[kiamat + ruang dimensi + wanita tangguh]
oh yeah, untuk jodoh Lin yan mungkin akan penuh plot twist dan tidak seperti novel pada umumnya yang pria mana yang bersama Lin yan bisa jadi itu jodohnya, nah bukan ya jadi jodohnya mungkin akan terlambat atau apakah selama ini berada di sekitarnya? tidak ada yang tau bagaimana jodoh si gadis gila akan muncul.
Sinopsis :
Bagaimana jika seorang gadis dari rumah sakit jiwa bertansmigrasi ke novel kiamat? apakah dia akan mengacaukan alur cerita novel atau mengikuti alur novel itu?
kehidupan Lin Yan si gadis gila dari rumah sakit jiwa dengan sifat psikopat gila akan memenuhi hari dengan kegilaan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertahanan gila surga gila
【Kau tinggalin adikmu sendirian lagi?】
"Dia sudah besar. sebentar lagi kiamat, masih aman. Lagipula, penginapan itu penuh makanan dan dia bisa masak." Lin Yan menginjak gas, mobil melaju kencang menuju jalan setapak yang mulai menanjak. "Sekarang, fokus ke wilayah. Penginapan cuma tempat sementara. Besok kita pindah ke kastil."
【Kastil? Jangan sombong. Masih harus dibangun.】
"Ck, sistem pesimis. Nanti lihat aja."
Jalan menuju hutan milik pribadi itu memang sengaja dibuat sulit. Pemilik tubuh asli—si gadis kaya raya yang gila koleksi—membeli tanah ini bertahun-tahun lalu dan merahasiakannya dari semua orang. Bahkan Lin Feng tidak tahu kakaknya punya hutan seluas 10 hektar di kaki gunung.
Setelah setengah jam melewati jalan berbatu, Lin Yan tiba di area yang sebelumnya ia tandai. Namun matanya langsung terbelalak.
Di hadapannya, sebuah tembok batu kokoh setinggi tiga meter membentang mengelilingi area hutan. Di atas tembok, pagar besi tempa dengan ujung runcing menjulang, dihiasi ukiran bunga mawar hitam dan merah yang melingkar indah. Sebuah gerbang besi besar dengan lambang mawar hitam-merah berdiri megah di depan.
"Wah... jadi ini hasil klaim kemarin?" gumam Lin Yan turun dari mobil.
【Iya. Wilayah sudah aktif dengan pertahanan dasar. Tapi...】 Sistem terdengar ragu. 【Kok tumbuh tembok? Biasanya cuma batas virtual. Mungkin karena wilayahnya luas, sistem otomatis bikin tembok fisik.】
"Keren!" Lin Yan mendekati gerbang. Saat tangannya menyentuh besi dingin, gerbang itu terbuka perlahan tanpa suara.
Di dalam, pemandangan yang sama sekali berbeda terbentang. Jalan setapak beraspal hitam membentang lurus ke depan, diapit oleh semak-semak mawar merah dan hitam yang tumbuh rapi. Aroma wangi mawar semerbak di udara. Lampu taman bergaya antik berjejer di sepanjang jalan, siap menerangi malam.
Lin Yan berjalan di jalan setapak itu, menikmati pemandangan. Setiap beberapa meter, patung-patung kecil berbentuk mawar dan peri hutan menghiasi sudut. Suasana begitu tenang, hanya suara burung berkicau dan angin berdesir di dedaunan.
Setelah berjalan sekitar lima menit, ia tiba di sebuah lapangan luas. Dan di tengah lapangan itu...
"ASTAGA!"
Lin Yan berhenti, mulutnya ternganga.
Di hadapannya berdiri sebuah kastil megah. Tiga lantai menjulang, dengan arsitektur bergaya gothic modern. Dinding batu hitam dan merah berpadu sempurna, dengan jendela-jendela besar berbingkai emas. Di lantai paling atas, sebuah menara bundar menjulang, dengan jendela besar berbentuk mawar dengan panah—atau lebih tepatnya, sebuah anak panah raksasa dengan bunga duri bunga mawar yang melilit yang diukir di dinding.
