi persis seperti yang diprediksi Satya. Seorang kasim berpakaian abu-abu datang dengan nampan berisi buah anggur yang tampak segar namun beraroma aneh. Dengan tangan gemetar, aku memindahkan buah-buah itu, memeras setetes sari nya ke dalam botol aneh milik Satya, lalu membuang sisa nya ke dalam lubang pembuangan yang sudah disiapkan Satya dengan cairan kimia (alkohol pembersih yang ia suling dari arak).

Pagi hari nya, suasana istana sangat mencekam. Kaisar Hao duduk di atas singgasana naga emas di aula agung, dikelilingi oleh ratusan pejabat dan Ibu Suri Han yang duduk dengan anggun di samping nya, wajah nya tertutup cadar sutra tipis.

Satya melangkah masuk. Dia masih buta, kain sutra putih masih melilit mata nya, namun dia berjalan dengan punggung tegak seolah dia bisa melihat setiap retakan di lantai marmer. Aku berjalan di belakang nya, membawa botol giok itu dengan tangan yang berkeringat.

"Kaisar yang Agung," Satya membungkuk, namun tidak merendahkan kepala nya terlalu dalam. "Hamba datang untuk menunjukkan hasil dari busur silang yang Anda minta. Namun, sebelum itu, hamba harus melaporkan sebuah hadiah yang hamba terima semalam."

Ibu Suri Han tampak sedikit menegang. Kursi kayu nya berderit pelan.

"Hadiah?" Kaisar bertanya dengan suara berat yang mengguncang aula.

"Ya, Baginda. Sebuah upaya untuk memastikan hamba tidak pernah sampai ke aula ini," Satya memberi isyarat pada ku.

Aku maju, berlutut, dan mengangkat botol bening itu. "Baginda, ini adalah sari buah yang dikirimkan kepada Tuan Satya semalam. Kami telah menguji nya pada seekor tikus, dan tikus itu mati dalam hitungan detik dengan darah yang membeku."

"Siapa yang mengirim nya?" tanya Kaisar, mata nya menyipit penuh kecurigaan.

"Seorang kasim dari paviliun Ibu Suri, Baginda," suara ku hampir hilang karena takut, namun aku teringat bisikan Satya: "Jangan takut, Mei. Aku adalah dinding yang tidak bisa ditembus oleh siapa pun di ruangan ini."

"FITNAH!" Ibu Suri Han berdiri, suara nya melengking. "Budak ini dan pelayan rendah dari klan Lin mencoba menjatuhkan nama ku! Baginda, klan Lin memiliki sejarah pengkhianatan, mereka pasti bekerja sama untuk memanipulasi bukti ini!"

Satya tertawa pelan, sebuah tawa yang memotong ketegangan seperti pisau panas di atas mentega.

"Ibu Suri," Satya berbalik ke arah nya, meskipun mata nya tertutup. "Anda bicara tentang pengkhianatan? Mari kita bicara tentang diplomasi darah. Mei, berikan botol itu pada tabib agung kaisar."

Tabib agung memeriksa cairan itu, lalu wajah nya berubah pucat. "Baginda... ini adalah racun dari Suku Pegunungan Barat. Hanya mereka yang memiliki hubungan dagang rahasia dengan klan Han yang bisa memiliki nya."

Aula menjadi sunyi senyap. Kaisar menatap Ibu Suri dengan pandangan yang bisa membunuh.

...----------------{🔖}----------------...

"Satu langkah lagi," gumam ku, merasakan adrenalin mengalir di pembuluh darah ku yang mulai pulih. "Aku harus mengamankan posisi Mei. Dia harus menjadi lebih dari sekadar pelayan. Dia harus menjadi institusi yang tak tersentuh."

"Baginda," aku memotong keheningan. "Lin Mei bukan hanya seorang tabib. Dia adalah satu-satu nya orang yang tahu rahasia pembuatan senjata mekanis yang hamba tawarkan. Jika terjadi sesuatu pada nya, maka teknologi busur silang, pemurni air, dan rahasia baja tahan karat yang hamba janjikan akan hilang selamanya."

Ini adalah kebohongan besar. Mei tidak tahu apa-apa tentang teknik mesin. Tapi di mata Kaisar, nilai Mei baru saja melonjak melampaui emas mana pun.

