NovelToon NovelToon
MAFIA DAN GADIS CANTIK

MAFIA DAN GADIS CANTIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Steve Lim tak pernah menyangka dirinya akan dijebak oleh oknum pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi mafia yang dipimpinnya, mereka ingin menjebloskan Steve Lim ke penjara dengan dugaan pemerasan serta pencucian uang atas tanah di wilayah Makau yang terkenal dengan pusat industri kasino globalnya. Dimana Makau dijuluki Las Vegas dari Timur.

Pada saat dia mencoba menyelamatkan dirinya dari jebakan para oknum pemerintah, tak sengaja dia bertemu dengan seorang gadis bernama Ruolan Tan yang membantunya bersembunyi dari kejaran musuhnya.

Bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 JEBAKAN LUNA

Steve Lim dan Ruolan Tan masih berjuang melawan orang-orang berpakaian hitam di tangga. Mereka berdua terluka, tapi mereka tidak menyerah.

Tiba-tiba, pria itu muncul kembali, dan membantu mereka melawan orang-orang itu. "Aku sudah kembali," katanya. "Kita harus pergi sekarang."

Mereka bertiga berlari menaiki tangga, dengan orang-orang berpakaian hitam itu mengejar mereka. Mereka akhirnya mencapai puncak tangga, dan melihat David yang sedang berhadapan dengan Luna.

"Aku sudah sampai," kata Steve Lim, sambil berlari menuju ke arah David.

Ruolan Tan dan pria itu mengikuti di belakangnya, dan mereka semua bersiap untuk menghadapi Luna dan orang-orangnya.

"Baiklah, Luna," kata David dengan suara yang tegas. "Aku tidak akan pergi ke mana pun dengan kamu."

Luna tersenyum, dan mengacungkan pistolnya. "Aku tidak berpikir kamu memiliki pilihan," katanya.

Pria misterius itu muncul kembali dan membantu Steve Lim dan Ruolan Tan melawan orang-orang berpakaian hitam. Mereka bertiga berhasil mencapai puncak tangga dan berhadapan dengan Luna dan David.

Situasi semakin tegang.

Luna mengacungkan pistolnya, dan David siap menghadapi apa pun yang akan terjadi. Steve Lim, Ruolan Tan, dan pria misterius itu bersiap untuk melindungi David.

David tersenyum, tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun. "Aku sudah siap," katanya. "Kamu tidak akan bisa mengancamku lagi, Luna."

Luna mengangkat pistolnya, dan pria misterius itu melangkah maju. "Aku tidak akan membiarkanmu menembak David," katanya.

Tiba-tiba, Ruolan Tan berlari ke arah Luna dan menendang pistolnya. Pistol itu terbang ke udara, dan Steve Lim menangkapnya.

"Kita harus pergi sekarang!" teriak Steve Lim.

David, Ruolan Tan, Steve Lim, dan pria misterius itu berlari meninggalkan Luna dan orang-orangnya. Mereka berlari menuju ke arah lift, tapi Luna berteriak, "Jangan berpikir kamu bisa lolos!"

Luna menekan tombol, dan pintu lift terbuka. Mereka semua masuk ke dalam lift, dan pintu lift menutup.

"Siapa kamu?" tanya David kepada pria misterius itu.

Pria itu tersenyum. "Aku adalah temanmu. Aku bernama Alex."

Lift mulai bergerak turun, dan mereka semua bernapas lega.

Tapi, tiba-tiba, lift berhenti, dan lampu padam...

Semua orang terdiam, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Apa yang terjadi?" tanya Ruolan Tan, suaranya sedikit bergetar.

"Aku tidak tahu," jawab Steve Lim, "tapi aku tidak suka ini."

Alex, pria misterius itu, melangkah maju. "Aku akan periksa," katanya.

Dia memeriksa lift, tapi tidak ada apa-apa. Tiba-tiba, dia mendengar suara dari atas.

"Selamat datang, David," kata suara itu. "Aku sudah menunggu kamu."

Luna!

"Apa yang kamu lakukan?" tanya David, suaranya keras.

"Aku hanya ingin berbicara dengan kamu, David," jawab Luna. "Tentang masa depanmu... dan masa depan perusahaanmu."

Lift terus bergerak ke atas, dan semua orang tahu bahwa mereka tidak bisa lolos dari Luna. David menggulatkan tinjunya, siap menghadapi apa pun yang akan terjadi.

Tiba-tiba, lift berhenti, dan pintu terbuka. Mereka melihat sebuah ruangan besar dengan meja konferensi di tengah. Luna duduk di kepala meja, dengan senyum manis di wajahnya.

"Selamat datang, David," katanya. "Aku sudah menunggu kamu."

David melangkah maju, diikuti oleh Steve Lim, Ruolan Tan, dan Alex. Mereka semua duduk di sekitar meja, menghadapi Luna.

"Ada apa, Luna?" tanya David, suaranya dingin.

"Aku ingin membuat kesepakatan dengan kamu, David," jawab Luna. "Aku akan memberikan kamu kesempatan untuk menyelamatkan perusahaanmu... jika kamu mau bekerja sama dengan aku."

Steve Lim dan Ruolan Tan saling menatap, tidak percaya apa yang mereka dengar. Alex hanya mengangkat satu alis, menunggu jawaban David.