Di sekeliling kastil, taman bunga mawar yang luas terbentang. Air mancur di tengah taman memancarkan air jernih, patung wanita berpakaian gaun panjang dengan mahkota mawar berdiri di tengahnya. Lampu-lampu taman bergaya antik berjejer rapi.
Di dinding kastil, di setiap sudut, lambang mawar hitam dan merah terukir indah. Ukiran itu tampak hidup, seolah mawar-mawar itu nyata dan siap mekar kapan saja.
"Ini... ini kastil beneran?" Lin Yan masih tidak percaya. "Aku punya kastil? Dalam dua hari?"
【Wilayah seluas 10 hektar, dengan bangunan utama kastil 3 lantai, luas bangunan sekitar 2000 meter persegi. Lengkap dengan fasilitas taman, kolam, dan area belakang untuk peternakan dan pertanian. Ini... standar hadiah sistem untuk wilayah pribadi. Tapi biasanya butuh waktu seminggu. Mungkin karena kau cepat klaim, jadi langsung jadi.】
"Standar? INI STANDAR?!" Lin Yan hampir berteriak. "Ini lebih dari cukup! Aku bisa hidup di sini sampai tua!"
Ia berlari menuju pintu utama kastil. Pintu kayu jati ukir setinggi empat meter itu terbuka otomatis saat ia mendekat. Di dalam, ruang tamu megah menyambutnya.
Lantai marmer hitam berkilau, dengan urat-urat merah seperti aliran darah. Lampu gantung kristal raksasa tergantung di langit-langit setinggi dua lantai, memancarkan cahaya hangat ke seluruh ruangan. Sofa-sofa mewah berwarna hitam dengan bantal merah tersusun rapi mengelilingi meja kayu jati berukir mawar. Di dinding, lukisan-lukisan pemandangan hutan dan bunga mawar tergantung rapi.
Sebuah televisi layar datar besar—mungkin 80 inci—menempel di dinding, dengan sistem suara canggih di sekelilingnya. Perapian marmer hitam di sudut ruangan siap dinyalakan kapan saja. Di atas perapian, lambang mawar hitam dan merah terukir indah.
Lin Yan berputar-putar di ruang tamu, matanya berbinar. "Gila... gila... ini lebih mewah dari apartemenku dulu!"
【Ding dong! Misi Lanjutan Tersedia!】
Layar hologram Sistem Xiyue muncul dengan warna ungu berkilau.
【Judul Misi: Memperkuat Keamanan Wilayah】
【Deskripsi: Wilayah baru membutuhkan pertahanan maksimal. Tingkatkan sistem keamanan untuk melindungi dari ancaman eksternal.】
【Hadiah: Peningkatan Sistem Pertahanan ke Level Lanjutan.】
【Catatan: Bahan-bahan yang tersimpan di ruang dimensi dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan secara instan.】
Lin Yan mengerjap. "Misi lanjutan? Pake bahan dari dimensi?"
【Iya. Kamera CCTV, kabel, panel surya, generator, dan perlengkapan keamanan lain yang kau beli bisa langsung dipasang secara otomatis. Sistem akan mengintegrasikannya dengan pertahanan wilayah.】
"Wah, canggih!" Lin Yan bersemangat. "Terima misi!"
【Ding dong! Misi diterima. Mengecek bahan di dimensi...】
Layar menampilkan daftar panjang: 100 kamera CCTV, 10 kilometer kabel, 50 panel surya, 20 generator cadangan, sensor gerak, lampu sorot, alarm, dan ribuan item lainnya.
【Bahan mencukupi. Memulai instalasi otomatis...】
Di luar, suara berisik mulai terdengar. Lin Yan berlari ke jendela dan matanya terbelalak.
Dari dalam tanah, tiang-tiang besi mulai menjulang di sepanjang tembok. Di atas tiang, kamera-kamera CCTV terpasang, berputar 360 derajat mengamati area. Lampu-lampu sorot besar dipasang di sudut-sudut, siap menerangi kegelapan. Sensor-sensor kecil muncul di celah-celah tembok.