"Mulai hari ini," Kaisar Hao berdiri, suara nya bergema di seluruh aula. "Lin Mei diangkat menjadi Sekretaris Agung Bidang Teknologi Istana. Dia berada di bawah perlindungan langsung mahkota. Siapa pun yang menyentuh nya, berarti menantang pedang ku."

Aku merasakan Mei hampir pingsan karena terkejut. Namun, di balik kain penutup mata ku, aku tersenyum puas.

"Lin Xia," bisik ku dalam hati. "Masa depan mu aman sekarang. Nenek moyang mu kini memegang kendali atas teknologi kekaisaran ini. Sejarah tidak akan menghapus mu."

Ibu Suri Han kembali duduk dengan wajah pucat pasi. Dia tahu dia telah kalah telak dalam ronde ini. Dia mencoba mengambil kekuatan ku, tapi dia justru memberi ku kesempatan untuk mengukuhkan kaki tangan ku di dalam jantung kekuasaan nya.

Saat kami keluar dari aula, Mei menarik ujung baju ku. "Tuan Satya... mengapa Anda melakukan semua ini untuk saya? Saya hanya pelayan rendah..."

Aku berhenti berjalan. Meskipun aku tidak bisa melihat nya, aku bisa merasakan keberadaan nya titik terang di masa lalu yang akan menjadi pelita ku di masa depan.

"Karena tanpa kau, Mei, dunia yang ingin aku bangun tidak akan memiliki jiwa," kata ku. "Sekarang, hapus air mata mu. Kau bukan lagi pelayan. Kau adalah awal dari sebuah dinasti yang akan menguasai ekonomi dunia ribuan tahun dari sekarang. Belajarlah untuk berdiri tegak, karena mulai besok, kita akan mulai merobek sutra kekaisaran ini dan mengganti nya dengan baja."

Mei menatap ku dengan penuh kekaguman dan ketakutan. Dia tidak tahu bahwa pria buta di depan nya ini baru saja menyelamatkan nyawa nya sendiri dengan cara menyelamatkan nyawa wanita nya. Diplomasi sutra telah berakhir dengan kemenangan darah, darah musuh-musuh ku yang mulai mengalir dalam diam.

...----------------{🔖}----------------...

1
꧄ꦿVanaaꦿ꧄
Pngen ak tampar si Clarissa/Scream/

Udh diusahakan, diperjuangkan penuh cinta malah begini balasannya?!😓.

Emosii ak🙏😭
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰☠️⃝🖌️M⃤
berarti clarissa bukan siapa-siapa kalo gak ada satya
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
bahaya nah 😄😄😄 masa cewek yg anu dulua
Hunk
Ini yang paling gue benci: penguasa yang nggak tahu diri. Mirip P. Diddy, menyalahgunakan kekuasaan hanya demi keuntungan pribadi. Yang lebih miris lagi, orang-orang akhirnya ikut saja karena mereka butuh dan merasa itu satu-satunya jalan.
Serena Khanza
kereen satya langsung berpikir ke depan
☠️⃝🖌️M⃤️ Anisa Febriana272
😭😭😭😭 Satya kasihan, dia dianggap anjing! dianggap seseorang yg GK berguna? sekarang lihatuh pembalasan si Satya. jangan lupa sarta bisa melihat masa depan
Serena Khanza
wah pasti cantik banget tuh 🤭
Hunk
Wow!!Hot 🔥🔥banget untung di bacanya malam.🤭👍Terbaik thor.
Panda
bau bau meng-ha+rem neee banggggg
Serena Khanza
mantan istri kalee 🤣
Serena Khanza
dih habis kamu buang terus mau suruh bantuin ya gak lah 🤣 muka tembok lu
Serena Khanza
kasihan banget clarissa lumpuh
Panda
Zhao Wei itu pemeran putri Huan zhu 😏

inspirasi yeee
Syh.Mutiara
Ada ada aja, deh😄
Serena Khanza
duh takut 🫣 gimana nih sama satya
Hunk
anjay posesif banget nih cewe.
Hunk
Masih hidup mantan istrinya? aku kira udah mati.
LOL #555
Wihh,ini mereka bakal jadi pasangan atau cuman rekan kerja biasa
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
jadi, kekuatan mata super itu diketahui banyak orang yang Thor?
Serena Khanza
wuih wang meiling pocecip 🤭 biasanya kan cowok yang pocecip ya 🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!