Luna tersenyum, dan suasananya menjadi semakin tegang. "Aku tidak berpikir kamu memiliki pilihan, David," katanya. "Perusahaanmu sudah dalam gawir, dan aku adalah satu-satunya yang bisa menyelamatkannya."

David menggulatkan tinjunya, tidak suka dengan tekanan yang diberikan Luna. "Apa yang kamu inginkan?" tanyanya, suaranya keras.

Luna mengambil napas dalam-dalam. "Aku ingin kamu menikah dengan aku, David," katanya. "Aku ingin menjadi bagian dari keluarga perusahaanmu, dan aku ingin kamu menjadi suamiku."

Ruangan menjadi sunyi, dan semua orang terdiam. Steve Lim dan Ruolan Tan tidak percaya apa yang mereka dengar, dan Alex hanya menggelakkan kepalanya.

David tersenyum, tapi bukan senyum yang baik. "Aku tidak akan pernah menikah dengan kamu, Luna," katanya. "Aku lebih baik mati daripada menjadi suamimu."

Luna tersenyum, dan suasananya menjadi semakin tegang. "Aku tidak berpikir kamu memiliki pilihan, David," katanya. "Aku sudah mengatur semuanya. Jika kamu tidak menikah dengan aku, perusahaanmu akan jatuh, dan kamu akan kehilangan segalanya."

David tidak menunjukkan ketakutan, tapi Steve Lim dan Ruolan Tan bisa melihat kekuatiran di matanya. Alex hanya mengangkat satu alis, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka, dan seorang wanita cantik masuk. "Maaf, Luna," katanya. "Aku tidak bisa membiarkanmu melakukan ini."

Luna tersenyum, dan suasananya menjadi semakin seram. "Ah, Sophia," katanya. "Aku sudah menunggu kamu."

Sophia melangkah maju, dengan mata yang tajam menatap Luna. "Aku tidak akan membiarkanmu menggunakan David untuk mencapai tujuanmu, Luna," katanya.

Luna tersenyum, tapi kali ini ada sedikit kegugupan di wajahnya. "Apa yang kamu maksud, Sophia?" tanyanya.

Sophia mengambil napas dalam-dalam. "Aku tahu rahasia tentang perusahaanmu, Luna. Aku tahu tentang korupsi dan pencucian uang yang kamu lakukan. Aku akan membongkar semuanya jika kamu tidak meninggalkan David dan perusahaannya."

Ruangan menjadi sunyi, dan semua orang terdiam. Luna menggulatkan tinjunya, tidak suka dengan ancaman Sophia.

Tiba-tiba, Alex melangkah maju. "Aku bisa membantu Sophia," katanya. "Aku memiliki bukti-bukti yang cukup untuk menjatuhkanmu, Luna."

David tersenyum, dan kali ini ada harapan di wajahnya. "Aku tidak sendirian lagi," katanya.

Luna menggulatkan tinjunya, dan suasananya menjadi semakin tegang. "Kamu tidak bisa mengancamku," katanya kepada Sophia dan Alex. "Aku memiliki kekuasaan dan uang yang cukup untuk menghancurkan kalian semua."

Sophia tersenyum, tidak menunjukkan ketakutan. "Aku sudah siap untuk itu, Luna," katanya. "Aku telah menyiapkan semuanya. Polisi sudah dalam perjalanan ke sini, dan mereka akan menangkapmu atas tuduhan korupsi dan pencucian uang."

Luna menjadi putih, dan untuk pertama kalinya, dia menunjukkan ketakutan. "Tidak... itu tidak mungkin," katanya.

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka, dan beberapa orang polisi masuk. "Luna, kamu ditangkap atas tuduhan korupsi dan pencucian uang," kata salah satu polisi itu.

Luna mencoba melawan, tapi polisi-polisi itu sudah menangkapnya dan memborgol tangannya. "Kamu tidak bisa melakukan ini!" teriaknya.

David tersenyum, dan kali ini ada rasa lega di wajahnya. "Aku bebas," katanya.

Sophia dan Alex tersenyum, dan mereka semua tahu bahwa keadilan telah ditegakkan. Tapi, ada satu pertanyaan yang masih belum terjawab... siapa sebenarnya Alex?

1
Tobatos Corp
kemampuan yang meningkat
Tobatos Corp
harus hati hati ini
Tobatos Corp
semakin seru
Faniah Haidar
♥️♥️♥️
Faniah Haidar
💐💐💐
Faniah Haidar
penasaran gimana endingnya 🤭
Tina Andara
mudah mudahan Roulan Tan terbuka matanya ya kan
Vania Andina
Roulan Tan kau kan bisa bela diri napa gak kau hajar dia
Raisa Andriana
semangat tor
Tina Andara
gak ada yang gratis kan Tan
Tina Andara
kan udah tahu kalau Steve tuh mafia Tan
Tina Andara
lari Tan ! lari... !
Tina Andara
nyali juga nih Ruolan Tan
Tina Andara
pasti seru nih ceritanya
Vania Andina
lanjut aja deh thor
Vania Andina
satunya belum kelar thor dah bikin lagi satu karangan film baru thor
Raisa Andriana
lanjut
Yuniar Farah
next thor 👍
Larasati John
bos geng nih ceritanya, laki banget sekarang,,, semangat steven lim,,,
Faniah Haidar
semangat thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!