Tapi yang paling mencengangkan terjadi di samping gerbang utama.
Dari dalam tanah, sebuah posko kayu dua lantai tumbuh perlahan. Bentuknya sederhana tapi kokoh, dengan jendela-jendela kecil di lantai atas. Di atap posko, sebuah menara kecil menjulang dengan lampu sorot berputar.
Dan di sepanjang pagar tembok, di setiap sudut strategis, senapan-senapan otomatis mulai muncul. Bukan senapan biasa—ini adalah senapan sniper berteknologi tinggi, dengan laras panjang dan teropong canggih. Mereka terpasang pada dudukan otomatis yang bisa berputar, mengarahkan moncongnya ke luar wilayah.
Di setiap sisi tembok, setidaknya ada lima senapan sniper. Total 40 senapan mengelilingi seluruh perimeter. Posko kanan terdapat 20 sniper dan posko kiri terdapat 20 sniper juga, Senapan-senapan itu tampak menakutkan, siap menembak apa pun yang mendekat dengan niat jahat.
"ASTAGA!" Lin Yan hampir menjerit. "ITU SNIPER?!"
【Sistem pertahanan level lanjutan: 40 unit senapan sniper otomatis, terintegrasi dengan kamera pengawas. Bisa membedakan zombie, manusia biasa, dan manusia bermusuhan. Tembakan mematikan dalam radius 500 meter.】
"GILA!" Lin Yan melompat-lompat di jendela. "INI KAYAK BENTENG MILITER!"
【Masih ada lagi. Lihat layar di ruang kontrol.】
Lin Yan ingat ruang kontrol di lantai tiga. Ia berlari naik tangga, melewati lantai dua yang dipenuhi kamar tamu, dan tiba di lantai tiga. Di ujung lorong, pintu menuju menara terbuka.
Tangga spiral membawanya ke ruangan kecil di puncak menara. Di sini, dinding-dindingnya dipenuhi layar LED besar. Setidaknya ada 50 layar, menampilkan gambar dari setiap kamera CCTV di seluruh wilayah. Ada layar yang menunjukkan tembok luar, gerbang utama, taman depan, taman belakang, halaman samping, atap kastil, bahkan area hutan di luar tembok hingga jarak 1000 meter.
Di tengah ruangan, sebuah kursi empuk seperti kursi pilot menghadap konsol dengan berbagai tombol dan tuas. Di dinding, panel kontrol dengan layar sentuh raksasa.
Lin Yan duduk di kursi itu, memandangi layar-layar yang menampilkan setiap sudut wilayahnya. Ia bisa melihat posko kayu di samping gerbang, senapan-senapan sniper yang siap menembak, dan kamera-kamera yang terus berputar.
"Luar biasa..." gumamnya. "Aku bisa lihat zombie dari jauh sebelum mereka mendekat."
【Jangkauan kamera 1000 meter cukup untuk antisipasi dini. Dengan kecepatan zombie normal, kau punya waktu sekitar 10-15 menit untuk bersiap.】
"Dan kalau mereka mendekat, sniper itu akan menembak?"
【Iya. Sistem diatur untuk membedakan target. Zombie akan langsung ditembak. Manusia biasa yang mendekat akan diperingati dengan lampu sorot dan suara. Jika mereka tetap mendekat dengan niat jahat, mereka dianggap musuh.】
Lin Yan mengangguk puas. Ia menghabiskan beberapa menit bermain-main dengan konsol, memutar kamera, memperbesar gambar. Ia bisa melihat hingga ke detail terkecil—daun-daun berguguran di hutan, kelinci yang melompat di semak, bahkan capung yang hinggap di pagar.
Setelah puas, ia turun ke lantai tiga untuk melihat kamar utamanya. Pintu kamar utama terbuat dari kayu jati ukir dengan lambang mawar. Saat dibuka, matanya kembali terbelalak.
Kamar itu sangat luas—mungkin 100 meter persegi. Di tengah, sebuah ranjang super king size dengan rangka besi tempa bermotif mawar hitam. Seprai sutra hitam dengan bantal-bantal merah empuk. Di atas ranjang, tergantung lampu gantung kristal kecil yang memancarkan cahaya redup romantis.
Namun yang paling mencolok adalah di dinding tepat di seberang ranjang. Sebuah foto raksasa—setinggi dua meter, lebar tiga meter—terpajang dalam bingkai emas mewah.
Di foto itu, Lin Yan sendiri berdiri dengan pose gagah. Ia mengenakan crop top hitam yang memperlihatkan perut rampingnya, dipadukan dengan celana olahraga hitam longgar. Rambut putih panjangnya tergerai bebas, sedikit berantakan seperti habis bertarung. Di tangan kanannya, ia memegang sebilah pedang panjang dengan bilah berkilau, ujung pedang mengarah ke bawah. Matanya yang merah delima menatap tajam ke arah kamera, dengan ekspresi dingin dan penuh percaya diri. Di belakangnya, latar belakang gelap dengan percikan api merah membuatnya tampak seperti prajurit legendaris.
"Wah..." Lin Yan mendekati foto itu, takjub. "Ini aku? Kapan difotonya?"
【Sistem membuatnya berdasarkan data penampilanmu saat ini. Sebagai hiasan dinding. Suka?】
"Suka banget! Aku keren banget!" Lin Yan berpose di depan fotonya sendiri, menirukan ekspresi tajam itu. "Lihat, sistem! Aku kayak pahlawan super!"
【...Iya, iya. Sekarang lihat ke kiri. Ada yang lebih menarik.】
Lin Yan menoleh ke kiri. Di sana, sebuah dinding polos berwarna hitam, tidak berbeda dengan dinding lainnya. Tapi di permukaannya, ada garis-garis halus yang membentuk persegi panjang—samar, hanya terlihat jika diperhatikan.
Lin Yan mendekat. Di tengah dinding itu, ada panel kecil dengan pemindai sidik jari dan pemindai retina.
"Ruang rahasia?" gumamnya penasaran.
Ia menempelkan jari telunjuk ke pemindai. Lampu merah menyala, lalu hijau. Ia mencondongkan wajah, menatap pemindai retina. Lampu berkedip, lalu pintu rahasia itu terbuka dengan desisan pelan.
Dinding itu bergeser ke samping, memperlihatkan ruangan di baliknya. Lin Yan melangkah masuk, dan matanya terbelalak untuk kesekian kalinya.
Ruangan ini tidak terlalu besar—sekitar 30 meter persegi—tapi isinya... luar biasa.
Di dinding depan, sebuah layar LED raksasa berukuran 100 inci terpasang. Layar itu terbagi menjadi puluhan kotak, menampilkan gambar dari setiap kamera CCTV di seluruh wilayah. Ada yang menunjukkan tembok luar, gerbang, taman, halaman belakang, area peternakan, bahkan atap kastil. Semua terpantau real-time.
Di bawah layar, sebuah meja panjang dengan tiga kursi menghadap. Di meja, terdapat beberapa keyboard, joystick, dan panel kontrol dengan berbagai tombol. Di samping meja, rak-rak berisi perlengkapan elektronik: router, server, hard disk, dan peralatan jaringan canggih.
Di dinding kiri, peta topografi seluruh wilayah terpampang besar, dengan titik-titik merah yang menandai posisi kamera dan senjata otomatis. Di dinding kanan, lemari kaca berisi senjata-senjata cadangan: pistol, granat, bahkan beberapa senapan serbu.
"Ini... ruang komando?" Lin Yan berjalan masuk, matanya berbinar.
【Ruang kendali keamanan. Dari sini, kau bisa memonitor seluruh wilayah, mengaktifkan atau menonaktifkan senjata otomatis, bahkan mengendalikan kamera secara manual.】
Lin Yan duduk di kursi utama, menghadap layar raksasa. Ia mengambil joystick, mencoba menggerakkan kamera. Di layar, gambar dari kamera nomor 7 bergerak mengikuti gerakan joystick. Ia bisa memutar 360 derajat, memperbesar hingga detail terkecil.
"KEREN!" teriaknya. "Aku bisa lihat semuanya dari sini!"
Ia menghabiskan setengah jam berikutnya bermain-main dengan sistem keamanan. Ia mencoba mengaktifkan lampu sorot, memutar kamera, bahkan simulasi menembak—tentu saja tanpa peluru sungguhan. Sistem memberinya mode latihan.
【Kau ingat kita punya misi?】
"Iya, ini lagi ngerjain misi." Lin Yan tetap asyik dengan joystick.
【Misi sudah selesai, goblok. Lihat hadiahmu.】
Layar di samping menampilkan notifikasi:
【Ding dong! Misi 'Memperkuat Keamanan Wilayah' selesai!】
【Hadiah: Sistem Pertahanan Level Lanjutan telah diaktifkan.】
【Fitur tambahan:】
【- 40 unit sniper otomatis (jarak tembak 500m)】
【- 200 kamera CCTV 360° (jarak pandang 1000m)】
【- 100 sensor gerak di perimeter】
【- 50 lampu sorot otomatis】
【- Sistem alarm terintegrasi】
【- Ruang kendali dengan layar monitor】
【- Posko jaga di pintu masuk】
【- Dan masih banyak lagi...】
Lin Yan membaca sambil tersenyum lebar. "Sempurna... benar-benar sempurna."
【Sekarang, kau punya benteng yang hampir tak tertembus. Bahkan militer sekalipun akan kesulitan menyerang tempat ini.】
"Bagus. Jadi, besok aku jemput adik, lalu kita pindah ke sini." Lin Yan bangkit dari kursi, meregangkan tubuh. "Terus lusa... kiamat."
【Kau siap?】
Lin Yan berjalan keluar ruang kendali, menuruni tangga, dan keluar kastil. Ia berdiri di halaman depan, menatap tembok tinggi dengan senapan-senapan sniper yang berjejer. Matahari mulai condong ke barat, menyinari kastil dengan cahaya keemasan.
"Siap atau tidak, tetap harus dihadapi." Lin Yan tersenyum kecil. "Tapi setidaknya, aku punya tempat aman. Punya makanan. Punya senjata. Punya adik yang harus dilindungi. Dan punya sistem nyebelin yang suka ngomel."
【...Aku ini perhatian!】
"Iya, iya." Lin Yan tertawa. "Aku tahu. Makasih, sistem."
Diam sejenak.
【Sama-sama.】
Lin Yan berjalan kembali ke mobilnya, melaju meninggalkan kastil menuju penginapan. Di spion, ia melihat kastil megah itu perlahan mengecil, tersembunyi di balik pepohonan. Tapi ia tahu, di balik tembok tinggi dan senapan-senapan itu, rumah barunya menanti.
Malam turun perlahan. Di penginapan, Lin Feng sudah menyiapkan makan malam sederhana. Ia menyambut kakaknya dengan cemas.
"Jie, dari mana aja? Kok lama?"
"Urusan penting." Lin Yan duduk di meja, mengambil sumpit. "Besok kita pindah. Aku punya tempat baru. Lebih aman."
Lin Feng mengerutkan kening, tapi tidak bertanya lebih lanjut. Ia hanya mengangguk. "Di mana?"
"Rahasia. Besok lihat sendiri."
Mereka makan dalam diam. Di luar, suara jangkrik bergema, menemani malam terakhir sebelum dunia berubah.
Satu hari lagi.
Lalu segalanya akan berbeda.
Tapi Lin Yan sudah siap. Kastil megah dengan tembok tinggi, senapan sniper, kamera pengawas, dan ruang kendali canggih—semua menanti.
Dan di dalam kastil itu, di kamar utama, foto dirinya dengan pedang terus menatap tajam, mengingatkan bahwa pemilik tempat ini bukanlah gadis biasa.
Pemilik tempat ini adalah psikopat sejati yang siap menghadapi dunia baru.